Perempuan Tangguh

Perempuan Tangguh
Membalas siasat Tuan Carlos


Nona Diana merasa menyesal menerima permintaan kali ini. Ia merasa tertipu hingga rasanya. Ingin sekali saat ini ia protes kepada Tuan Carlos.


Tapi berbeda dengan Tuan Carlos. Ia merasa sangat puas. Karena saat ini, keinginannnya mulai sedikit-demi sedikit, sudah mulai terpenuhi.


Dan kini, ia sangat senang mengetahui, perkembangan dari proyek yang dijalan kan oleh Tuan Andreas, saat ini telah merosot drastis.


Sampai ada beberapa dari pemegang sahamnya yang mulai berpindah kepada dirinya, saat ini.


Tapi bukan Andreas, kalau ia tidak bisa menstabilkannya.


Andreas yang kini telah melihat perkembangan dari usaha yang dijalankannya ini, mulai merosot.


Pastinya ia sangat terkejut, hingga ia pun buru-buru menjalankan rencana cadangan nya.


Dan kini ia mulai menjalankan aksinya. Dengan memulai sang asisten untuk mengumumkan, bahwa perusahaan, yang sedang di jalankan ini, akan segera melaksanakan pembangunan villa besar-besaran, ditempat yang strategis. Dengan disertai adanya taman, beserta mini market, dan juga dekat dengan perkotaan, yang memudahkan, bagi yang akan pergi ke kantor, agar mudah dan lebih menghemat waktu.


Dan mulai saat ini, ia mengumumkan juga, bagi yang mau dari saat ini mendaftar, serta mengambil satu bangunan. Maka ia bisa memilih model dan mengatur sendiri disain perumahannya tersebut dan bila telah selesai bangunan villa ini juga akan ada potongan harga bagi ia melewati seleksi dari beberapa orang tercepat yang mendaftarkannya.


Dan bagi yang mau berinvestasi, maka bisa mendapat keuntungan bagi rata, karena dana modal awal ini, ia yang akan yang terlebih dahulu mengeluarkannya. Dan masih banyak lagi, hal-hal yang sangat menggiur kan.


Sehingga saat ini. Semua pengusaha yang menginginkan keuntungan besar itu.


Maka mulai saat ini, mereka banyak yang mulai berbondong-bodong mendekati dan beralih ke pada Tuan Andreas.


Andreas terus dengan gencar, mengumumkan, bahkan memasang iklan di mana-mana. Serta ia rela rugi sedikit, dan yang akan di perkirakan. Yang mana modal tersebut, akan kembali berkali-kali lipat, bila semua semua pekerjaan ini telah berjalan, serta jadi nantinya.


Karena Setelah, promosi kemarin, sudah banyak orang, yang mulai memesan serta menanam saham mereka.


Dan kini, tinggallah Tuan Carlos, yang akan kembali berang, karena mulai di kalah kan kembali oleh Tuan Andreas.


Ia yang melihat berita ini di muat. Dan mengeram marah, hingga menghancurkan semua benda yang ada disekitarnya.


Dan memerintahkan sang asisten. Agar dengan segerah mencari tau siapa wanita yang di spesial kan oleh Tuan Andreas itu.


Dan segerah menyelidiki, apakah benar ia sudah mati, dan kalau belum. Cepat temukan dan bawa kesisinya saat ini.


Agar ia dengan mudah akan membalaskan dendamnya kini.


Ia yang marah, mulai menghancurkan semua benda, hingga membuat tangannya saat ini menjadi terluka.


Sehingga sang asisten dengan segerah memanggil sang Dokter. Untuk segerah mengobatinya.


Tapi Tuan Carlos berteriak, tidak perlu.


Aku bisa mengobatinya sendiri. Kau cari saja secepatnya wanita itu dan segerah kabarkan kepada ku saja.


Yang membuat sang asisten, berucap baik Tuan ! Lalu segerah pergi dari tempat tersebut.


Yang meninggal kan kini, Tuan Carlos sendiri, sambil menatap poto Lusiana, yang telah di berikan oleh Nona Diana saat itu.


Serta sedang berpikir dan seperti merencanakan sesuatu.


Disisi lain, Andreas kini, sedang kebanjiran order. Setelah usaha yang disiarkan kemarin telah sukses besar.


Membuat semua investor, kembali yakin kepadanya, serta menyerahkan kembali semua saham yang mereka tarik kemarin.


Yang membuat Andreas sangat puas melihat hasilnya kini.


Dan mulai berpikir untuk tidak sedikit kecolongan kembali seperti kemarin.


*


*


Lusiana saat ini, sedikit ada perasaan yang tidak nyaman. Entah apa, ia sendiri tidak mengerti.


Ingin curhat kepada Dokter Felix, tapi ia tidak berani menghubunginya saat ini.


Yang dikarena kan, Tuan Andreas yang mulai curiga kepadanya. Serta mulai mengawasinya.


Untuk telpon pun, ia harus sembunyi-sembunyi seperti ini, dan harus memakai telpon cadangan dan nomor cadangan.


Mereka terpaksa melakukan ini. Karena juga agar tidak ada orang yang berniat jahat terhadap Lusiana, dan kembali mengincarnya, serta mencelakakan nya kembali.


Termasuk Tuan Andreas. Yang pada saat ini pun. Lusiana pun, masih belum percaya kepadanya.


Maka dari itu. Lusiana seperti bimbang dan galau.


Karena ia sendiri tidak mempunyai teman, selain Dokter Felix.


Hingga dilihat oleh kedua orang Tuanya, dan mencoba mendekatinya, serta mulai bertanya.


Apa yang kamu sedang pikirkan nak ?


Tidak ada Bu !


Jangan bohong ! karena Orang tua mu ini ada kontak batin terhadap putrinya. Maka dari itu, Ayo cerita kepada Ayah dan ibu mu ini.


Emmmm....sambil menggigit ujung jarinya dan sedikit ragu untuk bercerita.


Kenapa ? "Ucap Ayah.


Begini Ayah !


Lusiana hanya merasa, akhir-akhir ini, perasaan Lusiana sedang tidak tenang.


Dan entah apa itu, Lusiana sendiri tidak mengerti. Yang kini ia merasa sedikit lega, karena sudah meluap kan isi hatinya itu.


Tapi kini, kedua orang tuanya menjadi saling pandang, serta berkata ?


Apakah kau ingin keluar, untuk jalan-jalan ?


Karena seingat Ayah, yang saat ibumu mengandung mu saat itu.


Saat itu, ibu mu juga terlihat gelisah, dan saat Ayah yang mulai mengajaknya keluar untuk jalan-jalan.


Ia merasa senang dan melupakan semua masalahnya. Seperti diri mu saat ini nak.


Tapi karena saat itu ibu mu masih seorang publik figur. Membuatnya sangat sulit bergerak, karena selalu menjadi sorotan masyarakat.


Hingga saat itu, Ayah sudah menyamarkan nya. Kami saat itu, masih saja ketahuan, dan berlari mencari tempat yang aman. Hingga kami selamat sampai di Rumah, dan kami berdua pun tertawa, karena seperti berada didalam adegan film sinema saja.


Dan kami pun mengalami hal yang seperti itu, dalam kehidupan nyata.


Dan kini, apakah kau juga mau mengalami hal yang seperti itu.


Tapi kini berbeda saat kondisi ibu mu saat itu. Karna kau adalah istri dari sang CEO yang sedang diatas segalanya, dan mempunyai banyak musuh.


Ayah tidak yakin kita bisa pulang dengan selamat. Tapi bila kau ingin, dan ini demi bayimu, yang sepertinya menginginkan dunia luar sebentar.


Kami rela menemani mu, untuk berjalan keluar sebentar, dengan menyamarkan mu pula, seperti ibu mu saat itu.


Tidak Ayah !


Itu tidak perlu ! Cukup aku ditahan dan dipermainkan perasaan ku selama ini. Dan untuk selanjutnya, Aku takut, Aku akan kembali terlena Ayah.


Karena, biar bagaimana pun. Dia adalah Ayahnya. Seperti saat ini. Aku tidak berbohong. Aku sangat merindukannya Ayah. Sambil menundukkan wajahnya, mencoba menahan tangisnya.


Dan ini membuat Ayah menjadi geram, serta berucap, "Apakah kau saat ini, ingin bertemu dengannya.


Kalau kau ingin, maka bersiaplah sekarang.