Perempuan Tangguh

Perempuan Tangguh
BAB 13


matahari sudah terbit terang, irena baru bangun dari tidurnya, Jam sudah menunjukan pukul 7, karena ini hari sabtu jadi irena tak perlu bangun terlalu pagi.


Irena pun pergi ke toilet membasuh dan menggosok giginya lalu mencuci pakaian di mesin cuci, sambil menunggu cuciannya irena menyeduh secangkir kopi, kemudian menyiram tanaman-tanaman,


Dan setelah itu menyapu dan mengepel lantai apartemennya,,


Selepas itu irena menjemur baju yang sudah selesai di cuci,, setelah selesai, iapun pergi mandi dan bersiap-siap mengenakan pakaian rapih untuk kerja


"Halo tegar, apa tuan kenan sudah bangun,,,?" Tanya irena menghubungi tegar


"Belum ren,,," jawab tegar singkat


"Ahh baiklah, kalau begitu aku pergi makan ke restoran bibi, nanti kamu jemput aku di sana ya,bye," kata irena mematikan telponnya,,


Irena bergegas pergi ke restoran bibinya naik angkutan umum,


"Hi biiii, hari ini aku mau makan sayuran,," teriak irena lalu duduk di tempat yang kosong di pojokan kaca,


"kenapa dia baru kemari,,?" Kata bibinya lalu mengambil koran beberapa hari lalu dan menghampiri irena


"Mmmm kali ini kamu gk bisa berbohong atau mengelak lagi, nih,," kata bibi lalu meletakan koran yang di bawanya ke hadapan irena


Ternyata berita tentang gadis penyelamat itu,,


" Hahh sekarang benar-benar jelaskan bahwa putriku ini penyelamat itu,, hah kau tak bisa mengelak lagi,,," kata bibi irena dengan nada agak keras, sampai yang makan di sana pun mendengar dan melihat ke arah mereka,,,


" Ahhh bibi, lihatlah mereka melihat ke arah sini,," bisik irena merasa malu,,


"Biar saja, biar mereka tahu kalau penyelamat itu putri bibi yang cantik ini,,," kata bibi dengan bangganya,,


"Eittss,, cepatlah aku lapar,,,"


"Ahhhh baiklah pahlawanku,," ujar bibi segera menyiapkannya,


Karena ulah bibinya itu sebagian orang di sana sampai menghampiri irena dan minta photo bersama,,


Melihat itu bibi irena mengambil kesempatan, meminta agar pelanggan yang berphoto, jika ingin mengupload ke sosial media harus sekalian mempromosikan restorannya,


Membuat irena tambah malu dengan tingkah bibinya itu,,,


***


Tegar pun sampai di depan restoran bibi irena, di susul kenan di belakang, kenan memarkirkan mobilnya dan keluar, sementara tegar hanya memarkir di depan karena hanya ingin menyusul irena,,,


"Ahhh tuan, kenapa turun,? saya cuman sebentar kok,," kata tegar


"okh ini restoran bibi irena ya,, kita sarapan di sini aja,,!!" Kata kenan memperhatikan restoran sederhana itu, "ya baiklah tuan, saya parkir mobil dulu,," kata tegar lalu segera memarkirkan mobilnya


Kenan pun segera masuk dan mencari keberadaan irena, ia melihat irena yang baru saja selesai makan, ia tersenyum dan menghampirinya


"hah tuan,," ujar irena yang melihat sosok tampan tuan nya itu, kenan duduk di sebelah irena,, "aku lapar,," kata kenan mengusap perutnya, tak lama tegar datang menghampiri mereka,,


"ini, mau makan apa,,?" Kata irena sambil memberikam menu makanan, tak lama tegar dan kenan sudah memilih,, irena memanggil bibinya untuk order,,


"inikan kenan pewaris itu,, ya ampun ganteng banget,,," kata bibinya terpukau,,,


"Mmm apa ini bibi irena,,?" Tanya kenan sembari menyodorkan tangannya,,, "iya den,ya ampunnn,,"


"Ahhh bibi,, cepatlah mereka sudah lapar,,," ujar irena merasa kalau tingkah bibinya berlebihan, "ahh iya,,iya" kata bibi sedikit kesal lalu pergi,,


Mereka berdua melahap dan menikmati makanannya, "Mmm sedap juga makanan nya, tak kalah dengan restoran mewah, puji kenan yang sangat menikmati hidangan itu.


"yaa tentu saja tuan, aku dan rama pun sering makan di sini," timpal tegar yang memang sangat suka dengan makanan di restoran bibi irena.


"nahhh ini adalah makanan penutup sepecial," bibi membawa tiga mangkok es buah yang sangat menggiurkan, "Wahh, pasti enak sekali," ucap mereka serentak.


Setelah mereka selesai makan dan membayar, mereka pun pergi,


"Irena kamu ikut denganku,, tegar kamu sendiri angkat rama,," kata kenan,, "baik tuan,,,"


Irena merasa canggum berada satu mobil dengan seseorang yang telah menciumnya semalam,


"Apa semalam tidurmu nyenyak,,?" Tanya kenan,,


"Ahhh yaaa tentu saja,,,!" Kata irena berbohong (semalam dia terus memikirkan kejadian itu,,)


"Ahhh benarkah,, mmm untuk kejadian semalam aku minta maaf, dannn, akuuu,," kata kenan merasa bingung entah harus ngomong apa,,


"Kring,,,kring,,,kring" belum sempat kenan selesai berbicara, tiba-tiba panggilan telepon mengganggunya,,


"Ya rendi,,,??" Jawab kenan


" Nan nanti siang kita pergi jenguk nyokap aldi ke rumah sakit,," kata rendi di ujung telpon, "okhhh ya baiklah,," ujar kenan lalu menutup telponnya.


"Irena, irenaaaa,,"panggil kenan


"Ah,ahhh iya kenapa,," jawab irena terkejut karena pikirannya entah kemana, kenan pun tersenyum melihat tingkah bodyguardnya itu, lalu tiba-tiba ia menggenggam tangan irena sambil mengemudi dengan satu tangan, membuat irena tambah terkejut,,


***


Siang harinya selepas menjenguk ibu aldi, mereka makan di sebuah cafe mewah di kota itu, ada kenan, rendi, rendra, dimas, dira, alexa dan ketiga bodyguard kenan dengan meja terpisah,,


"Heh bukannya itu para gadis penggoda,,,?" Kata rendra menunjuk ke arah relin dan teman-temannya beserta damar pacar sela dan gilang pacar relin,,


"Wah ternyata mereka sudah mendapatkan mangsa,," ujar rendi, "ehhh bukannya mereka anak basket di kampus,,?" tanya alexa


"Wahh iya, gue ganggu mereka dulu sebentar,," kata rendi lalu pergi menghampiri mereka


"Halo bro,,," sapa rendi pada kedua lelaki itu sambil mengangkat tangan untuk bersalaman,, karena mereka memang saling mengenal


"Ehhh ren,, lho di sini juga,," kata mereka lalu menyambut tangan rendi,,,


"Wahhh,, kalian juga ada disini,,, (kepada relin dan teman2nya) mmm apa kalian sedang berkencan, kok laki-lakinya cuman 2 orang sih,?" tanya rendi, membuat mereka berempat jengkel mendengar itu,


"Kalau satu sekolahan namanya reunian,," ketus relin


"Ya udah lho gabung aja ren,, tapi memangnya lho sendiri kesini,,?" Tanya gilang


"Ahhh tentu saja sama teman - teman gue,, tuh,," sambil menunjuk ke arah teman - temannya,,


"Ko cuman dua orang cewenya,,??" Balas anggi menyindir,, membuat rendi juga kesal,,, "ahhh kita sedang tidak berkencan kok,," jawab rendi mengedipkan satu mata dan tersenyum licik,,


"Ok lah bro gue pergi dulu,," sambungnya lagi, lalu pergi menghampiri teman - temannya.


"Heh ren kenapa lho tampak kesel,,?" Tanya rendra yang melihat raut muka rendi yang terlihat seperti tidak berhasil mendapatkan mangsa,


"Yaaa memang gue selalu kesel kalau berhadapan sama para penggoda itu,,," jawab rendi yang memang kesal.


"Okhhh ya ren, siapa sih yang berpacaran sama gilang dan damar," tanya alexa penasaran,


"Huh, entahlah, mungkin dua orang untuk berempat kali,,," jawab rendi membuat mereka langsung tertawa terbahak.


Mendengar tawa mereka, irena menatap tajam seolah ingin menikam mangsa ke arah mereka, ia seolah tahu apa yang mereka tertawakan.