
Lusiana mulai tersadar. Menatap asing sekeliling tempat tersebut.
Lalu ia terkaget dengan tatapan seseorang yang kini terus menatapnya tajam, hingga seakan ingin menelannya saat ini.
Siapa kau ! "Tanya Lusiana dengan wajah yang penuh ketakutan.
Kenapa kau membawa ku kemari, dan apa masalah mu dengan ku ?
Ricardo mulai berdiri dan mendekati dengan wajah dinginnya.
Kini ia mencekam erat wajah Lusiana, hingga berkata, "Kau adalah sandra ku saat ini.
Dan karna kau kesayangan Tuan Andreas. Maka mulai saat ini, kau adalah mainanku.
Yang mana Tuan mu itu telah bosan kepada mu saat ini, dan ia telah membuang mu kepada ku.
Tidak....Aku tidak percaya....! Dengan masih ketakutan, Lusiana berusaha kuat dan tak sembarangan mempercayai orang asing ini.
Baik....!
Kau tidak percaya kan. Sambil menghempas wajah Lusiana, yang tadi telah dicengkeram, hingga kini, posisinya menjadi kembali berbaring.
Ricardo mendekat serta mengukungnya, duduk di atas tubuh Lusiana hingga memperlihatkan beberapa foto Skandal Tuan Andreas di saat di tempat Karaoke kemarin.
Lusiana tak percaya, dan terus menggelengkan kepalanya, sambil terus berkata, ini tidak mungkin...ini tidak mungkin ! Semua gambar itu pasti salah.
Plak.....!
Lalu trus menjambak rambut Lusiana, "Apa yang tidak mungkin !
Kau lihat lagi dengan jelas ini. yang mana semua ini adalah Foto asli. Jadi kau selama ini hanya dijadikan mainan bagi Tuan Andreas saja.
Dan kini kau telah dibuang, serta diberikan kepada ku. Maka kau harus melayani ku, mulai saat ini.
Tidak...! Aku tidak mau !
Kau berani melawan ku.
Baiklah kalau kau masih ingin tidak percaya. Maka muummmmm....Tuan Ricardo mencoba mencium paksa Lusiana, hingga membuat Lusiana berontak dan membalasnya, dengan cara terus mendorong dan kini menggigit bibir Tuan Ricardo.
Tuan Ricardo mengeram kesakitan, hingga melepas ciuman itu, dan kini ia langsung menampar Lusiana, serta menjambaknya, dan mulai merobek pakaiannya.
Ia pun berkata, "percuma kau melawan, tapi tubuhmu juga sangat menggiurkan diriku.
Dan aku tidak akan menyia-nyiakan hadia dari Tuan Andreas ini.
Lalu ia mencoba melecehkan Lusiana, dengan memaksa menciumi seluruh tubuhnya, hingga merobek pakaiannya.
Dan kini, Lusiana berteriak lantang, Lepaskan aku ke**rat, ba**ngan kau, sambil terus mendorong dan memukul tubuh Tuan Ricardo, hingga ia pun kini menendang pangkal pahanya.
Yang membuat, Tuan Ricardo meringis kesakitan, sambil memegangi senjatanya yang terluka itu. Dan tak lepas dengan segala umpatan.
Dasar wanita ja**ng, murahan, kau berani melakukan ini kepada ku.
Maka jangan salah kan aku, bila nanti aku berlaku kasar kepada mu.
Hingga ia pun akhirnya, menghentikan sementara niatnya ini. Dan bergegas keluar ruangan dengan hati yang kesal. Serta mengunci pintu dengan keras, karena amarahnya yang sedang memuncak.
Andreas masih terus melacak keberadaan istrinya.
Hingga ia membawa ahli IT yang paling handal, untuk meretas, akun seseorang dan mencari tau keberadaan istrinya saat ini.
Serta ahli IT itu berkata, "Tuan...sepertinya sangat sulit meretas datanya, tapi sepertinya kita semakin dekat, karena sinyal mulai sedikit menyala. Dan ini membuktikan, sedikit lagi kita bisa meretas datanya. Serta mendapatkan lokasi Nyonya, Tuan !
Bagus ! Cepat terus lacak mereka.
Aku tidak ingin terlambat menyelamatkan istri ku. Aku sangat khawatir, karena aku tau, kalau Tuan Ricardo tidak akan mau dengan mudah melepaskan mangsa nya.
Baik Tuan, ini juga kita mulai mendapatkan sinyal, dan sepertinya. Lokasi mereka, ada di tengah hutan itu Tuan.
Baik...!
Ayo cepat bergegas kesana. Kita serbu dan lawan mereka.
Dengan segerah pula, sang asisten menyiapkan pasukan, untuk mengepung markas Tuan Ricardo.
Hingga di saat terakhir kini, tinggal mereka meretas mencari kata sandi, untuk memasuki tempat tersebut.
Dannnn...Ahhh....! Berhasil Tuan...!
Cepat buka, dan seperti formasi yang telah disepakati. Dan habisi lawan tampa ampun, serta alihkan musuh, sambil menggiring dan lindungi saya untuk menuju ketempat penyekapan istriku.
Baik Tuan...!
Lalu mereka mulai melawan musuh dan bertarung. Andreas dengan lincah pula ia menendang serta memikul dan mematahkan leher musuh, hingga tumbang dan saat mendekati tempat pusat penyekapan tersebut.
Andreas hampir saja di tembak musuh, tapi cepat diketahui oleh sang asisten, serta langsung menembaknya, dannnn....dorrr.....musuh pun tumbang.
Kini Andreas sudah berada didepan kamar penyekapan tersebut. Tapi ia juga masih harus meretas kunci masuk kedalam kamar tersebut.
Dengan begitu gugup dan keringat mencucur. Semua nampak tegang dengan pemikiran mereka masing-masing.
Dan didalam kamar tersebut, Lusiana sekarang sedang berjuang, agar tidak dapat dilecehkan kembali oleh Tuan Ricardo.
Saat ini pun, Lusiana sedang berusa melawan dan melepaskan dirinya dari kungkungan Tuan Ricardo yang sedang menggila dengan hawa nafsunya, dan tidak sabar lagi, untuk menikmati tubuh Lusiana.
Tapi dengan sekuat tenaga pula, Lusiana mencoba mempertahankan dirinya.
Hingga terdengar pintu ruangan tersebut terbuka. Yang memperlihatkan Tuan Andreas bersama rombongannya, serta dengan amarah yang memuncak.
Bagaimana tidak marah. Melihat keadaan istrinya yang seperti itu.
Dengan posisi yang sangat intim, serta pakaiannya yang sudah tidak layak lagi. Hingga ia yang saat ini hendak melecehkan istrinya.
Lepaskan istriku Tuan Ricardo ?
Ricardo terkaget, setelah mendengar, Andreas berkata istri.
BukannyaTuan Andreas belum perna menikah. Dan yang ku tau, dia perna bertunangan, tapi gagal. Serta dari laporan Nona Laura juga, tidak ada yang menyatakan mereka telah menikah.
Hanya saja, Nona Laura berkata, wanita ini, adalah wanita kesayangannya, atau Nona Laura juga tidak tau.
Aahhh....si**an, bagaimana ini !
Lalu ia langsung menahan Lusiana dengan pisau dilehernya, serta berusaha menyelamatkan dirinya saat ini.
Karna ia tau, tak akan mungkin melawan Tuan Andreas yang sudah seperti ini. Ditambah...ia yang tidak ada persiapan hingga lawan yang sepertinya lebih banyak.
Kalian jangan mendekat ! Atau nona ini akan saya habisi sekarang juga. Sambil terus menahan Lusiana, hingga menjadikannya sandra untuk bisa kabur dari tempat tersebut.
Tuan Ricardo kini telah keluar dari tempat tersebut, hingga berujung didekat tebing jurang yang berada tak jau dari tempat persembunyiannya tadi.
Dan kini, ia masih diikuti oleh Tuan Andreas yang merasa cemas, akan keadaan istrinya, hingga saat ini melihat cela intuk melawan.
Dan... Andreas yang melihat Tuan Ricardo yang mulai lengah, hingga ia menendang pisaunya, Lalu terpental jauh.
Serta membuat Tuan Ricardo panik dan hendak melawan. Tapi apa yang terjadi, sungguh di luar kendali, yang mana saat itu.
Lusiana yang beru terlepas dari jeratan Tuan Ricardo, hingga menyebabkan nya panik, dan tak sengaja mendorong Lusiana, hingga membuatnya jatuh kedalam jurang.
Tidak......!
Andreas berteriak lantang dan hendak mengejar untuk menyelamatkannnya.