Perempuan Tangguh

Perempuan Tangguh
Menemukan keluarga baru


Nona Laura yang meringis kesakitan, menyebabkan si Tuan dingin, langsung berdiri dan menggendongnya, serta menaruhnya kembali di atas ranjangnya.


Ia segerah memeriksa dimana yang sakit dan mencoba memberikannya pertolongan.


Nona Laura yang gugup mencoba berdalih dengan berkata, "Sudah...! Tidak apa-apa Tuan.


Aku sudah terbiasa jatuh seperti itu, tapi baru juga bergerak, Nona Laura sudah meringis kesakitan kembali.


Dan ini menyebabkan Si Tuan dingin khawatir.


Lalu ingin segera menelpon dokter. Tapi segerah di tahan oleh Nona Laura, hingga menyebabkan.


Nona Laura yang ingin menahan, agar tidak jadi menelpon, hingga memegang tangan nya, dan kini menyebabkan ia di pandang si Tuan dingin.


Nona Laura menunduk, karena takut melakukan kesalahan, hingga muummmm...si Tuan dingin, langsung tampa kata menciumi bibir Nona Laura. Hingga membuat Nona Laura terkaget, tapi setelahnya, ia pun membalasnya dengan senang hati.


Mereka kini telah melakukan olahraga pagi.


Nona Laura melakukan dengan sebaik mungkin memuaskan hasrat si Tuan dingin.


Berbagai gaya, ia lakukan hingga membuat si Tuan dingin merasa puas.


Hingga siang menjelang, mereka masih berbaring, sembari beristirahat. Karena kelelahan dengan aktifitas mereka sedari pagi.


Nona Laura sungguh tidak menyangka, walau permainannya tidak sekasar Tuan Ricardo, tapi ia terus di tuntut hingga ia puas.


Yang kini membuatnya memohon untuk beristirahat sejenak.


Dan ditempat lain, kini Tuan Andreas telah menanyakan perkembangan pencarian sang istri.


Sang asisten melaporkan, kalau besar kemungkinan, sang Nyonya masih hidup saat ini, tapi mereka masih belum bisa menemukannya. Dan kini mereka telah menemukan jejak, serta mendapatkan pasangan alas kaki sang Nyonya.


Andreas menggebrak mejanya kuat, hingga membuat sang asisten tersentak kaget. Serta menunduk karena takut.


Andreas kembali berucap, "Kenapa kerja kalian semua lambat. Dan hingga kini kalian baru menemukan alas kakinya saja.


Bagaimana keadaan istriku disana. Ia sendiri di tebing tersebut, dan mungkin sedang terluka, bahkan kelaparan, atau mungkin ketakutan sendiri disana.


Pokoknya, dengan cepat, kalian harus menemukannnya.


Maka dengan takut pula, sang asisten langsung melaksanakan perintahnya.


Dan juga ia mengingatkan semua jadwal Tuannya saat ini.


Andreas mengeram marah, dan segerah mengusirnya.


Lalu ia kembali menengguk minuman nya. Serta mengambil Foto sang istri, di saat ia yang pernah mengambilnya secara diam-diam dan tampa ketahuan oleh sang istri, hingga dijadikan Wallpaper didalam HP nya.


Dan kini, Lusiana mulai tersadar, dengan di tatap sepasang pasangan setengah abad itu, membuat Lusiana berpikir, dan mengingat kejadian saat itu.


Lusiana memegang kepalanya, yang tiba-tiba terasa sakit. Hingga menyebabkan kedua pasangan itu, mengkhawatirkannya. Dan kini, mereka mulai berkata.


Jangan dipaksakan Nona. Untuk saat ini, sebaiknya Nona beristirahat saja terlebih dahulu.


Lusiana teringat akan ia yang terjatuh, hingga ia memegang perutnya dan mulai bertanya.


Saya....perut saya....apakah sesuatu terjadi terhadap bayi saya ?


Yang membuat pasangan tersebut saling pandang, serta bingung, lalu berkata.


Maksudnya Nona sedang hamil ?


Lusiana memanggutkan kepalanya sambil terus mengharap jawaban dari pasangan tersebut.


Lusiana nampak khawatir, tapi tidak lupa juga ia berterimakasih akan pertolongan, kepada kedua pasangan ini.


Dan pasangan wanita ini mulai memberikannya sup panas, serta menyuruhnya untuk segerah dihabiskan.


Lusiana Yang memang sangat kelaparan. Hingga ia dengan malu-malu mengambil mangkuk sup tersebut, hingga dengan cepat menghabiskan nya.


Pasangan tersebut pun setelah melihatnya sedikit tenang dan mulai membaik.


Maka mereka mulai bertanya kepada Lusiana, prihal kenapa terjadi seperti ini, hingga keberadaan keluarganya saat ini.


Lalu Lusiana mulai mengingat kejadian itu. Hingga semua perkataan dari Nona Laura dan Tuan yang telah menculiknya. Membuatnya memutuskan untuk segerah melupakan suaminya itu.


Karena Lusiana berpikir ! Sang suami hanya menganggapnya mainan saja, serta sudah mulai membuangnya.


Lalu ia pun mulai menceritakan semua kehidupannya ke pada pasangan tersebut.


Hingga membuat pasangan tersebut merasa iba. Dan memintanya, untuk tetap tinggal bersama mereka dan akan menganggapnya, sebagai putri mereka.


Lusiana merasa terharu, hingga memeluk mereka berdua.


Dan selepasnya, Nyonya Alesya, yang kini memintanya agar mulai dipanggil ibu oleh Lusiana, hingga membuatnya menanyakan, perihal tanda lahir itu.


Lusiana, dengan tampa ragu mengatakan, kalau itu sudah ada, semenjak ia lahir dan tak dapat dihilangkan.


Membuat pasangan itu terkejut, ditambah dengan banyaknya persepsi tentang ia yang di ambil dari panti saat hari ia kehilangan sang putri, hingga ia di adopsi seseorang.


Mereka bertambah yakin hingga meneteskan air matanya, dan memutuskan untuk ke rumah sakit besok.


Agar bisa memeriksa kesehatan nya, serta menguji tes DNA nya.


Lusiana nampak bingung dengan, perasaan ini. Seakan memang kedua pasangan ini orang tuanya.


Dan ditambah, mereka yang begitu tulus menyayanginya, hingga mereka menangis, mendengar keadaannya saat ini.


Lusiana yang baru pertama kali diperlakukan seperti ini. Tidak seperti orang tua angkatnya dulu, yang selalu menuntutnya, serta cuek kepadanya.


Tapi kini, ia baru merasakan benar akan memiliki orang tua.


Dan kini mereka mulai beraktifitas seperti biasa.


Tapi di tempat Nona Laura. Setelah ia melakukan hal itu semua. Ia berpikir akan memenangkan hati si Tuan dingin atau biasa di panggil Tuan Carlos.


Saat ini, ia harus melayaninya, tapi juga ia harus disiksa setiap saat, Tuan Carlos yang jika merasa mood nya sedang tidak baik.


Terlebih saat ini. Ia yang menerima berita saingannya telah membersihkan namanya dan menstabilkan perkembangan serta meningkatkan kembali nilai di perusahaannya.


Hanya saja, Nona Laura merasa beruntung. Saat itu, Tuan Carlos yang melihat berita, tidak menyadari wanita didalam berita itu adalah dirinya, karena memakai nama dengan inisial serta wajah yang di blur, hingga kini ia yang menyamar dan memakai identitas orang lain.


Dan kini, Tuan Carlos sedang melampiaskan kemarahan kepada dirinya dengan cara, membentak dan melakukan pekerjaannya apa saja.


Tapi jika melakukan kesalahan, ia langsung ditampar, hingga dijambak rambutnya. Yang membuat Nona Laura tak berharap banyak, akan bisa membalaskan dendamnya kepada Tuan Andreas.


Tapi ia akan berusaha terus menyenangkan hati Tuan Carlos ini, hingga ia bisa mengambil hatinya dan mulai membujuknya, agar bisa membalaskan dendamnya nanti.


Yang mana, Nona Laura lihat dan mengetahui, kalau Tuan Carlos ini juga sangat membenci Tuan Andreas.


Hingga ia memutuskan rela ditindas dan diperlakukan kasar oleh Tuan Carlos, dengan harapan ia dapat menguasai dan menghasutnya agar dapat membalaskan dendamnya itu.


Sampai ia, yang kini, diseluruh tubuhnya, telah banyak bekas luka, akibat kekerasan Tuan Carlos.


Nona Laura merasa miris, tapi ia harus bertahan, dan kini, ia harus melayaninya disaat malam hingga memuaskannya. Dan menahan rasa sakit itu kembali.