
Dan....Nona Laura sangat beruntung saat ini. Karena disaat ia yang sedang menunduk mengambil hp nya, membuat sang polisi tadi tidak melihat dirinya.
Dan segerah memberi jalan, bagi mereka, untuk segerah lewat, segerah pergi dari tempat tersebut.
Sampai, ia bisa sampai dengan selamat, di Greja yang akan mengesahkan hubungan Nona Laura dan Roy saat ini, yang mana akan sebentar lagi sah, menjadi suaminya.
Setelah acara itu selesai dan berjalan dengan lancar.
Yang mana kini, Nona Laura dan Roy, telah sah menjadi suami istri.
Kini mereka berciuman mesra, menunjukkan pada semua teman-temannya, kalau kini mereka akan memulai hidup baru.
Setelah itu, mereka melanjutkan dengan pesta kecil-kecilan mereka, di teras kecil, depan rumah mereka.
Pesta mereka memang terlihat sangat sederhana. Tetapi pasangan ini terlihat lebih bahagia.
Terbukti saat ini mereka yang terus tersenyum bahagia, dan tak lepas dari berpelukan erat, kemana pun mereka berada.
Hingga kini, para tamu sudah mulai sedikit-demi, menghilang. Karena mereka telah pulang.
Tinggallah kini mereka berdua. Mulai melanjutkan bulan madunya.
Memadu kasih yang tertahan selama ini. Karena kini mereka telah sah menjadi pasangan. Yang tampa menyakiti sang bayi yang berada didalam kandungannya itu.
"Dan disisi lain, Lusiana kini mulai tersadar. Kini ia melihat sudah berkumpul semua keluarganya.
Ia tersenyum senang, hingga tersadar. Dimana bayi ku, dan apakah mereka baik-baik saja.
Lusiana mulai panik. Membayangkan, saat-saat ia melahirkan yang begitu sulit dan menyakitkan.
Dan tak lepas, bayangan saat itu, yang membuatnya takut, akan kondisi sang bayi hingga saat ini.
Ia mulai panik dan histeris. Dimana bayi ku ....dimana bayi ku ....serta mulai menangis pilu, terus menanyakan perihal bayi nya saat ini.
Lalu Andreas memeluknya erat, sambil terus berkata, "Tenang lah sayang. Tenangkan lah diri mu terlebih dahulu.
Karena bayi kita saat ini baik-baik saja Sambil terus mengusap rambut panjangnya.
Benarkah itu ! Atau kalian hanya tidak mau aku khawatir saja.
Tidak ...ini sungguh. Bayi kita benar-benar baik-baik saja.
Saat ini mereka hanya butuh sedikit perawatan. Dan nanti juga, bila masa pemulihan nya selesai, mereka akan segerah membawanya kemari. Serta akan memperlihatkannya kepada kita semua, sayang.
Sungguh ! Dengan mata sayu, Lusiana. Mencoba mencari kebenaran nya. Berharap ini memang benar dan ia mulai sedikit tenang.
Lalu kembali mengobrol seperti biasa dan menceritakan masa-masa ia di tahan oleh Tuan Carlos.
Karena ia sungguh tidak mengenal Tuan Carlos itu, dan bingung dengan segala perlakuannya.
Andreas mulai menjelaskan, siapa Tuan Carlos itu. Dan mengapa ia sampai melakukan itu.
Ia sebenarnya malas untuk membahas ini. Yang mana hanya akan membuka kenangan buruk saja.
Dan ia hanya ingin hidup damai bersama keluarganya. Tapi sepertinya, Tuhan masih terus memberikannya cobaan.
Sampai saat ini, ia merasa sangat bersyukur kembali.
Karena akhirnya, ia bisa menemani disaat-saat sang istri yang sedang berjuang, untuk mengeluarkan kedua sang jagoan dan princess nya itu.
Hingga membuatnya, lengkap sudah kebahagian nya saat ini.
"Tapi berbeda dengan yang terjadi pada Nona Diana.
Ia masih terus dihukum oleh Tuan Diego. Tak dihiraukan, hingga menyiksa batinnya.
Melihatnya terus bercinta dengan wanita lain. Dan itu dilakukan dihadapannya.
Dan juga, ia harus melayani apa yang mereka inginkan.
Sampai bagai dibuat seperti pembantu ditempat tersebut. Bila tidak ! ancaman Ayahnya akan ditelantarkan dirumah sakit.
Nona Diana tidak berdaya. Berharap ia bisa dengan cepat melahirkan dan memberikan bayi ini. Serta segerah lepas dari cengkraman Tuan Diego.
Ia sungguh tidak sanggup lagi. Dan juga tidak menyukainya.
Pertahanan selama ini, hanya untuk pengobatan sang Ayah dan perubahan hidupnya.
Tapi kini ! Apa yang ia dapatkan.
Membuat nona Diana tidak kuat dan tiba-tiba pingsan.
Sang pelayan segerah melaporkannya.
Dengan segerah pula, Tuan Diego datang serta melihatnya.
Segerah memberi pengobatan yang terbaik. Karena ini juga, menyangkut bayi yang ada didalam kandungannya itu.
Tuan Diego, tidak mau sampai terjadi sesuatu terhadap bayi nya.
Karena emosinya, ia lupa telah menyakiti juga bayinya.
Berharap tidak terjadi sesuatu kepada bayinya. Dan akan memuat semua usahanya selama ini akan menjadi sia-sia.
Tuan Diego hingga mengancam sang Dokter. Untuk memberikan perawatan yang terbaik.
Dokter tersebut ketakutan. Sampai ia segerah memeriksanya.
Ingin menyampaikan, tapi takut.
Hingga ia dipaksa, dan akhirnya berucap lah sang dokter. Kalau saat ini, Keadaan Nona Diana sangatlah lemah dan rentan terjadi keguguran.
Yang membuat Tuan Diego terkejut, hingga berkata, "mengapa hingga terjadi seperti itu.
Apakah karena wanita itu memang akan menggugurkan nya ! dokter. "Cepat jawab aku.
Dengan mata melotot, serta kerah baju sang dokter juga di remas oleh Tuan Diego.
Dan sang dokter, mulai menjelaskannya dengan tubuh yang bergetar.
Bukan Tuan !
Tapi itu...itu....itu karna Tuan membiarkannya terlalu capek dan sepertinya juga ditambah pikirannya yang stres.
Karena memang orang hamil tidak diperbolehkan terlalu capek dan stres Tuan.
Benarkah ! Lalu perlahan melepaskan cengkraman itu. Hingga ia mulai berpikir.
Apakah aku terlalu keras dalam menghukumnya.
Tapi....baiklah dokter. Aku akan mencoba menuruti semua saran mu itu.
Dan mulai saat ini. Aku akan memperlakukannya. Dengan lebih baik lagi, dari yang kemarin.
Dan setelahnya, baru sang dokter merasa lega. Serta dengan segerah menuliskan resepnya, dan menyarankan, agar obatnya diminum secara teratur.
Dan tak lama, dokter pun segerah pergi. Meninggalkan kini hanya mereka berdua yang berada didalam kamar tersebut.
Tuan Diego terus menatap Nona Diana. Memikirkan suatu, yang tak bisa di baca saat ini.
Hingga ia kini juga mulai meninggalkan Nona Diana sendiri. Dan kini berada didalam kamarnya.
Dan segerah pula, ia memerintahkan satu pelayannya, agar bisa terus mengawasinya saat ini.
Hingga ia memberi keputusan. Untuk tidak membiarkan nya keluar dari dalam kamar ini, barang sebentar dan sejengkal saja.
Hingga saat ini, nona Diana sudah tersadar, dan memijat kepalanya yang sedikit pusing. Dan wajahnya juga terlihat sedikit pucat.
Serta langsung saja, sang pelayan berkata, "Nona...ini ada bubur, dan Kata Tuan !
Nona harus segerah menghabiskannya, serta segerah meminum obat ini.
Ingin sekali Nona Diana berontak. Tapi semua keputusan, ada di tangan Tuan Diego.
Bila Ia membantah. Mungkin keselamatan sang Ayah akan sangat berbahaya.
Maka dari itu, dengan engan. Nona Diana saat ini. Mulai melaksanakan, semua perintah dari Tuan Diego.
Nona Diana bergumam, ia harus kuat, dan bertahan, cuma hingga saat ia melahirkan nanti.
Dan semua itu akan segerah berakhir. Maka dari itu. Ia pun mulai menuruti semua peraturan baru yang diperintah pula, oleh Tuan Diego kini.
Hingga kadang ia merasa bosan dan melihat kini. Tuan Diego mulai menjenguknya.
Serta mulai memohon, untuk mengizinkan nya sebentar. Untuk keluar, berjalan-jalan.