Perempuan Tangguh

Perempuan Tangguh
BAB 7


Rama dan tegar pun datang


"Irena,," teriak mereka khawatir,,


Posisi mereka di belakang irena


"Kenapa kalian lama sekali,,?" Tanya irena pelan sedikit kesal, masih dalam posisi membelakangi


"Maaf Ren,, kita harus meyakinkan dulu para penjaga,," jawab Rama


"Mm baiklah urus mereka,," kata Irena lalu membuang pecahan botol itu dan berbalik, berjalan di ikuti Kenan di belakang


Irena berjalan berpapasan dengan Tegar dan Rama, lalu Rama melempar kunci mobil, dan dengan sigap langsung Irena menangkap kunci itu dengan posisi mata tetap lurus kedepan,


Kenan yang menyaksikan itu seketika takjub,, mungkin pikirnya cara Irena menangkap kunci itu terlihat sangat keren.


"Ehh bagaimana dengan teman- temanku,?" Tanya kenan khawatir menghentikan langkahnya,


"Biarkan mereka yang urus" Tegas Irena tetap berjalan menuju mobil yang terparkir di depan, Merasa bingung Kenan pun melangkah lagi mengikuti Irena.


Segera Irena membukakan pintu mobil belakang dan mempersilahkan tuannya itu masuk mobil, Irena duduk di kemudi mobil, sementara kenan duduk di belakang mobil sebelah kiri,


Irena menyalakan mobil dan mulai menjalankannya,,


"Ehhh,, bagaimana dengan rama dan tegar,," tanya Kenan


"Huhhhh, (menghela napas) hari ini sangat melelahkan, segeralah beristirahat,," kata Irena dengan nada malas dan nampak lelah.


Kenan menatap & memperhatikan Irena penuh kekaguman,,


"Cantik, keren," pikirnya dalam hati


"Ahhhh,btidak, tidak, apa yang ku pikirkan,," gerutu Kenan mengacak - acak rambut, tak sadar Irena mendengarnya,


"maaf tuan, apa ada masalah?" tanya Irena melihat kaca sepion mobil


"Hah, tidak ada," jawab kenan malu dan canggung


"Apakah ada yang terluka,,??" Tanya Irena lagi khawatir,


"yaaa, tentu saja tidak, bukankah kau selalu melindungiku!" Ujar Kenan keceplosan,


"Ekhemmm,," Irena hanya berdehem merasa malu dan tertegun hatinya,,


***


Sementara di club


"Mau menyelesaikan secara baik-baik, atau melalui jalur hukum?" Tanya Rama berteriak, namun mereka hanya diam masih penuh emosi,


"Baiklah, saya mau bertemu dengan manager club ini dan melihat CCTV, pinta Tegar karena mereka diam saja tak memberi jawaban,


Mereka yang berhubungan dengan perkelahian itu pun pergi keruangan CCTV,, untuk menentukan siapa yang salah,


"Permasalahannya dari ketidak sengajaan,," kata Rama setelah rekaman CCTV itu d perlihatkan,


"Wah lihat itu, dia memukulnya, meskipun pria itu terlihat meminta maaf," Ujar Tegar menunjuk ke arah layar, lalu managernya menekan stop,,


"Pipi di bayar pipi itu impaskan," kata pria tua membela diri,


"Ehhh dia kan tidak sengaja, lagi pula lihatlah (menunjukan bibir Aldi yang sedikit berdarah) apa perlu saya tonjok anda sekarang sampai berdarah, agar benar-benar impas,," Tegar mulai kesal dan sangat ingin memukul pria tua itu, pria tua itu hanya menunjukan muka kesalnya.


Manager pun menekan play lagi,


"Lihat lah pria itu, berteriak dengan brutal kepada orang tua, sungguh tidak sopan," kata pria tua itu tersenyum picik,


"Yaa jelas saja dia marah dan tidak terima melihat temannya di perlakukan tidak adil," kata Rama menerangkan,


"Lihatlah, bahkan dia mau menyerangku,, untung saja anak buahku cekatan,," kata pria tua itu membela diri lagi


"Heyy, lihatlah, mereka mau menyerang duluan," Kata Tegar menunjuk - nunjuk layar dengan menatap tajam pria tua itu


"Lihatlah, dia bahkan ingin melukai tuan kenan dengan botol," Ujar Rama,


"Heh gadis itu lebih brutal, mengancam kita dengan pecahan botol itu," Teriak pria tua mencoba membela diri.


"Ya ampunn, bahkan wanita itu tidak ada niat untuk menyakiti siapapun, itu namanya perlindungan diri," Ucap Tegar mulai sangat kesal,


"Ok,, sudah cukup,," kata Manager menghentikan vidio CCTV nya, lalu berdiri menghadap mereka,


"Saya sudah memutuskan, sebelumnya mohon maaf, karena saya akan menghapus member kalian kenan dan teman- temannya,,," kata manager memutuskan,


"Apaaaa, tapikan," Ucap mereka tak percaya dengan keputusannya


"Yaaa karena beliau adalah sodara dari pemilik club ini, mohon di mengerti," jelasnya lagi,


sementara pria tua itu tersenyum licik penuh kemenangan


"iss untuk apa kita membuang - buang waktu melihat rekaman ini jika kau sudah memutuskannya," Ujar Rama merasa sangat kesal dan merasa di permainkan


"Baiklah, kami terima dengan senang hati, tapiiii ayah kenan bisa menutup club ini kapanpun," tegas Tama dengan santainya sambil menunjukkan surat kekuasaan Tuan Pernando ayah Kenan, membuat manager itu terkejut.


" Tolong kalian semua tunggu di luar, kecuali, kalian berdua," kata manager menunjuk Rama & Tegar.


Mereka semuapun keluar ruangan itu kecuali Rama dan Tegar.


*****


"hahaha (tertawa terbahak- bahak) kenapa kalian? pasti kalian terkejut karena saya sodara pemilik club ini," kata pria tua penuh ke menangan,


"Ahhh kalian pikir, kalian siapa? sodaraku sangat menghormatiku, jadi jangan berharap lebih," tegas pria tua itu membuat mereka pasrah.


Manager, Rama dan Tegar pun akhirnya keluar, dan dengan segera manager mengumumkan keputusannya lagi.


"Baiklah, untuk kalian semua, saya sudah memutuskan, tidak akan ada yang di hapus dari member, kami memberikan kalian kesempatan, jika di antara kalian ada yang membuat onar lagi, kami langsung akan menghapusnya, tak terkecuali anda tuan(pria tua)" keputusan manager membuat pria tua murka,


Sementara senyuman terpancar dari para sahabat Kenan.


"Wahhhh, kalian hebat, keren," pujian Rendi kepada Rama dan Tegar sembari mengangkat dua ibu jarinya.


Merekapun melihat ke arah pria tua yang terlihat jelas merasa kecewa dengan keputusan baru itu.


"Hahaha," Serentak mereka tertawa melihat ekspresi pria tua itu.


***


"Hah, mereka di mana,,??" Tanya Tegar melihat sekeliling mencari mobil, Irena dan kenan.


"Sepertinya mereka sudah pulang" kata Rama menebak,


"Hey paman, marilah ikut kami," Teriak Rendra dalam mobil,


Rama & Tgar tidak punya pilihan dan berjalan menuju mobil mereka,


Setelah masuk dalam mobil Rama pun mengambil hpnya dan ada pesan masuk dari Irena "Sorry ya, aku pulang duluan,,"


***


Sampailah di rumah kediamman keluarga Pernando,, irena segera keluar dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk kenan,


"Silahkan tuan," Ujar Irena mempersilahkan Kenan keluar, Kenan pun keluar dari mobil.


"Selamat malam tuan, segeralah beristirahat," Ucap Irena menundukan badan,


"yaa baiklah, hati-hati di jalan,,," kata kenan lalu bergegas masuk ke dalam rumah besarnya


Irena segera masuk mobil dan segera pulang,, entah mengapa irena berpikir,, kenan perhatian juga,,


Kenan pun segera mengganti bajunya dan mencuci muka+gosok gigi,, lalu segera berbaring di tempat tidur


Ia berusaha memejamkan matanya, namun kenan masih saja tidak bisa tidur karena terus memikirkan irena


Membayangkan wajah irena


"Ahhhhh,,,kenapa gue jadi memikirkan cewe rese itu,," gerutu kenan menggaruk - garuk rambutnya yang tak gatal lalu mengusap kasar mukanya,,,


Entah apa yang ada di benak kenan, tanpa sadar ia meraih hpnya dan mencari kontak irena lalu menghubunginya


Irena yang baru saja sampai di apartement tempat ia tinggal,


"Kring,,kring,,,kring,,," belum sempat irena keluar dari mobil, hpnya berbunyi tanda ada panggilan masuk (KENAN,,)


"Ya halo tuan,," jawab irena, mendengar suara irena,,, kenan pun terdiam dan sadar


"ada apa,,?" tanya irena kemudian


"Ahhhh,,,aku,, sepertinya,, salah memanggil,,," kata kenan terbata-bata


"Ahhh,,kalau begitu selamat malam tuan,," kata irena, belum sempat irena mematikan panggilannya,,


"Eh,,ehh,,apa,, kau sudah sampai rumah,,?" Tanya kenan sedikit gugup,,


"Baru saja sampai,," jawab irena heran dengan sikap tuannya yang nampak khawatir.


"Terimakasih atas perhatian ada tuan,," kata irena,


"Apa,,,perhatian,, kau bilang aku perhatian,,,ahhh itu,,aku hanya,,"


"Mm baiklah,, maaf jika aku salah mengira, tuan" potong irena, tidak ingin tuannya salah tingkah


"Ah maksudku,,," entah apa yang ingin kenan katakan lagi,,


"Baiklah tuan,,segeralah beristirahat,," pinta irena,,


"yaaaa baiklah,,"kata kenan menutup telponnya


"Ahhh apa yang ku lakukan,, dasar bodoh,," gerutu kenan menyalahkan diri dan langsung menarik selimut lalu menutupi mukanya dengan selimut dan tidur


Irena hanya tersenyum atas perlakuan tuannya itu,, lalu segera bergegas masuk ke apartemennya dan langsung bergati baju tidur,,


Lalu bergegas ke kamar mandi untuk gosok gigi dan mencuci mukanya,,


Setelah itu tak lupa irena memakai skincare wajahnya lalu berbaring.


Entah kenapa irena senyum-senyum memikirkan kenan,,


"Ahhh bagaimana dengan rama dan tegar ya,,?" Irena ingat dengan kedua temannya itu,lalu segera menghubungi rama


"Halo,,,gimana..?" Tanya irena singkat


"Ahhhh semua baik-baik saja,, kita pun sebentar lagi sampai rumah ko,," kata rama


"yaa syukurlah,," kata irena lega,,


"Yaaa,, sepertinya kamu lelah,, istirahatlah ren,," kata rama


"Yaaa,," kata irena lalu mematikan telponnya...