Perempuan Tangguh

Perempuan Tangguh
kegilaan Tuan Diego dan sang istri


Tuan Diego kini buru-buru menaiki helikopter nya menuju ke bandara.


Lanjut setelah itu, ia segerah menaiki pesawat jet nya menuju ke Negara tetangga.


Dengan tergesa-gesa ia menemui sang istri. Dengan sangat khawatir, hingga rela meninggalkan Nona Diana Sendiri dengan segala pekerjaannnya.


Sesampainya disebuah Mansion megah. Tuan Diego segerah mencari keberadaan sang istri, hingga memasuki kamar utama yang sudah disiapkan serta didekor khusus.


Dan menampakkan kini. Kondisi sang istri yang WAW....


Mata Tuan Diego langsung melotot tak percaya.


Senyumnya langsung merekah.


Kini ia mendekat sambil membuka satu persatu pakaiannya dan mulai mengambil cambuk yang sudah disediakan oleh sang istri.


Melihat kondisi sang istri kini. Membuat nya semakin bergairah.


Sang istri yang sudah menunggunya serta mengikat dirinya, dengan pakaian dan suara yang ****, membuatnya semakin ingin memakannya.


Ia mulai mendekat sambil memainkan cambuknya, memainkan, mainannya dengan begitu menyiksa, tetapi juga saling menikmati.


Inilah yang paling disukai oleh Tuan Diego. Menyukai semua perlakuan sang istri, yang selalu mengerti kemauannya.


Menikmati permainan dengan gairah dan saling mengimbangi. Tidak ada yang seperti istrinya ini, yang dapat mengimbanginya hingga dapat memuaskannya.


Maka dari itulah, kenapa Tuan Diego sangat mencintainya.


Tapi sang istri mempunyai komitmen, dan ia tak mau di ganggu atau kesepakan pernikahan mereka akan batal.


Mereka memang awal menikah karena bisnis. Tapi lambat laun mereka saling mengerti sisi mereka masing-masing dan mulai saling menerima serta mulai saling mengerti dan melengkapi.


Maka hati pun mulai ada rasa, hingga mereka membuat komitmen.


Mereka dapat melakukan kesenangan mereka masing-masing, asal tidak mengganggu kehidupan rumah tangga mereka.


Hingga suatu saat terjadi musibah itu, yang menyebabkan ia tak bisa hamil, dan keluarga dari kedua belah pihak telah menuntut mereka.


Perna mereka ingin melakukan inseminasi buatan.


Tetapi itu membuat Tuan Diego tidak nyaman serta, perna mencoba dan mereka pun gagal.


Sampai ia perna menyewa seorang wanita untuk dihamili pun, itu juga gagal.


Tuan Diego sudah pasrah, hingga ia bertemu Nona Diana dan menyelidiki kehidupannya.


Ia juga ada rasa ketertarikan sedikit terhadapnya. Dan ini juga yang membuat sang istri sedikit cemburu.


Seperti saat ini. Ia rela berbohong, saat mengetahui percintaan mereka, dan mengundangnya segerah datang menemuinya.


Ia terus melayani dan memuaskannya, hingga membuatnya melupakan wanita itu.


Dan akan terus bersamanya selama beberapa hari ini. Dan untuk selanjut nya, ia akan pikirkan lagi caranya nanti.


Dan kini Tuan Diego sungguh menikmati percintaan ini.


Deru napas hingga jeritan kesakitan terdengar diseluruh ruangan.


Membuat sang Tuan Diego menjadi bersemangat hingga benar, ia telah melupakan keberadaan Nona Diana saat ini.


Dan kini disisi lain. Nona Diana duduk sendiri dengan bosan.


Tak dapat melakukan apa-apa, serta pergi kemana pun. Sungguh ini bukan gaya hidupnya.


Ia yang selalu bebas melakukan kemauannya. Kini harus berdiam diri di pulau ini.


Dengan segala penderitaan kehamilannya ini. Sungguh ia merasa bosan dan ingin melakukan sesuatu.


Sampai ia yang melihat pantai dan mulai berjalan berkeliling, dengan di kawal oleh beberapa pengawal.


Dan kini ia ingin mencoba berenang, serta membuka pakaiannya, hingga meninggal kan pakaian dalamnya saja.


Semua pengawal berbalik dan tak berani menatap. Sampai terdengar suara teriakan, Nona Diana hampir tenggelam.


Tidak ada yang berani menolongnya.


Dan ia melihat, Nona Diana yang hampir hanyut dibawa ombak. Dengan cepat pula ia melompat ke air dan berusaha untuk segerah menolongnya.


Dengan hanya dilihat oleh semua pengawal Tuan Diego.


Dan kini, Nona Diana telah diselamatkan. Serta mereka telah mendarat dibibir pantai dengan meletakan tubuh Nona Diana Yang masih tidak sadar, karena terlalu banyak meminum air laut.


Dan kini ia harus kembali menolongnya dengan pertolongan darurat.


Dan melihat sekeliling tapi ini penting. Karena keadaan Nona Diana yang belum juga tersadar.


Ia pun mulai menekan dadanya serta menepuk-nepuk wajah nya, dan ini juga, masih belum bisa menyadarkannya.


Sampai akhirnya, ia mengambil keputusan dengan memberi pernapasan buatan.


Dan akhirnya berhasil. Yang membuat kini, Nona Diana tersadar dengan terbatuk-batuk serta mengeluarkan air yang tertelan tadi serta napas yang tersengal-sengal.


Ia kini menatap wajah sang pria yang barusan menolongnya ini.


Dan melihat serta berpikir, ia tidak pernah bertemu dengannya selama bersama Tuan Diego.


Serta semakin lama ia memandang, semakin ia tertarik kepada pria ini.


Karena wajahnya yang begitu tampan, serta prilakunya juga yang begitu sopan.


Membuat Nona Diana semakin menyukainya.


Ia pun mulai berterima kasih, dan segerah menanyakan namanya.


Serta bertanya ia yang bisa berada disini, itu sebagai apa dan kenapa ia tidak perna melihatnya.


Yang membuat pria itu tertawa, karena pertanyaan beruntun yang dilontarkan oleh Nona Diana ini.


Nona Diana bingung lalu menatapnya lekat, hingga membuatnya sedikit risih serta memalingkan wajah nya. Sambil menjawab juga, kalau ia adalah seorang pekerja disini.


Nona Diana memanggut-manggutkan kepalanya lalu segerah berdiri.


Melihat pemandangan ini, bukan hanya pengawal yang tak nyaman, tapi juga pria itu sehingga membuat mereka semua menatap ke arah lain.


Nona Diana bingung. Baru tersadar selepas ia menatap dirinya sendiri dan aaaahhhhh....


Nona Diana berteriak sambil menyilangkan kedua tangannya, menutupi tubuhnya, yang hampir setengah telanjang.


Ia pun berlari sambil memungut pakaiannya yang ia letakkan tadi, dan segerah pergi dari sana sambil menundukkan kepalanya karena malu.


Semua pengawal pun kini telah pergi mengikuti serta menjaga Nona Nya, Seperti perintah Tuan Diego.


Yang kini meniggalkan Si Pria itu sendiri, berdiri dipinggiran pantai itu. Sambil membayang kan tingkah Nona Diana tadi. Yang membuatnya jadi tersenyum-senyum sendiri.


Sampai didalam kamarnya. Nona Diana yang merasa malu, dan menatap dirinya kini dihadapan wastafel yang berada didalam kamar mandinya.


Ia pun menepuk-nepuk wajahnya, dan mencoba menyadarkan dirinya, kalau kini ia masih digenggaman tangan Tuan Diego.


Apakah mungkin, ia mulai menyukai Pria itu.


Aaaahhh...tidak mungkin. Aku baru saja bertemu denganya.


Tapi walau ia hanya seorang karyawan. Dan menurut ku dia juga tidak terlalu buruk.


Wajahnya itu. Aaahhhh...aku seperti seorang ABG yang kasmaran.


Bagaimana ini. Aku sungguh malu dipandangnya tadi. Dengan gelisah, Nona Diana kini bergumam pada dirinya sendiri.


Berbeda dengan Tuan Diego. Ia hampir melupakan tentang Nona Diana saat ini.


Servis istrinya, memang begitu memuaskan dirinya. Ditambah, dirinya yang memang begitu mencintainya.


Membuat mereka berdua, melupakan beberapa masalah yang harus mereka selesaikan.


Yang mana saat ini, Tuan Diego masih sibuk bermain bersama sang istri.


*****


Selebihnya, Author minta kalian bayangkan sendiri saja, bagaimana gilanya padangan kalian, bagaimana cara bercintanya, dan Kita sambung lagi ke sebelah yah. Dan tolong juga untuk terus tinggalkan jejak kalian, serta makasih dah baca Cs ku🤗.