
Nona Laura kini, telah berada didalam mobilnya, dan akan menuju ke sebuah paviliun yang kecil tapi terlihat megah dan berkesan mewah serta jauh dari keramaian kota.
Ia berpikir, masalah ini semua akan ditanggung sendiri oleh Tuan Andreas.
Dan ia kini hendak menuntaskan keinginan dari Tuan Ricardo, yang telah berhasil, ikut membantunya dalam menyelesaikan masalah ini.
Lalu pagi tadi, setelah melihat berita yang telah tersebar, pasti akan membuat Tuan Andreas kelimpungan, dan Akan segerah bertanggung jawab kepadanya, atau reputasinya akan semakin memburuk.
Tuan Ricardo pagi tadi telah memberi kode, dan memerintahkannya, untuk segerah menghubunginya.
Setelah dihubungi, ternyata Tuan Ricardo, kembali menginginkan Nona Laura.
Yang kini, ia pun sedang menuju ketempat yang sudah ditentukan oleh Tuan Ricardo.
Nona Laura, kini telah sampai didepan paviliun Tuan Ricardo. Kini ia turun dengan hati yang gugup.
Dari yang ia dengar. Tuan Ricardo pun mempunyai tempramental yang sama kejamnya dengan Tuan Andreas.
Ia juga terkenal dengan Casanova dan maniak terhadap wanita.
Dan dilihat dari permainannya kemarin, Tuan Ricardo, terbilang sangat kasar dalam bermain. Dan ia tak mau melepaskan, sebelum ia merasa puas.
Dengan hati yang gugup, Nona Laura pun turun. Ia memasuki Paviliun tersebut dengan disambut seorang pelayan, yang juga terlihat sangatlah ****.
Setelah sampai didalam kamarnya. Betapa terkejutnya Nona Laura, yang saat melihat didepan matanya.
Yang mana kini, dengan tidak tau malunya. Ia bermain dengan tiga orang sekaligus, dan kini ia masih memerintahkannya untuk segerah datang.
Tuan Ricardo yang melihat kedatangan Nona Laura. Segerah, ia langsung menghentikan permainannya saat ini.
Ia langsung memerintahkan, agar Nona Laura segerah mendekat dan membuka seluruh pakaiannya didepan wanita mainannya tadi.
Ia diperintah Tuan Ricardo untuk melayaninya sekarang dan mengusir sejenak, ketiga perempuan mainannya tadi.
Tuan Ricardo memulai permainannya bersama Nona Laura, dan tak lupa ia juga memasang kamera, untuk berjaga-jaga dan memvidiokannya.
Hingga saat ini, terdengar jeritan kesakitan dari Nona Laura, yang mana ia mulai bermain kasar, dari memborgolnya, sampai mencambuk, untuk mengeluarkan rasa kepuasan nya. Dan ditambah permainan yang lainnya yang juga begitu kasar.
Selama dipermainan ini, ia mencoba menahan rasa sakit yang begitu lama, hingga ia bersumpah, akan membalas lebih kepada Andreas dan juga wanita ja**ng itu.
Disaat selesai. Nona laura nampak sangat kelelahan, karena menahan begitu lama kesakitan dan ingin sekali saat ini ia membalasnya.
Tiba saat Nona laura yang masih kelelahan, hingga ia yang ingin segerah pergi dari tempat terkutuk ini.
Tapi masih ditahan oleh Tuan Ricardo. Nona Laura pun berkata, "Ada apa lagi ?
Tuan Ricardo pun terkekeh geli melihat tingkah acuh dari Nona Laura, hingga ia kembali menciuminya, dan kini ia masih ingin melakukannya.
Yang mana saat ini, ia yang sudah berada diruang tamu, dan disitu juga ada pelayan yang sedang bekerja hingga ketiga perempuan tadi yang entah mengapa, masih belum juga pulang, serta sedang bercanda saat ini.
Hingga ia harus melakukannya lagi diruang tamu tersebut, dan didepan mereka yang tampak cuek melihat permainan ini.
Setelah selesai, Nona Laura dengan cepat memakai pakaiannya kembali. Yang dengan menahan sakit diseluruh tubuhnya, serta bagian inti. Dan menyebabkan ia kini berjalan dengan terpincang.
Maka dengan geram, ia keluar dari tempat tersebut, yang memperlihatkan sepertinya saat ini ia sedang kesal.
*
*
Andreas yang seharian berada di Mansion. Mencoba menghibur dirinya dan selalu bersikap manja seharian ini.
Tapi ia tetap terus memantau informasi diluaran sana.
Ia sengaja tidak bekerja hari ini. selain ingin menghindari dari kejaran para paparazi.
Ia juga menjaga sang istri, agar tidak melihat atau mendengar berita yang sedang beredar saat ini.
Ia juga memanfaatkan kebersamaan mereka, sebagai pendekatan yang selama ini selalu terjadi kesalahpahaman diantara mereka berdua.
Hingga sore menjelang. Ia mendengar Dan melihat suara mobil yang masuk ke halaman Mansion serta mendengar suara Nona Laura yang sudah pulang, dan memerintah sang pelayan.
Andreas tau kenapa tingkah Nona Laura hingga seperti itu.
Karena ia yang selalu memantau. Dan mengetahui segala kegiatannya. Yang tampa diketahui oleh Nona Laura saat ini.
Andreas hanya tersenyum sinis. Tapi ia juga selalu waspada.
Tau akan apa saja yang sedang direncanakannya.
Terutama, rencana kepada istrinya. Hingga Andreas kini secara diam-diam memasang alat pelacak, atau cip yang diletakan nya di mainan telinganya.
Kini saat tiba makan malam, dan disaat mereka telah berkumpul. Tapi tidak dengan Nona Laura.
Entah mengapa, ia mengurung diri di kamarnya. Sedari pulang tadi. Dan meninggalkan tanda tanya bagi Lusiana.
Hingga Lusiana yang penasaran pun, bertanya kepada Tuan Andreas.
Andreas hanya mengangkat bahunya. Menjawab kalau ia pun tidak tau. Dan ini hanya berpura-pura saja, serta meneruskan menyantap makan malamnya.
Setelah mereka menyelesaikan sarapannya. Andreas memerintahkan. Agar sang istri, kembali kedalam kamarnya terlebih dahulu.
Lusiana menurut dan segerah beristirahat menuju kedalam kamarnya.
Tuan Andreas kini bergegas menuju keruang kerjanya. Langsung mengunci pintu dari dalam, dan segerah menghubungi sang asisten.
Bagaimana perkembangan nya ?
Musuh sedang masuk dalam perangkap Tuan. Dan kini mereka sedang melambung tinggi. Merasa telah menang. Dan telah mengadakan pestanya siang tadi.
Dan semua laporan juga telah saya kirimkan ke Tuan sesaat tadi, dan silahkan Anda periksa kembali keseluruhan nya.
Ia...bagus ! semua telah lengkap.
Ia Tuan. Tinggal kita menunggu waktu yang tepat untuk segerah menyerang mereka.
Bagus. "Tunggu perintah dari ku. Biarkan saat ini mereka merasa menang terlebih dahulu, dan membuat mereka merayakannya.
"Tapi Nona Laura Tuan !
Aku tidak ada urusan dengan wanita ular tersebut.
Ia ingin mencelakakan ku dan istriku. Maka biarkan ia menanggung akibatnya.
Baik Tuan...!
Saya akan menunggu perintah selanjut nya dari Tuan.
Hem...! Dan telpon mereka pun terputus.
Serta ia pun hendak kembali kekamar sang istri.
Tapi entah datang dari mana. Tiba-tiba Nona Laura sudah ada dihadapannya saat ini, dan sepertinya ia sedang mabuk.
Ia datang kehadapan Tuan Andreas. Mencoba merayu serta mengajaknya melakukan itu bersamanya saat ini. Dan dengan gaya mabuknya ia mulai berkata ngelantur.
Andreas merasa risih, hingga memanggil sang pengawal, dan memerintahkan agar menyingkirkan Nona Laura dari hadapannya saat ini juga.
Sang pengawal menunduk patuh. Hingga dengan susah payah. Kembali membawanya masuk kedalam kamarnya.
Hingga saat ini. Nona laura yang sedang mabuk dan tidak sadar.
Menganggap sang pengawal adalah Tuan Andreas, sampai mengajaknya untuk menemaninya malam ini bermain dengan nya semalaman.
Tapi...saat pagi menjelang.
Aaaahhhhkkkkk.....
Nona Laura berteriak kuat dan marah....
Ia langsung memukul-mukuli tubuh sang pengawal, hingga mengusirnya, dari dalam kamarnya, dengan melempar, bantal dan gulingnya.