
Kini nona Diana sedang putus asa, dan ia mulai berpikir keras, hingga menyebabkan ia mondar-mandir.
Dan ia mulai kembali ke rumahnya. Hingga pagi menjelang, dan ia mulai bersiap, untuk pindah ketempat yang telah disediakan oleh Tuan Carlos untuknya.
Saat ini sang sopir telah menjemputnya. Ia pun mulai masuk kedalam mobilnya.
Dan sesampai ditempat tujuan. Nona Diana mulai masuk dan memperhatikan keadaan sekeliling, serta sang sopir berkata, sang Tuan... sedang menunggu di Mansionnya.
Nona Diana mengangguk mengerti. Setelah merapikan semua barang-barangnya.
Ia bergegas ke Mansion Tuan Carlon yang berada tak jauh dari tempat tinggalnya ini.
Nona Diana kini telah sampai dan berada dihadapan Tuan Carlos.
Ia menunduk menunggu perintah selanjutnya. Tapi Tuan Carlos kini memerintahkannya, agar segerah duduk disampingnya.
Nona Diana melirik ragu, dan sedetik kemudian, ia telah duduk disamping Tuan Carlos.
Nampak Pria ini jauh terlihat berbeda dengan Tuan Andreas.
Mereka memang sama-sama terlihat dingin, tegas, kejam dan perbedaannya.
Tuan Andreas masih sedikit terlihat ramah, di banding Tuan Carlos ini. Yang terlihat sangat cuek serta pikiran nya kini. Tak bisa terbaca kan.
Nona Diana yang telah duduk disampingnya. Mulai menunggu kembali perintah selanjutnya.
Hingga sedetik kemudian, Tuan Carlos berucap, tampa melihat ke arahnya, dan tak lepas, dengan tampang dinginnya.
Kini ia berucap, "Cepat jelaskan semua secara mendetil apa saja yang kau ketahui tentang Tuan Andreas serta wanita kesayangannya itu.
A...a...aku hanya tau sedikit Tuan !
Tapi Aku akan segerah mengatakannya, kalau Tuan Andreas saat bersama ku saat itu, karena kerja sama Ayah dan Tuan Andreas.
Ia berjanji akan segerah menjadikan ku tunangannya saat itu.
Tapi...Aku sangat heran, karena di Mansionnya saat itu ada seorang Wanita, yang ku kira, dia hanya mainannya saja.
Aku juga, pada saat itu merasa sangat tak senang dengan wanita itu, karena seperti diperlakukan lebih oleh Tuan Andreas.
Hingga berbagai cara ku lakukan untuk mendekati Tuan Andreas, tetap saja Aku gagal.
Sampai terjadilah hal seperti yang anda ketahui kemarin.
Dan yang bikin saya bingung itu. Dia sangat perhatian kepada wanita itu, serta berbeda dari info yang ju dapat selama ini.
Kalau wanita itu, selalu ditindas, dan dipekerjakan, layaknya pelayan Tuan.
Sampai disini, cuma ini yang bisa saya informasikan. Selebihnya, silahkan Anda selidiki lagi.
Hem....! Tuan Carlos berpikir dengan keras. Dan kembali berucap.
Apakah kamu bisa memberi informasi tentang wanita itu.
Bi... bisa Tuan....!
Ini saya ada fotonya ! "Sambil menunjukan hp yang ada foto Lusiana.
Dan membuat Tuan Carlos kini menatap lekat wajah itu, disertai dengan berkata siapa namanya ?
Namanya Lusiana Tuan ! Tapi nama panjangnya saya sendiri kurang tau Tuan.
Tuan bisa saja, memerintah dan mengirim seseorang untuk mendekati pelayan disana atau berpura-pura menjadi pengawal disana, dan menanyakan prihal keseluruhan cerita dari wanita itu.
Karena saat itu, saya juga belum sempat untuk menanyakan lebih Tuan.
Dan setau saya, Para pelayan hingga pengawal Tuan Andreas sangat hormat semua kepadanya.
Hingga kadang ku dengar, ia sering dipanggil Nyonya oleh mereka.
Hemmm...."Jadi begitu ceritanya. Baiklah, kau boleh beristirahat sekarang.
Tapi Tuan ! Dengan ragu, Nona Diana ingin berucap.
Ada apa lagi ? Dengan tegas pula, Tuan Carlos yang saat ini hendak berdiri, dan merasa selesai dengan urusannya kini.
Em....itu Tuan !
Saya ...saya....
Saya apa ?
Bolehkah saya minta tolong lagi ke pada Tuan ! Dengan takut Nona Diana berucap, dan melirik ke arah Tuan Carlos.
Katakan saja ! Ada apa ?
Boleh saya pinjam uang Tuan ! Saya rela melakukan apapun itu, asal bisa menggantinya nanti. Karna ini sangat penting dan buat biaya Ayah saya yang semalam baru saja masuk rumah sakit.
Dan dokter bilang, Ayah saya sedang koma saat ini. Karena terbentur sangat keras di bagian kepalanya, serta di saat ia yang mabuk berat, sehingga juga banyak mengganggu syarafnya.
Dan hanya dengan operasi, ia akan bisa pulih Tuan.
Hem... Baik.
Sebutkan saja nominalnya kepada sekertaris ku. Dan uangnya akan segerah di transfer.
Trimakasih Tuan. Saya akan membalasnya dengan segala kemampuan saya nanti Tuan. Dan kapan pun Tuan butuh saya, saya bersedia melakukannya.
Bahkan menjadi ****** Tuan pun, saya bersedia.
Hem....! Hanya itu jawaban yang di berikan oleh Tuan Carlos. Lalu bergegas pergi meninggalkannya.
Dan Nona Diana kini mendekati sekertaris Tuan Carlos, serta memberikan nominalnya, dan segerah. Uang itu telah dikirim.
Nona Diana nampak senang. Berharap, kehidupannya mukai kini akan segerah berubah.
Disisi lain, Tuan Andreas sangat bekerja keras, hingga ia tidak bisa mengatur jadwal makan serta tidurnya.
Dan kini menyebabkan tubuhnya semakin lemah. Dan ia ingin menelpon dokter Felix sahabatnya itu, agar dapat memeriksanya.
Dan segerah memerintahkannya, untuk segerah datang ke kantornya saat ini.
Dengan malas pula Dokter Felix menerima permintaan itu.
Dan kini, ia mulai menuju ke tempat kantornya Tuan Andreas.
Lalu melihat, memang sepertinya. Sahabatnya ini sedang tidak baik-baik saja.
Ditanyakan lah oleh dokter Felix, keluhan apa saja yang dirasakannya saat ini.
Maka di jawab oleh Andreas dengan. Akhir-akhir ini selera makanya sangat jauh berkurang, dan kepalanya juga sering terasa sangat menyakitkan, dan juga di bagian uluh hati, bahkan kini ia mulai merasa mual disertai suka mengeluarkan banyak keringat tidak sehat.
Dokter Felix faham, dan mulai hendak memeriksanya.
Tapi saat ia memasang teleskopnya. Bertepatan pula dengan terdengarnya panggilan masuk di hp dokter Felix.
Dengan segera dokter Felix merogoh kantong bajunya, untuk mengambil hp dan melihat siapa kini yang menelponnya.
Dan karena jarak yang begitu dekat dengan Andreas.
Andreas pun dapat melihat nama yang tertera di hpnya itu.
Hingga membuatnya sangat terkejut, disertai panggilan tersebut langsung di alihkan. Membuat Andreas semakin curiga, serta berkata.
Kenapa tidak di angkat ?
Tidak penting !
Tidak penting, atau ada yang kau sembunyikan dari ku Felix ! Dengan tatapan tajam, Andreas kini mencari kejelasan di mata sahabatnya ini.
Benar ini hanya panggilan iseng dari bawahan ku, yang mau mengajakku makan siang ini.
Benarkah seperti itu ! Tapi ku lihat tadi tertera nama istriku dengan jelas di situ.
Mungkin namanya saja yang sama. Dan kau tau sendiri. Hingga kini istrinu itu belum di ketahui keberadaan nya dan bahkan para irang sewaan mu itu berkata, kalau ia telah meninggal.
Buukkk.....! Andreas dengan amarahnya meninju muka dokter Felix.
Jangan berkata sembarangan. Aku tau istriku belum meninggal. Dan mungkin kau juga tau keberadaan nya saat ini.
Secepatnya akan ku pastikan itu. Bila Sampai aku tau kau kembali menyembunyikan nya.
Maka jangan salahkan Aku nanti bersikap berlebihan kepada mu Felix.
Silahkan saja. Tapi bila benar. Kau yakin nanti ia akan mau kembali kepada mu !
Bren**ek....."Buk....kembali Dokter Felix mendapat pukulan di wajahnya. Hingga mengeluarkan darah disudut bibirnya.
Keluar kau....
Aku tidak butuh lagi perawatan mu sekarang ! Karena kesal, ia pun kini mengusir dokter Felix.