Perempuan Tangguh

Perempuan Tangguh
BAB 16


"Irena,,," Panggil nindi teman SMA nya, Menghampiri irena, dan memberikan sesuatu, "ahhh,,"


"Ini,, undangan dari rani, kita datang sama - sama ya, sekalian kita reunian sama yang lain,,


"Ahhh baiklah,," kata irena seraya mengambil undangannya.


"Baiklah, nanti aku call ya untuk lebih jelasnya, bye,," kata nindi lalu pergi, "ahh, ok bye,," jawab irena


Rani & Dimas pernikahan berlangsung pada hari sabtu- minggu di laksanakan di gedung.


"Itu undangan ya,,?" Tanya rama,


"Ahhh iya, mmm aku ngambil libur hari sabtu ya,, acaranya hari sabtu," kata irena,


"yaa baiklah," ujar rama. "Tuan kenan sudah datang,"


"Irena,, kamu naik mobilku,,?" Kata kenan, lalu irena segera membuka pintu mobilnya, kenanpun masuk dan irena menutup pintunya lalu segera masuk duduk di kemudi mobilnya.


"Mmm, kita ke kantor dulu,," Ujar kenan, lalu irenapun melajukan mobilnya menuju kantor, di ikuti rama dan tegar


Kenan melihat sebuah undangan pernikahan di atas paha irena dan membaca nama pengantinnya,


"Ehh itu undangan siapa,,?" Tanya kenan, Penasaran


" Ahh ini teman sekolah SMA ku,," jawab irena.


Sampai di kantor


"Kamu ikut aku masuk,, biar mereka tunggu d luar," ujar kenan sembari keluar dari mobil di susul irena,


Ketika mereka sedang berjalan di koridor, "ahhh,," teriak irena terpeleset karena menginjak kulit pisang dan hampir tejatuh,, namun segera kenan menahan dan memeluknya agar tidak jatuh.


Tak sengaja ada lelaki salah satu kariawannya yang melihat kenan memeluk irena, iapun tak mau mengganggu mereka,


"Kamu gak papah,, heh siapa yang buang sembarangan, OB pun pada kemana lagi,,," ujar kenan kesal,


"Kenan,, jangan marah - marah gitu deh,," kata irena seraya mengambil kulit pisang itu dan membuangnya ke tong sampah.


Lalu kenan memegang tangan irena itu, dan mengelapnya dengan tisu


" Heh, tanganmu jadi kotor,," kata kenan membuat irena tersenyum


"Makasih,," kata irena tersenyum


"Mmm,," kenanpun membuang tisunya,, ia nampak salah tingkah karena merasa bangga menjadi pahlawan irena, lalu berjalan lagi di susul irena.


Kariawan yang melihatnya pun berputar arah, karena tidak ingin mengacaukan semuanya.


Trtt,trtt,trtt,, hpnya bergetar tanda ada pesan masuk,, NINDI


"Irena, hari sabtu jam 9, kita jumpa di kedai copy mantap, kita sama - sama pergi ke pernikannya, sekalian reuni. Bye."


*****


Hari sabtu


Irenapun segera mandi dan siap - siap, namun ia bingung harus memakai baju apa,, karena ini pertama kalinya ia menghadiri pernikahan teman.


Irenapun tak mau ambil pusing dan memutuskan mengenakan celana jeans hitam panjang, baju kemeja merah tangan pendek.


Sementara teman - temannya sebagian sudah sampai di kedai copy mantap,


"Wahh gak nyangka ya, irena yang dulunya sangat bikin iri hati, memiliki segalanya, sekarang menjadi bodyguard, ya ampun kasihan sekali,," kata temannya


"Yaa akupun terkejut mengetahuinya, pas aku samperin ia tampak malu gitu," ujar nindi,


"Ya ampun irena - irena,, aku pikir dia sudah jadi jaksa yang hebat,, ternyata menjadi bodyguard yang hebat,," ujar yang lain di sambut tawa semuanya "hahaha,,"


"Ahhh diamlah irena sudah sampai," kata nindi melihat irena jalan menuju kedai itu,


"Aistt lihatlah pakaiannya,," ujar yang lain.


Ketika irena masuk, irenapun sedikit terkejut dan agak minder karena penampilan teman - temannya sungguh di luar dugaan, mereka kompak mengenakan gaun cantik,,


"Ahhh hi irena, lama gak jumpa,,"


Irenapun menyambut teman - temannya, senyum irena tiba - tiba hilang karena berhadapan dengan kedua sahabatnya dulu.


"Hi," sapa mantan sahabatnya terpaksa, irena hanya tersenyum kecil dan berpaling.


Merekapun asyik mengobrol, sampai pada titik yang membuat irena boring, mereka membicarakan soal kuliah dan pekerjaan yang lebih baik darinya.


Mereka seakan - akan pamer akan hidupnya sekarang, yang membuat irena merasa risih,,


"Hi irena, wahh dari tadi kamu ada di sini,," kata ervan menyapa


"Kamu minum sama mereka ya,,?" Tanya ervan tersenyum manis


"Ah iya mereka teman SMAku,," jawab irena


"Ahhh aku harus segera pergi, lain kali kita minum bersama ya," ujar ervan seraya meraih tangan irena dan memberikan kertas, lalu mengedipkan matanya dan tersenyum manis.


"Baiklah, aku pergi dulu ya bye,,"


"Ahh ok bye,," balas irena bingung dengan kertas yang di berikan ervan..


"Wahh tampan dan manis sekali, siapa itu ren,," tanya temannya


"Ahhh itu ervan,,okhhh ya aku ke toilet dulu ya,," kata irena lalu pergi ke toilet.


Irena membuka kertas itu, ternyata struk tanda pembayaran atas pesanannya dan teman - temannya.


"Ahhh kenapa ervan membayar semuanya,,?" Gumam irena tak mengerti, lalu segera kembali dan bergabung lagi dengan mereka.


"Ahhh baiklah, kita harus segera pergi ke pernikahannya," kata nindi "mbak bill," memanggil pelayan kedai itu,


"Maaf mbak semua sudah di bayar," kata pelayan itu


"Hah sudah di bayar," kata nindi bingung. "ya, atas nama mbak irena,"merekapun terkejut, begitupun irena yang tak merasa membayarnya,


" Wahh kamu neraktir kita ren,,?" Tanya temannya "ahh, ya sesekali," jawab irena tersenyum dan mengerti apa maksud ervan,


"memang jumlahnya berapa ren, kita gak enak deh kalau kamu membayar semuanya," kata nindi


"ahhh gak apa kok, sesekali bolehkan," ujar irena, "ahh aku penasaran dengan harga kopinya," sambung nindi lagi, irena pun mengambil dan menyodorkan struk yang di berikab ervan, nindipun mengambil dan melihatnya karena dia merasa tak percaya.


Lagi - lagi irena dan teman - temannya di buat terkejut karena tiba - tiba kenan menunggu irena di dalam mobil dengan kaca terbuka.


"Wahh itukan kenan pernando,,"


"Iya,,wahhh ganteng banget,,"


Kata teman - temannya terpukau,


Irenapun menghampirinya,,


"Kenapa ada di sini,,?" Tanya irena,


"Masuklah, nanti biar aku hantar pergi,,!" Ujar kenan


" Okhh ya kalian duluan aja, nanti aku nyusul," teriak irena, dan segera masuk mobil.


Kenanpun melajukan mobilnya di ikuti rama dan tegar di belakang,


Ternyata mereka pergi ke salon besar bahkan ada toko pakaiannya


,


"Turunlah,," perintah kenan, lalu mereka pun turun, irena nampak bingung, dan ikut masuk ke dalam salon besar itu


"Wahhh tuan kenan, sudah lama tidak kemari,,?" Tanya salah satu pegawainya.


"Ahh tolong dandanni dia ke pernikahan temannya,sekalian pilihkan baju semuanya deh" bisik kenan


"Okhh ok, mari sini nona," kata pegawainya lalu membawa irena untuk di dandanni,


Kring,, kring ,,kring.


"Ya halo,, ahh baiklah,," ujar kenan menjawab telpon, lalu bergegas pergi,


"Tegar,, ikut denganku,, rama kamu nanti tolong hantar irena, mm sekalian nih, tolong bayarkan, aku ada urusan sebentar.." kata kenan tergesa - gesa seraya memberikan kartu kreditnya untuk membayar biaya irena, dan memberikan kunci mobilnya pada tegar.


"Ahh baiklah tuan," ujar rama mengambil kreditnya.


Irenapun telah selesai di sulap menjadi putri,,


Mengenakan dres merah kombinasi brukat selutut Tangan 1/4, rambut terurai dengan keriting gantung yang membuatnya sangat cantik, tak lupa sepatu merahnya yang cantik.


"Wahhh cantik sekali kamu ren,," ujar rama memuji dan terpukau akan kecantikan irena,


"Tuan kenan mana,,?" Tanya irena,


"Ahh dia ada urusan,," jawab rama,


Lalu rama pun segera membayar biayanya menggunakan kartu kredit kenan.


Merekapun segera pergi ke pesta pernikahannya.