Perempuan Tangguh

Perempuan Tangguh
Kaburnya Nona Laura


Lusiana telah sampai di rumah sakit kota. Kini ia sedang memeriksa kandungannya, yang bakal di perkirakan kembar.


Mereka sangat senang melihat hasil cetakan poto yang ada di ruang pemeriksaan tersebut. Yang mana menampilkan kini dua bayi yang sehat, dengan detak jantungnya yang terdengar normal, serta melihat perkembangan dua bayi ini, yang sangat mengagumkan.


Membuat mereka menjadi terharu dan senang. Hingga kini sang dokter berkata, "kondisinya masih harus di perhatikan, mengingat ini bayi kembar.


Dan soal asupan makanan nya juga masih harus diatur, karena sepertinya, sang ibu yang masih kurang untuk mengikuti anjuran dokter, dalam memilih dan memakan, makanan yang telah di saran kan oleh dokter.


Kedua orang tuanya, langsung saja menatap sang putri dan mengultimatum agar mulai saat ini, tidak ada lagi bantahan soal makanan itu.


Hingga membuat Lusiana mengambil napas berat, serta pasrah.


Dan kini sang dokter akhirnya memberikan selembar resep, yang harus ditebus di apotik.


Lalu mereka menerima dengan senang. Dan kini mereka mulai keluar dari ruangan tersebut.


Setelah mereka keluar dan kini mulai menebus obatnya, didalam apotik yang masih berada, disekitaran rumah sakit tersebut.


Tapi disaat mereka yang sedang menunggu panggilan. Tapa sengaja, Lusiana yang capek sedari tadi duduk, kini mulai berdiri, hingga menabrak seseorang dan langsung menundukkan kepalanya sambil terus meminta maaf.


Begitu pun seseorang tadi yang tak sengaja menabraknya, langsung terus berkata maaf dan sambil melirik seseorang yang ditabraknya.


Karena seperti seseorang yang sedang hamil. Dan takut akan terjadi sesuatu kepada dirinya.


Dokter Felix menoleh, dan tak percaya akan pengelihatan nya saat ini. Dan dengan senang pula ia berteriak.


Lusiana sambil terus memegangi kedua lengan nya dan menatap tak percaya.


Kedua orang tua Lusiana merasa khawatir. Takut orang ini juga bermaksud untuk menyiksa kembali sang putri, hingga membuat kedua orang tuanya sontak menarik tangan Lusiana, menyembunyikan nya di belakang mereka, dan berusaha melindunginya.


Dokter Felix bingung dan kini mulai melirik Lusiana hingga memintanya penjelasan.


Lusiana hanya terkekeh geli, melihat mereka yang salah faham, hingga menyuruh mereka semua duduk di ruang tunggu tersebut, sambil menjelaskan semuanya.


Dokter Felix sangat terkejut dan senang, setelah mengetahui.


Kalau saat ini. Bukan saja, Lusiana yang sudah bertemu, tapi juga ia yang nampak sehat, serta telah menemukan kedua orang tua kandungnya.


Dokter Felix langsung meminta nomor kontaknya, karena masih banyak yang ingin ia sampaikan serta tanyakan.


Tapi karena kesibukannya atau pekerjaan nya kini. Ia pun tak bisa berlama-lama, dan hanya bisa meminta nomor kontaknya saja saat ini.


Dengan senang pula, Lusiana langsung memberikan nomornya. Dan kini mereka telah saling menyimpan nomor kotanya masing-masing. Serta beralih ke aktifitas mereka masing-masing.


Tapi Di Mansion Tuan Carlos, kini dengan tubuh yang masih tidak sehat.


Nona Laura diperintah agar, membersihkan. Seluruh Mansion ini.


Dan dengan kondisinya yang seperti ini, serta sedang hamil. Ia cepat merasa lelah dan mencoba beristirahat.


Tapi dilihat oleh sang pelayang hingga ia yang mengambil kesempatan ini.


Hingga mulai mengerjainya. Dan kini, di saat Nona Laura yang mulai duduk sejenak. Langsung saja di siram oleh sang pelayan dengan air yang dipakainya untuk mengepel lantai tadi.


Nona Laura mengeram marah. Hingga ia ingin membalas, dan kini melihat Tuan Carlos yang sudah pulang.


Ia pun mengurungkan niatnya, dan mulai terlihat lemah, hingga ia memohon untuk memaafkannya, menolongnya saat ini.


Tapi Tuan Carlos yang merasa tertipu dan di permainkan, kini ia pun tidak perduli lagi kepadanya.


Dan kini, sang pelayan merasa senang, dan semakin jadi untuk terus mengerjai Nona Laura.


Melihat Tuan Carlos yang kini tidak memperhatikannya lagi.


Hingga membuat Nona Laura putus asa dan kini tidak ada harapan untuk tinggal lebih lama lagi disini.


Ditambah, sang pelayan yang kini terus menindasnya. Karena ia yang seperti tidak suka kepadanya.


Seperti saat ini saja. Ia telah dengan berani, disiram oleh sang pelayan, dengan menggunakan air bekas ia mengepel lantai tadi.


Dan belum juga ia selesai mengepel lantai yang telah kembali basah akibat tumpahan air pel tadi, yang dilakukan oleh pelayan tadi.


Kini sang pelayan sudah memerintahkannya lagi. Untuk segerah membersihkan taman yang berada didepan.


Tubuh Nona Laura sudah merasa lemas. Ia sangat kelaparan kini. Karena ia sedari pagi belum menyentuh sedikit pun sarapan.


Dan kini ia sudah di perintah untuk segerah bekerja, hingga tubuhnya kini kembali panas dan pingsan.


Tukang kebun yang melihat, Nona Laura pingsan di halaman depan.


Dengan segerah membantunya dan segerah membawanya masuk kedalam kamarnya.


Setelah membaringkan di dalam kamarnya. Tukang kebun tersebut, langsung memberi laporan kepada Tuan Carlos.


Dan kini sang Tuan memerintahkan hanya memberikannya obat, tidak lebih dari itu. Setelahnya ia kembali tidak perduli.


Nona Laura yang kini mulai tersadar. Maka dengan segerah sang pelayan memberikannya obat, yang telah diperintahkan oleh Tuan Carlos, dan itu pun dengan wajah juteknya.


Nona Laura menerima dengan pasrah, dan segerah meneguknya, lalu kembali beristirahat.


Sang pelayang, setelah memberikan obat. Ia langsung pergi meninggalkan Nona Laura sendiri didalam kamarnya.


Kini Nona Laura termenung. Berpikir, tidak ada gunanya lagi ia masih tinggal disini. Dan ini semua disebabkan oleh anak si**an ini.


Hingga ia memutuskan untuk segerah pergi dari tempat neraka ini.


Dan kemarin ! Walau ia kadang disiksa, tapi masih ada harapan untuk mengambil hati sang Tuan.


Tapi kini. Setelah ia mengetahuinya. Maka tidak ada harapan lagi baginya.


Dan ia juga tidak akan tahan untuk berlama-lama tinggal disini.


Maka ia pun mulai berpikir dan mencari cara. Agar..."Bagaimana caranya, ia bisa kabur dari tempat ini.


Dan kini. Malam pun sudah mulai menjelang. Tiba saat semua orang tertidur, dan siasat pelarian mulai di jalan kan nya.


Nona Laura melirik ke kiri dan ke kanan, dan melihat kini, tak nampak orang berjaga didepan, yang mungkin kini sedang ada urusan yang entah apa itu. Serta seperti ini memang hari keberuntungan nya.


Dengan tidak membuang-buang waktu lagi. Ia segerah menyusup, dan keluar dari gerbang Mansion tersebut.


Dan kini ia mulai berlari sekuat tenaganya, hingga kadang bersembunyi dan menghindari dari orang yang mencurigakan.


Sampai pagi menjelang. Sang pelayan berteriak.


Tuan ...


Tuan....


Tuan....


Ada apa ? tanya Tuan Carlos !


Itu Tuan....itu....


Nona Laura hilang....!


Eh.... Nona Laura kabur....!


Apa....!


Kenapa bisa....?


Entahlah Tuan. Tapi yang pasti saat ini, ia tidak ada didalam kamarnya.


Cari ia sampai ketemu. Dan bila sudah bertemu seret ia pulang, serta aku akan segerah menghukumnya.


Dengan geram Tuan Carlos berucap, dan entahlah. Ia saat ini tak mau melepaskan Nona Laura, serta ingin selalu menyiksanya, karena telah berani menipunya.