Perempuan Tangguh

Perempuan Tangguh
Menemukan sang putri


Lusiana terjatuh sangat dalam di jurang tersebut.


Akan tetapi, beruntung ia jatuh di atara tumpukan daun dan menyebabkan dia hanya syok, serta pingsan karena benturan kepalanya ditumpukan batu, yang menyebabkan, ada pendaran sedikit.


Saat itu pagi menjelang, ada seorang lelaki paruh waktu, yang sengaja sedang ke hutan tersebut, hendak mengambil potongan kayu bakar, yang selalu ia kumpulkan untuk segerah dibawa pulang.


Ia yang sedang mencari, tersentak akan penampakan seorang wanita yang sedang terbaring tidak sadarkan diri.


Lalu ia melihat ke kiri dan ke kanan, tetapi tidak ada orang lain disekitar sini.


Ia pun langsung memeriksa denyut nadinya, dan ternyata masih bernapas atau hidup.


Dengan segerah, ia membopong gadis itu dan segerah membawanya pulang.


Sesampainya di gubuk kecil dan sederhana. Ia langsung disambut seorang wanita yang juga mendekati paruh waktu, tapi ia terlihat masih sangat muda, atau tidak seperti usianya sekarang.


Ia yang melihat lelaki itu, pulang membawa seorang wanita, lalu bertanya.


Siapa yang kau bawa pulang ini Geoff ?


Aku menemukan nya di pinggiran hutan. Mungkin gadis ini ceroboh dan jatuh dari tebing.


Tapi saat ju periksa denyut nadinya, ia masih hidup. Makanya kubawa pulang ini.


Aku kasihan, ia masih muda dan tidak ada yang menolongnya saat itu.


Oohhh ...! Ayo kita bersihkan dia, dan tunggu dia segerah sadar. Agar bisa ia secepatnya berkumpul dengan keluarganya.


Pasti saat ini keluarganya sangat gelisah kehilangan dia. Karena seharian tidak ada kabar.


Seperti diriku, yang berharap, bertahun-tahun masih bisa menemukan putri ku, yang saat itu telah diculik.


Dan karena waktu itu, Aku yang seorang artis besar. Membuatku kehilangan kebahagian ku sendiri.


Hingga aku memutuskan memundurkan diri, hingga bersembunyi disini.


Tapi kenapa wajah wanita ini, sangat familiar bagiku yah !


Ah...mungkin kau terlalu terbawa perasaan saja, karena keinginan mu yang selalu ingin bertemu putrimu itu.


Ingat ..! Putri mu itu, mungkin sudah meninggal, karena si penculik itu, dan itupun sudah terjadi bertahun-tahun silam.


Mungkin saja, dan ayo segerah bawa dia kedalam kamar.


Biar aku bisa bersihkan tubuhnya, lalu mengganti pakaiannya ini.


Iya...ini juga mau ku bawa kedalam. Cepatlah kau ambil dan siapkan air serta handuknya.


Iya.... segerah....!


Tak lama kemudian, Nyonya Alesya mulai membersihkan tubuh gadis tersebut dan memperlihatkan dia, akan sebuah tanda lahir diantara samping pinggangnya.


Tanda itu berbentuk bintang kecil yang memerah, yang seperti dimiliki oleh sang putrinya yang kini telah hilang, dan kalau diperkirakan gadis ini juga hampir seusia putrinya.


Akankah gadis ini putrinya yang hilang itu. Ia sangat senang mengetahui ini.


Dan dengan segerah membersihkan nya, hingga setelahnya. Ia berlari keluar. Ingin segerah memberitahu sang suami yang juga ikut menyembunyikan diri, di pinggiran hutan ini.


Mereka berdua mencoba menghilang dari masyarakat, yang menganggap mereka hanya figur publik saja. Tapi disaat mereka ada masalah, tidak ada yang bisa membantu mereka.


Malah, itu semakin memperkeruh masalah mereka. Dan menyebabkan pencarian putri mereka, jadi semakin sulit.


Karena berbagai ancaman dari sang penculik, hingga semakin membuatnya kehilangan sang putri.


Nyonya Alesya menemui sang suami, dan berucap melihat tanda itu.


Sang suami yang belum paham pun menjadi kebingungan. Hingga ia di tarik oleh sang istri dan menunjukkan sebuah tanda lahir yang ada di pinggang gadis tersebut.


Ia begitu terkejut, hingga hampir pingsan. Sampai sang istri menangis dan memeluknya erat, sambil berkata benar, ini putri kiya yang hilang.


Aku sangat yakin dengan tanda itu, karna tanda itu yang putrinya dapat saat ia lahir.


Sang suami mencoba sadar dan menormalkan dirinya. Ia belum berani mengambil keputusan, hingga ia melihat gadis ini bangun dan segera menanyakan tentang keluarga dan tanda lahirnya ini.


Karena terlalu lelah mencari, dan ia takut kecewa nantinya.


Sang suami juga segerah mengambil seujung rambutnya, untuk segera di uji tes DNA. Saat ia pergi kota nanti, untuk membeli bekal makanan.


Dengan sabar pula ia menenangkan sang istri, serta memberinya pengertian agar tidak gegabah. Serta menungguinya segerah sadar.


*


*


Disaat ini, Dokter Felix datang mengunjunginya, hingga ia memukul wajahnya tampa kata.


Andreas yang velum siap pun, langsung terpental. Tapi ia tidak membalasnya.


Kau ..! Ucap Dokter Felix marah sambil menunjuk-nunjuk wajah Andreas dengan kesal.


Bukankah sudah ku peringatkan kau sedari kemarin.


Lalu mencengkram kerah baju Andreas, dan kembali berucap dengan geram.


Aku tidak akan melepaskan istrimu bila kau masih menyakitinya.


Tapi yang kudengar kabar selama ini, tentang isu dirimu itu, hingga kemana istrimu saat ini hah !


Kau menghilangkannya !


Buk....! Dokter Felix memukul kembali wajah Andreas hingga ujung bibirnya, mulai mengeluarkan darah.


Aku akan segerah menemukannya. Dan membawanya pergi lagi darimu, bila aku menemukan nya.


Felix....! Andreas mencoba menjelaskan sambil menahan sakit di wajahnya.


Ini cuma salah faham. Dan sire nanti akan ada konfirmasi akan masalah ini.


Tapi karena wanita ular itu yang bekerja sana dengan Tuan Ricardo. Aku pun kecolongan. Hingga terjadi hal seperti ini.


Aku juga tidak menginginkan ini semua terjadi dan kalau kay tidak percaya.


Pergilah kemarkas, dan kau bebas menanyai Tuan Ricardo. Karena aku telah menahan nya dan akan memberinya pelajaran, karena telah menghancurkan kehidupan ku.


Baik...! Aku akan segerah ke markas, tapi untuk masalah Lusiana.


Akan kupikirkan nanti, bila aku terlebih dahulu menemukan nya.


Karena kau telah terlalu banyak, menyakitinya selama ini.


Jangan. Aku juga telah mengerahkan seluruh bawahan ku, untuk segerah menemukan istri ku.


Aku tidak perduli. Dan aku akan tetap mencarinya sendiri saat ini.


Andreas memegangi kepalanya yang semakin pusing.


Masalah satu belum selesai. Ditambah Lagi masalah yang lainnya.


Ia sungguh tidak berharap seperti ini. Karna ia juga, sungguh menyayangi istrinya, yang juga cinta pertamanya serta penolongnya saat itu.


Hanya saja ia terlambat mengetahuinya, dan ditambah, banyaknya kesalahan pahaman di antara mereka.


Yang menyebabkan mereka kini berpisah kembali.


Dan saat ini ditempat Nona Laura berada.


Ia sangat merasa pusing di kepalanya, karena terlalu banyak minum malam tadi.


Sehingga membuatnya tidak sadar, apa yang dilakukannya malam tadi.


Tapi saat ia melihat dirinya, yang terbaring ditempat asing serta tidak memakai pakaiannya, hingga banyaknya tanda ditubuhnya.


Apakah mungkin, si Tuan dingin itu melakukannya, kepada dirinya disaat ia yang tidak sadar.


Tapi apakah mungkin, mengingat si Tuan du gun yang terlihat cuek kepada dirinya, serta beredar kabar, ia yang selalu susah untuk disenangkan.


Dan ini, mungkinkah ia memberikannya kepada irang lain.


Hingga ia menatap sekeliling dan mencari si Tuan dingin.


Dan betapa terkejutnya Nona Laura, yang saat sedang mencari, dan hampir bertabrakan dengan si Tuan Dingin itu, di saat ia yang hendak mengintip kekamar mandi, serta si Tuan dingin juga hendak keluar dari dalam kamar mandinya.


Nona Laura yang hampir jatuh karena kaget. Cepat ditahan pinggang nya okeh si Tuan dingin, agar tidak jadi jatuh.


Dan menyebabkan mereka kini menjadi saling pandang, hingga terpleset dan jatuh bersama.


Yang membuat Nona Laura meringis kesakitan, karena kini ia sedang ditimpa oleh si Tuan dingin itu.


Aaawwwww ....iiiisssss.....