
Andreas kini turun kebawah, dan hendak ketempat ruang makan.
Disana sudah duduk Nona Laura yang sepertinya sudah sangat rapi.
Andreas nampak bingung, memperhatikan dengan cepat kesembuhan Nona Laura saat ini.
Bukan apa-apa, dia yang sedari kemarin hingga semalam, yang terlihat lemah, hingga merengek, memintanya untuk menemaninya tidur semalam.
Dengan dalih, ia yang masih lemah serta bila membutuhkan sesuatu, akan sangat susah baginya.
Dan saat ini ia sepertinya sudah sangat sehat.
Andreas mencoba menegurnya dengan berucap, "Bagaimana keadaan mu saat ini?
Sudah mendingan, cuma kadang sedikit pusing.
Ohh..."Jawab Andreas, dan mau kemana kamu saat ini ! Karena sudah sangat rapi sekali sepagi ini.
Biasa..!
Pagi tadi dapat telpon dari kantor, ada urusan mendesak.
Hem..."Jawab Andreas sambil memanggutkan kepalanya. Dan kini, ia melihat istrinya yang sangat dikaguminya tersebut, telah rapi dan hendak mendekat.
Tuan....!
Anda belum mulai makan ?
Sudah ku katakan tadi, aku akan menunggui mu.
Tapi ku kira, anda hanya bercanda.
Mana ada saya bercanda. Dan Ayo sini segerah sarapan. Kata pelayan kamu semalam tidak sarapan.
Hem..."Aku sedang tidak berselera.
Jangan lagi kau lakukan itu. Makanlah, walau itu sedikit. Dan bila tidak, aku yang akan memaksamu.
Dasar pemaksa. Lusiana yang bergumam sangat kecil, tapi masih terdengar oleh Andreas.
Siapa yang memaksa ?
Ah...tidak ada ! Anda mungkin salah mendengar saja Tuan.
Benarkah, Andreas yang mencoba berkata lagi. Berpura-pura tidak mendengarnya.
Kedekatan mereka berdua ini. Diperhatikan oleh Nona Laura sedari tadi.
Hingga ia merasa muak dan segerah pergi dari tempat tersebut.
Andreas dan Lusiana menatap bingung, hingga ingin berkata.
Tapi Nona Laura sudah pergi jauh. Karena sepertinya, ia sedang terburu-buru.
Tak lama, Andreas pun sudah selesai sarapannya. Dan kini ia hendak pergi kekantornya.
Lusiana mencoba mengantarnya sekarang. Hingga kedepan pintu Mansionnya.
Dan sebelum pergi, Andreas mencium terlebih dahulu istrinya. Lalu pergi dan melambaikan tangannya.
Nona Laura kini berada di salah satu apartemen, dan sedang berbicara dengan seseorang.
Ia membahas dengan serius, hingga kesepakatan terjadi.
Tapi sebelumnya, seseorang tersebut menagih imbalannya.
Dengan enggan, Nona Laura pun menyerahkan dirinya, hingga mereka kini larut dalam surga dunia.
Andreas yang sedari tadi sampai dikantornya. Mengerjakan semua pekerjaannya dengan serius.
Ditambah dengan berita tentang dirinya, yang selama beberapa hari ini, sangat mengganggu dalam perkembangan pekerjaannya.
Maka dari itu, Andreas memerintahkan seseorang kini, untuk selalu mengawasi gerak-gerik Nona Laura yang sangat mencurigakan dirinya.
Ia juga menyewa seorang detektif, agar dapat menyelidiki kasus ini, dan masalah ini, agar secepatnya bisa selesai.
Hingga saat ini, Andreas menanyakan, kepada sang asisten, tetang perkembangannya.
Dan dijawab asistennya dengan, "Bukti belum begitu lengkap, tapi kita sudah mengumpulkan sebagian.
Dan itu semua mengarah ke Nona Laura.
Dan satu lagi Tuan !
Sepertinya Nona Laura sedang bekerja sama terhadap saingan Anda.
Maksudmu!
Ia bekerja sama dengan Carlos.
Bukan Tuan ! Tapi saingan berat Anda.
Maksudnya Ricardo Jackob.
Benar Tuan ! Bahkan saat ini, menurut laporan dari detektif yang ditugaskan Tuan, ia sedang berada di apartemen nya.
Kalau begitu, terus awasi wanita itu, dan laporkan setiap gerakannya yang mencurigakan.
Dan sepertinya, Aku tidak bisa menganggap remeh wanita itu.
Lalu kembali memeriksa laporan pekerjaannya.
Ricardo dan Nona Laura, kini telah kelelahan setelah melakukan adegan yang menguras tenaga tersebut.
Kini mereka masih berpelukan sambil berbaring dengan ditutup selimut tebal. Yang kini menutupi tubuhnya.
Mereka berdua berbicara serius. Dan dengan rayuan dari Nona Laura.
Ricardo seakan terbuai, hingga ia mau menuruti semua kemauannya.
Hanya dengan selalu melayaninya. Yang bila Ricardo butuh.
Ia berjanji, menuruti apa kemauan Nona Laura.
Dan kini mereka hendak menjebak Tuan Andreas serta menjatuhkan namanya, dengan cara bekerja sama dengan Ricardo.
Yang menjanjikan keuntungan bagi mereka berdua.
Ia juga menginginkan Ricardo mencelakai seseorang, hingga seseorang itu, tidak dipercayai lagi oleh Tuan Andreas.
Ricardo menyetujuinya. Ditambah, poto yang diberikan oleh Nona Laura.
Kalau wanita itu sungguh menarik. Ditambah, Nona Laura berkata, kalau wanita itu adalah wanita kesayangan Tuan Andreas.
Bertambah semangat pula ia ingin melakukannya.
Yang mana diketahui, kalau Ricardo adalah pesaing berat Andreas sejak lama.
Hingga ia menginginkan, apa yang dimiliki Tuan Andreas. Maka ia pun harus memilikinya.
Dan kini mereka harus bersiap-siap untuk pergi ke kantor mereka masing-masing.
Dan mereka memutuskan untuk segerah pergi secara terpisah. Agar tidak mengundang kecurigaan serta berita lainnnya. Yang akan merugikan mereka serta menggagalkan rencana mereka.
Setelah keluar dari Apartemen nya, sang detektif yang menguntit, langsung mengambil potonya. Hingga sampai di parkiran besmen pun, sang detektif terus mengambil poto mereka.
Dan kini mereka telah sampai di kantor mereka masing-masing.
Yang seperti tidak terjadi apapun. Kini Nona Laura mencoba menelpon Tuan Andreas agar mau menjemputnya saat pulang dari kantor nanti.
Ia yang dengan beralasan. Saat pergi tadi, ia seperti sedang diikuti sang peneror.
Dan masih selalu di ancam melalui WA nya.
Ia juga akan pulang sedikit malam, serta akan mampir ke suatu tempat. Dan kepalanya yang juga masih suka terasa nyeri.
Maka ia meminta untuk didampingi, oleh Tuan Andreas.
Andreas yang ingin mengikuti permainannya.
Ia hanya mencoba setuju, dan ingin tau, apa lagi siasat dari Nona Laura ini. Hingga sampai di sore hari. Ia pun ada sedikit pekerjaan yang belum terselesaikan.
Hingga ia terlambat menjemputnya. Dan Andreas kini telah berada di depan kantor Nona Laura.
Nona Laura tersenyum mengembang. Merasa Tuan Andreas akan segerah masuk kedalam jebakannya.
Dengan tersenyum licik, ia memasuki mobilnya.
Lalu menuju ketempat tujuan. Dimana Tempat tersebut adalah tempat karaoke.
Yang mana Nona Laura mengatakan. Kalau saat ini sahabatnya yang juga pemilik tempat tersebut, ingin bertemu dan membicarakan sesuatu.
Dan kini mereka telah memasuki, tempat di mana para pengunjung sedang bermain dan beristirahat.
Hingga ia pun ditawarkan minuman dan menyuruh Andreas segerah meminumnya.
Dan kini ia akan keluar sebentar untuk menemui temannya.
Sampai beberapa saat , Andreas pun menelpon sang asisten agar terus mengikuti instruksi nya.
Hingga kini Nona Laura kembali bersama temannya, dan melihat minuman tersebut telah berkurang.
Mereka berdua tersenyum senang.Dan kini tinggal menunggu reaksinya.
Sampai Andreas berkata, kepalanya saat ini sedang pusing.
Mereka berdua pun bergegas mendekat, hingga menawarkan sebuah kamar dan ingin membawa Andreas ketempat tersebut.
Andreas hanya diam. Seakan ia hampir tidak sadarkan diri.
Membuat Nona Laura memanggil seseorang untuk membantunya.
Memindahkan ketempat yang telah disiapkan oleh mereka.
Sampai disalah satu kamar yang telah di pasang kamera tersebut.
Kini Andreas telah tidak sadarkan diri, hingga rencana mereka pun mulai dijalankan.