Perempuan Tangguh

Perempuan Tangguh
Mulai mengklarifikasi masalah ini.


Dengan geram ia menggerutu dan mengeluarkan segala umpatan kasar, hingga ia berkata akan membalas lebih.


Dan kini ia bersiap mandi, serta membersihkan seluruh tubuhnya.


Yang karena ia merasa jijik saat ini, setelah tau ia bermain semalaman bersama salah satu pengawal Tuan Andreas.


Ia mulai menggosok seluruh tubuhnya dengan keras, hingga terlihat kemerahan. Dengan kesal dan mengumpat, ia terus menggosok seluruh tubuhnya.


Andreas yang menerima berita ini, hanya tertawa senang didalam hatinya.


Ia sangat tau, setelah memerintah sang pengawal dan pengawal itu tidak kembali ketempat bekerjanya. Hingga ia mendapat laporan dan segerah memerintahkan untuk mengambilnya dan menyimpannya, sebagai tambahan bukti.


Hingga mereka saat ini yang telah duduk bersama didepan meja makan, dan dengan keheningan pula.


Karena tidak ada satupun dari mereka yang membuka suaranya.


Nona laura mulai melirik ke arah Tuan Andreas. Menatap sinis hingga menyindir dengan berkata.


Tuan Andreas...!


Apakah kau hari ini akan libur kembali bekerja. Dan masalah berita itu.


Aku kemarin sedikit kelimpungan dibuatnya.


Apakah Tuan Andreas tidak merasa untuk mengklarifikasinya Tuan.


Dengan lembut dan menunduk dan terus mengunyah sarapannya.


Nona Laura mencoba menyindir, agar Lusiana kini juga tau akan berita yang sedang beredar kini.


Andreas mengeram marah, hingga ia menghentikan makan nya dan meremas erat sendok dan garpunya.


Ia mencoba menahan diri, dengan berucap lembut, tampa menunjukan kekhawatiran.


Hingga ia berucap, "Aku akan pergi bekerja saat ini. Dan....oh yah !


Nona Laura !


Berita itu ! Bukan melibatkan satu orang saja, dan juga berdampak pada satu elemen saja. Yang berarti, itu mencakup pada perusahaan mu juga.


Maka dari itu. Aku memutuskan untuk melihat keadaan terlebih dahulu. Baru setelah itu, Aku akan meluruskannya serta mengkonfirmasikan kepada publik.


Dan apakah anda juga saat ini tidak merasa takut akan keterlibatan anda didalam masalah ini.


Ah...yah benar !


Anda disini korban. Makanya anda tidak terlihat begitu panik setelah berita itu tersebar.


Yah...kalau begitu, Aku oun siap untuk dipertanggung jawabkan masalah ini, bila anda menuntut.


Yang membuat Lusiana bingung mendengarnya. Karena ia yang tidak tau akan masalah yang sedang mereka bicarakan, dan ia juga tidak mengerti dari arah pembicaraan mereka.


Serta memutuskan untuk mendengarkan saja saat ini.


Nona Laura mengeram marah, setelah mendengar dari arah pembicaraan yang begitu santai di jawab semua sindiran itu, hingga ia yang mendengar di akhir kata, akan segerah bertanggung jawab.


Ia pun tersenyum kemenangan, hingga ia berkata untuk memutuskan membuat konfirmasi pers dan menjelaskan serta memberitahu, bahwa Tuan Andreas sudah bersedia bertanggung jawab.


Dan kini, ia mulai menyantap sarapannya dengan semangat hingga ia memutuskan dengan segerah pergi kekantornya, dan segerah mengatur untuk jadwal konfirmasi persnya. Yang membuat Andreas tersenyum mengembang.


Nona Laura saat ini telah pergi kekantornya. Dan kini tinggallah mereka berdua di ruang makan tersebut.


Andreas berucap, "Jangan kemana-mana saat ia tidak berada disampingnya, dan jangan mendengarkan apapun hal yang tidak benar.


Ia akan kembali bila urusan nya saat ini telah selesai. Lalu mencium kening sang istri, hingga turun ke bibir dan mengusap lembut rambutnya dengan sayang.


Dan kini Andreas bersiap pergi kekantornya.


Sampai didepan kantornya. Sudah banyak berkumpul para paparazi, yang memang sedang memburunya saat ini.


Maka dari itu. Tidak perlu lagi untuk kalian bersusah payah mengejar ku dan mencari informasi lagi.


Maka mulai sekarang, ceoatlah kalian klarifikasi melalui Nona Laura sekarang.


Dan kalian tidak akan repot-repot lagi untuk mencari saya.


Apakah itu benar, Tuan !


Kalau benar ! Ayo kita semua menemui Nona Laura dan memintanya memberitahu, kapan tepatnya haro konprensi pers tersebut.


Sehingga dengan cepat pula para paparazi tadi menghilang dari hadapan Tuan Andreas. Dan kini ia telah memasuki kantor nya dengan tengang dan gangguan dari para paparazi tadi.


Dikantor Ricardo. Dia duduk dengan nyaman dan meminum segelas wine ditemani sang sekertaris yang dengan intimnya sambil terus melihat kearah layar alat elektroniknya.


Yang kini sedang terus gencar beberapa hari ini memberitakan tentang kasus skandal Tuan Andreas dan Nona Laura.


Serta mereka juga mengkaitkan masalah ini, dengan kecelakaan tersebut dan beberapa masalah, yang beberapa hari ini, melibatkan mereka berdua, serta banyak sedikitnya akan berdampak pada pekerjaan mereka.


Ricardo tersenyum puas, ditemani oleh sang sekertaris. ******* dan meraba setiap bagian intinya.Hingga aaahhhhh....


Ricardo mengerang nikmat, karna mencapai puncaknya.


Dan kini ia pun segerah mengusir sekertaris tersebut. Dan mulai melihat data serta poto Lusiana. Yang telah dikirim oleh Nona Laura.


Ia seperti sangat tertarik dengan wanita ini. Ditambah, ia juga mengetahui, kalau wanita ini adalah wanita kesayangan Tuan Andreas saingan beratnya itu.


Ia mulai membayangkan bermain bersama wanita itu. Kenikmatan yang tiada tara, karena bisa menikmati setiap apa yang dimiliki oleh saingan nya itu.


Hingga Ia memutuskan sebuah rencana dan segerah ingin melancarkan misinya itu.


Mungkin setelah konferensi pers tersebut. Ia akan mengambil kesempatan ini, untuk menjalankannya, hingga membuat wanita itu. Tak berdaya dihadapan nya nanti.


Dan ia mulai memikirkan banyak rencana lainnya. Hingga ia tersenyum mengembang, dan mulai kembali meminum wine nya.


Dikantor Nona Laura kini telah banyak paparazi yang mencoba mencari tau, jadwal konferensi pers tersebut.


Maka dengan senang pula Nona Laura berkata, kalau konferensi pers tersebut akan di laksanakan sore ini di gedung perkantoran Tuan Andreas sendiri.


Ia juga akan segerah menghubungi Tuan Andreas, agar bersiap dan menyediakan ruangan untuk klarifikasi tersebut.


Maka dengan senang semua, paparazi menyambutnya, serta saat ini mereka mulai pulang untuk menyiapkan di acara sore nanti.


Dan dengan senang juga, Nona Laura berharap, setelah ini, misinya akan berhasil.


Dan Tuan Andreas akan mau bertanggung jawab serta mengajaknya bertunangan atau segerah menikah, untuk menutupi berita kemarin. Hingga kerjasama ini yang akan semakin berkembang.


Ia melangkah dengan tersenyum lebar. Dan tidak sia-sia pula, ia melakukan semua ini.


Hingga ia pun mentraktir makan siang, semua karyawan dikantornya.


Hingga mendekati sore, dan ia oun mulai membereskan pekerjaan nya, serta bersiap pergi kekantor, Tuan Andreas.


Seperti kesepakatannya siang tadi. Ia telah menghubungi Tuan Andreas. Hingga ia meminta sebuah ruangan khusus untuk acara ini.


Dan kini ia sedang diperjalanan, menuju ke kantor Tuan Andreas.


Lalu dengan senyum mengembang, ia memasuki ruangan tersebut. Yang mana sudah ramai para wartawan yang mencari berita. Hingga karyawan kantor yang penasaran pun ikut untuk mengetahui hadil dari klarifikasi tersebut.


Nona Laura telah duduk cantik, dengan ditemani senyum mengembang nya.


Dan kini, juga telah tiba orang yang paling ditunggu-tunggu, yaitu Tuan Andreas.


Yang mana ia telah berjanji untuk memperjelas serta mengklarifikasi masalah ini.


Hingga Tua Andreas kini yang akan berbicara, akan tetapi ia mempersilahkan terlebih dahulu. Untuk Nona laura yang berucap.