Perempuan Tangguh

Perempuan Tangguh
Kemarahan Tuan Carlos


Dokter Felix meringis sambil memegang pipinya, yang kini mulai terasa panas, karena sehabis terkena pukulan dari sahabat nya ini.


Tak sampai di situ saja. Tuan Andreas juga mulai memukul dan menendang-nendang perutnya Dokter Felix. Untuk melampiaskan semua rasa kekesalannnya saat ini.


Dokter Felix yang mengerti, dialah yang salah saat ini. Hingga ia tidak berani untuk melawan serta membalasnya.


Andreas mengeram dan berteriak. Kenapa tak kau beritahukan kepadaku kalau kau selama ini sudah mengetahuinya, dengan geram ia berkata.


Heh..."apa kau sangsi ia akan mau menemuimu ! Dengan sinis dan meremehkan, Dokter Felix berkata, serta bertambah membuat Andreas semakin geram dan marah.


Dengan menarik kerahnya pula, Andreas kini mencengkram erat serta mendekatkan wajahnya, sambil berucap, "Itu semua bukan urusan mu, dan ini menyangkut keluarga ku.


Dan kenapa kau yang sahabatku sendiri telah berkhianat.


Aku tidak berkhianat Andreas ! Sambil menepis tangan yang mencengkram kerah bajunya tadi.


Ini juga ku lakukan atas permintaan istrimu itu. Karena ia sangat takin, karna ia sangat yakin.


Kemarin itu, hanya mempermainkan perasaannya saja, dan asal kau tau, yang menyembunyikannya juga bukan Aku, tapi kedua orang tua yang bersamanya tadi.


Siapa mereka dan apa hak mereka.


Sambil mengibas, dan memperbaiki pakaiannya yang kusut, Dokter Felix pun berkata, mereka adalah orang tua Lusiana istrimu, dan ingin berlalu meninggal kan Andreas kini yang termenung.


Tidak mungkin, bukankah ia tidak mempunyai orang tua, lalu menarik kembali lengan, Dokter Felix, hingga menghadap nya untuk segerah meminta penjelasan.


Mereka orang tua kandungnya, yang telah menyelamatkannya saat itu, dan selebihnya, kau cari tau sendiri. Aku sibuk. Sudah sampai disini saja pertemuan kita.


Tunggu Felix ! Apa maksud mu ?


Masih banyak yang ingin ku tanyakan. Tapi Dokter Felix telah berlalu meninggal kan Andreas dengan seribu pertanyaan, yang berputar-putar di pikirannya saat ini.


Melihat Dokter Felix telah pulang. Ia pun segerah oulang serta dengan segerah memerintahkan sang asisten untuk terus menyelidiki masalah ini.


Ia juga menelpon sang detektif dan bertanya, apakah sudah ada informasi yang didapatkannya.


Dan ternyata, memang sangat sulit mendapatkan informasinya. Dan sepertinya sang istri memang sedang dilindungi identitasnya serta itu bukan sembarang orang, karena dengan sangat rapi, sang detektif pun belum bisa menemukannya hingga sekarang ini.


Andreas berpikir panjang, tapi masih menemukan jalan buntu, tidak seperti ia berbisnis, yang selalu mendapat cara untuk mematikan lawan, hingga tak berkutik.


Ia pun mengeram kesal, hingga kembali kekantornya. Dan kini mulai melanjutkan pekerjaannya.


Disisi lain, Tuan Carlos sedang mencari cara, agar bisa kembali mengalahkan Tuan Andreas.


Seseorang suruhannya tadi, yang diperintah mengawasi Tuan Andreas, talah memotret gambar, dan segerah mengirim kan ke pada Tuan Carlos.


Betapa terkejutnya Tuan Carlos mendengar percakapan di vidio tersebut, yang mengatakan kalau wanita itu adalah istrinya.


Serta dari gambar yang didapat juga, wanita itu sedang hamil saat ini.


Mungkinkah itu adalah anaknya.


Ini berita yang sangat bagus, dan berkata lagi, apakah kalian dapat mengikuti wanita itu.


Tidak Tuan ! Dia menghilang begitu cepat, kita tidak bisa menyusulnya. Seperti ada yang melindungi.


Bo**h...! Cuma mengejar wanita seperti itu saja kalian tidak bisa.


Pergi kalian cepat, dan dan cepat temukan wanita itu.


Baik Tuan.


Setelahnya, Tuan Carlos langsung menengguk minumannya dengan sekali tegukan saja.


Karena merasa kesal dengan beberapa masalah ini. Ia ingin melampiaskan nya dengan sesuatu.


Ia pun dengan segerah memanggil sang asisten, dan segerah memerintahkan untuk memanggil salah satu pengawalnya. Untuk datang menghadapnya saat ini.


Lalu ia mulai bersiap dan buk....buk...buk....


Pengawal tersebut tak berani membalas, ia hanya diam di hajar, hingga babak belur di buat oleh Tuan Carlos.


Selepasnya ia mulai berdiri dan pergi entah kemana.


Kini Nona Diana juga mendapat perintah, untuk sore ini menemui salah satu kliennya, di sebuah Hotel. Untuk melakukan tugasnya.


Dengan pasrah pula, ia segerah menurutinya. Hingga kini ia mulai bersiap-siap.


Tiba kini ia sudah berada di Hotel, serta saat ini sedang berdiri didepan pintu kamar yang telah disepakati.


Nona Diana mulai memencet belnya dan terbukalah pintu kamar tersebut.


Dan betapa terkejutnya Nona Diana saat ia mengetahui siapa kliennya ini.


Tu....Tuan Ryco feres !


Ia sayang....!


Kita bertemu lagi dalam keadaan yang berbeda, dan Ayo cepatlah kau masuk sayang.


Dengan mesumnya Tuan Ryco yang seusia dengan Ayahnya itu serta mantan Partner sang Ayah, Yang bertubuh gendut serta mempunyai banyak simpanan wanita.


Dan dulu, Ia juga perna ingin melecehkannya. Tapi saat itu, sang Ayah masih jaya.


Oleh karena itu, ia tidak bisa dan tidak perna bisa sampai melakukannya.


Tapi kini. Ini adalah tugas dari Tuan Carlos. Dan memang ia termasuk orang yang juga mempunyai kuasa.


Tapi melihat tampangnya saja, Nona Diana merasa jijik. Tapi bagaimana ini, ia tidak bisa mengingkari, serta harus menjalankan tugasnya dengan benar.


Dan kini, Tuan Ryco sudah sangat tidak tahan menikmati tubuh Nona Diana, yang sudah lama ia incar itu.


Tuan Ryco langsung mendorongnya ke atas tempat tidur. Lalu mulai membuka pakaiannya serta kini mulai mencumbuinya.


Tapi Nona Diana agak merasa berat untuk melayani Tuan Ryco. Jadi ia mulai terus mencari cara untuk menghindar dan berkata.


Apa tidak sebaiknya, Saya mandi terlebih dahulu Tuan. Dan sebaiknya Tuan minum terlebih dahulu, sembari menunggu saya bersiap Tuan.


Dan tunggu sebentar. Saya akan segerah membuatkan minumannya terlebih dahulu.


Baiklah sayang, tapi sebelumnya, berikan dahulu ciuman itu kepada ku sayang, dengan terus memeluk tubuh Nona Diana.


Seakan ia tak mau melepaskan mangsa nya saat ini.


Baiklah ! Ucap nona Diana dengan berat hati. Tapi ia mulai melakukannya. Dan di balas oleh Tuan Ryco dengan ciuman yang buas, dan seakan tidak mau lepas lagi, hingga Nona Diana mencoba menghentikan, dengan cara mendorong tubuhnya dan berkata.


Sabar Tuan ! Masih banyak waktu untuk kita melakukan nanti.


Dengan senyum liciknya, Tuan Ryco sangat bahagia dan tidak sabar, lalu berucap.


Baiklah, tapi dengan satu syarat, kau harus memanggil ku juga dengan sebutan sayang, atau aku tidak mau melepaskan mu saat ini.


Baik lah sayang. Tunggulah sebentar saja. Aku akan segerah membuatkan mu minuman.


Dan di sambut Tuan Ryco dengan bahagia, serta langsung melepaskan nya.


Dan kini, nona Diana mulai meracik minumannya dengan mencampur obat dan segerah memberikannya ke pada Tuan Ryco.


Serta kini menyuruhnya segera meminumnya dengan sedikit rayuan serta kedipan matanya.


Tuan Ryco mulai memakan umpannya. Dan kini ia mulai pusing.


Nona Diana kini berpura-pura sedang memasuki kamar mandi. Tapi ia masih mengintip kedalam dan melihat hingga Tuan Rico jatuh ke lantai dan hem....


Hebat kamu Diana...! Karena merasa rencananya kini telah berhasil. Dan kini tinggal menjalan kan rencana selanjutnya. Sambil berkata dasar Bo**h terhadap Tuan Ryco yang kini telah terbaring lemah, akibat obat yang baru saja diberikan oleh Nona Diana ini.