
Nona Diana merasa puas dengan hasil kerjanya saat ini. Sehingga ia melihat dan langsung mendekati serta langsung saja memindahkannya ketempat tidur.
Lalu terus menjalankan aksinya, hingga kini mereka telah membuka seluruh pakaiannya, lalu lanjut menyelimuti tubuh mereka berdua.
Dan kini tinggal menunggu Tuan Ryco terbangun serta tersadarkan diri.
Sampai pagi menjelang. Tuan Ryco pun terbangun dengan memegang kepalanya, yang terasa sangatlah pusing.
Lalu ia melirik kesamping dan melihat kini Nona Diana yang sedang tertidur lelap serta tampa busana sama seperti dirinya, dan yang saat ini hanya ditutupi dengan selimut saja.
Tuan Ryco lama berpikir. Benarkah ia melakukan itu bersama Nona Diana.
Hingga tak lama Nona Diana pun terbangun, serta berkata dengan suara beratnya, mencoba merayu.
Agar membuat Tuan Ryco tidak curiga kepadanya, sambil berkata, ia sangatlah buas sekali dalam permainannya semalam, hingga kini ia sangatlah kelelahan.
Nona Diana juga memperlihatkan banyaknya tanda merah di tubuhnya, yang awal cap itu di tinggal kan oleh Tuan Diego.
Dan membuat mata Tuan Ryco berbinar, mulai percaya dan hendak melakukan lagi kepadanya.
Lalu kini, Nona Diana mencoba berkelit kembali, dengan alasan dirinya saat ini, masih teramat lelah dengan permainannya yang semalam.
Namun bila cuma untuk menciumnya, Ia masih bersedia melakukannya.
Dan untuk selebihnya, sungguh ia berkata, ia sangat kelelahan dan Nona Diana berjanji akan melakukannya di lain waktu mereka bertemu kembali.
Tuan Ryco hanya bisa mendengus kasar, dan dia berkata, baiklah.
Maka tampa kata lagi, ia langsung saja menciumi bibir Nona Diana Hingga oksigen mereka hampir habis, dan meninggalkan jejak bibirnya yang kini mulai tebal, akibat Ulah Tuan Ryco.
Tuan Ryco merasa puas, serta berkata, "Baiklah...!
Beritahu Tuan Carlos dan katakan padanya, kalau tender yang di selatan itu, akan segerah, menjadi miliknya.
Dengan satu syarat lagi, kau harus menemaniku saat di pesta nanti malam.
Terima kasih Tuan Ryco. Up salah sambil menutup mulutnya dengan menunduk. Maksudnya sayang. Kapan pun kau butuh, aku akan bersedia datang melayani mu, dan soal pertemuan selanjutnya, silahkan kau hubungi lagi Tuan Carlos.
Hem....baiklah, Aku akan segerah menghubunginya kembali. Dan kau bersiaplah untuk kembali melayaniku seperti semalam.
Yang mana, Tuan Ryco sepertinya mempunyai rencana lain terhadap Nona Diana, hingga ia mulai tersenyum sinis.
Mereka pun akhirnya sampai bertemu disini, dengan meninggalkan selembar cek yang bernilai sangat fantastis.
Sesampainya di villa yang diberikan oleh Tuan Diego. Ternyata disana sudah menunggu Tuan Diego dengan wajah muramnya.
Dan kini Nona Diana mencoba mendekatinya, sambil merayu, agar tidak membuatnya marah, hingga seperti ini.
Ia mulai melakukan tugasnya. Mencoba merayu, hingga memuaskanya. Yang kini membuat mood Tuan Diego kembali seperti semula, serta mulai mengikatnya diatas ranjang tidur, dengan tampa busana, dan mulai mencambuknya, hingga terdengarlah teriakan yang menyakitkan, yang sangat disukai oleh Tuan Diego, serta membuat nafsunya kembali naik, dan mulai melakukan itu dengan berbagai gaya gila. Karena mereka yang bercinta, tidak seperti pada umumnya.
Hingga Tuan Diego yang merasa puas Kini. Barulah ia menghentikannya dan melempar selembar cek. Dan kini bersiap pergi meninggalkan Nona Diana yang masih lemas dan menahan sakit di seluruh tubuhnya, serta berbaring ditempat tidurnya itu.
Dan karena kelelahan pula, ia pun, kini tertidur.
Dikantornya kini, Tuan Andreas mendapat laporan kalau sepasang orang tua yang bersama istrinya itu, adalah seorang pengusaha di masa itu, dan yang kini namanya mulai tenggelam, dan salah satunya juga termasuk artis besar, yang sangat dikagumi banyak orang, hingga kehidupan nya saat itu menjadi terusik dan tidak tenang.
Yang karena terlalu banyak penggemarnya. Sehingga menyebab kan nya tidak mengetahui, yang mana musuh dan yang mana hanya penggemar nya.
Andreas tak percaya. Ternyata orang Tua Istrinya Itu juga, termasuk orang yang sangat kuat, dan mulai berpikir.
Akankah mereka akan menerimanya, di saat mereka tau, kalau selama ini, ia telah banyak menyakitinya.
Andreas merasa ragu, tapi ia harus berjuang, dan berusaha mendapatkan kembali istrinya dan cinta pertamanya itu.
Ia tidak ingin kembali kehilangan istrinya, dan terlebih lagi, tadi ia melihat, kandungan Lusiana yang mulai membesar dan bahkan tinggal menunggu waktu saja.
Dengan tidak sabar, Tuan Andreas mulai membayangkan, bagai mana rupa anaknya nanti.
Ia sangat berharap bisa berkumpul sedari sekarang. Dan memohon kepada orang Tua istrinya serta meminta restunya.
Tapi sangat sulit untuk menemukan kembali keberadaan sang istri, hingga saat ini.
Dan ia yakin, ini semua pasti ada campur tangan dari orang tuanya itu.
Karena Andreas tau, orang tua kandung Istrinya itu, adalah orang yang sangat berpengaruh serta ia pun dapat menyembunyikan identitasnya, selama beberapa puluh tahun ini.
Hingga kini, mereka baru mulai muncul kembali, dan itu mungkin karena yang berhubungan dengan putri mereka.
Sampai membuat Andreas pusing, dan berpikir sangat keras.
Dan berharap bisa secepatnya mengambil hati mertuanya itu.
Yang kini, tidaklah gampang untuk menemukan atau membuat istri nya kembali terlihat atau keluar dari persembunyiannya itu
Kecuali....!
Ah....iya.....
Andreas sangat senang, karena ia baru saja mendapatkan ide yang menurutnya begitu jitu, untuk membuat istrinya itu muncul dihadapannya saat ini.
Sehingga ia pun bergegas memerintahkan anak buahnya, untuk segerah membius Dokter Felix, hingga mengurungnya dan mengambil hp nya lalu menggunakannya.
Agar ia bisa menghubungi sang istri dan berkata, "kalau saat ini, dokter Felix sahabatnya itu sedang diculik. Dan kini mereka, berpura-pura sedang meminta tebusan kepada Nona Lusiana, yang mana, tertulis disitu sebagai orang terdekatnya.
Dan benar saja, saat kabar itu sampai ketelinga Lusiana.
Lusiana mulai panik, dan takkan membiarkan, Dokter Felix dalam kesusahan.
Yang menurut Lusiana, hanya Dokter Felix lah sahabatnya kini dan dia pun telah banyak membantu Lusiana, hingga kini.
Lusiana berkata dengan panik, kepada si penculik. Kalau saat ini mereka sedang ada dimana, dan dimana pula ia harus menyerahkan uang tebusan nya ini.
Yang juga, saat ini mulai ditenangkan oleh Orang Tuanya, dan berkata, "Agar tidak gegabah dalam mengambil keputusan, serta tidak panik seperti ini.
Tapi Lusiana yang sudah panik, hingga ia tidak bisa berpikir, serta menuruti saja, apa maunya si penculik ini.
Yang kini, Tuan Andreas mulai mengirimkan lokasi yang ditentukan. Hingga kini, Lusiana mencoba datang sendiri. Sesuai perjanjian mereka. Agar bisa bertemu.
Walau sedikit takut. Tapi ia mencoba berani. Hingga sampai di tujuan, dan Lusiana berteriak, tapi dari belakang, ada seseorang yang membekapnya, hingga Lusiana pingsan dan tak sadarkan diri.
Dan kini ia terbangun dengan sangat terkejut dan berkata, "Ini tidak mungkin !