
Mereka mulai memantau pergerakan Tuan Carlos.
Mereka juga melakukan secara sembunyi-sembunyi. Karena takut ketahuan, dan Tuan Carlos bertambah menutup keberadaan Lusiana.
Hingga sampai kemana pun Tuan Carlos pergi, mereka memantau dan memata-matai.
Sampai kini ia hendak pulang ke sebuah penthouse.
Sebuah penthouse megah dan sangat dijaga ketat, hingga tertutup rapat.
Sangat susah di jangkau, serta mencari informasi didalam sana.
Andreas memutuskan untuk mengutus mata-mata. Agar bisa memasuki tempat tersebut, dan mencari tau, apa saja yang berada didalam.
Tapi, tidak sembarang yang bisa masuk kedalam.
Mereka akan melewati banyaknya seleksi terlebih dahulu.
Barulah setelah lulus, mereka bisa memasuki tempat tersebut.
Dan ternyata, mata-mata yang pertama di kirim ini, tidak bisa memasuki tempat tersebut.
Karena bagi mereka, ada satu syarat yang tidak bisa membuatnya masuk.
Andreas mengeram kesal. Sedikit saja, mata-mata busa masuk dan mencari tau.
Maka dengan segerah mengetahui isi didalam tempat tersebut.
Dan mengetahui keberadaan sang istri. Dan bila benar sang istri berada ditempat tersebut.
Maka dengan perincian lagi, mereka akan segerah menjemput sang istri dan memberi peringatan ke pada Tuan Carlos.
Tapi kini, nyatanya memata-matai yang dikirim nya itu gagal.
Andreas tidak patah semangat. Kembali ia mengirim seseorang kembali.
Menyesuaikan dengan kriteria, yang di tes seperti yang pertama.
Dan akhirnya mereka berhasil.
Andreas sudah sangat senang. Tapi sayang nya, mata-mata tersebut, hanya di tugaskan diluar.
Tapi bagi Andreas, itu sudah termasuk lebih baik, dari pada tidak sama sekali.
Karena, biar ditugaskan di luar, mereka masih bisa mengorek informasi dari pekerja yang ada disana.
Dengan hati-hati dan tampa curiga, mereka mulai menjalankan tugasnya masing-masing.
Dan kini, sang mata-mata mulai beraksi. Serta mulai mengerjakan tugasnya, layaknya pekerja disana.
Mereka bekerja dengan giat, afar mendapat simpati, serta tidak meninggalkan kecurigaan.
Dan setelah membuat mereka semua percaya, mereka mulai sedikit-demi sedikit, mulai mengorek, bertanya sesuatu, yang tampa membuat mereka curiga.
Dan kini mereka, sedikit-demi sedikit telah mendapatkan informasi.
Tinggal memperjelas saja. Dan bila sudah jelas. Mereka akan segerah beraksi.
Hingga seorang pelayan mengatakan, kalau saat ini ia merasa simpati kepada sang wanita yang ditahan Tuannya saat ini.
Karena seperti tertekan, pada hal, ia sedang mengandung. Tapi tidak diperbolehkan keluar, dari kamarnya sedikit pun.
Lalu sang pegawai tersebut penasaran, serta mulai bertanya dengan perlahan dan hati-hati.
Memang kenapa sampai seperti itu. Dan sang pelayan tersebut berkata, sambil melirik ke kiri dan ke kanan.
Dan mulai berbisik di telinga sang pegawai. Betapa terkejutnya.
Ciri-ciri yang disebut semua sama dengan sang Nyonya istri dari Tuannya.
Dan kini, tinggal mereka memastikan benar atau tidaknya saja.
Tapi Andreas tetap bersiap dengan segala strateginya.
Karena tidak sabar akan segerah bertemu dengan sang istri.
Hingga terdengar keriuhan di Penthouse tersebut.
Dan ternyata sang pelayan telah mendapati sang Nyonya sedang kesakitan di perutnya.
Ia terus menghubungi sang Tuan untuk melapor.
Tapi sampai saat ini. Telpon mereka belum juga tersambung dengan sang Tuan.
Karena Tuan Carlos yang saat ini sedang meeting, hingga ia tidak dapat diganggu.
Dan jabar ini tersampai ketelinga sang mata-mata.
Dengan segerah pula, sang mata-mata melaporkan. Dan seperti ada kontak pisik.
Hingga ia memutuskan, untuk segerah menyerbu tempat tersebut.
Dan di saat kini, mereka sedang menyerbu Penthouse nya Tuan Carlos.
Tuan Carlos kini, baru menyelesaikan Meeting nya.
Hingga ia yang baru mendapat kabar pun bergegas pulang.
Tapi dengan pergerakan cepat, mereka telah memblok Penthouse nya Tuan Carlos.
Hingga mereka dapat menerobos, beberapa pertahanan, ditempat tersebut.
Dan kini akhirnya mereka benar menemukan Lusiana.
Tapi kini, keadaan nya sedang tidak baik-baik saja, karena kontraksi yang sudah lama, dan ketuban yang sudah merembes sedari tadi.
Membuat Lusiana sangat khawatir terhadap bayinya.
Sampai Andreas datang dan segerah menggendongnya, dengan cara bridal style, dan kini mereka sedang menuju ke rumah sakit terdekat.
Tuan Carlos yang baru tiba, dan melihat penampakan ini.
Ia sungguh sangat marah. Karena terasa, usahanya selama ini, seakan sia-sia.
Ia pun mulai mengamuk dan membanting semua benda yang ada disekitarnya.
Marah dan mulai melampiaskan nya. Sampai ia mulai menghajar semua para anak buahnya yang berjaga saat itu.
Karena merasa sangat tidak becus, dalam bekerja.
Dan kini ia kesal hingga, mulai memasuki Ruang kerjanya, dan mulai menelpon seseorang.
Tapi disisi lain, Kini Lusiana sedang berjuang keras untuk melahirkan kedua buah hatinya.
Hingga Dokter berkata, harus melakukan tindakan yang lebih lanjut dan segerah panggil keluarganya.
Dan setelah sang dokter bertemu Andreas yang mengaku sebagai sang suami.
Sang Dokter berkata, "Kalau mereka saat ini, harus melakukan operasi.
Serta kemungkinan, ajan ada pendarahan. Dan dari itu, mereka harus menyiapkan, beberapa kantong darah.
Yang membuat Andreas berpikir. Keselamatan istrinya adalah yang paling penting.
Dan akan segerah mencari darah itu.
Dan Dokter pun, segerah pergi. Bergegas untuk bersiap melakukan operasi.
Sampai di saat yang tegang. Datanglah kedua orang Tua Lusiana. Dan bertanya, "Bagaimana keadaan putrinya saat ini.
Dengan tertunduk lemas dan rasa khawatir. Andreas pun berkata, "kalau sang istri sedang melakukan tindakan operasi, dan saat ini, mereka sedang mencari darah untuk sang istri.
Dan dengan cepat pula, Ayah Lusiana berkata
Ambil saja darah ku. Karena menurut hasil tes kemarin, darah ku cocok dengan putri ku.
Baik Ayah, Segerah ikut Aku menuju ruangan left.
Dan kini mereka semua masih terlihat tegang. Karena hingga saat ini.
Belum ada tanda-tanda Lusiana tang sudah melahirkan.
Ruangan operasi juga, seperti masih dalam melakukan tindakan.
Sampai membuat Andreas sangat cemas, dan mondar-mandir didepan pintu kamar operasi tersebut.
Begitu pun sang ibu, walau terlihat tenang. Tapi mulut tak berhenti berdoa, dengan dikuatkan hati sang suami, yang terus berada disampingnya.
Sampai salah satu perawat keluar, dan berkata meminta satu lagi perawat untuk membantu.
Mereka sangat khawatir, apa yang terjadi terhadap putrinya saat ini.
Dan situasi, kembali menjadi tegang. Serta Andreas semakin gelisah sampai ia selalu menengok ke pintu ruangan operasi tersebut.
Berharap, ada yang keluar dan segerah memberi kabar baik.
Tapi lama di tunggu, pintu itu belum juga di buka. San ingin rasanya saat ini Andreas menerobos masuk ke ruangan tersebut.
Melihat secara langsung, apa yang terjadi. Tapi ia mencoba bersabar, sampai tak lama, terdengar lah suara tangisan.
Yang membuatnya kini, ia mulai bernapas lega.
Tapi saat ada yang keluar. perawat tersebut terlihat panik.
Membuat Andreas takut, hingga mulai bertanya.
Apa yang terjadi pada istri ku suster ?