Perempuan Tangguh

Perempuan Tangguh
Lusiana melahirkan


Andreas sangat risau saat ini, bagaimana tidak... keadaan sang istri belum diketahui hingga saat ini.


Ia sangat khawatir hingga melihat sang suster yang keluar pun, seperti nampak panik.


Andreas dengan segala penasarannya pun mulai bertanya.


Apa yang terjadi pada istrinya saat ini. Dan sang perawat tersebut berkata, kalau saat ini, sang istri setelah melahirkan, terjadi pendarahan dan belum tersadarkan diri.


Andreas sungguh terkejut, hingga ia ingin menerobos masuk, melihat secara langsung, keadaan sang istri saat ini.


Tapi dengan cepat segerah dihalangi oleh perawat tersebut.


Maaf Tuan ! Tuan tidak bisa masuk untuk saat ini. Karena Dokter masih dalam melakukan tindakan.


Kenapa tidak boleh, dia istri ku dan aku ingin segerah melihatnya.


Kedua mertuanya mendekat dan mengetahui kondisi tersebut, mencoba tenang dan juga saat ini. Mereka juga turut juga menenangkan Andreas, sang menantu.


Yang sepertinya saat ini, mulai prustasi akan keadaan sang istri, yang ia ketahui. Kalau sang istri, saat ini sedang tidak baik-baik saja.


Andreas yang saat ini ingin masuk, serta sedang di halangi oleh sang perawat.


Kini mulai pula ditenangkan oleh sang mertua, dengan berkata:


Sabarlah menantuku. Biarkan Dokter yang menangani, dan kita cukup berdoa saja.


Barulah saat itu, Andreas mulai tenang, dan duduk sambil terus berdoa.


Hingga tak lama keluarlah dua orang perawat, sambil mendorong tempat inkubator, dengan disertai alat ventilatornya, dan akan di pindahkan keruang NICU, untuk perawatan lebih lanjut.


Dan ini juga membuat Andreas terkejut serta bertanya, ada apa dengan kedua bayinya.


Lalu dijawab suster dengan berkata. Bayi tidak ada masalah, hanya saja, saat pengeluaran tadi, sedikit terjadi masalah. Dan bayi ada sedikit penanganan, karena diperkirakan, ada sedikit menelan air ketuban.


Lalu Andreas bertanya lagi, apakah itu berbahaya.


Lalu di jawab suster, dengan tersenyum dan gelengan kepala. Dan kini berlalu meninggal kan Tuan Andreas.


Yang sebenarnya, masih banyak pertanyaan dikepalanya.


Ia masih khawatir juga akan keadaan sang istri.


Tiba tak lama, sang Dokter pun akhirnya keluar, dan langsung diserbu oleh Andreas.


Bagaimana dengan keadaan istri ku saat ini dokter.


Tenang Saja Tuan, masa bahaya telah terlewati, dan selamat bayi anda tadi kembar laki-laki dan perempuan.


Sambil menepuk bahu Andreas, dokter berucap selamat, dan kini berlalu sambil berkata.


Oh...yah...Tuan, sebentar lagi istri anda akan di pindahkan ketempat perawatan.


Sebaiknya anda menunggu saja disana untuk segerah melihatnya. kemudian, kembali berlalu meninggalkan Andreas yang masih tidak percaya saat ini.


Ia telah menjadi seorang Ayah. Betapa senangnya Andreas hingga bersujud di kaki kedua mertuanya.


Dan di sambut senang juga oleh mereka.


Dan kini, mereka mulai menuju ketempat perawatan Lusiana.


Hingga Lusiana dibawa dan segerah dipindahkan.


Andreas dan kedua orang tuanya menatap haru pada Lusiana.


Walau sang suster berkata, saat ini pasien bukan pingsan. Tapi efek tidur, dari obat, yang diberikan tadi, dan sebentar lagi ia juga, akan segera terbangun bila pasien ini sudah merasa ingin bangun.


Dan difahami mereka dengan memanggutkan kepala, serta membiarkan Lusiana untuk tertidur sebentar, dan beristirahat, untuk sementara.


"Disisi lain, Nona Laura sedang sibuk mempersiapkan pernikahannya.


Mereka mulai menyewa baju, hingga mendatangi greja, tempat acara sakral mereka yang akan diselenggarakan.


Nona Laura melihat ada beberapa polisi didepan toko tersebut, dan berusaha membujuk Roy, agar mengurung kan niat nya saat ini.


Dan untuk saat ini membeli cincin. Ia berdalih, tubuhnya sudah sangat lelah dan ingin segerah sampai di rumah mereka, serta segerah beristirahat.


Roy awalnya nampak bingung. Pasalnya, tempat tokonya tinggal didepan mata, dan mereka pun akan segera sampai.


Tapi tiba-tiba nona Laura memutuskan untuk segerah pulang.


Tapi Roy tetap tidak mempermasalah kan nya. Dan kini menuruti, dan segerah pulang ke rumah.


Sesampainya di rumah, Nona Laura kembali gelisah, sampai ia terlihat sedikit gugup dan selalu melakukan kesalahan.


Merasa di kejar dosa. Kini Nona Laura bagai buah simalakama. Ia bingung harus bagaimana, dan tidak mungkin, ia jujur untuk saat ini.


Hingga saat mempersiapkan sarapan malam mereka pun. Nona Laura sampai tidak fokus, dan berapa kali melakukan kesalahan. Bila tidak di peringatkan oleh Roy.


Nona Laura merasa prustasi, sampai ia ingin menyerah. Tapi melihat wajah Roy. Ia sungguh tidak tega.


Bila ia jujur sekarang, dan ia menyerahkan dirinya. Maka bagaimana dengan Roy.


Roy sudah banyak berkorban dan sangat baik kepadanya.


Sungguh ia tidak tega mengecewakan nya saat ini.


Dan Nona Laura mengambil keputusan dengan ingin terus merahasiakannya, hingga waktu yang tepat, dan dia akan menjelaskan nya kepada Roy nanti. Bila saat itu sudah pas untuk menjelaskannya.


Dan kini mereka kembali beraktifitas seperti biasa.


"Tapi saat ini, berbeda pula dengan Nona Diana, ia terus berusaha menemui Daniel, walau secara sembunyi-sembunyi.


Sang Ayah Daniel pun telah memperingatkan mereka. Dan mereka yang sedang dimabuk cinta, hingga lupa akan status mereka saat ini.


Para pelayan serta pengawal Nona Diana pun mulai curiga dengan pergerakan mereka.


Dan ingin melapor. Tapi mereka tidak mempunyai bukti yang kuat.


Hanya saja, salah satu pengawalnya. Ada yang penasaran. Hingga membuntuti mereka.


Lalu ia juga yang sedang bersembunyi, serta melihat pergerakan aneh tersebut, sampai memergoki, dan segerah memvideokan nya.


Dan ingin menunjukan bukti tersebut kepada Tuan Diego.


Tapi, karena ia merasa bukti ini belum cukup. Maka sang pengawal hanya bisa menunggu sang Tuan kembali dan menunjukkan secara langsung kepada Tuannya serta, menunjukan secara langsung, tentang perselingkuhan mereka ini.


Dengan berhati-hati sang pengawal hendak pergi dari tempat tersebut.


Tapi sialnya, ia tampa sengaja menabrak sesuatu, dan hampir saja ketahuan, bila tidak dengan cepat bersembunyi.


Yang membuat Nona Diana beserta Daniel merasa itu hanya ada buah kelapa yang jatuh saja.


Karena memang setelah itu, mereka melihat ada buah kelapa yang jatuh dengan sendirinya. Dan mulai mengabaikannya.


Barulah setelah itu. Sang pengawal merasa lega. Dan mulai kembali meninggalkan tempat tersebut, dengan lebih berhati-hati.


Serta saat ini, nona Diana dan Daniel yang merasa hubungan mereka yang masih aman serta belum diketahui oleh orang lain.


Membuat mereka, terus melanjut kan percintaan mereka.


Dan saat ini, mereka yang masih merasa aman. Sangat menikmati kepergian Tuan Diego dan berharap. Tuan Diego dapat pergi lebih lama lagi


Karena dengan seperti ini. Mereka dapat melepas perasaan mereka yang telah terhalang saat ini.


Hingga saat yang tak terduga.


Tiba-tiba saja, Tuan Diego merasa sangat merindukan Nona Diana, dan ingin segera menemuinya.


Maka dengan segerah pula, ia pun pulang. Kembali ke villa yang berada di pulau itu.


Dan ingin segerah bertemu dengan Nona Diana saat ini.