
Hari ini adalah hari pesta ulang tahun Luna, acara di mulai dari jam 07:00 pm, mereka yang di undang sangat antusias dan menantikan hari ini, karena pasti pestanya sangat mewah dan keren, dan mereka sangat menyukai pesta kecuali Gara yang hadir hanya demi teman barunya Adit yang sangat ingin datang ke pesta itu.
Waktu sudah menunjukan pukul 06:30, tamu undangan mulai berdatangan tak lupa keempat sahabat yang di juluki perempuan penggoda juga sangat bersemangat untuk datang ke pesta itu.
Relin yang datang menggandeng Gilang kekasihnya, di ikuti oleh Gina yang menggandeng Damar, sementara Anggi dan Rita saling gandeng karena belum memiliki pasangan di kampus.
Mereka berpenampilan sangat cantik denga gaun - gaun yang indah bahkan bisa di tebak kalau gaun mereka mahal dan terbatas.
"Ya ampun Rit lihat deh mereka, Gue gak nyangka mereka bisa memakai Gaun seindah itu," ujar sela menunjuk ke arah Relin dan sahabat - sahabatnya,
"Hah iya juga, dari kejauhan pun bisa di lihat kalau itu gaun pasti mahal," kata Renata setuju.
"Eh kalian tahukan mereka gak mungkin bisa beli gaun semahal itu," ujar Febi tak percaya.
"Benar juga, tapi Relinkan punya om om pengusaha kaya raya, so kalian ngertilah," pikir Renata dengan tatapan tidak suka.
***
"Wahh ternyata si tampan Gara datang juga," Bisik Dira kepada Alexa, kemudian Dira mengambil dua gelas minum di belakang dan menyerahkannya kepada Alexa,
"Ini, pergilah hampiri Gara." Mengedipkan mata sebelah tersenyum menatap Alexa memberi kode,
"Eh eh kok Gue sih, kamu aja yang berikan minumannya!" Ujar Alexa merasa tidak percaya diri.
"Ihh lho tuh gak peka banget sih, ini tuh kesempatan, udah sana!" Meskipun Alexa tidak pernah mengatakan dia suka Gara, namun Dira bisa melihat dan merasakan bahwa Alexa menyukai Gara.
"Kamu ini apaan sih, yaudah kamu temenin." Pinta Alexa memelas,
"Kamu tahu dimas kayak gimanakan, (cemburuan) sudahlah sana pergi, semoga berhasil." Menyemangati sahabatnya lalu pergi menghampiri Dimas yang sedang berbincang asyik dengan teman - temannya.
"Huh," Dengan terpaksa Alexa pun menghampiri Gara dan Adit dengan dua gelas minuman di tangannya,
"Hi, kalian datang ya, ini," menyodorkan minuman kepada Gara dan Adit, segera mereka menerimanya.
"Terimakasih Alexa," ucap Adit tersenyum lebar,
"Makasih," ucap Gara singkat tanpa ekspresi.
Iss dingin sekali sih ni orang
"Mm selamat menikmati pestanya, sebentar lagi acara akan di mulai," tersenyum kaku berusaha mengusir ke canggungan,
"Apa kalian lapar? Cari makanan di sebelah sana," menunjuk arah tempat makanan berada,
"Yaa benar, yuk kita cari makan," ajak Adit kepada Gara.
"Ah tidak, aku gak lapar," ucap Gara lalu meneguk air yang di berikan Alexa tadi,
"Baiklah, kau tunggu di sini ya," menepuk bahu Gara, lalu pergi.
Aku harus bicara apa lagi ya? (Berpikir) "okh ya namaku Alexa," Memberanikan diri lalu mengulurkan tangan,
Gara diam sejenak lalu menyambut uluran tangan Alexa,
"Gara," tersenyum kecil,
Itss baru kali ini Gue kehabisan kata - kata berbicara dengan pria, gerutu Alexa dalam hati penuh kesal,
Pandangan semua orang beralih pada Kenan yang baru datang di ikuti ketiga bodyguardnya dari belakang, lalu semua mata beralih pandangan tertuju kepada Irena yang berpenampilan sangat cantik,
Kenan memang sengaja menyuruhnya untuk memakai dress yang ia belikan dan berdandan cantik, karena Kenan tak mau membuat Irena gadis yang sudah ia anggap sebagai kekasihnya berbeda dari para wanita tamu undangan yang lainnya.
" Jika kalian lapar dan haus, carilah di sebelah sana," kata Kenan menunjuk ke arah makanan dan minuman, lalu ia pergi menghampiri teman - temannya yang sudah hadir dari tadi.
"Heh nan bukannya itu cewek bodyguard lho, wah cantik banget kalau di dandanin seperti itu," ucap Aldi terpesona akan kecantikan Irena,
"Iya dia terlihat berbeda," sambung Rendra menyetujui pendapat Aldi.
***
"Wahh makanannya banyak banget, yuk kita makan," Ajak Tegar penuh semangat mengelus - elus perutnya, tidak sabar ingin menyantap makanan yang terlihat sangat enak.
"Kalian duluan ya," Ucap Irena yang memilih tetap diam melamun di posisianya sekarang, Rama dan Tegar pun pergi mencari makan meninggalkan Irena sendiri.
Irena melamun memikirkan, bagaimana dulu dia juga selalu merayakan pesta ulang tahun seperti ini, suasana ulang tahunnya membuat Irena sedih dan mengingat kenyataan bahwa sudah sangat lama ia tidak bisa mengadakan pesta seperti ini.
"Hi my Angel!" Sapa Gara tersenyum manis mengejutkan Irena dari lamunannya,
"Gara, kamu ada di sini juga?" Tanya Irena,
"Iya, tadinya aku gak bersemangat ada di pesta ini, tapi setelah lihat my Angel aku jadi bersemangat," Ucap Gara yang terlihat akrab dan banyak bicara dengan Irena, berbeda ketika berbicara dengan perempuan lain, Gara begitu dingin dan cuek, bahkan acuh ketika di ajak berbicara oleh Luna dan Alexa gadis yang cantik dan populer di kampus.
"Gar berhentilah memanggilku my Angel." Tegur Irena pelan merasa risih,
"Lah kenapa? Aku suka itu." Tidak ada alasan untuk Gara berhenti memanggil Irena dengan panggilan my angel.
"Ya gak enak aja di dengernya." Ujar Irena geram, Gara hanya tersenyum tak menghiraukannya.
Sementara Alexa masih berdiri di mana tadi ia mengajak Gara berbincang, ia terlihat sangat kesal karena Gara meninggalkannya begitu saja untuk menghampiri Irena,
"Sial, beraninya dia ninggalin gue gitu aja dan menghampiri perempuan itu, mana kelihatannya mereka akrab, apa mereka saling kenal ya?." Gerutu Alexa penuh kekesalan.
Di sisi lain Rendi yang sedang asyik berbincang deng teman - temannya melihat ke arah Irena dan Gara yang sedang berbincang,
"Wah Nan, lho lihat deh tu Siswa baru, sepertinya dia cowok penggoda," kata Rendi menatap sinis ke arah Gara, mengepalkan tangannya penuh amarah dan kebencian, karena ia masih belum terima dengan sikap Luna terhadapnya, di tambah ia sepertinya ingin menggoda Irena.
Kenan pun melihat ke arah yang di tunjukan oleh tatapan tajam mata Rendi, sungguh pemandangan yang membuat Kenan benar - benar seperti singa terbangun dari tidurnya karena terganggu.
Segera Kenan berjalan menghampiri seseorang yang ingin ia tikam, ia berjalan merekatkan giginya penuh emosi, merapihkan kerah kemeja dan melonggarkan dasinya.
"Mm aku lapar cari makan yuk!" Ajak Gara lalu memegang tangan Irena, Irena hanya mengangguk karena ia pun merasa lapar.
Ketika hendak melangkah tiba - tiba langkah Gara terhenti karena tangan Irena tidak bisa di tarik seolah menolak ajakan Gara, Gara pun melihat ke arah Irena,
"My ...." Kata - katanya terhenti ketika ia melihat Kenan yang sudah berdiri di hadapannya memegang / menahan tangan Irena yang ia pegang,
"Lepaskan." Tegas Kenan singkat dengan tatapan membunuh,
"Eh," Segera Gara melepaskan tangan Irena, dengan menyambut santai tatapan membunuh Kenan,
Rasanya Kenan sangat ingin melayangkan satu tinju kepada lelaki di hadapannya itu,
Irena hanya diam mematung sedikit terkejut dengan genggaman tangan kenan yang mendadak dan lama kelamaan cengkramannya semakin kuat dan membuat lengan Irena sakit, karena memang Kenan yang sedang marah itu semakin menguatkan cengkraman di lengan Irena,
Tak ingin terlalu lama melihat lelaki di hadapannya itu, Kenan menarik Irena pergi menjauh dari Gara.