Perempuan Tangguh

Perempuan Tangguh
kesengsaraan Nona Diana


Tidak Ayah !


Bukan itu yang ku inginkan saat ini. Tapi kalau soal aku yang merindukannya. Itu memang benar.


Dan kalau sampai Aku saat ini ditemukan kembali oleh suami ku. Aku belum siap Ayah. Terlebih, aku kembali terbayangkan perlakuannya saat itu.


Sehingga menyebabkan banyak keraguan didalam diriku tentang dirinya. Dan juga Lusiana belum siap untuk bertemu dengan nya saat ini. Dan membayangkan akan kembali hati ini akan tersakiti Ayah.


Lusiana saat ini cuma tidak nyaman, dan entah ada perasaan buruk apa lagi yang akan terjadi.


Seperti sesuatu yang berat akan menimpa salah satu di antara kita.


Ayah...!


Bisakah Lusiana minta tolong ?


Apa sayang. Sambil tersenyum dan membelai rambut sang putri.


Begini Ayah. Lusiana ingi Ayah melihat dan mengetahui kabarnya saat ini. Dan segerah mengabarkannya kepada Lusiana Ayah.


Itu gampang sayang. Apa yang kau inginkan itu bisa kita lihat melalui internet.


Karena semua berita suami mu itu. Saat ini sedang booming dan berada dimana-mana.


Nanti Ayah ambil Laptop sebentar yah.


Baik Ayah.


Lalu tak lama, datanglah Ayahnya, yang kini telah membawa laptop. Serta mencari dan menampilkan layar, yang semua mengenai Tuan Andreas.


Senyumnya langsung mengembang. Hatinya kini mulai lega, serta tampa ia sadari, kini Lusiana sedang menyentuh poto wajah sang suami.


Dan itu semua dilihat oleh Ayah dan ibunya. Serta mereka akan memutuskan untuk mencari cara menyatukan kembali kedua pasangan itu.


Karena mereka sangat mengetahui. Kalau kedua pasangan ini, sangat saling mencintai.


Nak...! Sang Ayah yang mulai menyadarkan dari lamunan panjang Lusiana.


Ia Ayah ! Lusiana Yang terkaget pun menoleh.


Ayah ada cara untuk kalian bisa bertemu kembali, dan tampa diketahui oleh suamimu itu.


Maksudnya Ayah ?


Dokter Felix.


Bukan kah dia teman akrabnya. Dan kita bisa menggunakannya untuk membuatmu melihat dengan dekat, suami mu itu.


Tidak usah Ayah. Itu sangat berisiko, dan Dokter Felix pasti sangat tidak setuju.


Kenapa !


Kau akan terus diam seperti ini, dan menahan perasaan mu itu.


Ingat anak di perut mu. Dan jangan sampai kau menyesal dilain waktu seperti Ayah, yang pada saat itu.


Terlalu memikirkan pekerjaan, hingga mengabaikan ibu mu, dan terjadilah penculikan itu.


Membuat ku, saat itu sangat bersalah kepada ibumu.


Dan kini, Ayah telah menyerah kan segala urusan pekerjaan itu, ke pada orang kepercayaan Ayah.


Karena bagi Ayah. Ibu mu, tetap yang paling penting.


Ia...Ayah benar.


Lusiana akan berpikir terlebih dahulu.


Lalu kini, ditempat Tuan Diego. Nona Diana dengan pakaian seksinya. Ia di ikat dan di rantai di tiang, lalu mulai dilecehkan atau berhubungan dengan cara yang ekstrim.


Yaitu, dengan cara dicambuk hingga sampai di setrum, yang menciptakan hasratnya akan meningkat, serta kadang di tampar, hingga kini. Tubuh Nona Laura sudah di penuhi dengan banyak luka.


Seperti saat ini. Tubuh Nona Laura yang masih di ikat di tiang. Dengan tampa perasaan nya tuan Diego mencambuknya. Hingga menciptakan teriakan rasa kesakitan itu.


Lalu kini, ia mulai menggerayanginya, hingga membuat Nona Laura meringis kesakitan dan menjerit. Yang menciptakan kepuasan, serta kesenangan bagi Tuan Diego.


Dan ia tidak akan berhenti, sampai Nona Laura memohon ampun, hingga minta dilepaskan.


Tapi saat di lepaskan. Ia malah minta dipuaskan kembali. Layaknya Seorang Ja**ng. Nona Laura kini. Terus melayani Tuan Diego. Hingga masa kesepakatan mereka habis.


Dan kini satu minggu telah berlalu, yang tampa terasa.


Nona Diana kini merasa lega. Karena tugasnya akan segerah berakhir dengan Tuan Diego ini.


Dan dia berjanji didalam hati, tidak akan mau untuk melayani si Tuan Psikopat ini.


Walau Tuan Carlos nanti berkata apapun. Ia tidak akan mau lagi tersiksa seperti ini.


Dan ia yang mulai bersiap pagi ini pun. Masih harus melayaninya. Di kamar ini, hingga didalam pesawat. Nona Diana ! Masih terus diperintah untuk melayaninya.


Tapi di akhir kesepakatan ini. Tuan Diego berucap, "Sampai disini kau harus menutup mulutmu itu. Dan kalau sampai berita ini keluar. Kau akan tau sendiri akibatnya.


Dan satu lagi. Jangan sampai kau berani sekali saja menghubungiku, terkecuali, aku yang pertama menghubungi mu nanti.


Dan satu lagi. Jangan sampai kau didepan publik menyebut nama ku, terlebih sampai datang kekantor ku.


Dan kini sayang. Aku merasa puas dengan segala pertarungan mu selama beberapa hari di pulau kemarin, dan ini imbalan mu itu.


Lalu Tuan Diego menyerah kan selembar cek dan dokumen yang berisi, tanda kepemilikan villa dan apartemen, yang kini sudah berpindah atas namanya.


Nona Diana merasa senang bukan kepalang. Kesakitan kemarin kini hilang tergantikan sebuah senyuman.


Ia lupa, bagaimana kemarin ia disiksa. Dan kini ia kembali melayaninya, hingga pesawat mereka telah mendarat. Dan membuat mereka kembali ke aktifitas mereka masing-masing.


Nona Diana sangat senang, Tapi tubuhnya semua terasa sangat sakit.


Berpikir dengan cara seperti ini. Dan hasilnya kini, Ia bisa kembali menjadi Nyonya besar.


Tapi syaratnya ia tidak boleh menghubungi Tuan Diego, kapan pun itu.


Akan kah ia perduli, dan kini saatnya ia bersenang-senang serta memanjakan dirinya sendiri.


Ia mulai membereskan barangnya dan mulai pindah ketempat nya. Yang telah diberikan Oleh Tuan Diego.


Dan kini, ia pun mulai membeli mobil baru, serta berbelanja pakaian baru, yang telah lama, tidak ia lakukan.


Hingga sampai ditempat belanja pakaiannya. Nona Diana bertemu seseorang yang pernah berhubungan dengannya, di masa lalu.


Orang itu sungguh baji**an. Selalu memanfaatkan nya. Hingga mengambil kesuciannya. Dan kadang mengancam dirinya.


Dan kini mereka bertemu kembali disaat yang tidak tepat. Hingga menciptakan suatu drama.


Hai sayang.... !


Lama tidak berjumpa ?


Bagaimana kabarmu ! Dan sepertinya, Nona muda ini telah kembali, dan soal kebangkrutan Ayah mu kemarin itu.


Oh...maaf. Aku yang salah ! Tapi sepertinya kini kau sudah mulai bangkit. Dengan senyum sinis nya, lelaki itu mulai memprovokasi Nona Diana Hingga membuatnya menahan amarah.


Ingat... soal poto-poto itu. Dan aku masih sangat banyak menyimpangnya serta menjaganya dengan rapi.


Dan juga aku merindu akan kebersamaan kita disaat itu. Jadi ayo kita lakukan kembali.


Mata Nona Diana langsung melotot. Dan kini hendak menamparnya.


Tapi ditahan olehnya serta berbisik. Kau akan terus menjadi mainan ku nona muda...lalu tertawa dan kini berlalu sambil memeluk wanita yang bersamanya saat itu.


Dan membuat mood Nona Diana kini menurun. Hingga memutuskan untuk segerah pulang dan beristirahat.


Dan sepertinya. Ketenangan sedang tidak berpihak kepadanya kini.


Karena saat ini. Entah dari mana, lelaki itu kembali menghubunginya, serta mulai meneror nya kembali.