Perempuan Tangguh

Perempuan Tangguh
BAB 19


Tegar dan rama sudah menunggu irena di depan apartemennya irena, tak lama, irena pun datang dengan wajah bahagia, jauh berbeda dengan semalam,


"Selamat pagi," sapa irena lalu masuk mobil duduk di belakang,


"Wahhh sepertinya teman kita ini sangat bahagia,," ujar rama


"Yaa, padahal semalam saya melihat mata yang merah dan bengkak, bahkan sekarang pun bengkaknya masih nampak," ledek tegar sembari melihatnya ke belakang,


"Iss kalian ini, bukannya bahagia melihat temannya bahagia,," kata irena menyipitkan mata sedikit kesal,


"Ahh tentu saja kita bahagia, tapi kau tahu kita sempat khawatir kalau kamu hari ini ke hilangan semangat," ujar tegar


"Yaaa, syukurlah kita lega, kalau perkiraan kita salah," sambung rama,


"Ahhh, apa aku terlihat bahagia ya,? Menurutku biasa saja," tanya irena merasa biasa saja


"Jelas - jelas berbeda dengan biasanya, hari ini kau sangat ceria dan bahagia, dari jauh pun aku lihat kau sudah senyum - senyum."


"Mm begitu jelaskah,, apa karena ulah tuan kenan semalam aku seperti ini,, ahhh apa aku mulai jatuh cinta lagi, tidak, tidak," gerutunya dalam hati.


Sesampainya di rumah tuan kenan, irena merasa Degdegan dan tak tahu harus bagaimana,


Tak lama kenan pun keluar, dengan penampilan yang sangat keren, kenan memakai Kemeja flanel yang dibalut dengan kaos putih polos. Celana jeans hitam sedikit sobek di bagian lutut, dan tak lupa sneakers.


Membuatnya terlihat lebih muda.


Seperti biasa, irena menaiki mobil bersama kenan, jantung irena tiba - tiba bedetak kencang, Namun ia berusaha agar tidak terlihat gugup,


"Ma, maaf, kita mau pergi kemana,,?" Tanya irena sembari menghidupkan mesinnya,


"Mmmm, irena mmm untuk kali ini (merasa ragu) pleace,,, aku mohon dengan sangat, sebenarnya hari ini aku dan teman - temanku mau nonton konser rock,, pleace jangan bilang sama ayahku," kata kenan dengan wajah memelas.


Namun irena ingat perkataan adiknya, bahwa ayahnya akan sangat marah jika kenan menonton konser rock, bahkan adiknya sendiri pun terdengar khawatir ketika mengetahui kakaknya menonton konser itu.


Irena berpikir sejenak, sementara kenan masih dengan wajah memelas menunggu jawaban, dan berharap bodyguardnya itu bisa memahaminya.


"Enggak," berubahlah raut wajah kenan menjadi cemberut karena kecewa, ketika irena memberi jawaban,


"Maaf Tuan, saya sudah berbohong satu kali kepada tuan pernando, dan jika saya berbohong lagi dan lagi, nanti nasib kita akan sama dengan bodyguard tuan sebelumnya," sambung irena.


Kenan hanya terdiam penuh kekecewaan, irena pun nampak iba melihatnya,


"Huh,, memangnya kenapa tuan pernando sangat tidak menyukai anda pergi menonton konser rock.?" Tanya irena


"Heh, kenapa bicaramu jadi formal begitu," ujar kenan tambah kesal mendengarnya,


"Aisttt, kau ini,baiklah, kenapa,,?" Tanya irena lagi.


"Huh, aku sangat menyukai musik rock, dulu waktu SMA aku punya group band rock, dan cita - citaku memang menjadi pemusik terkenal, setelah aku lulus SMA, ayah sangat menentang ke inginanku itu"


"Ahhh kenapa begitu,,?" Tanya irena merasa iba.


"Yaaa, seperti yang kamu tahu, aku adalah pewaris utama perusahaan ayah, Jadi Dia hanya ingin aku fokus pada pendidikan yang ayah inginkan, karena aku sangat menyukai musik, aku pun di ijinkan untuk sekedar bermain musik biasa, tapi aku justru mengecewakannya, karena aku lebih fokus bermusik, daripada belajar apa yang ayah inginkan." Sambung kenan menjelaskan


"Okhh begitu,,"


"Yaaa dia sangat benci jika aku terlibat dengan hal yang berbau rock, jangankan nonton konsernya, mendengarkan musiknya saja tak boleh," tuturnya lagi


"Tunggu dulu sebentar ya," kata irena sembari keluar dari mobil,


Lalu menghampiri mobil tegar dan rama,


"Ren lo kok keluar,?" Tanya rama kepada irena yang berdiri di pinggir dekat kemudi mobil di sebelah rama, tegar keluar menghampiri irena, sementara rama tetap di dalam mobil


"Ada apa sih ren,?" Tanya tegar heran


"Heh aku mau coba bujuk tuan pernando agar memberi ijin kenan nonton konser rock,, kira - kira di ijinin gak ya,," tanya irena balik


"Mmm mending lo coba dulu deh,"


"Huh, baiklah,,"segera irena pun menghubungi tuannya,


"Ya halo,,ada apa?"


"Mmm begini tuan,, sebenarnya aku mau minta tolong, tuan gak suka tuan kenan nonton konser rock kan,?!" Tanya irena sedikit gugup


"Ahhh ya konser rock, jangan biarkan dia menonton konser itu, aku sudah lupa, tapi kamu tahu saya gak suka."


"Ahh enggak, apa kau di suruh kenan, untuk melakukan hal bodoh macam ini,?"


"Ahh enggak tuan, bahkan aku menghindar darinya untuk menelpon tuan, tuan bukankah dia sudah melakukan sesuai ke inginan tuan, jika dia tidak bisa menjadi pemusik, setidaknya biarkan dia menjadi penikmat musik, itu sudah cukup membuatnya bahagia kok,"


"Apa yang membuatmu berani memohon kepadaku, jika tidak di suruh kenan."


"Ahhh tuan tadi tuan kenan bercerita kepadaku tentang itu, dia sangat bersedih karena untuk menontonnya saja dia tidak bisa, tapi dia bilang tidak mau berbohong lagi pada tuan ." Ujar irena berusaha meyakinkan tuannya,,


" Hmm baiklah, karena kamu sudah terpercaya, huh untuk kali ini saya mengijinkannya," ujar pak prenando luluh, kemudian menutup telponnya.


Di sisi lain kenan menunggu irena yang entah sedang berdiskusi apa dengan temannya itu,


Trt,trt,trt


panggilan masuk dari dimas


"Gimana lho bisa ke sinikan,?" Tanya dimas kemudian


"Huh,, sepertinya gue salah mengira,!" Jawab kenan dengan wajah yang nampak lesu


"Jadi maksudnya lho gak bisa kemari ya, yaa sayang banget dong padahal lho sudah beli dua tiket, jadi mubajir," kata dimas


"Yaa gimana lagi,, sudahlah selamat bersenang - senang" kata kenan sedih lalu menutup telponnya.


"Isss sedang apa mereka,? lama banget," ujar kenan melihat mereka lewat sepion,


Irena pun terlihat berjalan ke arah mobil sport kenan dengan senyuman lebarnya,


"Kenapa dia senyum - senyum,?"


Irena masuk lalu memakai sabuk pengaman, dan menghidupkan mesinnya,


"Huhh, di mana konsernya, mmm apa di tempat waktu itu,?" Tanya irena membuat kenan merasa bingung,


"E,, ya," jawab kena singkat merasa bingung, irena pun langsung tancap gas di ikuti kedua rekannya di belakang.


***


Sampai di tujuan


"Apa ini berarti, aku boleh menonton konsernya,?" Tanya kenan pelan, seakan tak percaya,


"Ya, untuk kali ini," jawab irena


"Wahhh benarkah, ahhh aku percaya kalau kamu pasti membantuku," kata kenan bahagia,


"Ahh berterimakasihlah pada pak pernando,!" Ucap irena membuat senyum lebar kenan terhenti,


"Hah, maksudnya apa ayah tahu,,?" Tanyanya heran


"Tentu saja, aku mesti dapat persetujuan dari tuan pernando,!"


"Hah dan ayah menyetujuinya,?" Tanya kenan seolah tak mempercayainya,


"Sudahlah, yang pentingkan kamu bisa nonton konsernya,," ujar irena


"Ahh ya, tapi aku hanya bisa beli 2 tiket saja, so kamu temani aku, biar mereka cari minum atau nakan di sekitar sini," kata kenan lalu turun dari mobilnya,


Kenan dan irena pun segera masuk,


Kenan mencari teman - temannya yang sudah masuk terlebih dahulu,


"Ahhh itu mereka,,!" Ujar kenan seraya menghampiri, kenan menggenggam dan menarik tangan irena untuk mengikutinya,


"Hi bro,!"


"Hah kenan, lho bilang gak bisa kesini," kata temannya, kenan hanya tersenyum dan menikmati musik kesukaannya itu,


Irena pun dengan segera mengambil hpnya dan merekam momen indah itu, lalu mengirim vidionya ke tuan pernando,


Trt,trt,trt


pesan vidio dari irena, tuan pernando membukanya, vidio itu memperlihatkan putranya yang sangat bahagia menikmati musik kesukaannya itu, tuan pernando hanya tersenyum kecil.