Perempuan Tangguh

Perempuan Tangguh
BAB 11


setelah mengerti apa yang harus di lakukan


kenan bergegas ketoilet


"maaf tuan,,,"


"Aku mau ke toilet dekat saja kok,," kata kenan menunjuk arah toilet yang gak jauh


"yaa baiklah,,," kata irena menundukan kepala,,, tak lama rendra menyusul kenan,,


"Wah aku akan balapan,, do'akan ya," kata rendra seraya memakai masker lalu berkedip kepada irena,


Ternyata mereka mempunyai rencana untuk bertukar pakaian, kenapa rendra,,? Karena rendra memiliki bentuk tubuh dan tinggi 99% mirip dengan kenan, apalagi dari belakang,,


tak lama rendra pun kembali dengan mengenakan pakaian kenan,, ketika melewati tegar dan irena, rendrapun mengambil telepon genggamnya dan berpura-pura sedang mengobrol sambil berusaha menyembunyikan wajahnya


Sementara kenan yang sudah mengenakan pakaian rendra dan masker, pergi kelain arah menuju balapan,,,


Mereka para peserta balapan sudah bersiap di garis star menurut urutan yang di dapat sebelumnya


Mereka mulai menghidupkan dan memanaskan mesin mobil masing-masing


Dorrrr,,


Peluru tanda mereka boleh melaju, dengan serentak mereka menancap gas memulai balapannya,,,


Balapan yang sangat menegangkan di tambah dengan sorak-sorak dari para pendukung masing-masing,,,


"Aldi,,,aldi,,,aldiiiiiii,,,," teriak teman-teman kenan, karena memang semestinya aldi yang balapan,,,


Namun irena nampak mulai curiga,, di tambah satu kali ada yang keceplosan memanggil nama kenan,, lalu yang ia tahu kalau rendralah yang ikut balapan, di tambah pada saat tuannya mengangkat telepon, rasanya itu bukan hp miliknya, di tambah kenan tidak memakai anting, sementara yang tadi terlihat memakai anting hitam


Irena pun segera bergegas memastikan


"Maaf tuan,," kata irena menarik bahu rendra agar menghadapnya ,,


"Aisttt,, sial,," gumam irena kesal, "he,,he,," rendra pun terpaksa tersenyum


"Jadi tuan kenan yang balapan itu,,?" Tanya irena mulai marah,,,


"Ahhh bagaimana ini,,? yaa maafkan kita irena,,!!" Kata rendra memohon,,


"Yaaa untuk kali ini aja,, kita benar-benar minta tolong, tolong jangan beri tahu pak pernando,, kalau bokapnya tahu matilah kenan,," sambung dimas


" Hah kalian pikir kita tidak mati kalau tuan pernando tahu kita bohong,," kata irena benar-benar kesal,,


"Yaaa, tapikan sudah terlanjur,," kata rendi,, irena diam dan hanya menatap sinis rendi, karena memang apa boleh buat,,


"Ahhhhh,, bagaimana bisa aku lengah,," gerutu irena pasrah,


Terdengar sorak-sorak tanda balapan sudah selesai.


"Wah siapa yang menang,,,??"


Ternyata kenan menang di posisi satu membuat teman - temannya bahagia. Kenan pun segera keluar dari mobil,, Tiba-tiba irena menghampirinya dan menendang betis kenan cukup kuat


"Berani-beraninya kau menipuku,," teriak irena marah lalu memukul lengan kenan,, "dasar,," bahkan irena tak memanggilnya tuan karena terlalu sangat kesal,,


 


"kenaaaaan,,,, kau berhasil,," teriak teman -temannya keceplosan,,


 


"Hah kenan,, tunggu-tunggu,, bukannya aldi nama pembalap itu,,pakkk,"


Kata lawan kenan yang menduduki posisi ke 2, segera memanggil pengurus


"Kenan,, jadi itu kenan,, hah lalu siapa gadis yang berani menendang kenan itu,,apa pacarnya,,?" gumam lelaki yang menang di balapan sebelumnya,yang nampaknya mengenal kenan juga,


Tak lama pengurus/manager balapan pun datang,,


"Yaa ada apa,,?" tanya pengurus


"Apakah dia aldi,,??" Tanya pria itu menunjuk kenan,,


Kenan terpaksa pasrah dan membuka maskernya


"Maaf pak,,,"


"Keeeenan,," kata pengurusnya sedikit terkejut,,karena kenan dan teman-temannya memang sering nongkrong di sana,, jadi mereka saling mengenal,,


"Ahhh bagaimana ini,,ini jelas-jelas tidak benarkan pak,,," kata pria itu mengompori,,,


" Ahhh yaaaa,, kenan ini sama saja kecurangan,jadiii,,"


"Tapi pak, aldi enggak bisa kemari jadi"


"Jadiii dia tidak bisa di gantikan juga,," potong pengurus itu.


sementara dimas dan yang lain menatap tegar penuh arti


"Heh, kenapa kalian menatapku seperti itu,,?" Kata tegar karena merasa aneh dengan tatapan teman-teman kenan,,


" Kakak ku sayang,, tolonglah,," kata mereka memohon,,


"Ahhh,,, kita tahu kok kakak kita yang satu ini pasti bisa,, kita mohon, tolong lah,,," ucap mereka serentak masih memohon,,,


"Aistttt menyusahkan,," gerutu tegar menghampiri irena,,,


"Irena,, mari kita menjadi pahlawan anak-anak berandalan ini,," kata tegar membusungkan dadanya, dan menghampiri pengurus itu


" Maaf, permisi pak,, sepertinya anda juga memiliki kesalahan dalam mengatur semua ini,, jadi mohon di pertimbangkan dulu,,,," Kata tegar seraya memberikan selembar kertas sangat berkuasa itu "irena,," panggil tegar isyarat supaya irena membantunya


"Ahhh yaaa,,, aisttt,," irena pun kebingungngan harus bilang apa


"E,,Ehemmm,,(berdehem) yaaa pertama, (diam sejenak) tidak, ada, aturan atau larangan mengganti, di ganti, atau bahkan menggantikan, seseorang dalam balapan,,,"


Kata irena mengasal entah benar atau tidak ucapannya itu, yang pasti tetaplah selembar kertas yang di pegang penguruslah yang akan menolong


"Daaaannnn,, bukankah anda seorang pengawas,, kenapa anda tidak benar-benar memperhatikan para peserta balapan dengan baik,, sehingga,, mereka berhasil melakukan hal ini,," sambung irena membeludak mulai emosi,,


"Irena,, irena,, tenanglah sedikit,," kata tegar berusaha menenangkan irena, sementara pengurus itu terkejut lalu memperhatikan lembaran kertas itu lagi


"Heh itu bukan mainan hah,," kata tegar pelan mengancam,,


"Ahhh baiklah,, ya,ya,yaaa,, sayapun salah aturan dan pengawasan,, ahhh ya kalian benar,, balapan ini sah,," kata pengawas tak punya pilihan,,


"Ahhh bagaimana mungkin,, ini tidak benar pak,," protes pria kedua


"Ahhh apa kau tak dengar tadi kata mereka, aku juga bersalah, aistt janganlah protes lagi,, membuat kepalaku sakit saja,,"


"Maka segeralah buat aturan baru secepatnya,," kata irena masih geram


"Ahhh benar-benar,, saya akan membuat aturan, tindak boleh di ganti, mengganti atau menggantikan,, secepatnya,," kata pengurus


"Okhh ya balapan selanjutnya akan di lakukan oleh aldi atau kenan,,?" Tanya pengurus,,


"ALDI,,," jawab irena dengan jelas


"Ahhh aldi,,bbaiklah aldi,,,"


"Tapi pak,," pria kedua itu tetap saja merasa tidak adil,,


"Ahhhh kamu ini juara 2 kan,,, peluangmu cukup besar di babak selanjutnya, jadi,, berhentilah merengek(berteriak)"


Kata pengurus itu sambil menepuk-nepuk pundak pria yang terus Saja protes,


"Ahhh gadis itu kan bodyguardnya kenan,, wahhh menarik juga,, dia bahkan berani menendang dan memaki tuannya,," gumam lelaki yang menang ke satu di balapan sebelumnya,,


"Yeee kita menang,," sorak teman-teman kenan bahagia,,,


"Mari kita rayakannnn,,," kata rendra bahagia


*****


Merekapun merayakan di sebuah club yang waktu itu


"Irena kamu ikut aku,, tegar kamu ikut dimas,,," kata kenan


"Ahhhh club ini yaàa,,," kata tegar sembari mengeluarkan card member yang di berikan managernya waktu itu


"Ahhh kau juga memilikinya,," kata dimas


"Wahhhh abang kita benar-benar hebat,," sambung rendra


Merekapun masuk dan bersenang - senang,


Sebelum masuk kenan menarik ikat rambut irena dan membiarkan rambutnya terurai cantik,,


Merekapun menikmati makanan, alunan musik DJ dan tak lupa minuman beralkohol


"Iren minumlah,," kata rendi menuangkan alkohol itu dan menawarkannya pada irena,,


"Ahhh makasih, aku gak minum,," kata irena menolak


"Ahhh baiklah" ujar rendi lalu meminumnya sendiri


Sementara alexa terus berusaha mendekati kenan dan menggodanya lalu menciuminya


Setelah bersenang-senang merekapun pulang masing-masing dimas+dira (pasangan kekasih) pulang ke apartemen dimas dan tidur bersama,,


Rendi dan rendra pulang ke rumah masing - masing,, ketika alexa menghampiri kenan bermaksud ingin memintanya menghantar ia balik


"Nan,,,"" kata alexa,, namun belum sempat alexa berbicara habis


"Ren,, kamu masuk mobilku,," pinta kenan, dan irenapun menurut


"Ya alexa,,,,,??" Tanya kenan,,


"Ahhh tidak,, aku pulang,, rennn, rendra,, tunggu hantar gue pulang,," teriak alexa berlari dan masuk mobil rendra


Kenan pun masuk mobilnya di susul irena,,,


"Apa kamu mabuk,, biar aku aja yang nyetir,," kata irena khawatir kenan mabuk,, namun kenan tak menggubrisnya,, dan segera melajukan mobil sport merahnya itu,, di susul tegar dari belakang,,,


"Heh kenapa kamu begitu sangat marah,, ketika tahu aku yang balapan,, pake nendang kakiku segala lagi,,,?" Tanya kenan "ahhh apa kau tahu ayah melarangku balapan,,?" Tanyanya lagi,,


" Yaaa,, sebelum itu pak pernando baru saja menelpon dan bilang jangan sampai tuan balapan,, di tambah lagi kakakku pernah mengalami kecelakaan cukup parah karena balapan,,," kata irena menjelaskan.