
Bagaimana tidak terkejut, setelah sekian bulan, setelah kejadian kemarin.
Baru kali ini mereka bertemu kembali, dan memperlihatkan perut Nona Diana yang sudah menonjol.
Bahkan lebih besar terlihat di banding Lusiana.
Andreas merasa bersyukur, telah melepaskannya di saat yang tepat.
Atau kalau tidak, ia hanya akan dijadikan penutup lubang yang telah terbuka.
Sungguh takdir memang adil. Dan Nona Diana yang merasa diperhatikan pun.
Ia langsung buru-buru keluar serta meninggalkan mereka tampa kata apapun.
Yang juga telah meninggalkan tanda tanya bagi Lusiana. Ia berpikir, mungkinkah itu adalah hasil dari Tuan Andreas suaminya ini.
Dan mungkinkah, ia suatu saat akan juga dibuang oleh Tuan Andreas, seperti Nona Diana tadi.
Wajah tadi yang sudah nampak bersinar, kembali kuncup dan layu. Akibat mood nya yang kembali menurun.
Membuatnya tidak fokus saat diperiksa.
Andreas yang memang sedang bersemangat. kini memperhatikan kelakuan sang istri saat ini pun, menjadi bingung.
Dokter hanya tersenyum dan berkata, "Mungkin karena mood nya yang tidak stabil. Ini biasa di alami oleh setiap wanita hamil.
Maka dari itu. Tuan yang sebagai suaminya harap bersabar dan bisa menstabilkan emosinya.
Karena mood yang buruk juga bisa berdampak pada kondisi kandungannya.
Maka dari itu. Untuk kesehatan si cabang bayi. Kami sebagai Dokter, hanya bisa menyarankan kerja sama pada kalian berdua.
Jika kalian tidak sejalan. Maka bisa jadi untuk sesuatu hal yang buruk, dan akan ada yang mengganggu, serta bisa berdampak pada kandungannnya.
Baik...!
Trimakasih Dokter, lalu menggenggam erat jemari sang istri sambil berucap, "jika kau ada masalah serta unek-unek yang mengganjal, maka lampiaskan saja itu semua kepada ku, dan janganlah kau pendam sendirian, karena kau sekarang sudah ada aku yang akan selalu berada disisi mu.
Lusiana hanya tertegun, masih ragu akan apa yang harus ia lakukan kedepannya.
Mestikah ia harus percaya kepada laki-laki di depannya ini.
Yang mana laki-laki ini yang selalu menyakiti dirinya serta perasaannya.
Ia masih bimbang dan larut dalam lamunannya. Hingga sang suami yang menyadarkannya dengan berkata.
Ada apa sayang ?
Lihatlah gambar bayi kita yang lucu dan sehat. Dokter bilang bayi kita kembar, dan sepertinya juga laki-laki.
Aku sangat senang dan apakah kau juga senang, hingga terharu dan membuatmu jadi seperti ini.
Lusiana yang masih bingung harus menjawab apa.
Ia hanya bisa mengangguk kan kepalanya. Dan memperlihatkan senyuman yang sedikit dipaksakan.
Dan agar terhindar dari pertanyaan lain lagi, dari suaminya itu.
Serta saat ini, Dokter pun memberikan resep, dan beberapa nasehat-nasehat, agar keadaan ibu dan sang bayi tetap sehat selalu hingga waktu melahirkan.
Lusiana kini mulai dibimbing oleh Andreas untuk segerah pulang dan menaiki mobilnya.
Tapi sebelumnya. Ia juga memerintahkan sang supir agar membawa mereka untuk kesebuah restoran yang terkenal dan membawa istrinya untuk makan siang bersama.
Yang mana, ia ingin membuat suasana yang berbeda. Dengan harapan mood istrinya bisa berubah membaik.
Tapi saat baru juga memasuki restoran tersebut.
Nona laura yang melihat pun. Langsung berdiri dan tak lupa berkata entah apa kepada seseorang tersebut.
Hingga kini ia telah berhadapan didepan mereka, dan mencoba menyapa mereka, serta ikut duduk ditempat yang mereka pesan.
Dengan tampa malunya juga. Ia langsung duduk disamping Andreas.
Dan kini ia berkata, "Temannya itu akan segerah pulang, dan ia masih ingin berada disini.
Serta meminta izin, untuk ikut bergabung bersama mereka.
Dan...dengan agresif pula, Nona Laura merangkul dan memesan makanannya lagi, untuk dirinya serta tampa meminta izin kepada Tuan Andreas.
Andreas yang merasa terganggu. Hanya bisa mengeram marah.
Ia lalu melototi Nona Laura. Tapi ia seakan tidak melihat dan tidak perduli. Hingga kini mereka terpaksa makan bertiga.
Dan disaat mereka hendak pulang pun. Nona Laura menohn untuk ikut pulang semobil. Dengan alasan, mobilnya yang masih di bengkel. Dan tujuan mereka juga sama.
Sama-sama yang hendak kembali ke Mansion Tuan Andreas.
Andreas ingin sekali menolaknya. Tapi...Nona Laura dengan senang dan menganggapnya, telah diizinkan.
Ia langsung bergegas duduk di kursi belakang dan membuat Andreas marah, hingga membentaknya dengan berkata.
Pindah kedepan atau kau cari taxi saja.
Akhirnya...dengan enggan, Nona Laura pun keluar dan pindah, menuju ke bangku yang didepan, duduk didekat sang sopir dan dengan wajah yang sedikit kecewa.
Dan setelahnya, Andreas mempersilahkan sang istri, agar segerah naik ke mobilnya, dan diperlakukan dengan sangat ramah serta kehati-hatian. Dengan menahan tangannya di atas mobil agar tidak terpentok ke atap mobil, dan setelahnya segera menutup pintunya serta berpindah ke samping dan segerah pula duduk disamping sang istri.
Nona Laura merasa kesal melihat pemandangan ini.
Ia pun bergumam didalam hati, dengan berkata, "Apa menariknya dari wanita itu.
Bukanya Aku lebih menarik, dan juga berkelas, serta banyak pergaulan. Kenapa Tuan Andreas hingga kini tidak dapat melihat ku dan lebih memilih dia.
Dan juga. Kenapa ia bisa diperlakukan seperti itu. Nona Laura masih belum tau status Lusiana saat ini.
Dan ia juga hanya mengira, kalau Lusiana hanya mainan sementara bagi Tuan Andreas.
Ditambah laporan yang diterimanya waktu itu, yang mengatakan, kalau Tuan Andreas sangat membencinya, hingga selalu menindasnya.
Tapi kini ia juga merasa ragu, karena selama bersama Tuan Andreas.
Nona Laura tidak pernah melihat Tuan Andreas menindasnya. Bahkan selalu berlaku baik terhadapnya.
Dan juga Nona Laura. Masih tidak tau akan kehamilan Lusiana saat ini. Yang disebabkan karena, Lusiana yang selalu memakai baju yang selalu kebesaran. Hingga menutupi kehamilannya tersebut. Ditambah tubuhnya yang memang tidak terlalu besar.
Hanya terlihat, wajahnya saja yang sedikit melebar. Karena memang Lusiana yang saat kehamilannya ini, belum berselera makan. Membuatnya tak nampak seperti wanita yang sedang hamil.
Hingga didalam mobil, karena keberadaan Nona Laura.
Situasi saat di mobil ini, menjadi tidak seperti saat mereka pergi tadi dan hanya terlihat kekakuan.
Karena mereka yang hanya mampu berpersepsi dipikiran mereka masing-masing saja.
Dan tampa terasa mobil mereka pun telah sampai di Mansion nya.
Nona Laura yang turun sendiri. Menatap kesal, saat melihat Tuan Andreas yang memperlakukan sepesial ke pada Lusiana. Serta ia juga dengan lembut membatunya keluar dari mobil, hingga kini mereka tidak memperdulikannya. Dan berlalu begitu saja menuju kekamar mereka.
Dengan hati kesal pula dan wajah yang tak baik, ia pun langsung menghubungi seseorang saat ini.
Dan entah apalagi yang sedang direncanakan oleh Nona Laura saat ini.
Hingga ia, seperti berkata serius dengan seseorang di dalam telpon nya tersebut.