
bismillahirrahmanirrahim...
mohon dukungannya,,
PEREMPUAN TANGGUH
Mengisahkan, seorang perempuan yang terlahir dari keluarga berada (kaya) dan bahagia,, apapun yang ia inginkan akan terpenuhi, ia juga memiliki banyak teman dan kekasih yang sangat ia sayangi dan cintai,
Namun, semua berubah ketika ayahnya tertipu oleh kepercayaannya sendiri, membuat perusahaan keluarganya bangkrut.
Ia harus kehilangan segalanya, impian, fasilitas, bahkan teman - teman dan kekasihnya, membuat ia sadar mereka hanya melihat materi dari dirinya,
di tambah lagi, ibu tercinta mulai sakit - sakitan dan akhirnya meninggal dunia, yang membuat ia semakin terpukul dan kesepian,
untuk memperbaiki keadaan, ayahnya pun harus bekerja keras dari nol dan terpaksa menitipkan ia pada bibinya, lalu pergi jauh untuk bekerja,
Tak mau menjadi beban bibi, akhirnya ia bangkit dari keterpurukan, ia memutuskan untuk mandiri, dengan tinggal sendiri, dan mulai bekerja, demi menggapai cita - cita yang tertunda.
Kini ia bukan gadis yang dulu,
Ia tidak mempercayai siapapun yang membuatnya tidak memiliki teman dekat, dan juga tidak percaya akan cinta.
*****
Berita tv
"Bapak pernando Direktur dari perusahaan H ternama dan terbesar di indonesia hampir tertipu oleh mafia - mafia, namun justru beliau telah membongkar beberapa kejahatan - kejahatan dan beberapa usaha ilegal para mafia tersebut, namun direktur mengaku merasa di teror dan butuh perlindungan, mungkin karena para mafia itu tidak terima direktur telah membongkar rahasia dan kejahatannya, bahkan bukan hanya direktur yang membutuhkan perlindungan, tetapi,, juga semua keluarganya, apalagi si tampan selaku pewaris utamanya, dan ini dia pewaris utama,,,,,"
Belum sempat berita itu memperlihatkan wawancara dari pewaris tampan tersebut, Irena sudah mematikan televisinya.
"Membosankan,semua memberitakan tentang itu," gerutu nya sembari melempar remot tv dan beranjak mengenakan jaket lalu pergi keluar untuk membeli sesuatu sembari menghilangkan rasa suntuk di rumah.
Karena sudah beberapa minggu ini Irena beristirahat, setelah tugasnya selesai dan menunggu tugas baru.
Irena berjalan santai, di gang sempit sendirian menuju super market terdekat, dengan mengenakan daster abu di bawah lutut, dan jaket berwarna biru dengan rambut di ikat sedikit berantakkan juga mengenakan kacamata.
,'brak,,,,'
"aw,," Irena hampir terjatuh karena ada yang tidak sengaja menabraknya.
"Hey,kau ini...." teriak Irena marah kepada laki - laki yang menabraknya (badannya tinggi/ memiliki tubuh ideal, mengenakan masker dan topi hitam).
Belum sempat Irena marah habis, serentak laki - laki itu menyeret irena ke tepi di balik tembok (bersembunyi) seraya menutup mulut Irena dengan tangan besarnya hingga membuat Irena terkejut.
"diamlah" ucap laki - laki itu dengan pelan sembari membuka maskernya "wahhhhh, tampan sekali laki - laki ini" ucapnya dalam hati merasa kagum.
"Pergi kemana dia?"
Ucap dua laki - laki memakai pakaian serba hitam yang mencari pemuda tampan itu.
ketika mereka melewati (Irena dan si tampan) Irena pun tersadar dari lamunannya dan langsung menepis / mendorong pemuda tampan itu,
"Heh kau, kenapa mereka mengejarmu?,atau, jangan - jangan kamu ini, *******, mafia, buronan atau, pencuri" ujar Irena tanpa memberi kesempatan untuk pemuda itu bicara.
"Pencuriiiii,,,,," teriak Irena tanpa pikir panjang membuat dua lelaki tadi menoleh kebelakang arah Irena.
"Ya,,, ini, disini pencuri yang kalian cari,," teriak Irena kepada dua lelaki itu sembari menunjuk pemuda tampan itu,
Sontak kedua lelaki itu berlari menghampiri mereka.
"Apa, (terkejut) pencuri, kau bilang aku ini pencuri,, setampan ini..??" kata pemuda itu (tidak prcaya atas apa yang perempuan itu katakan) sambil menunjuk dirinya sendiri.
"kau pikir ketampananmu bisa menipuku, heh," tegas Irena menatap penuh ancaman.
kedua laki-laki itupun langsung menahan pemuda tampan itu
"Terimakasih nona,," ucap para lelaki itu dengan sopan sembari menundukan kepala.
"heyy, tidak usah berlebihan seperti itu, itukan sudah kewajibanku, dan pencuri ini harus di hukum" tegas Irena menunjuk Pria tampan itu,
"Maaf nona, tapiii,," kata salah satunya,
"aduh ini sudah sangat larut, aku pergi dulu ya, (menatap licik pemuda tampan itu penuh kepuasan) bye" potong Irena melihat jam sudah menunjukan pukul 09:13, dan lekas pergi ke supermarket tujuannya,.
"Wanita sialan, apa dia tidak tahu gue ini siapa," gumam pemuda tampan dalam hati sambil menatap irena penuh benci.
"Eisss tatapannya sungguh menakutkan, hahh dia pikir aku akan tertipu dengan ketampanan nya itu, yaa pencuri sekarang memang bergaya, eh kenapa tadi aku gak beri pelajaran dulu ya, biar dia gak ngeremehin perempuan,, huh dasar,," gerutu Irena di sepanjang jalan.
*****
PAGI HARINYA
Kring,, kring,, kring
Suara panggilan telepon membangunkan Irena, ia segera meraih ponsel yang di letakan di atas nakas di sebelah sisi ranjangnya
(BOS) "mm,, ya halo.." gumamnya masih dalam keadaan mengantuk dan mata yang masih dalam keadaan terpejam,
"apa tidurmu semalam nyenyak,,,??" tanya bosnya
" mmm,, bos, Begitulah" jawabnya pelan masih dalam keadaan mengantuk,
"ok, kalau begitu sudah cukup istirahatnya, sekarang kamu ada tugas baru." ujar bosnya lagi,
"Okhhh baiklah" singkatnya.
"tapi kali ini tugasmu sedikit berbahaya"
"yaaa segeralah kemari,!" perintah bosnya sembari menutup telepon,
dengan semangat Irena bangun dan lekas mandi lalu bersiap siap untuk pergi ke kantor,
Irena adalah gadis yang manis, penyayang, Ceria (namun tampak dingin dengan orang yang tidak/baru ia kenal) dan memiliki tubuh yang lumayan berisi, sexy, sedikit tinggi (sekitar 169 cm) pokoknya termasuk ideal, namun siapa sangka pekerjaannya adalah menjadi seorang bodyguard.
Sampailah irena di
"AGEN BODYGUARD AMBITION"
"Halo selamat pagi semuanya" sapa Irena kepada staff di sana
"pagi irena" balas semua staff dengan serentak.
"Wahhh Irena apa kabar,? Sudah lama ya tidak bertemu.." tanya Edo sembari mengulurkan tangan,
Irena pun tersenyum dan menyambut tangan Edo,
"Kabar baik.."
"kelihatannya kamu sangat bersemangat,," ucap Rani
"ya tentu saja Ran, hari ini aku akan terbebas dengan kesuntukanku yang tidak ada kerjaan," jawab Irena bahagia,
"Okhhh jadi kamu yang akan di tugaskan menjadi bodyguard pewaris tampan itu (memikirkan wajahnya yang tampan) kamu beruntung sekali," ujar Rani lagi,
"Entahlah, tapi kata bos tugasku sedikit berbahaya, itu tambah membuatku semangat,"
"Kok malah semangat sih..?" Tanya Edo heran,
"huh,,, itu sedikit menantang dan tidak membosankan, karena sebulumnya, aku di tugaskan ngejaga nenek - nenek yang menurutku gak ada yang mau menyakitinya, coba kalian bayangin, hampir setiap hari aku bergaul dengan orang tua, olahraga, lari pagi, reuni, semua dengan orang tua, bahkan aku harus menjadi pendengar baik curhatan mereka waktu muda dulu, aku tuh udah bukan kaya bodyguard lagi, tapi lebih tepatnya menjadi suster lansia" Irena menjelaskan bagaimana membosankan pekerjaannya
"hah (kaget dan merasa lucu),, hahahaha" di sambut dengan tawa semua yang ada di sana
"Kalian lihat saja,,, bahkan sekarang aku nampak tua,,"
Merekapun memperhatikan gadis dengan celana panjang, cotton hitam dan t'shirt panjang lusuh, rambut terikat di bawah kurang rapih tak lupa kacamatanya.
Krek, suara pintu terbuka
"selamat pagi" sapa bos mereka yang baru datang,
"pagi juga Bos" jawab semua sambil menundukan kepala mereka memberi hormat
"eh Irena, kamu lebih awal datang ya,?" tanya Bos menghampiri
"tentu saja Bos, akukan sudah kangen sama Bos.." goda Irena bercanda
"he,kamu ini, ok lah cepat masuk" perintah Bosnya sembari masuk keruangan di ikuti Irena.
"Tok,,, tok,,, tok,,,"
"masuk" teriak Bos mempersilahkan, masuklah dua laki-laki Tegar dan Rama.
"Ok, semua sudah ada, jadi Bos ingin kalian bertiga kerjasama dengan baik,"
"Siap Bos,,," serentak mereka bersemangat
"Tapi kalian harus sabar menghadapi tuan muda itu, mungkin dia belum terbiasa di kawal oleh bodyguard, jadi dia merasa risih,," ujar Bos memberi tahu agar mereka lebih bersabar.
"Baik Bos,,"
"Baiklah,, kalian boleh pulang, dan siap2 lah untuk besok,," perintah Bos
"Baiklah,,""
Mereka pun segera pergi
"Tunggu Irena,," Irena pun menghentikan langkahnya.
"Sudah cukup lama kita tak bertemu, penampilanmu banyak berubah yaaa,,"
Kata bosnya sambil melihat-lihat penampilan Irena,,
"Yaa bos ini membuatku malu saja, inikan karena bos menugaskanku menjaga orang tua,, makannya aku terbawa suasana,,"
"Ahahaha,,"
Mereka berdua pun tertawa lepas.
"Baiklah,, kali ini kamu akan menjaga seorang pemuda tampan, jadi, bersemangatlah dan menjadi cantik,," kata bos mengedipkan mata,
"Apa iya tampan,,,?" Tanya Irena,,
"pewaris utama dari perusahaan besar KENAN PERNANDO,, kamu pasti tahukan," jelas bosnya,,
"aku gak tahu orangnya kaya gimna," ucap Irena terus terang,
"Masa gak tahu, akhir-akhir ini selalu ada di berita," ujar bosnya tak percaya...
"Entahlah besok juga tahu,,"mengangkat kedua bahu,
"baiklah bos, aku pergi dulu ya,!" sambungnya lagi, lalu segera keluar.