Perempuan Tangguh

Perempuan Tangguh
BAB 14


Hari minggu waktunya irena tidur panjang, karena mendapat bagian libur, ia kadang membantu bibinya di restoran jika merasa boring.


Sementara kenan di jaga oleh rama dan tegar saja, kenan sepertinya merasa resah dan rindu karena satu hari ini tak melihat irena, kenanpun memberanikan diri untuk vidio call irena.


"Ya tuan,,?" Kata irena


"Apa,, kamu panggil aku apa,,?" Tanya kenan sedikit kesal


"Mmm ya, ada apa kenan,,?" Tanya irena lagi, kenanpun tersenyum


"Ahhh gimana hari ini, apa yang kamu buat di hari libur,,??" tanya kenan.


"Tidur sepuasnya, beres - beres rumah, jalan - jalan, dan bantu bibi," kata irena memberitahu kesibukannya di hari libur,,,


"Ahhh baiklah,, istirahatlah nona," kata kenan lalu menutup telponnya


***


Relin dan teman\-temannya bersiap\-siap dan berdandan dengan cantik,, "lin kita mau pergi ke mana sih,,?" Tanya anggi,,


"Ke tempat di mana para cowok tampan, kaya, populer, keren, berkumpul di sana,," kata relin


"Kayanya gue gak ikut deh,, damar ngajakin gue diner,," kata gina


"Ya ampun dasar cewe setia,," ejek rita,, "okhh ya lin gilang gak ikut pergi,,,?" Tanya anggi,,


"Enggak, dia bilang ada acara keluarga, tapiii itu bagus," kata relin semangat,,


"Yaa ampun gue juga padahal mau banget ikut kalian,," kata gina memelas,,


Merekapun sudah siap untuk pergi,, ternyata relin membawa mereka ke club terkeren di kotanya, di mana weekend kenan dan kawan-kawannya selalu nongkrong disana,,


"Nih kartu member kalian,,!" Kata relin menyodorkan card member yang sudah di buatkan oleh relin sebelumnya,, merekapun masuk.


"Wahhh keren sekali tempat ini,," kata anggi dan rita kompak karena takjub dengan clubnya,,


"Mari kita bersenang-senang,,!!" Kata irena lalu masuk ke hiburan DJ,, langkah mereka terhenti, karena tepat di depan mereka ada 5 cowok terpopuler di kampusnya,,


"Ya ampun, kalian juga ada di sini,," kata rendra menghentikan goyangannya,


"Apa kalian mau mencari mangsa di sini,, cewe penggoda,,??" Kata rendi meledek,


,,plak,, tamparan anggi mendarat tepat pada pipi rendi,,


"beraninya kau,," teriak rendi ingin membalas namun rendra menahannya,, "ren jangan, ingat kita sudah di beri peringatan agar tidak buat masalah,," rendipun sedikit tenang dan memelototi anggi penuh amarah,,


"Jangan pernah bilang kita cewe penggoda lagi,," ancam anggi menunjuk rendi


"Hah, apa kau sedang mengancam," kata rendi memegang telunjuk anggi,


"itu sebuah peringatan, bukan ancaman,," kata anggi sinis,


"Hahaha,bukannya memang benarkan kalian," kata rendi tertawa,, " bener atau salah itu bukan urusan lho,," potong anggi lalu pergi, rendi hanya tersenyum penuh kekesalan,,


"Wahh sudah lama aku gak lihat anggi seperti itu,,mmm,, lebih baik kamu gak ngeremehin kata-kata anggi,," tegas relin memberi saran lalu pergi mengikuti anggi,,


"Hah mereka pikir, mereka siapa,,?" Kata rendi benar-benar kesal, lalu rendi dan rendrapun menghampiri teman mereka yang sedang duduk di sofa pojok,,


"Hahaha,, kalian tahu gak,, barusan rendi di ancam sama cewek-cewek penggoda,, hahaha," Kata rendra ketawa lepas,,


"Sialan lho bukannya bantuin gue, malah ngetawain,," kata rendi makin kesal,,


"Hah yang bener dra,, memang mereka ada di sini ya,,?" Tanya dimas,, "yaaa,lihatlah mereka di sana, parahnya lagi, rendi di tampar,," sembari menunjuk ke arah bar di mana mereka duduk dan minum "hah, hahahaha,," merekapun tertawa lepas,,


"Eittss,, kenapa kalian kompak ngetawain gue,, rese banget,," kata rendi makin kesal,,


"Kalau bukan karena peringatan itu, heh gue udah bales tu cewe,," kata rendi mengepalkan tangannya penuh amarah,,


"kenapa sih mereka juga harus ada di sini,," gumam relin jadi tak semangat sambil meneguk alkohol di gelas kecilnya,


"Lin lho jangan minum terlalu banyak,," kata anggi,namun relin tak menghiraukannya dan terus meminumnya sambil sesekali melihat ke arah kenan,,


"Ahh aku pergi ke toilet dulu ya,," kata relin sembari beranjak dari kursinya dan berjalan sempoyongan,, relinpun muntah-muntah di dalam toilet karena minum terlalu banyak


Brak, saat keluar dari toilet relin bertabrakan dan hampir jatuh karena terlalu lemas, namun lelaki itu memeluknya untuk menahan agar ia tidak terjatuh,,,


Ternyata pria itu kenan,


"Hah,, kamu,, kenapa sih kita bertemu lagi,, ahhh itu nembuatku tak bersemangat, heh kenapa kalian selalu membuatku jengkel heh,, cewe penggoda,,, yaa apa itu mengganggu kalian heh,," kata irena melantur karena mabuk.


Kenanpun tak mau mendengarkannya lagi, lalu pergi tak mau menghiraukannya,, namun relin menahannya,,


"Heh,, sudah aku bilangkan, jangan meremehkan kita,," kata relin mengancam sembari menahan kedua lengan kenan,,


kenan yang tak membalas hanya terdiam dan terkejut dengan aksi relin itu, kenanpun memegang kedua tangan relin dan mendorongnya,, "heh dasar cewe,,," gumam kenan lalu segera pergi ke toilet meninggalkan relin.


"Heh,,sial, kenapa tu cewek berani - beraninya nyium gue,," ujar kenan kesal, sambil membasuh mukannya dan beberapa kali membersihkan bibirnya.


***


Mataharipun sudah terbit,


Kring,,, Kring,,, Kring


Suara alarm menunjukan pukul 5:30 AM


Relinpun bangun dari tidurnya,


"Ahhh, kenapa aku merasa letih sekali,," gumam relin sambil menggeliatkan tubuhnya, lalu keluar kamar, dan mengambil segelas air putih, lalu duduk di meja makan.


"Pagi relin,, giman tidurmu nyenyak,,?" Tanya rita, relin hanya menganggukkan kepala,


"Wahhh, semalam kamu minum terlalu banyak, sepertinya kamu sangat mabuk sampai kehilangan kendali," sambung rita lagi.


"Hah mabuk, (terkejut dan berpikir) ahhh apa aku sungguh mabuk,,?" Tanya relin masih dalam keadaan mengantuk,.


"Ahhh apa kau tak ingat,,?" Kata rita lalu pergi masuk ke kamarnya lagi, irenapun berpikir sejenak, lalu memegang bibirnya yang merasa berbeda, "jadi itu bukan mimpi,!" Gumam irena dalam hati,


Dan irenapun mengingat kejadian memalukan, bagaimana ia mencium kenan,


"Ahhh, oh tuhan, jadi itu bukan mimpi, ya ampun, bagaimana ini, ahhh aku maluuu," gerutu relin sambil mengacak - ngacak rambutnya sendiri.


"Kamu kenapa lin,,?" Tanya anggi yang baru keluar kamar dan melihat temannya itu seperti frustasi, "ahhh tidak,,sepertinya aku kehilangan semangat hari ini, lebih baik aku mandi dulu,," kata relin sangat lesu sembari beranjak dan masuk kamar mengambil handuknya, lalu pergi mandi.


Ya, relin, anggi, rita dan gina, mereka satu rumah kontrakan memiliki kamar masing - masing.


Merekapun pergi ke kampus bersama, dengan menaiki bus, relin tampak tidak seperti biasanya, dia mendadak menjadi tidak bergairah dan diam saja.


Ya tentu saja relin hanya memikirkan bagaimana bisa ia mencium kenan dengan gairah


"Ahhh,, kenapa aku melakukannya" gerutu relin mengacak - ngacak rambutnya,


Sesampainya di kampus relin terus memperhatikan sekitarnya, karena takut ada kenan,


"Lin lo liatin apaan sih,,?" Tanya gina, "ahhh enggak ko,,"


Semenjak itu, relin berusaha menghindar dari kenan,.


"Huahhh,," kenan banyak kali menguap karena mengantuk,


"Nan lho ngantuk ya,,?semalamkan balik awal,," tanya aldi


"Ahh semalam gue gak bisa tidur," kata kenan dengan mata sayu, "huh, gara - gara tu cewe rese, bikin gue gak bisa tidur,," gumam kenan dalam hati


Merekapun tak sengaja saling bertemu lagi,, kali ini,, Rendilah Yang paling kesal dan marah bertemu mereka,


"Ren sabar yaaa jangan darah tinggi,," kata aldi meledek, rendi hanya memasang wajah kesalnya


"Ikhhh males banget bertemu mereka,," kata anggi kesal,


"Ihhh kenapa males,, merekakan tampan,," ujar rita terpesona, anggipun nenatap tajam rita "apa aku salah,,?" Tanya rita kecut.


"Ya ampun, aku harus gimana ini, aku sungguh malu, keberanianku sudah hilang,," gumam relin dalam hati, tak seperti biasanya, relin sangat santai menghadapi mereka, kali ini dia justru menundukan kepalanya dan memalingkan pandangannya dari mereka,,


Merekapun saling berpapasan, tanpa di duga rendi berdiri di depan anggi, menghalagi jalannya, "aisttt,, bagaimana ini,, tanganmu masih terasa menempel di pipiku,," kata rendi sembari mengelus - elus pipi yang di tampar anggi semalam.


"Ahhh pecundang ini, pake mau cari masalah segala," gerutu relin dalam hati,,


"Terus,, mau gue tambah satu lagi,,?" kata anggi menawarkan,


Rendipun menatap tajam dan tersenyum licik,


"Mmm, kitakan sudah dewasa,, jadi gue mau kita menyelesaikan ini secara dewasa,,!" Kata rendi


"Maksud lo,,?" Tanya anggi


"Dengar - dengar, katanya lo bisa main basket,,!, Jadiii,, gue mau nantang lo basket,, jika lo menang, gue janji gak bakalan lagi bilang kalian cewe penggoda, tapii jika lo kalah, lo harus kabulin 7 permintaan gue, tapi gue belum tau apa permintaannya, gimana deal,,?" Kata rendi menyodorkan tangan tanda kesepakatan


Nampaknya anggi masih berpikir


"Ehhh tunggu, ini gak adil,, kalau anggi menang lo gak boleh panggil kita cewe penggoda + jadi supir kita selama satu bulan,, setuju,," akhirnya irenapun bersuara, dan mengangkat alis nya


"Setuju,," ujar anggi seraya menyambut tangan rendi yang masih dalam posisi terangkat,


"Ahhh baiklah,,," kata rendi menyetujui.