Perempuan Tangguh

Perempuan Tangguh
Mencari sekutu dan masalah baru Nona Laura


Tuan Carlos sangat marah saat ini. Ia dengan geram, dan terus menahan amarahnya kini.


Terpikir, walau bagai manapun, selama hampir dua bulan, ia sudah menemaninya.


Tapi...karena merasa tertipu, ia merasa kesal dan ingin terus menghukum wanita tersebut.


Pada hal, ia selalu melampiaskan nafsunya itu, hanya kepadanya. Walau ia sering juga menyiksanya.


Karena tidak ada wanita lain yang dapat bersamanya, selain wanita masa lalunya dan nona Laura.


Tapi ia juga merasa kesal karena ditipu, yang berarti saat pertama bersamanya itu. Nona Laura sudah dalam keadaan hamil. Kenapa ia tidak mengatakan dari awal, dan kenapa ia bisa berada ditempat itu.


Banyak pikiran kini berputar, di otaknya. Tapi mengingat tentang kejayaan Tuan Andreas kini yang semakin pesat dalam pekerjaannya. Membuatnya semakin menggila.


Dari kabar yang orang suruhannya laporkan, kalau Tuan Andreas menjadi seperti ini, karena ia kehilangan wanita kesayangannya.


Dan masalah itu juga melibatkan wanita lain, serta Tuan Ricardo. Yang kini hilang tampa jejak, tak ada lagi kabarnya.


Dan ini juga membuat Tuan Carlos menjadi penasaran dan semakin ingin menyelidikinya.


Ia ingin menyakiti Tuan Andreas, dan mengambil wanita kesayangannya itu menjadi miliknya.


Tapi masalahnya. Wanita itu, terkunci dari semua berita. Dan identitasnya, sangat sulit diketahui.


Maka dari itu, ia selalu mengikuti perkembangan berita terbaru, dan juga penasaran, serta mencari tau siapa wanita yang lainnya itu, serta akan mencari berita dati wanita itu, bila ia dapat mendekatinya. Dan juga bekerja sama untuk mendapatkan wanita kesayangan Tuan Andreas serta membuatnya hancur, seperti yang ia rasakan saat ini.


Ia dengan segerah, terus memerintahkan orang suruhan nya, untuk terus menyelidiki masalah ini.


Hingga kini, sang asisten memberitakan surat kabar, yang berisi saat Nona Laura memberitakan dirinya akan bertunangan dengan Tuan Andreas.


Tuan Carlos melihat dengan jelas wajah wanita itu. Dan betapa terkejutnya dia, saat mekihat dengan jelas, disitu terpampang wajah Nona Laura yang saat itu, sedang merangkul lengan Tuan Andreas.


Ia mengeram kesal, merasa terus di permainkan dan berpikir, anak siapa yang saat ini sedang dikandung Nona Laura.


Dan kenapa ia menyembunyikannya dari ku. Serta apa yang ia lakukan, sampai ia bekerja di Clap saat itu.


Ini masih menjadi teka-teki bagi Tuan Carlos. Dan sebelum menemukan Nona Laura.


Ia belum bisa mengorek semua informasi ini. Serta betapa bodohnya ia saat itu.


Kenapa tidak sedari awal ia tau, dan bisa bekerja sama dalam menghancurkan Tuan Andreas.


Tapi kini, Nona Laura sudah kabur, akibat dirinya sendiri.


Dan kini ia harus segerah menemukannnya, dan menanyakan ini semua.


Maka dari itu, setelah memerintah sang asisten, untuk segerah menemukan Nona Laura.


Ia juga terus membuka internet, untuk mengikuti berita selama ini, yang terlewat ia ikuti, dalam perkembangan Tuan Andreas.


Dan kini, dia juga mendapat kan ada nama wanita yang sebelumnya juga akan menjadi Tunangan Tuan Andreas.


Tapi entah mengapa, saat itu Tuan Andreas membatalkannya. Apakah saat itu juga Tuan Andreas sudah ada wanita kesayangannya itu.


Tapi kenapa saat itu, ia ingin bertunangan. Semua terus menjadi teka-teki, dan mencari tau juga identitas wanita ini.


Yang menampil kan, ia berasal dari Negara sebelah, serta bernama Nona Diana.


Dan kini ia telah melahirkan seorang putri disebuah Rumah sakit di pinggiran kota ini.


Yang juga sangat tertutup. Karena velum diketahui siapa Ayah dari bayinya, hingga saat ini dan juga menyebabkan ia mengungsi ke Negara ini, karena usaha Ayahnya di Negara asal telah mengalami kebangkrutan.


Ditambah, Tuan Andreas telah menghentikan kerjasamanya, dan juga penarikan semua dana yang ia pernah berikan.


Hingga membuat Tuan Carlos berpikir. Mungkinkah, aku harus membawa juga wanita ini. Agar dapat memberikan informasi lain, serta menjadi sekutunya, untuk melawan Tuan Andreas.


Mencoba perlahan pulang ketempat kontrakan kumuh, yang pernah ia tinggali, saat ia bermasalah dengan Tuan Andreas kemarin.


Tapi apa yang ia dapat. Setelah menempuh perjalanan jauh. Dan kini ia mendapati, kontrakan tersebut telah ditempati oleh orang lain.


Betapa kesalnya Nona Laura, hingga ia mencoba menelpon sang pemilik. Dan dia mengatakan, kalau tempat tersebut, sudah lama ditinggal, dan mereka sangat sayang, bila tempat tersebut kosong lama.


Ditambah tempat tersebut juga telah di bayar di muka oleh pemilik baru.


Sehingga membuat Nona Laura geram, karena merasa ia masih memiliki waktu beberapa bukan lagi untuk tinggal di tempat tersebut.


Tapi sang pemilik berkata, salah siapa kau meninggalkannya begitu lama.


Dan bila kau minta uang sisanya, silahkan saja kau datang kemari. Akan segerah ku potong uang bayaran mu itu.


Tapi Tuan...!


Aku saat ini sedang butuh tempat ! Bukan potongan uangku. Bagaimana aku bisa mendapatkan tempat untuk sementara, dalam waktu sesingkat ini.


Itu bukan urusanku, dan cepatlah kau datang kemari, intuk mengambil uang mu itu.


Baik ! Aku akan segera kesana untuk meminta kompensasi dari mu.


Tak lama Nona laura pun sampai, dan diperlihatkan wajah sang pemilik, yang menatapnya dari atas hingga kebawah, serta menyiratkan pandangan yang tidak wajar.


Nona Laura berkata, "Mana uang ku ! Cepatlah.


Ah ...Nona....


Bukankah kau tadi bilang sedang membutuhkan tempat sementara ini.


Maka aku ada solusinya, dengan pandangan mesum ia mulai berkata.


Apa ! Tanya Nona Laura dengan membentak dan kesal, tampa menyadari niat buruk dari sang pemilik.


Cepat masuk, Aku akan menjelaskan nya di dalam.


Tapi baru selangkah, Nona Laura masuk. Ia sudah ditarik dan dikunci pintunya. Serta kuncinya langsung dimasukan kedalam sakunya.


Tuan....! Dengan cemas Nona Laura berkata. Aoa yang mau kau lakukan ini.


Ah...itu...! Aku cuma mau bersenang-senang dengan mu malam ini.


Dan kebetulan sekali. Istriku sedang ke luar kota malam ini.


Maka bila kau bisa menyenangkan ku malam ini. Bukan cuma kau bisa menginap di rumah ku malam ini. Tapi juga besok Aku akan memberikan mu tempat gratis untuk tinggal. Dengan syarat, bila aku datang kau harus bisa terus menyenangkan ku.


Apa maksud mu ! Cepat buka pintunya.


Lebih baik aku tidur di jalan malam ini. Dari pada Aku melayani kau yang sudah bau tanah itu dan lihat postur tubuhmu yang gempal itu.


Aku tidak sudih, Maka cepat buka pintunya, atau Aku teriak saat ini.


Hahahaha....teriak saja sesuka mu. Karna percuma kau lakukan itu.


Ditempat ini, semua penghuninya, tidak respon sama tetangga.


Maka...Ayo cantik ! Cepat layani aku, dengan cabulnya ia mulai meraba tubuh Nona Laura dan Nina Laura mulai melawan dengan terus memberontak hingga kini menginjak kakinya, serta menendang senjata andalan nya itu, sampai membuatnya meringis kesakitan.


Dan disaat Nona Laura ingin merogoh saku celananya, untuk mengambil kuncinya.


Rambut Nona Lusiana Langsung di jambak, sehingga membuatnya meringis dan jatuh menyentuh lantai, meninggal kan senyum licik dan di wajah sang pemilik.