
Nona Laura, kini menahan pedih diseluruh tubuh nya. Yang mana saat ini ia telah diambil dari tempat pekerjaannya dan dijadikan sebagai wanita simpanan oleh Tuan Carlos, serta harus selalu melayaninya hingga membuat hati Tuan Carlos merasa puas.
Yang mana, disaat seharian ini, Ia selalu di perintah, oleh Tuan Carlos. Dari menyiapkan pakaiannya, hingga menyiapkan sarapan nya.
Dan bila sedikit saja melakukan kesalahan, maka konsekuensinya adalah hukuman yang menyakitkan.
Seperti saat ia pagi tadi, yang menyiapkan pakaian kerjanya. karena tidak sesuai dengan keinginannya, maka ia langsung ditampar.
Dan saat dimeja makan. Ia yang hendak sarapan pagi tadi. Serta sarapan itu bukan termasuk selera Tuan Carlos.
Dengan bentakan pula. Tuan Carlos menjejalkan makanan tersebut ke mulutnya, hingga Nona Laura, hampir tersedak.
Serta sesampainya dikantor, ia yang mendapat kabar penurunan nilai saham perusahaannya.
Karena ia yang telah kalah tender dari Tuan Andreas. Dan kini ia lampiaskan kepada Nona Laura. Dengan cara mencambuk tubuhnya, hingga hatinya merasa puas.
Lalu Malam ini ! Ia yang hendak diminta untuk dilayani oleh Nona Laura.
Maka..."Ia yang baru siang tadi mendapat cambukan beberapa kali. Dan tubuhnya kini telah banyak yang terkelupas.
Walau setelahnya ia langsung berubah baik, dan mengoleskan salep di bagian ia yang terluka.
Bagai mempunyai dua kepribadian. Tuan Carlos, begitu cepat, berubah sifatnya.
Dan kini, ia yang tau Nona Laura masih sedang sakit. Tapi dipaksa terus melayaninya. Hingga membuatnya sambil meringis menahan sakit
Karena setiap kecupan itu menyentuh setiap luka di seluruh tubuhnya, yang belum sembuh itu.
Nona Laura menggigit bibirnya, mencoba menahan sakit, serta mulai memainkan senjata Tuan Carlos, dengan cara mengulumnya pelan hingga membuat Tuang Carlos mulai mendesah berat.
Dan dengan cara ini. Nona Laura sedikit terhindar dari rasa pedih yang ia rasakan tadi.
Tapi sedetik kemudian. Ia dibalik serta mulai kembali di cumbu tubuhnya, dari atas hingga kebawah dan aaahhhhh...."Nona Laura mulai mendesah berat nikmat, dan juga menahan sakit ditubuhnya.
Akibat, kekejaman dari Tuan Carlos ini.
Tuan Carlos merasa akan keluar, tapi ia mencoba menahannya, hingga ia membalik posisi mereka.
Yang saat ini, Nona laura yang berada di atas, lalu berganti ia yang memompanya.
Tapi karena Nona Laura saat ini, tubuhnya mulai merasa lelah dan lemah.
Hingga ia tak mampu lagi untuk memuaskan Tuan Carlos, dan kini mulai membuatnya marah, serta mulai berdiri, dan mulai menjambak rambut nona Laura, sambil terus dicaci hingga menendang-nendang perutnya.
Yang menyebabkan Nona Laura kini pingsan.
*
*
Disini lain, kini Kehidupan Lusiana sungguh menyenangkan. Dan setelah dari rumah sakit saat itu. Yang mengatakan, kalau bayinya kini baik-baik saja, sehingga membuat Lusiana sedikit merasa lega.
Ia berjanji, akan terus menjaga anak ini. Walau ayahnya tidak memperhatikannya lagi.
Ia akan berusaha, mulai saat ini, ia akan menjadi Ayah, sekaligus Ibu bagi anaknya kelak.
Ditambah saat itu. Hasil tes DNA yang keluar, dan menyatakan, kalau memang benar atau 99% mereka sangat cocok.
Kedua pasangan itu langsung mendekati Laura serta berhamburan memeluknya erat, dan tak lupa juga sang Ibu menciuminya, hingga ia berkata putri ku, sambil meneteskan air matanya.
Lusiana semakin bingung, diperlakukan mereka berdua seperti ini.
Lalu pasangan tersebut berucap dan mulai menjelaskan, serta memperlihatkan hasil tes DNA tersebut.
Membuat Lusiana sedikit syok. Tapi dengan cepat pula, mereka menjelaskan hingga mereka menjadi seperti ini.
Dan karena takdir ini pula, Mereka akhirnya dipertemukan kembali, hingga mereka berpelukan, sambil menangis pilu.
Serta pasangan tersebut mulai berjanji akan selalu membahagiakan putrinya ini, hingga menjaganya dari orang jahat yang akan mengganggunya nanti.
*
*
Kini Tuan Andreas semakin gila bekerja. Ia yang kembali kehilangan istrinya. Membuatnya semakin memusatkan dirinya untuk terus bekerja dan bersikap semakin dingin kepada siapapun.
Walau saat itu, sang sekertaris memberi laporan. Kalau sepertinya, sang istri telah meninggal atau jasadnya bisa jadi telah dimakan oleh binatang buas.
Yang memberikan bukti saat itu. Ditemukan suiter sang istri yang telah banyak sobekan, hingga jasad yang belum ditemukan hingga saat ini.
Walau Andreas tidak percaya akan kematian sang istri. Tapi saat ini, pencarian sang istri telah dihentikan.
Dan ini membuat Tuan Andreas semakin terlihat kejam, serta menggilai pekerjaannya
Agar tidak semakin dinilai remeh oleh musuhnya, serta ia yang tidak percaya akan kematian sang istri.
Dan telah mempersiapkan dirinya, disaat ia yang akan menemukannnya suatu saat nanti. Hingga kembali membawanya pulang dan melindunginya.
Seperti saat ini ! Ada klien nya yang menginginkan kerja sama yang berada ditengah kota.
Tapi ia mencoba memperdaya Tuan Andreas, dengan dalih susah untuk mengungsikan penduduk yang ada disana.
Maka ia menginginkan pendapatan yang lebih, agar bisa lebih muda membujuk mereka.
Tapi..."Tuan Andreas yang cerdas dan tak bisa untuk dipermainkan, maka ia dengan segerah berkata.
Aku bisa mencari klien yang lain dan bijak dalam mengambil keputusan serta berbagi hasil.
Membuat kliennya membeku serta takut, kerjasama ini akan batal, dan ia semakin sulit untuk mendapatkan tender seperti ini kembali.
Sang klien pun, akhirnya berucap setuju dengan perjanjian awal, hingga mereka segerah melakukan kesepakatan dengan nilai yang telah ditawarkan oleh Tuan Andreas.
Kini Tuan Andreas telah kembali kekantornya, serta memandang kembali wajah sang istri.
Dan mulai membelai poto tersebut dengan perasaan yang rindu.
Berharap, dengan segerah ia dapat menemukannnya hingga membawanya kembali.
Walau beberapa kali, sang asisten selalu memperingatkan akan prihal sang istri.
Tapi ia terus tidak percaya, dan berkata didalam hati. Kalau istrinya kini, sedang berada disuatu tempat.
Dan kini Tuan carlos, yang masih berlaku kasar terhadap Nona Laura. hingga ia memperlakukannya seperti pelayan. Dan selalu disiksa bila sedikit saja melakukan kesalahan.
Seperti saat ini. Tuan Carlos yang bertemu Klien di suatu clap, dan memerintahkan agar Nona Laura dapat menyenangkan juga, semua kliennya ini.
Tapi disaat salah satu klien nya yang hendak melecehkan nya.
Nona Laura merasa ia benar seperti wanita ja**ng, sehingga ia tidak terima, dan mencoba menolaknya, dengan cara melawannya.
Hingga Tuan Carlos segerah memerintahkan sang asisten mencambuknya, di depan semua klien nya saat ini.
Hingga....."Tas ...ah....! Tas ...tas ..., suara cambukan itu terus menggema di ruangan tersebut. Yang membuat sang klien merasa puas dan mengeluarkan senyum sinis nya dan mulai mendekati Nona Laura, hingga mulai menjambaknya serta merobek pakaiannya dan menciumnya dengan paksa.
Nona Laura yang mulai sangat lemah. Hanya bisa pasrah, hingga tubuhnya di gerayangi sang klien.
Tapi kini mulai dihentikan oleh Tuan Carlos, dan memerintahkan sang asisten. Agar segerah membawanya pulang.
Semua klien terkejut, lalu kini menatap sang Tuan Carlos, yang juga telah bersiap untuk segerah pergi.