Perempuan Tangguh

Perempuan Tangguh
BAB 28


"Wahhh tampan sekali, siapa pria tampan itu? kok aku baru lihat sih," Gumam seorang wanita memuji pria tampan yang berdiri di depan kampus,


"Mungkin dia siswa baru," pendapat wanita lainnya,


Semua wanita yang berlalu lalang di sana menatap terpesona akan ke tampanan pria yang berdiri sedang melihat - lihat sekeliling kampus barunya itu,


"Hi kak, apa kakak siswa baru di sini?" Tanya Renata yang memberanikan diri mendekat dan bertanya pada pria tampan itu.


"Mm ya," jawabnya singkat,


"Apa boleh aku temani kakak lihat - lihat sekeliling kampus ini?" Tanyanya penuh harap,


Laki - laki itu mengalihkan pandangannya ke sebelah kanan, ia melihat dari kejauhan ketiga bodyguard Kenan membungkuk kepada tuannya, lalu Kenan pergi menghampiri temannya dan segera masuk.


Pria tampan itu tersenyum kecil


"Maaf saya ada urusan," Ucap pria itu tanpa ekspresi bahkan tidak menatap Renata sedikitpun, ia lansung pergi berlari kecil menghampiri ketiga bodyguard itu, lebih tepatnya menghampiri Irena.


"Iss pria tampan itu dingin sekali, bahkan dia tidak menatapku sama sekali dan pergi begitu saja," umpat Renata kesal dengan terus menatap pria itu pergi.


"Ya ampun dia tampan sekali sih!" Ujar febi terpukau,


"Iya dia bahkan tidak kalah tampannya dengan Kenan." Sambung Sela setuju,


Di sisi lain Irena yang hendak membuka pintu mobil


"Hi my Angel,!" Sapa pria berpakaian rapih mengenakan kaos polos putih di balut jaket hitam di padukan dengan celana jeans,


Rambut pendek tipis di bagian bawah, membuat wajahnya terlihat lebih fress dan tampan membuat Irena pangling, ia Gara yang dulu saat pertama kali Irena lihat berpenampilan seperti berandalan dengan rambut gondrong acak - acakan.


Hah kenapa dia terlihat berbeda dan lebih tam, (tidak ingin melanjutkan ucapannya) ah apa yang ku pikirkan sih, gumamnya dalam hati berdiri mematung menatap ke arah pria yang menyapanya,


"Hey kenapa my Angel menatapku seperti itu?, mm apa aku terlihat sangat tampan dengan penampilan baru ku ini?" Selidik Gara percaya diri.


"Ya ampun (nada malas) kamu kuliah di sini?" Tanya Irena kemudian


"Ya, aku baru masuk hari ini!" Jawab Gara tersenyum,


"Mm baiklah, lebih baik kau cepat masuk dan aku pergi dulu," ujar Irena membukakan pintu mobilnya,


"Baiklah, bye my Angel,"


Irena masuk mobil dan Gara segera masuk kampus mencari kelasnya dengan semangat.


***


Setelah mengikuti kelas pertama, di jam istirahat Gara pergi ke kantin, ia bersama adit teman barunya di kelas yang sama tadi,


Hampir semua mata yang ada di kantin itu memandang ke arah Gara dan Adit yang baru datang,


"Ya ampun, Gue baru lihat cowok tampan itu," ujar Relin yang memang suka melihat pria tampan,


"Sepertinya dia siswa baru deh, memang benar - benar tampan." Kata Rita terpesona.


Bahkan Alexa pun wanita yang selama ini hanya memandang Kenan seorang, terlihat memandangi dan terpesona akan ketampanan Gara.


"Alexa, Alexa," panggil Dira menggoyang lengan alexa,


"Hah ya," jawabnya sedikit terkejut,


"Wahhh gak biasanya kamu memandangi pria lain selain Kenan," Goda Dira sahabatnya,


"Heh Lun lebih baik kamu undang pria tampan itu, masih adakan undangannya," pinta Dira memberi kode dengan mengangkat kedua alisnya dan menunjuk Alexa dengan matanya, yang kebetulan mereka bersama sedang membahas pesta ulang tahun Luna,


"Yaa baiklah," Mengerti seraya mengambil undangan dan berdiri menghampiri Gara si pria tampan,


"Hay, apa kamu siswa baru, (sembari duduk di kursi berhadapan dengan Gara) kenalkan namaku Luna," tersenyum manis menyodorkan tangan untuk bersalaman, sejenak Gara hanya menatapnya sinis, lalu membalas uluran tangannya.


"Gara," jawabnya singkat dengan ekspresi malas,


"Yahh sudah di embat aja sama Luna," kata Rita putus harapan, sementara teman - temannya terkekeh mendengar itu,


"Tapi sepertinya tu cowok gak tertarik sama luna deh," ujur Relin berpendapat, Menarik juga tuh cowok batinnya.


"Masa sih, Lunakan cantik."


Kenan dan teman - temannya yang baru datang menatap ke arah Luna dan Gara yang sedang berpegangan tangan bersalaman, terlihat ekspresi Rendi yang tidak suka dengan pemandangan itu.


"Karena kamu tampan, ini datanglah ke pesta ulang tahunku," sambil menyodorkan undangan.


"Heh Lun kamu gak undang aku?" Protes Adit kesal merasa tidak adil.


"Mm karena kamu temannya, datanglah bersamanya," ujar Luna tak mau ambil pusing lalu berdiri dan pergi,


" jangan lupa datang ya," mengedipkan mata kirinya sedikit genit, Gara hanya menatapnya geli tanpa ekspresi.


"Wah kita harus datang nih, pasti pestanya keren," ujar Adit penuh semangat,


"Nih, kamu aja yang datang, aku gak tertarik," menyodorkan undangannya,


"Yahh gak asyik Lho, Luna kan ngundang Lho masa Gua yang datang, Lho ikut ya pleace," menempelkan kedua tangannya memohon.


"Huh, lihatlah nanti," ujarnya tak mau mendengar Adit merengek memohon.


***


Luna kembali menghampiri teman - temannya lagi, di sana sudah ada Kenan dan keempat temannya,


"Huh, cowok itu terlihat dingin, untung saja ganteng." Gerutu Luna sembari duduk dengan wajah kesal karena merasa di cuekkin oleh Gara.


"Tapi gimana? dia pasti datang kan,?" Tanya Dira penuh harap.


"Mm ku pikir dia tidak tertarik, tapi entahlah," ujar Luna malas memainkan sedotan dan menyeruput minumannya itu.


Rendi yang mendengar dan memperhatikan Luna yang baru datang tampak sangat kesal, karena membicarakan siswa baru itu bahkan Luna mengundang ke pesta ulang tahunnya, di tambah lagi saat mereka sampai ke kantin Rendi melihat Luna dan Gara yang saling berpegangan tangan (bersalaman).


Sementara Dimas menatap Dira tajam karena terlihat berharap pria itu datang,


"Jangan salah paham sayang," ucap Dira lembut berharap Dimas tidak salah paham.


"Okh ya, siapa namanya?" Bisik Reni sahabat Luna penasaran dengan nama si ganteng.


"Gara," Jawab Luna singkat agak keras.


"Ohh Gara."


Alexa yang tidak sengaja mendengar percakapan mereka hanya diam seakan tak mendengar, lalu meminum jus di hadapannya, sesekali mencuri pandangan ke arah Gara si tampan yang telah mencuri hatinya dari Kenan, ya walaupun ia masih mencintai Kenan yang tak pernah membalasnya.


Huh pokoknya Gue harus nyatuin Alexa dengan pria tampan itu, yaa Gara, lho harus jatuh cinta sama Alexa, batin Dira sangat senang karena sahabatnya Alexa akhirnya telah jatuh cinta pada pria lain, Dia sadar Alexa yang dari tadi curi pandang ke arah Gara, dia tahu betul bagaimana sahabatnya itu,


Dira terkadang merasa sedih karena Alexa yang terus mengharapkan Kenan yang tak pernah membalas cintanya, sampai ia tidak pernah membukakan hatinya untuk pria lain, sampai akhirnya ia lega karena hari ini temannya itu terlihat menyukai Gara, maka dari itu ia memberi kode pada Luna agar mengundang Gara dan sangat berharap Gara hadir, untuk memulai rencana pendekatan mereka.