
Mereka mulai bergerak cepat. Nona Laura dan temannya kini telah berada di salah satu kamar inap pasilitas lain dari tempat karaoke tersebut.
Andreas masih tak sadarkan diri saat ini. Mereka mulai melihat tubuh Tuan Andreas yang sudah tak sadar kan diri itu.
Nona Laura tersenyum mengembang. Tak lupa juga ia berterima kasih kepada seorang pria yang telah membantunya tadi.
Dan kini ia mulai menjalankan permainannya, serta mulai membuka seluruh pakaian Tuan Andreas.
Tapi disaat ia ingin membuka topengnya. Ada rasa ragu yang menyeruak didalam hatinya. Tapi rasa penasaran itu tetap ada, akan wajah asli di balik sebuah topeng tersebut.
Maka disaat ia yang hendak membuka topeng nya. Nona laura sudah diteriakkan oleh sang teman yang membantunya saat ini.
Agar dengan cepat ia melakukannya, atau semua rencana mereka akan gagal.
Tiba kini semua sudah terbuka, dan meninggalkan ****** ***** saja.
Andreas yang nampak pingsan, dengan leluasa dikerjai oleh Nona laura.
Mereka mulai mengambil poto serta akan segerah mengabadikannya dan, menjadikan senjata, untuk menghancurkan Tuan Andreas.
Ada banyak gaya yang ia ambil dan dibantu juga oleh sang teman yang mem potonya.
Hingga kadang membuat Nona Laura tergoda serta benar ingin bermain dengan Tuan Andreas.
Tapi sang teman sekali lagi memperingatkannya. Bila reaksi obat itu tidak berlangsung lama, dan mereka akan gagal, yang bila sampai ketahuan. Maka dengan cepat pula mereka menyelesaikannya.
Dan kini mereka telah selesai mengambil potonya.
Mereka tersenyum bahagia, karena berhasil mengambil gambarnya.
Tinggal menunggu Tuan Andreas terbangun dan melihat ini semua, serta mulai berakting kembali.
Saat ini Tuan Andreas telah tersadar, dan melihat disampingnya ada Nona laura yang sedang menangis dengan tampa busana.
Dan tiba-tiba juga terdengar, ada gedoran pintu di luar, yang meneriakkan nama mereka agar segerah keluar.
Maka Tuan Andreas bergegas dengan cepat memakai bajunya serta melirik ke arah Nona Laura dan bertanya apa yang terjadi ?
Dengan sesenggukan menangis, Nona Laura mulai memainkan dramanya.
Ia pun mulai berakting dengan berkata, "Aku juga tidak mengerti.
Tadi malam, saat Aku yang kembali, dan mengajak mu pulang. Tiba-tiba Anda menyeret saya keruangan ini dan kita hik....hik...hik... ! "Nona Laura kembali menangis.
Ah.. Kenapa bisa begini, dengan geram Andreas berucap dan menoleh ke arah Nona Laura.
Ia menatap tajam dan berpikir yang tak dapat di artikan oleh Nona Laura.
Dan Nona Laura juga tau, kalau saat ini, Tuan Andreas sedang marah kepadanya.
Dan ia terus berakting dengan menyedihkan, hingga akan menyakinkan.
Sambil berpikir, bagaimana cara mereka keluar. Nona Laura mencoba berdiri sambil menarik selimut yang menutupi dirinya dan menampakan, ada sedikit noda merah diatas tempat tidur mereka.
Hingga membuat mata Tuan Andreas melotot tajam. Dan juga senyum yang di tahan oleh Nona Laura.
Kini Nona Laura seperti wanita yang lemah, dan tertindas, serta mulai memakai bajunya.
Andreas mengeram dan berkata kepada Nona Laura agar bersembunyi terlebih dahulu.
Dia akan segerah keluar dan mengalihkan para wartawan, serta setelah itu.
Barulah Nona Laura keluar, setelah merasa aman nanti. Lalu Nona Laura hanya mengangguk pasrah.
Tapi tiba saat Tuan Andreas keluar. Pintu kamar itu langsung diserobot, hingga menciptakan.
Andreas tidak bisa berbuat apa-apa, dan hanya mencoba menghindari serta pergi dari tempat tersebut, yang diikuti oleh Nona Laura.
Mereka pulang yang hampir mendekati Pajar.
Membuatnya gelisah, akan keadaan sang istri.
Andreas langsung keluar dari mobilnya dengan cepat menuju kedalam kamarnya.
Serta meninggalkan Nona Laura sendiri, yang masih berada didalam mobilnya.
Nona Laura sedikit kesal, tapi hatinya bersorak senang. Karena telah berhasil dengan rencananya tadi.
Dan kini, ia pun dengan segerah membuka pintu mobilnya sendiri, lalu segerah masuk kedalam kamarnya, yang ada di Mansion ini.
Andreas yang sudah berada didalam kamarnya. Hanya bisa tertegun melihat wajah sang istri yang sudah tertidur lelap.
Tau masalah ini akan membesar. Entah apa yang akan dirasakan sang istri nanti. Ia hanya bisa segerah ikut berbaring di samping sang istri dan ikut tidur sambil memeluknya.
Hingga pagi menjelang. Lusiana yang sebenarnya sudah tau kepulangan sang suami saat mendekati Pajar tadi, dan ia hanya berpura-pura tidur.
Dan kini ia menatap wajah sang suami dengan pemikirannya sendiri.
Hingga ia memutuskan untuk segerah berdiri dan hendak mandi. Tapi pelukan itu semakin dipererat oleh sang suami, dan berkata sambil masih memejamkan matanya.
Ia berucap, "Aku tidak ingin kekantor saat ini. Jadi tolong temani Aku sebentar untuk tidur dan selalu berada disampingku.
Lusiana mengambil napas berat, berpikir akankah ia bisa melewati ini semua bersamanya.
Dan kini Andreas pun semakin menenggelamkan wajahnya dibalik punggung sang istri, sambil terus memeluknya erat.
Berita pagi ini sangat menggemparkan, hingga membuat para saingan serta musuh dan Nona Laura tersenyum mengembang.
Walau saat ini, ia hanya sarapan pagi sendiri, dan tampa ditemani oleh Tuan Andreas.
Ia tak perduli, karena merasa misinya sedikit lagi akan segerah berhasil.
Dan kini ia mulai menelpon seseorang disebrang sana, dan mulai berkata-kata manis hingga berujung akan sebuah janji bertemu.
Lalu setelahnya, dengan cepat pula Nona Laura menyantap sarapannya. Dan buru-buru kini, menuju kekantornya terlebih dahulu.
Sesampai Nona Laura didepan kantornya. Sudah banyak sekali wartawan berkumpul, untuk kembali menggali berita mereka.
Ia berusaha terlihat seperti wanita yang tertindas, dan mulai mengambil napas, serta keluar dari mobilnya dengan menundukkan wajah dan menutupi wajahnya.
Ia berusaha menghindar, tapi saat ini ia ditahan wartawan, hingga diminta konfirmasi sebentar, dan dijawab oleh Nona Laura, "No comen.
Saya harus bekerja dan jangan ganggu saya. Ini masalah pribadi, jadi please, Nona Laura, dengan wajah sedih berkata dan memohon, seakan ia benar-benar telah dilecehkan.
Lalu ia buru-buru masuk ke dalam kantornya, dengan senyum sinis. Dan segerah masuk kedalam Ruangannya.
Sesampai di ruangannya. Dia pun mendapat telpon dari Atasannya. Yang mengatakan, ia harus segerah mengkonfirmasi secepatnya berita ini.
Atau itu akan mendapat dampak yang buruk bagi perusahaan mereka.
Dan Nona Laura pun berjanji, Akan secepatnya meluruskan masalah ini, hingga menambah naik rating, perusahaan mereka.
Atasannya pun percaya, dan mulai menyerahkan semua tanggung jawab kepada Nona Laura.
Hingga kini, berita telah menyebar. Wartawan pun mulai mencari tau dengan berjaga didepan gedung perusahaan Tuan Andreas.
Dan tiba siang ini, Nona Laura yang akan menemui seseorang, sesuai dengan janjinya ditelpon pagi tadi.
Yang kini ia sedang dalam perjalanan menuju ketempat tersebut, serta mengabarinya agar segerah bersiap.