Perempuan Tangguh

Perempuan Tangguh
BAB 15


Merekapun sepakat dan mulai mengatur waktu,, mereka memilih melaksanakan pertandingan basket antara rendi lawan anggi di lapangan basket kampus, dan setelah mereka habis kelas.


"Hey bro, gue mau pinjam dulu lapangannya, ahhh gue semangat sekali hari ini,, sudah lama gak tanding basket,," kata rendi kepada gilang dan tim basketnya yang mau latihan,,


"Hah, memangnya lo mau tanding sama siapa,,?" Tanya damar,


"Sama perempuan yang kalian bilang lumayan jago basket,," kata rendi yang memang tau dari gilang dan damar bahwa anggi bisa basket..


"Ahhh maksud lo anggi,,?" Tanya gilang,,


"Mmm yaa, namanya anggi,,"


"Sekarang ya,,?" Tanya gilang lagi


"Ya,, tentu,, tapi dia masih ada kelas,,, wahh gue gak sabar,," kata rendi sambil melihat jam di tangannya,,


"Ahhh apa kalian taruhan,,?" Tanya gilang penasaran,,


"Yaa tentu saja,," jawab rendi


"Wahhh sepertinya kita juga harus taruhan nih,," kata damar mengajak tim basketnya untuk bertaruh dengannya, "gue bertaruh untuk lo bro,," sambung damar lagi sembari menepuk punggung rendi tanda memilih rendi,, kebanyakan dari mereka bertaruh untuk rendi


"Mmm gue,, pilih anggi,," kata gilang tersenyum,, lalu pergi mencari/ menghampiri relin kekasihnya di taman,,


Relinpun terlihat sedang duduk sendiri di taman, menunggu temannya yang lain habis kelas, gilangpun menghampiri dan duduk di sebelahnya


"Sayang,, katanya rendi sama anggi mau tanding basket ya,,?" Tanya gilang


"Mmm,, ya sayang si rendi sialan itu nantangin anggi,," jawab relin, "ahhh rendi dan temennya yang lain, dulunya juga tim basket di kampus ini,, bahkan mereka turut membantu melatih kita,," kata gilang menjelaskan, karena khawatir anggi kalah,,


"Ahhh yang benar,, kenapa mereka berhenti,,?" Tanya relin penasaran sekaligus takut rendi benar - benar jago,,. "yaa sekarang mereka sedikit sibuk dengan kerjaan dan bisnis,, mereka letih jika harus main basket," ujar rendi menjelaskan lagi


" Tapi, gimana dengan anggi, apa dia jago basket,,? waktu kita main, yahh lumayan sih,, tapi rendi dulu lebih jago,," tanya gilang khawatir


"Mmm entahlah,, tapi aku yakin dia menang ko,," kata relin sedikit lemas,, tak lama ketiga temannyapun datang menghampiri


"Ahhh, itu mereka,," kata gilang menunjuk ke arah teman relin


"Ahhh, yuk kita segera ke lapangan," ajak relin,


Merekapun bergegas pergi ke lapangan basket,, dimana rendi dan yang lain sudah menunggu,,


Pertandinganpun di mulai


Rendi mengalah dengan memberikan bola basket kepada anggi,


anggipun mulai memantulkan bola basketnya, sedangkan rendi menatap tajam ke arah anggi lalu tersenyum sinis, anggipun menggiring bola dengan cepat melewati rendi, lalu melompat ke arah ring lawan dan mendapat 1 poin,, rendi hanya tersenyum, dan mulai serius,


kali ini rendi berhasil merampas bola dari anggi dan langsung melempar ke arah ring lawan dari jarak cukup jauh, membuat senyuman rendi semakin lebar,, sementara anggi hanya berekspresi datar,, semua yang menonton di sanapun berteriak menyemangati pilihannya masing - masing,


Pertandinganpun makin seru, mereka beristirahat dulu sejenak, rendi lebih unggul 7 poin dari anggi,, mereka minum dan duduk sekejap, lalu bertanding lagi


"Lumayan juga permainan lo,,!" Kata rendi memuji, sambil memantulkan bolanya, anggi fokus pada bola dan berusaha merebutnya,,


Dan berakhir


"Yeee,, horeeee anggi menang," teriak teman - temannya ke girangan,, ya anggi memenangkan permainannya,, dan tentu saja rendi harus memenuhi janjinya dengan tidak memanggil mereka cewe penggoda dan juga menjadi supir pribadi selama satu bulan,


Rendipun sangat kesal dan malu atas kekalahannya, namun ia tak mau menunjukannya dan terpaksa tersenyum lalu memberi selamat kepada anggi,,


"Selamat, lo menang,,!" Kata rendi menjulurkan tangannya,


"Ahhh,," anggipun menyambut tangannya,


"Ternyata lo jago juga,," kata rendi memuji,, anggipun tersenyum


"Mmm nanti, bisakah kau mengantarkan kita pulang,, yaaa biar besok pagi kamu menjemput tahu rumah kita,," kata anggi lalu pergi, namun anggi berputar balik menghampirinya lagi


"Okhh iya,, aku ada sesuatu buat kamu,,,," kata anggi sembari mengeluarkan photo dari saku celananya,,"ini,," dan menyodorkannya, rendipun mengambil, lalu anggi tersenyum dan pergi,, rendipun membaliknya, dan sungguh rendi terkejut, ternyata photo itu berisi photo anggi memakai kaos basket dengan piala NO 1, dan berphoto bersama para pemain basket hebat indonesia, yakni


Daniel wenas, Galank gunawan, Juan laurent, Abraham damar Dan Andakara prastawa..


Yaaa ternyata anggi memang sangat jago main basket dari dulu, dan selalu mengikuti pertandingan besar, juga selalu menjadi juara, tapi karena ia perempuan, ayahnya tidak setuju jika anak perempuannya harus menjadi atlet basket, yang akhirnya anggipun harus berhenti dengan hobinya itu.


"Yahhh ren, lo kalah,, tapi tadi kalian keren banget,," kata rendra


"Berarti lo juga harus hantar jemput mereka dong,," sambung aldi,, namun rendi tak menggubris mereka, ia hanya duduk dan meneguk minumannya,,


"Apa yang lo pegang itu,," Tanya dimas sembari menunjuk kertas yang di pegang rendi


"Ahhh ini,," Jawab rendi lalu memberikannya, dimaspun membuka photo yang sudah tergulung itu,,


"Hah,," Mereka yang melihatnya terkejut karena tak menyangka dari photonya saja sudah pasti, anggi perempuan yang mengalahkan rendi itu memang hebat dalam main bola basket.


"Hah, gue harus terima kenyataan untuk menjadi supir pribadi mereka,," ujar rendi mengambil photo itu, lalu pergi untuk menghantarkan keempat wanita itu.


"Wahh rendi sudah kemari tuh,,!" Kata relin, merekapun bersiap untuk segera pulang di hantar rendi.


"Lin,, kamu balik sama aku saja,!" Ujar gilang memegang tangan relin, "ahh baiklah,,"kata relin tersenyum,


"Kalian balik duluan ya,," teriak relin pada teman - temannya,,


"Ahhh baiklah,, kita duluan bye," balas temannya lalu pergi menuju mobil rendi,,


Anggi duduk di depan bersebelahan dengan rendi, rita dan gina duduk di belakang, anggipun memberi arah/ menjadi petunjuk rendi ke rumah mereka,,


"Sampaiii"


Lalu merekapun turun dari mobil, sebelum anggi menutup pintu mobil "besok jangan lupa ya,,bye," kata anggi memperingati lalu menutup pintu mobilnya,,


"Ahhh baiklah nona,," jawab rendi lalu segera melajukan mobilnya.


"Wahhh, mulai sekarang selama satu bulan, kita gak perlu takut ketinggalan bus,," ujar rita bahagia,


"Yaa tentu saja,," sambung anggi tersenyum.