Perempuan Tangguh

Perempuan Tangguh
kesengsaraan Nona Laura dan perjanjian Tuan Carlos bersama Nona Diana.


Saat Nona Laura ingin berdiri dan melawan. Rambutnya semakin kuat di tarik oleh si pemilik, hingga kini, ia sudah berada diatas tubuhnya.


Nona Laura masih terus melawan, dan berontak. Hingga kini pakaiannya pun, sudah mulai dirobek.


Tapi...tak berapa lama terdengar gedoran pintu Rumahnya, disertai juga teriakan sang istri.


Yang sepertinya saat ini telah pulang.


Si Tuan pemilik mulai nampak panik, hingga menyuruh Nona Laura berdiri dan segerah bersembunyi.


Seperti suami yang takut kepada istrinya. Begitupun kini yang dilihat oleh Nona Laura.


Seperti awalnya, ia terlihat sangat berani. Tapi nyatanya "heh...Nona Laura mendengus lalu berdiri dan kini kembali ia menendang senjatanya serta berikutnya, ia menamparnya.


Lalu berdiri menunggu sang Tuan pemilik membuka pintu rumahnya.


Si pemilik memohon untuk segerah bersembunyi, atau tamatlah riwayatnya.


Tapi Nona Laura tidak bodoh, serta ia terlebih dahulu meminta uang potongannya bayarannya terlebih dahulu.


Dengan santai ia menunggu, sambil tangan bersilang didada, dan kini dengan gugup dan segerah pula, ia memberikan uang nya. Lalu segerah menyuruhnya untuk bersembunyi, hingga waktu yang aman.


Tapi, semakin lama, terdengar gedoran itu semakin kuat. Yang mana menampilkan orang tersebut, sudah tidak sabar lagi untuk segerah di bukakan pintunya.


Maka Nona Laura mencoba masuk kedalam dan dengan segerah sang pemilik membukakan pintunya.


Dan setelah pintunya terbuka. Si istri mengomel panjang lebar kepada sang pemilik. Lalu tak lama Nona Laura keluar dari ruangan dalam.


Yang membuat sang istri terkejut, dan mulai bertanya, " siapa dia pa ?


Dia..dia...dengan gugup serta kesal, karena merasa, nona ini tidak konsisten dengan perkataannya tadi, dan masih ragu untuk menjawab.


Ia...dia siapa pa ?


Lalu di jawab Nona Laura dengan angkuh. Aku wanita yang mengontrak ditempatnya.


Tapi ia telah menyala gunakan tempatku, yang mana masa waktu sewa ku yang belum habis, tapi ia sudah berani menyewakannya kepada orang lain.


Tapi saat saya yang hendak meminta kompensasi. Ia malah hendak kurang ajar kepada ku.


Apa....!


Benar itu papa ?


Lalu, dengan geram dan marah, ia mulai memukul-mukuli suaminya. Dan Nona Laura kini telah selesai urusan nya dengan si pemilik, dan kini hendak pergi dari tempat tersebut.


Tapi tiba-tiba sang istri mencoba mencekalnya dan berkata, pasti kamu yang telah menggoda suamiku, dasar wanita ja**ng plak...., "Satu tamparan, mendarat di pipinya Nona Laura.


Hingga Nona Laura memegangi pipinya yang mulai terasa perih.


Dan sesaat kemudian, dengan lirikan smitr jahatnya, Nona Laura mulai membalas tamparan tersebut.


Hingga membuat si istri semakin berang serta ingin menjambak rambutnya.


Tapi Nona Laura berhasil menghindar, dan melarikan diri. Serta dengan cepat pula, ia keluar dari tempat tersebut.


*


*


Kini ditempat lain. Tuan Andreas masih dengan kesibukannya, dan dengan segala pekerjaannya.


Ia semakin tegas dan kejam kepada siapa saja, dan terutama pada karyawan nya yang terlihat tidak becus dalam bekerja.


Dengan tampa ultimatum atau sp (surat peringatan) lagi, ia langsung saja memecat orang tersebut.


Dan kini ia terus mengharap perkembangan dan laporan dari hasil penyelidikan sang detektif yang disewanya.


Tapi belum juga mendapat hasil hingga sekarang.


Dan kini, yang terjadi pada Lusiana. Ia sangat terlihat bahagia saat ini.


Bersama keluarga barunya ini. Dan barulah saat kini, ia merasa benar-benar bersama keluarganya.


Dokter Felix juga, setelah pertemuan saat itu. Ia sering menghubungi Lusiana serta kadang berkunjung dan melihat keadaannya kini.


Mengingat sudah banyak kesulitan yang di alami oleh Lusiana sedari bertemu dengannya. Hingga kini, barulah ia kembali melihat senyum di wajah itu.


Dan juga Dokter Felix berpikir, kalau ini juga untuk melindungi Lusiana serta, memegang janjinya, yang saat itu, Lusiana memohon agar dirinya tidak diberitahukan keberadaan nya saat ini.


Maka saat ini, mereka sedang bersenda gurau, tampa harus takut akan ada seseorang yang akan akan menghukumnya.


Serta kedua orang tua Lusiana juga sekarang mendukungnya.


Hingga waktu melahirkan. Mereka sepakat, akan terus bersama melindungi dan merahasiakan keberadaannya.


*


*


Di tempat lain, kini Tuan Carlos sudah menemukan keberadaan Nona Diana berserta Ayahnya.


Karena Ayahnya yang kini sudah bangkrut. Tapi ia tidak bisa menghilangkan kebiasaan lamanya. Yang mana selalu mabuk dan main wanita.


Membuat hutang keluarga mereka menjadi semakin bertumpuk. Maka tak jarang ia pulang dengan cara dipukuli oleh seseorang.


"Nona Diana sudah sangat lelah terus menasehati sang Ayah. Dan kadang, malah ia yang jadi pemuas, untuk pelunas hutang sang Ayah.


Dan kini ia merasa miris dengan kehidupannya ini. Ditambah pula mendapat Ayah yang seperti ini.


Dan mulai berpikir, wajar saja, saat itu ibunya pergi meninggalkan mereka, karena tidak tahan akan sifat ayahnya ini.


Hingga ia mulai bekerja serabutan, dengan keadaan yang hamil seperti ini.


Tapi kini, ada seseorang yang mencarinya. Yang awalnya, ia sendiri juga takut akan orang tersebut, yang datang dan kembali menagih hutang.


Akan tetapi ternyata seseorang tersebut menawarkan kerjasama, hanya dengan, sedikit memberikan informasi tentang Tuan Andreas.


Ia yang sedikit, ada rasa dendam kepada Tuan Andreas yang hanya memberinya harapan palsu, dengan menjanjikan akan menjadi tunangannya.


Tapi kenyataannya ia malah dibuat kecewa. Dan kini ia menyetujui dengan kesepakatan itu.


Dan besok, ia akan segerah diperintahkan, untuk pindah dari tempat tinggalnya kini.


Berharap dengan bertemu Tuan Carlos ini, bisa merubah hidupnya mulai saat ini.


Dan kini ia mulai berkemas untuk kepindahannya besok.


Serta menasehati sang Ayah, agar jangan lagi mencari ulah. Atau kehidupan mereka akan seperti ini terus.


Dan sang Ayah juga mulai berpikir akan mendapatkan kembali kejayaannya seperti dulu.


Lalu dimalam hari ini, sang Ayah memohon, untuk di izin kan meminum alkohol untuk yang terakhir kali.


Hingga Nona Diana menarik napas berat dan berkata baiklah Ayah.


Kini ia menatap wajah sang anak, yang baru beberapa minggu dilahirkan nya.


Dan berpikir, untuk segerah menaruhnya disebuah panti. Karena merasa ia sudah tidak sanggup lagi merawatnya, serta ia juga akan sulit nanti menjalankan misinya. Bila ada bayi disisinya nanti.


Maka...Disaat Ayah nya keluar untuk mabuk. Nona Diana juga keluar untuk segerah menaruh anaknya ini, disebuah panti yang memang sudah lama ia perhatikan.


Disaat di depan panti. Nona Diana mulai melihat ke kiri dan ke kanan, melihat keadaan yang sudah aman.


Barulah ia mendekat, serta menaruh anaknya, beserta selembar surat dan segerah menotok pintunya serta kembali bersembunyi dibalik pohon.


Ia yang mulai mengintip dan melihat, kalau saat ini, ada yang keluar serta dengan segerah mengambil bayinya dan membawanya masuk.


Barulah Nona Diana pergi dari tempat tersebut.


Dan...baru juga ia sampai di rumahnya. Ia sudah mendapatkan telpon, bahwa Ayahnya kini telah masuk rumah sakit. Karena berkelahi di Bar tadi.


Nona Diana mendesah berat. Lalu bergegas ke rumah sakit dan melihat keadaan sang Ayah kini.


Dan ternyata, sang Ayah kini sedang koma akibat hantaman berat, sesuatu benda yang keras dan membentur kepalanya. Terlebih saat itu, ia yang sedang mabuk berat.


Hingga ia berpikir. Bagai mana cara ia bisa mendapatkan uang yang banyak, untuk pengobatan Ayahnya kini.


Dan apakah itu, ia harus bisa merayu Tuan Carlos nantinya dan menjadikannya ja**ng untuknya.