Perempuan Tangguh

Perempuan Tangguh
Lusiana ditahan 2


Lusiana berteriak kau... !


Yah ...ini aku sayang !


Dimana bayi ku ?


Tenang sayang ! Bayi kita aman.


Mereka, sedang bersama, dengan pengasuhnya.


Kenapa kau menahan mereka ! Tolong.... ! Kembalikan bayi ku.


Tenang sayang. Bayi kita aman. Tapi kenapa kau lari dari ku sayang ?


"Aku mohon ! Dimana bayi ku saat ini ! Atau aku akan pergi lagi, bila kau masih bersikeras, dan terus menyembunyikan, bayi ku itu ?


Baiklah sayang ! Jangan merajuk seperti itu.


Akan aku tunjukkan dimana bayi kita saat ini. Dan...ayo segerah ikuti aku.


Dengan berat hati, Lusiana pun mengikuti, Tuan Carlos, hingga kini mereka memasuki sebuah kamar bayi yang unik, dengan perpaduan warna pink dan biru, dan tempat tidur yang juga bewarna pink dan biru pula, disertai juga dengan pernak dan perniknya.


Lusiana melihat penampakan sang bayi yang mungil, dan menggeliat main dengan ditemani kedua baby sitter nya.


Ia yang memang sangat merindukan sang buah hati. Ditambah, air susuh nya yang mulai tumpah, karena belum menyusui sang buah hati, sedari bayinya di culik, serta dibawa kemari.


Maka...dengan hati keibuan. Ia langsung saja berhamburan, mendekati sang bayi, serta menggendongnya dengan perasaan haru, serta dengan cara bergantian. Dan juga mulai menyusui dengan cara membelakangi Tuan Carlos.


"Dan kini, Andreas tau, siapa dalang dibalik ini semua.


Bayinya juga, kini sudah diketahui keberadaannya.


Tinggal mereka kini menyusun siasat, dan akan segerah menyerbu paviliun Tuan Carlos.


Mereka sekarang sudah mengatur siasatnya. Tinggal menunggu aba-aba. Maka dengan segerah mereka mengepung serta menyelamatkan Lusiana, beserta kedua anaknya.


Tapi ia juga tidak boleh gegabah. Atau...ia akan kembali kehilangan sang bayi dan beserta sang istri.


Karena, Andreas sangat tau, watak dari rivalnya ini. Maka dengan itu, ia akan sangat, berhati-hati sekali.


Sampai saat ini pun, Lusiana, masih asik bermain dengan kedua sang buah hati.


"Disisi lain. Roy kini, sedang menjenguk Nona Laura.


Ia ingin penjelasan semua, dari sang isteri. Ia ingin sang istri mulai kini jujur dan tak ada lagi yang akan ditutup-tutupi, dengan kehidupan mereka.


Ia memang merasa di bohongi. Dimana ia sudah menceritakan semua masa lalunya.


Tapi sang istri, malah menyembunyikan masa lalunya.


Ia sungguh kecewa saat ini. Tapi ia harus tau kebenarannya saat ini.


Dengan menangis pilu, Nona Laura memohon ampun. Sampai menunduk, karena malu menatap sang suami saat ini.


Ia mulai menceritakan semua, tetang masa lalunya, hingga ia bertemu dengan sang suami saat itu.


Tampa ada yang ditutup-tutupi lagi. Kini ia sudah menceritakan semuanya.


Dan ia pasrah. Apakah yang akan di lakukan oleh sang suami kini.


Bila ia akan diceraikan pun, ia akan terima.


Dan ia pun bersumpah soal penculikan bayi itu. Ia benar-benar, tidak tau menahu.


Lalu kini, ia tinggal menunggu persidangan.


Pasrah, hukuman apa yang akan ditetap kan nanti.


Dan kini pun, ia sudah merasa lega, karena sudah menceritakan semuanya, kepada sang suami.


Hingga sang suami berkata, "Aku akan membela mu di pengadilan nanti. Hingga akan menyewakan mu, seorang pengacara.


Dengan tegas ia berucap, walau dengan menggunakan bahasa isyarat.


Tapi..." Tatapan itu !


Ia seperti sedang memikirkan sesuatu yang berat.


Nona Laura menangis haru mendengarnya. Menyesal, karena selama ini, ia tidak jujur kepada sang suami.


Sampai masa jenguk berakhir pun. Nona Laura, seakan tak mau berpisah dengan sang suami.


Dan kini, ia kembali dibawa ke kamar sel tahanannya. Yang mana disana ia juga harus menahan siksaan dari teman satu selnya itu.


Memerintahkan Nona Laura, agar mau memijat dirinya, hingga kadang di jambak rambutnya, karena kesal bila ia lambat sedikit saja, mengerjakan perintahnya.


Nona Laura terus mengalah. Agar ia tidak mendapat masalah lagi.


Ia rela disiksa. Dan kini ia disiksa hingga membuatnya celaka.


Saat ini, Nona Laura di paksa untuk mencuci pakaiannya, sampai membuatnya, sangat kelelahan dan terus ditindas, sambil di injak punggungnya.


Hingga menyebabkan ia kesusahan dan kelelahan. Sampai Nona Laura pingsan, dan segerah dilarikan ke ruang perawatan.


Dan terakhir, saat ia mengambil makanan, salah satu suruhan dari si pemimpin sel tahanan tersebut, memasang kakinya.


Hingga, membuat Nona Laura tersandung, dan mengalami pendarahan.


Serta harus dengan segerah dilarikan ke rumah sakit.


Sesampainya di Rumah sakit. Sang dokter, meminta keluarganya untuk hadir, serta menyetujui, surat untuk dilakukan tindakan operasi.


Karena, kalau tidak ! Kedua nya, akan dalam bahaya.


Sang suami, dengan segerah, datang menuju ke Rumah sakit tersebut.


Ia pun dengan cepat menandatangani surat tersebut. Hingga terjadilah, proses persalinan.


Dan kini operasi berjalan dengan lancar. Tapi sang bayi, terpaksa harus dimasukkan, serta dirawat di dalam incubator. Karena kondisi bayi, yang lahir belum cukup bulan itu.


Dan saat ini, Nona Laura sudah dipindahkan, ke ruang perawatan.


Tapi ...persidangan besok, masih terus berlanjut. Walau, hingga saat ini, nona Laura, masih belum tersadar.


Karena, saat pengoperasian. Terjadi sedikit masalah, serta komplikasi. Yang menyebabkan, ia mengalami, koma sementara.


Betapa hancur, hati Roy saat ini. Ia menerima Nona Laura, dengan apa adanya.


Karena ia merasa. Hanya nona Laura, yang mau menerima kondisi dirinya, yang seperti ini. Serta, dialah yang dapat mengisi, hari-harinya, dalam beberapa bulan ini.


Ia yang selalu merasa kesepian dan terkucilkan. Dan merasa, hanya Nona Laura lah yang mau menerimanya.


Maka dari itu, dengan sekuat tenaganya. Ia akan terus, mengusahakan, agar sang istri, dapat segerah keluar dan mendapat keringanan.


Tapi....mala kabar seperti ini, yang ia dapat.


Dan dengan setia pula. Roy... mondar-mandir. Dari rumah sakit ke persidangan.


Agar masalah ini, cepat terselesaikan.


Sampai, keputusan telah turun, dan Roy pun. Dengan segerah mengajukan banding.


Karena melihat kondisi sang istri saat ini.


Hingga keputusan, pengadilan. Akhirnya, mengabulkan permintaan banding tersebut.


Hingga, nona Laura kini, hanya menjalani. Masa tahanan, selama di rumah sakit saja.


Yang mana, mengingat. Kalau Nona Laura koma saat ini.


Atas kelalaian dari penjaga nya, yang kurang teliti, dalam mengawasi, setiap tahanan.


Dan Roy kini merasa lega. Karena mulai kini, istrinya sudah mendapat keringanan masa tahanan, dan masalah penculikan, yang tidak terbukti. Maka, Nona Laura juga, semasa ditahan tidak melawan.


Serta ia juga tidak perna melakukan kesalahan, sewaktu ditahan. Serta juga, Tuan Andreas, sudah tidak mempermasalahkan nya. Maka dari itu, hakim sudah mempertimbangkan utu semua, serta sang istri akhirnya mendapat hukuman tersebut.


Serta mendapat jabar tersebut, Roy merasa lega, dan kini mulai kembali ke rumah sakit.


Mulai merawat sang istri, dengan sangat sangat telaten, dan seperti ahlinya saja.


Dan kadang, ia jugalah yang harus menjenguk, serta merawat sang putra dari sang istri.


Hingga pemeriksaan terjadi dan masih belum menemukan hasil.


Karena, hingga kini. Keadaan sang bayi. Sangat memprihatinkan. Dan masih terus dirawat.


Karena mulai saat itu, pernapasan sang bayi, sangat tidak bagus.


Serta ia pun, harus terus, mencari dana, untuk pengobatan mereka berdua.


Kini Roy, harus berpikir lagi. Untuk biaya semua pengobatan ini.


Karena saat ini, ia tidak lagi mempunyai uang yang cukup. Serta harus lebih giat lagi bekerja.