
Saat ini di Mansion Andreas. Telah datang dua orang pengawal yang sedang menotok pintu kamarnya Lusiana.
Lusiana dengan segerah membukakan pintunya, serta dengan segerah bertanya.
Ada apa ?
Sang pengawal tersebut berkata, kalau mereka saat ini sedang di perintahkan oleh Tuan Andreas dan dengan segerah untuk membawa Nona mengikuti mereka ke tempat tujuan yang ditentukan.
Lusiana menatap curiga, berpikir kalau selama ini Tuan Andreas tidak perna memperbolehkannya untuk keluar dari Mansion ini, dan di tambah satu lagi.
Seingat Lusiana. Setiap pengawal atau pun pelayan selalu memanggilnya dengan sebutan Nyonya.
Dan ini mereka memangilnya dengan sebutan Nona.
Tapi ia mencoba menepis, hingga menuruti perintah, dan mulai mengikuti mereka.
Begitu pula dikantor nya Tuan Andreas. Yang kini sedang di adakan nya sebuah konferensi pers.
Nona laura, yang sedari tadi sudah dipersilahkan, untuk terlebih dahulu memulai mengklarifikasi.
Ia pun saat ini telah mulai berkata dengan raut yang dibuat sedih. Agar bisa membuat para wartawan terenyuh dengan dirinya yang sebagai korban. Hingga mendapatkan simpati, dan menulis tentangnya. Yang dapat menaikan nama baiknya serta karirnya nanti.
Nona Laura, sambil menundukkan kepalanya. Ia pun mulai berucap, "kalau dirinya selalu berada di samping Tuan Andreas hingga terjadi kecelakaan kemarin, dan ia jugalah yang selalu mendampinginya, sampai disaat Tuan Andreas yang merasa terpuruk, hingga terjadi tragedi kemarin.
Yang mana, ia yang sebagai korban saat itu. Hanya bisa pasrah. Karna merasa ia yang juga sudah menjadi tunangan Tuan Andreas, hingga ia rela menyerahkan dirinya, dan terjadilah kejadian kemarin itu.
Tapi kini ! "Tuan Andreas telah berjanji akan segerah bertanggung jawab dan mengklarifikasi kepada kalian semua.
Yang mana kalian ketahui saat itu, setelah paginya kejadian itu. Foto saat saya dan Tuan Andreas saat berada didalam kamar tersebut telah tersebar, walau wajah kita diblur, tapi itu memang poto asli.
Dan saat ini...."Nona laura kembali menangis histeris sambil terus berucap, "Saya selaku korban hanya bisa meluruskan sampai disini, lalu akan diperjelas kembali oleh Tuan Andreas.
Berbeda dengan Tuan Andreas yang masih duduk dengan tenangnya, sambil terus mendengarkan perkataan Nona Laura tadi.
Dan kini tiba, saat dia yang harus mengklarifikasi masalah ini, hingga semua telah menunggu dengan penasaran, apa yang akan disampaikan oleh Tuan Andreas.
Baiklah kini tiba saat saya yang akan berbicara, dan kalian persiapkan diri kalian serta dengar dan lihat dengan jelas.
Hingga sebuah layar besar dibelakang mereka menyala dan memperlihatkan rekaman tentang persengkokolan Nona laura dengan kepala pengawas di Proyek. Hingga uang sogokan dan beralih ke vidio pengambilan poto saat ia di bius, hingga ia diambil fotonya, yang saat sedang bersama Nona Laura didalam kamar ditempat karaoke kemarin. Yang menunjukkan banyak kecurangan mereka.
Hingga membuat mata Nona Laura terbelalak melihatnya, dan bergumam didalam hati, tamatlah riwayatnya sambil menundukkan wajahnya karena malu.
Dan kini ia bergumam didalam hati. Sejak kapan Tuan Andreas mencurigainya dan mulai menyelidikinya.
Dan kenapa ia bisa mengambil semua bukti ini. Dari mana ia mendapatkan nya. Lalu mencoba menghindari dari sorotan wartawan. Yang kini mulai mengubah arah pemeran utama utamakan, didalam topik berita mereka.
Andreas pun, dengan santai berkata lagi. Masih ada yang lebih menarik lagi.
Dan membuat semua menoleh ke arah layar serta melebarkan mata mereka.
Yang mana menampilkan saat ini. Adegan intim Nona laura bersama seorang laki-laki yang di buram kan wajahnya, dan juga tak lepas setelahnya, mereka membuat kesepakatan. Yang didalam vidio itu juga memperlihatkan dengan durasi yang lengkap pula, Hingga membuat Nona Laura menjadi sangat malu, serta mencoba melarikan dirinya dari tempat tersebut.
Wartawan yang tak mau melepaskan buruan besarnya itu.
Mereka dengan cepat mengikuti, hingga mengejarnya.
Tapi Nona laura yang panik, kini hingga ia berinisiatif untuk bersembunyi didalam salah satu gudang, dan menunggu situasi yang aman, barulah ia akan keluar.
Dengan vidio tersebut. Tuan Andreas juga memutuskan untuk, menuntut Nona Laura dalam pencemaran nama baik dan juga sebuah konspirasi, yang dengan semua bukti ini, akan ia serahkan semua ke aparat yang berwajib.
Hingga saat ini, sedang dalam perjalanan menuju tempat yang telah direncanakan nya.
Tuan Ricardo juga telah melihat berita. Yang mengabarkan akan kegagalannya kali ini.
Hingga ia memutuskan, untuk memindahkan tempat penyekapan Lusiana, yang awal kesepakatan mereka, dan kini ketempat yang lebih aman lagi.
Nona Laura kini, tidak pulang kekantornya ataupun ke Mansion Tuan Andreas.
Kini ia berusaha bersembunyi disuatu tempat, yang sangat rahasia.
Karena saat ini, ia sedang di buru oleh paparazi, hingga aparat keamanan.
Yang mana, dengan cepat masalah ini tersebar, dan terdaftar di kantor aparat keamanan.
Nona Laura kini terus menghubungi Tuan Ricardo.
Tetapi, sambungan selalu teralihkan, hingga membuatnya mengeram marah, "dasar ke**rat, Ba****ngan.
Seenaknya ia lepas tangan seperti ini. Setelah apa yang telah aku lakukan selama ini kepadanya. Dan ini balasannya.
Sungguh aku menyesal, telah bekerja sama dengannya.
Kalau tau begini. Tidak mungkin aku rela memberikan kesucian kepadanya.
Aaaakkkkkk.....! "Nona Laura berteriak kuat, melepas amarahnya. Yang mana saat ini, ia sedang berada, di komplek perumahan, dan jauh dari orang-orang yang mengenalnya.
Ia juga selalu waspada saat bertemu seseorang, yang bila hendak keluar dan membeli sesuatu.
Hingga ia mengumpat kesal dan bersumpah, akan membalas mereka semua.
Dan kini Andreas sudah sampai di Mansion nya.
Betapa terkejutnya Andreas saat tau, istrinya tidak berada didalam kamarnya, maupun diseluruh ruangan mansion ini.
Andreas langsung menuju keruang kerjanya yang ada di di Mansion tersebut.
Hingga ia melihat, ada dua pengawal yang mencurigakan. Yang telah membawa istrinya saat itu.
Andreas mengeram marah, hingga mengaktifkan gps yang ada di anting istrinya itu.
Ia mulai mengetahui lokasinya. Tapi kadang sinyal terganggu, yang mungkin karena tempatnya yang jauh, atau mungkin tempatnya yang memang didesain tidak menerima masuk perangkat lain.
Tapi Andreas saat ini, tak patah harapan, sampai ia pun dengan segerah memerintahkan seluruh pengawal serta anak buahnya.
Untuk mendeteksi tempat tersebut, hingga mendatanginya. Agar segerah bisa menyelamatkan sang istri.
Lusiana masih tidak sadar saat ini. Ia terbaring lemah di suatu ruangan yang kedap suara, serta jauh dari segala perangkat data yang masuk.
Disinilah, Tuan Ricardo menyembunyikannya.
Ditempat tersembunyi dan jauh dari keramaian kota, serta sebuah tempat, atau markas yang di namai Rich.
Dan hanya orang-orang yang mempunyai kata sandi inilah. Orang yang bisa masuk ketempat tersebut.
Dan disaat Andreas sedang berusaha melacak keberadaan istrinya.
Maka disini, Tuan Ricardo sedang menatap dengan penuh napsu dan entah apa lagi yang akan dilakukannya pada Lusiana.