
Dengan geram Nona Diana terus berpikir. Ingin saat ini, ia menghubungi Tuan Diego.
Tapi menurut kesepakatan. Ia tidak boleh menghubunginya terlebih dahulu.
Lalu ia mencoba menghubungi Tuan Carlos dan langsung diangkat.
Ada apa ?
Begini Tuan ! Bisakah saya minta tolong kembali.
Hem....!
Tapi kau tau kan, kalau semua itu tidak gratis.
Saya tau Tuan. Dan Saya akan kembali menuruti perintah mu sekali lagi.
Bagus. Dan sepertinya, usaha mu yang kemarin, sudah mendapatkan hasil.
Karena yang ku tau. Kau sudah pindah dari tempat yang kusiapkan kemarin.
Dengan canggung Nona Diana berucap, "Benar Tuan !
Jadi ...
Apakah kau masih menginginkan hal yang sama seperti kemarin ?
Tidak Tuan. Kali ini berbeda dan Aku ingin anda membantu saya, untuk segerah menyingkirkan seseorang yang pernah mengganggu hidup saya. Dan saat ini sudah mulai meneror saya Tuan.
Hemmm....! Gampang.
Berikan saja identitasnya. Dan besok kau akan langsung mendapatkan kabarnya.
Baik Tuan !
Segerah, akan saya kirim kan. Lalu Nona Diana dengan segerah mengirim kan fotonya serta kebiasaan dan alamat lamanya, karena ia tidak tau alamat barunya saat ini.
Serta di balas oleh Tuan Carlos dengan jawaban, "oke.
Dan langsung segerah memerintah kan, kepada sang asisten, agar segerah menghabisi seseorang yang telah ia kirim kan gambar dan biodatanya ini. Yang ia dapatkan dari Nona Diana tadi.
Hingga dengan cepat di jawab sang asisten dengan siap Tuan, dan bergegas melaksanakannya.
Lalu kini Nona Diana mencoba beristirahat didalam villa yang baru didapat oleh Tuan Carlos itu.
Hingga, di saat ia yang sedang bersantai, serta memanjakan dirinya dengan berbaring sejenak, dan menghilangkan sejenak rasa lelahnya selama ini.
Tak lama, terdengarlah suara bell, pintu rumahnya pun berbunyi.
Ting..tong...
Maka dengan kesal pula, Nona Diana yang memang belum mempunyai asisten rumah tangga.
Ia pun, buru-buru berdiri serta dengan segerah membukakan pintunya.
Dan betapa terkejutnya Nona Diana, kalau yang datang saat ini adalah Tuan...!
Ada apa Tuan tiba-tiba datang kemari.
Dan kenapa Anda, tidak terlebih dahulu menelpon ku, karena Aku akan segerah menghampirimu dengan segerah Tuan.
Tidak masalah !
Karena Aku yang suka kejutan dan Aku tau semua kegiatanmu itu sayang.
Dengan wajah yang tegas serta menakutkan, kini ia mulai duduk dan menarik Tubuh Nona Diana kedalam pangkuannya, hingga ia mulai menarik rambutnya dan mulai menjilat lehernya.
Nona Diana hanya bisa Diam, dan menahan rasa sakit dan bercampur geli itu.
Yah...Tuan Diego yang saat ini sedang emosi. Karena baru saja bertengkar dengan sang istri, yang kini mendukung saingan klien.
Hingga membuatnya merugi dan marah, dan kini berakhir di villa Diana. Serta mulai ingin melampiaskan kepadanya.
Nona Diana sedikit terkejut, Tapi iavtidak bisa menolaknya.
Karena kini, dengan tampa kata. Pakaian nya kini telah disobek, serta ia mulai membaringkan Nona Diana di lantai hingga kini, Tuan Diego telah melepas candingan nya, serta mulai mencambuknya, untuk melampiaskan rasa amarahnya itu.
Hanya kini selimut tebal yang membungkus tubuhnya.
Nona Diana mencoba bangun. Dan karena ia yang habis disiksa hingga digauli, membuat seluruh tubuhnya sakit, hingga tak dapat bergerak.
Tuan Diego kini telah keluar dari dalam kamar mandi dan hendak bersiap untuk segerah pulang.
Ia memperingat kan Nona Diana, agar selalu patuh padanya seperti ini. Dan mulai melempar selembar cek kepadanya.
Lalu bergegas pulang, meninggalkan Nona Diana sendiri didalam kamarnya.
Dan saat ini ia yang sedang bosan serta mulai membuka televisi, serta tak sengaja melihat berita.
Kalau saat ini, mereka baru menemukan, sepasang mayat. Yang seperti kecelakaan, akibat mabuk pulang semalam.
Serta menyebabkan mereka menabrak pembatas jalan, hingga keluar jalur, dan sedikit jatuh ke jurang, hingga menabrak pohon.
Maka...dengan di temukan identitas laki-laki yang bernama Juando laxi yang berusia 32, serta perempuan bernama Alia Abigail yang berusia 26 tahun. Hingga menyebabkannya meninggal ditempat.
Dan ini membuat Nona Diana sungguh terkejut.
Bukan kecelakaan saja yang membuatnya terkejut, tapi juga nama lelaki itu, sambil menutup mulutnya, tak percaya.
Ia pun mulai mengambil hp, serta mengeceknya ulang, untuk segerah memastikan.
Serta ia mulai melihat, dan memang benar adanya berita tersebut.
Kini Nona Diana berpikir akan cepat sekali pekerjaan dari Tuan Carlos itu.
Ia juga merasa lega, karena pria bren**ek itu telah tiada, dan berani-beraninya ia kembali datang, serta mengusik kembali kehidupannya ini.
Nona Diana sungguh senang, hingga ia ingin sekali berpesta saat ini.
Tapi mengingat seluruh tubuhnya yang saat ini masih sakit.
Ia harus menahannya, serta bersiap pergi ke dokter, untuk mengobati tubuhnya saat ini.
Karena ia harus, dengan segerah menyembuhkan luka ini, atau ia susah untuk menjalankan kembali perintah dari Tuan Carlos.
Yang mana ia sudah menepati janjinya.
Dan disisi lain. Kini Nona Laura sudah kehabisan uang serta kandungan nya juga sudah mulai membesar.
Dan karena itulah, ia sangat sulit mendapat pekerjaan, serta ditambah ia yang memang saat ini masih menjadi orang yang dalam pencarian polisi dengan kasus yang kemarin itu.
Yang hingga kini. Polisi belum juga menemukannya. Bahkan Tuan Carlos pun begitu.
Ia terpaksa tinggal di daerah kumuh ini, serta makan dengan cara meminta-minta.
Layaknya wanita jalanan, dengan pakaian kotor dan compang camping. Yang sangat jauh berbeda dari ia yang dulu.
Yang mana wanita karir, dengan jabatan Direktur, dan kini. Siapa yang akan mengenalinya.
Ia sendiri pun,miris dengan dirinya sendiri. Tak percaya, tapi ini nyata.
Dan kini ia harus bertahan, atau ia akan tertangkap dari kejaran polisi atau orang yang sedang mencarinya saat ini.
Dengan lemas pula, ia mulai mengais sampah dan mendapatkan plastik agar dapat di tukar dengan makanan.
Dan tak sering juga, ia harus berkelahi, karena mengambil lahan orang untuk berebut sampah tersebut.
Ini semua, karena ia merasa lapar. Hingga ia yang sedang membawa sampah dan ingin menyebrang jalan.
Ia yang tidak melihat lagi. Yang mungkin dikarenakan ia yang sedang terburu-buru.
Hingga menyebab kan ia menyebrang dengan tampa melihat lagi.
Dan kini ia pun hampir tertabrak sebuah mobil. Dan menyebabkan ia terjatuh karena shock.
Tapi saat ia yang hendak bangkit serta sang sopir yang menabraknya, hendak melihat keadaan serta memarahinya, karena menyebrang yang sembarangan dan tak melihat lagi.
Mereka berdua pun, sama-sama terkejut, hingga menyebab kan sang sopir berkata, "Tuan....! Bukankah itu Nona Laura, sambil menunjuk ke arahnya.
Dan begitu pun Nona Laura, yang kini telah menyadari, hingga membuatnya kabur dan meninggalkan tempat tersebut.