Perempuan Tangguh

Perempuan Tangguh
Rencana penculikan Lusiana


Kini didalam kamar Tuan Ryco, sekarang seperti sedang terjadi perang dunia kedua.


Saat terbangun pagi-pagi sekali. Tuan Ryco yang merasa kepalanya sangat pusing, dan merasa sangat senang, karena membayangkan semalam dapat bercinta dengan Nona Diana.


Tapi saat ia menoleh dan melihat penampakan wajah sang istri.


Betapa terkejut nya Tuan Ryco. Hingga sampai ia ingin meloncat, karena kaget saat ini. Yang saat melihat kesamping ada wajah sang istri yang sedang tersenyum sinis, sambil melirik dan menunggu penjelasan.


Tuan Ryco masih tak percaya, dan ia pun mulai mengucek bola matanya sambil berkata, apakah ini cuma halusinasi dan mulai mencubit pipi sang istri.


Sehingga membuat mata sang istri semakin melotot sambil berteriak.


Rycooo........!


Iya Mam......!


Beraninya...Yah !


Kau masih bermain dibelakang ku dan rasakan ini, sambil marah dan mulai memukul-mukul tubuh Tuan Ryco dengan segala caciannya.


Dan Tuan Ryco yang sudah tidak tahan lagi dengan tingkah istrinya ini. Hingga kini ia hendak marah.


Tapi sang istri terlebih dahulu memarahinya dengan berkata, "Berani kau memarahiku saat ini.


Maka saham Ayah ku yang berada di perusahaan mu itu akan segerah ku tarik.


Dan bila sampai kau bangkrut, itu bukan urusan ku. Dengan angkuhnya sang istri berkata.


Jangan sayang, baik lah, ampun, saya tidak akan melakukannya lagi dan sekarang apa mau mu itu, agar kau mau memaafkan ku.


Dengan memelas, mulailah keluar semua rayuan mautnya.


Kini Tuan Ryco, sungguh takut dibuat bangkrut oleh sang istri.


Dan sang istri pun mulai berkata, "Baiklah !


Akan ku maafkan kau sekarang ini. Tapi dengan syarat.


Apa itu sayang ?


Siapa perempuan yang bernama Diana itu ? Dan kenapa kau saat bermain semalam, ku dengar beberapa kali kau menyebut namanya ! Cepat jawab dengan jujur.


Dengan ragu Tuan Ryco hendak menjawab. Tapi ia tak mau juga Nona Diana celaka.


Tapi memikirkan, bagaimana ia bisa termakan senjatanya sendiri.


Ini yang menjadi pertanyaan, serta kenapa bisa ia bersama sang istri saat ini.


Apakah sang istri sedang memata-matai nya. Ataukah memang ada seseorang yang memang ingin ia bermasalah dengan sang istri.


Maka ia pun nanti akan segerah mencari tau, serta memutuskan untuk berbohong saat ini.


Ooohhhh....Diana....! Sebentar, Aku lupa ! Mungkin Diana yang ku maksud saat itu adalah Ana.


Bukan kah nama mu itu adalah Ana maria. Karena Aku yang sedang tak sadar, sehingga salah menyebut nama. Dan nama itu sama-sama mempunyai akhiran Na.


Jadi, untuk apa kau pertanyakan lagi, yang penting semalam aku sudah memuaskan mu kan Ana.


Apakah saat ini kau juga, masih ingin ku puas kan lagi hah. Dengan nada menggoda. Tuan Ryco mulai merayu sang istri. Hingga terjadilah kembali bercocok tanam itu.


"Nah...kini Tuan Ryco, siap kan tenaga buldozer mu. Karena kini istrimu yang maha langsing ini, akan siap tempur.


Xixixixi(Sorry terbawa suasana, author pengen ketawa bayangin si super langsing melawan buldozer tronton. Kira-kira apa yang terjadi. Author doakan, semoga ranjang hotelnya tidak hancur berkeping-keping, sehingga mereka tidak jadi menggantinya😀. skip saja yang ini.


Dan kini ditempat Nona Laura. Sudah melewati beberapa hari. Para pesuruh Tuan Andreas masih belum bisa menemukannnya.


Hingga kini Nona Laura juga sudah mulai nyaman tinggal bersama pria yang menyelamatkannya saat ini.


Walau kehidupannya yang sangat sederhana. Tapi disini ia lebih hidup dengan dihargai. Dibanding dengan kehidupannya selama ini.


Ia yang dipaksa dengan selalu bersikap palsu, dihadapan setiap orang yang ditemuinya.


Dan kini ia benar-benar merasa bahagia, dapat tinggal disini.


Si pria ini juga selalu memperhatikan kehamilannya.


Sampai meminum susu hamil pun, ia selalu diingat kan nya.


Dan ini membuat hati Nona Laura semakin bertekad untuk merubah kehidupan nya, dan melepas semua masa lalu nya yang kelam, dan memulai dengan kehidupan yang baru.


Dan orang tersebut pasti akan mengira mereka adalah pasangan suami istri.


Maka dari itu. Nona Laura merasa nyaman tinggal bersama pria ini.


*


*


*


Lain halnya dengan Nona Diana kini, yang kini tubuhnya telah remuk akibat ulah sang Tuan Diego.


Ia terus dituntut hingga pajar, untuk melayaninya. Sampai pagi menjelang dan saat sang istri menelpon.


Barulah ia bersiap pergi, walau Tuan Diego sendiri, belum tidur sedari semalam, karena keasikan dengan permainannya.


Tak lupa. Sebelum pergi Tuan Diego kembali memberikan selembar ceknya.


Yang membuat Nona Diana kembali bersemangat, saat melihat total yang tertera di cek tersebut.


Lalu ia pun kembali tidur, karena, ia yang memang belum tidur sedari semalam.


Hingga ia terbangun di sore hari, karena mendapat telpon dari Tuan Carlos dan memerintahkannya untuk segerah ke Mansionnya saat ini.


Nona Diana penasaran hingga bertanya-tanya, ada apa Tuan Carlos memanggilnya. Tapi ia tetap bersiap, pergi ke tempat Tuan Carlos.


Bersamaan dari itu, Tuan Carlos juga mendapat berita. Kalau wanita yang dicarinya saat ini. Telah berada di Mansion Tuan Andreas.


Kabar ini pun, ia dapat dari mata-mata yang dikirimnya. Dan yang saat ini sedang menyamar sebagai pengawal disana.


Tuan Carlos pun mulai mencari siasat, agar dapat mencari waktu yang tepat, serta dengan segerah menculiknya dan membawanya pergi jauh, hingga Tuan Andreas tidak menemukannya, dan merasakan sama seperti dirinya rasakan.


Yang kini tersiksa karena ditinggal oleh orang yang disayang.


Ia sudah mulai berencana dan tinggal menunggu waktu saja.


Hingga saat ini, datang lah Nona Diana, seperti perintahnya.


Ada apa Tuan kau memanggil ku saat ini !


Apakah kau juga perlu aku untuk melayani mu. Dengan centil nya, Nona Diana berucap. Dan mulai merayu Tuan Carlos.


Tidak..."Aku tidak perlu layanan mu, tapi ada yang perlu ku tanyakan !


Apa itu Tuan ?


Hem...benarkah, kau semalam kembali pergi bersama Tuan Ryco dan apa yang terjadi.


Karena Tuan Ryco siang tadi menelpon dan komplain kepada ku.


Em....itu....


Itu sebenarnya Tuan ! Tuan Ryco hanya meminta ditemani pergi ke pesta. Tapi ia mencoba memberi ku obat, tapi di ketahui oleh Tuan Diego.


Dan Tuan Diego Lah yang menukarnya, hingga sampai terjadi kejadian yang diceritakannya itu.


Tapi benar Tuan. Aku tidak melanggar perjanjian. Bahkan ia yang mencoba melanggarnya. Dengan mengangkat kedua jarinya, mencoba menyakinkan, kalau ia tidak salah.


Tapi....Tuan ! Kenapa Tuan tidak mau ku layani. Sekarang pun Aku bisa melakukan nya untuk menyenangkan Anda Tuan, dengan genitnya, ia mulai merayu.


Tidak ! Terimakasih, karena Aku tidak selera dengan yang namanya perempuan.


Up....sambil menutup mulutnya. Tuan Gay.


Tidak, kau tidak perlu mengetahui hal pribadi ku.


Tapi cobalah kau hubungi Tuan Ryco, agar segerah memberikan kembali tendernya yang sedang berjalan itu.


Baiklah Tuan. Bila tidak ada sesuatu hal lagi, maka saya izin pamit terlebih dahulu.


Hem....! Dan kini kembali Tuan Carlos melihat laporan yang menampilkan wajah Lusiana, istri Tuan Andreas beserta segala kegiatannya.


Wajahnya yang cantik alami, membuat jantungnya berdetak tak menentu. Mungkin kah ia mulai menyukainya.


Tapi ia milik musuhnya, dan ia harus membalaskan dendamnya. Serta mulai mencari siasat untuk segera dapat menculiknya.