
Setelah mereka selesai menonton konser, irena keluar terlebih dahulu dan menunggu kenan di depan pintu keluar,
Tak lama kenan keluar, dan di lihatnya bodyguard cantik di tepi sebelah kanan, ia pun menghentikan langkah untuk memandanginya sekejap,
"Hi nan yuk sekarang kita pergi ke club,!" Sorak temannya bersemangat sembari mendorong kecil kenan,
Kenan yang sedang asyik memandang irena pun terkejut,
"Mmm (memandang irena sesaat) gue gak ikut ya," kata kenan kemudian.
"Loh kenapa,,? Gak seru lah"
"Gu,, gue ada urusan,"
"Yahh gak asyik, ya udah deh kita duluan bye," ujar temannya lalu pergi,
Kenan tersenyum kecil kepada irena yang sudah melihat ke arahnya, lalu segera menarik tangan irena menuju mobil sport miliknya.
"Biar aku yang mengemudi,!" Ujar kenan meminta kunci mobil, irena memberikannya.
Kenan menghentikan mobilnya di restoran terkenal di kota itu, dia kemudian menyuruh irena turun, kenan juga mengajak rama dan tegar untuk makan.
"Ahh enggak tuan tadi kami sudah makan, jadi kita tunggu d sini saja,"
"Ya, baiklah,"
Irena dan kenan pun masuk,
Tanpa di duga kenan menarik kursi dan mempersilahkan irena duduk,
Irena hanya diam melihat tingkah tuannya seperti itu,
"Hi cepatlah duduk," ujar kenan
"A,ah baiklah, terimakasih,!" Ucap irena kebingungan, tak lupa kenan menarik ikat rambut irena, karena kenan sangat suka melihat rambut irena terurai, Segera irena merapihkan rambut dengan jemarinya, sementara kenan yang duduk di depannya sedang membuka menu memilih makanan,
"Mau makan apa," tanya kenan, irena pun membuka menu di hadapannya, setelah kenan dan irena memilih makanan dan menulisnya, ia pun memanggil pelayan di sana.
Pelayan itu segera menghampiri meja mereka,
"Selamat malam, tuan dan nyonya,," perkataan pelayan itu terhenti ketika melihat irena,
"Hah irena,," batinnya
"Hesti," kata irena ketika melihat ke arahnya, hesti hanya diam dan mulai salah tingkah.
Kenan menyodorkan pesanannya dan menatap penuh tanya
"Tolong makanan pembuka hidangkan secepatnya," kata kenan
"Ahh baiklah tuan,," menundukan kepalanya lalu pergi.
Kemudian Kenan menatap ke arah irena penuh tanya,
"dia teman SMA ku, Mmm lebih tepatnya mantan sahabatku." Ujar irena seolah - oleh mengerti dengan tatapan kenan.
Minumannya pun sudah datang, tetapi yang menghantarkannya bukan hesti, jus alpukat kesukaan irena dan jus Mangga kesukaan kenan,
"Irena, Mmm terima kasih ya untuk hari ini," ucap kenan seraya memegang tangan irena yang di letaknya di atas meja,
"yaa tentu," jantung irena tiba - tiba berdetak tidak karuan, irena menjadi salah tingkah lalu meminum jus alpukat di hadapannya itu, dan perlahan menarik tangannya dari genggaman kenan,
Bukannya terlepas, Namun justru kenan semakin menguatkan genggamannya dan menarik tangan irena agar lebih dekat dengannya,
"Irena,, tidak bisakah kamu mencoba membuka hatimu kembali, karena aku rasa aku pun mulai membuka hatiku untuk yang lain, Mm untukmu," ujar kenan bersungguh - sungguh.
Irena hanya terpaku menatapnya dalam - dalam, apakah pria ini bersungguh - sungguh, apakah pria ini mencintainya, apakah pria ini menerima irena apa adanya, begitulah kira - kira pikiran irena.
Hesti yang melihat adegan romantis itu, terlihat kesal dan sangat iri,
Kenan yang tidak mendapatkan jawaban, lantas tersenyum dan nengangkat tangan irena lalu mencium lembut punggung tangan irena penuh perasaan,
Irena pun semakin di buatnya degdegan,
"Ahhh kenapa ini, apa aku pun merasakan hal yang sama terhadap kenan, apa aku harus mencoba membuka hati yang selama ini aku kunci," gumam irena merasa bingung dan takut.
"Silahkan tuan nona, selamat menikmati,," kata pelayan yang nengantarkan makanan pembukanya, membuat irena tersadar dari lamunannya.
"Yaa terima kasih," ucap irena sembari menarik tangan yang sedari tadi kenan pegang.
"Wahh makanlah pudingnya, terlihat sangat enak," kata kenan menyodorkan semangkok puding ke hadapan irena,
Irena pun perlahan memakannya, "gimana enak bukan,,?" Tanya kenan tersenyum lebar, irena hanya menganggukan kepalanya,
Mereka makan dengan lahap.
"Okhh ya, sudah lama kamu gak masakin buat aku,,! Mmm kapan ya kita ada" ujar kenan
"Kali - kali kamu dong yang masakin buat aku,!" Goda irena,
"Mmm masakin apa,? Telur mata sapi ya," jawab kenan
"Masak apa pun boleh kok, janji kamu yang masak,"
"Baiklah honey,,!" Ucap kenan tersenyum, sementara irena menatapnya malu - malu.
Hesti yang kebetulan lewat mendengar ucapan kenan itu, merasa makin panas dan kesal.
Trtt,trtt,trtt hp kenan bergetar ada pesan masuk, (ervan)
"Nan, di kantor ada beberapa berkas yang harus lho urus, Penting, gue simpan di tempat biasa, gue ada urusan."
"Huh,," menghela napas sembarai memasukan hp ke saku celananya
"Kenapa,?" Tanya irena,
"Nanti kita mampir dulu ke kantor, ada sedikit kerjaan," ujar kenan dengan ekspresi malas
Setelah mereka menghabiskan makanannya, mereka pun langsung pergi ke kantor,
*****
Irena ikut bersama kenan masuk ke dalam, sementara tegar dan rama menunggu di luar,
Kantor terlihat sepi, hanya ada satpam dengan beberapa karyawan yang menyelesaikan tugasnya di hari libur.
"Halo pak kenan," sapa dua karyawan cantik yang sedang menunggu lift lalu menundukan kepala,
Kenan hanya tersenyum kecil dan berdiri di samping mereka di ikuti irena karena ingin menunggu lift juga,
"Ahh kalian tidak libur,?" Tanya kenan dengan pandangan tetap ke arah lift, "ahh kita masih ada sedikit pekerjaan yang belum selesai," jawab salah satunya merasa bahagia karena jarang sekali kenan bertanya kepada karyawannya.
Pintu lift pun terbuka mereka masuk dan memencet no lantai yang di tuju,mereka ternyata sama - sama pergi ke lantai paling atas
"Mmm pak kenan sendiri tumben hari minggu ke kantor," tanya karyawannya memberanikan diri,
"Ahh ervan tiba - tiba memberiku sedikit pekerjaan,," jawab kenan, sementara irena memperhatikan dari ujung rambut sampai ujung kaki kedua karyawan itu.
"Mereka cantik tubuhnya langsing, idaman semua pria, mereka pun tampak senang mengobrol dengan kenan, dan sedari tadi mereka memandanginya terus, apa benar kenan menyukaiku, padahal karyawannya cantik - cantik." Gumam irena dalam hati memuji kecantikan karyawan kenan.
Tak lama lift pun terbuka, segera kenan keluar sembari menarik tangan irena, membuat irena terkejut dan tersadar dari lamunannya itu.
"Ahh, bukankah dia bodyguard pak kenan," "iya, beruntung ya dia, ngejaga orang setampan pak kenan, tangannya di pegang pula." Ucap kedua karyawan itu merasa iri,
Kenan mengeluarkan berkas di dalam laci yang memang tempat menyimpan berkas yang belum di cek oleh kenan.
Seperti biasa irena menunggu di sofa, dengan sesekali mencuri pandangan ke arah kenan yang sedang serius bekerja,
Karena bosan Irena mulai fokus pada hpnya, dan senyum - senyum tak jelas entah apa yang ia lihat/baca, ketika ia melirik ke sebelah kanan, bermaksud melihat kenan yang sedang bekerja,
Alangkah terkejut irena, ketika melihat kenan sudah duduk di sebelahnya dan sedang memandanginya
"Hah kenan," memegang dadanya karena terkejut, Kenan mengerutkan dahinya, lalu mengangkat alis dan tersenyum,
"Apa sudah selesai,? " Tanya irena sedikit gugup, lalu ia berdiri
"Mmm duduklah dulu,"
"A,, aku," belum habis irena berbicara, kenan sudah menarik tangannya, sampai ia terjatuh dan duduk di sebelah kenan, dengan segera tangan kanan kenan memegang punduk irena (sedikit di tarik) dan mendekatkan wajahnya, mereka saling bertatapan denga sangat dekat sampai kening mereka menempel.
Mata irena terbelalak karena terkejut akan ulah tuannya,
Kenan tersenyum nakal, lalu,,
"I love you,!" Cup,, mendaratkan bibirnya ke bibir irena,
Deg jantung irena berdetak tak karuan ketika mendengar ucapan kenan, dan memejamkan mata ketika bibir kenan terasa mendarat di bibirnya,
Perlahan kenan memainkan bibirnya, meski tak ada balasan dari irena, kenan dapat melihat irena menikmatinya, dan kenan pun mulai bermain dengan liar, ia trus menghisap bibir bawah irena dan sesekali menggigitnya, permainan kenan semakin brutal
Ia mulai membuka jas irena, lalu menciumi dan sedikit menj***t leher irena, yang membuat irena mengeluarkan desahan, mendengar itu, birahi kenan makin tak tertahankan, ia kembali mencium bibir irena dengan brutal, dan mulai membuka kancing baju irena, namun kenan baru membuka 3 kancing, irena menggenggam tangannya, kenan pun menghentikan aktifitas itu.
"Ahhh, maaf," irena segera berbalik badan dan mengancing kembali bajunya, lalu merapihkan diri dan memakai jasnya.