
Andreas terus menenangkannya hingga ia pun ikut terlelap. Dan kini pagi pun menjelang.
Ia terbangun terlebih dahulu, serta saat ini menatap lekat wajah sang istri, yang semalaman, terlihat sangat ketakutan, dan entah apa penyebabnya, Andreas sendiri tidak mengerti.
Tapi kini ia mulai membelai wajah sang istri yang menyejukkan hati itu, hingga membuatnya terbangun, dengan mengerjap-ngerjap kan kelopak matanya, menatap kini sang suami yang nampak tak berhenti menatap wajahnya.
Lusiana merasa heran hingga ia penasaran dan mulai menanyakannya.
Ada apa Tuan ?
Tidak ada ! dan apakah ada larangan suami menatap wajahnya istrinya sendiri.
Tidak ! Dengan memalingkan wajah nya, Lusiana menahan malu.
Hem...kenapa wajah mu dipalingkan, aku belum puas menatap wajah mu, sambil memegang dagu sang istri dan menghadapkan kembali ke wajahnya, dan kembali menatapnya lalu membelai lembut wajah sang istri hingga sampai di bibir dan muuummmm..
Tuan Andreas tampa kata lagi, ia langsung saja mencium bibir sang istri. Dan Lusiana yang belum siap. Melototkan matanya hingga ia mendorong dadanya.
Dan dengan napas yang tersengal-sengal pula. Ciuman itu dilepas. Hingga keluar lah segala umpatan dari Lusiana, kerena merasa kesal kepada sang suami.
Andreas terkekeh dan berkata, aku ingin memakan mu saat ini.
Tidak...!
Kenapa tidak boleh ! Aku suami mu, dan tidak ada larangan untuk suami melakukan itu.
Memang tidak ! Tapi, sambil menunduk kan wajahnya.
Tapi apa ?
Tapi Aku....Dan langsung saja, Andreas membaringkan sang istri, hingga terjadi ciuman yang dalam serta menuntut dan kini terjadilah pergulatan di atas tempat tidur tersebut.
*
*
*
"Disisi lain. Kini Nona Diana mulai tersadar, dan kembali memberontak hingga ia berteriak histeris dan ingin segerah pergi dari tempat tersebut.
Tuan Diego yang selalu menjaganya, hingga terbangun serta mulai menenangkannya.
Ia memeluk erat Nona Diana sambil berkata, tenanglah dan katakan apa masalah nya bila sampai kau hamil saat ini.
Aku tidak ingin hamil. Dan Aku tidak mau melahirkan anak yang tampa Ayah.
Tapi Aku Ayahnya. Dan Aku yang akan merawat serta membesarkannya.
Aku tidak mau, dan tetap saja itu artinya Aku harus melahirkan bayi ini. Dan Aku juga tidak rela untuk memberikannya kepada istri mu itu.
Ingat, kau juga pernah melahir kan sekali anak haram mu itu. Dan bila ku sebarkan maka rusaklah semua iMessage baik mu itu.
Tidak ada lagi yang mau memberimu biaya pengobatan Ayah mu dan juga keperluan mu sehari-hari.
Maka pikirkanlah dengan baik nona Diana. Kau masih bisa melihat anak mu dan terus mendapatkan semua pasilitas, yang akan kuberikan nantinya, dengan syarat kau tetap melahirkan anak ini, dan terus melayaniku.
Tapi kau tidak akan menikahi ku. Dan untuk apa istrimu itu mengambil anak ku.
Tapi perjanjian kita memang seperti itu awalnya. Dan kau saja yang tidak membaca keseluruhan, maka bisa saja Aku menuntut mu kapan pu itu.
Dan untuk masa kehamilan mu ini, aku tidak akan bermain kasar. Mengingat anak ku yang berada didalam perut mu itu.
Lalu setelah lahir. Apa yang akan ku lakukan.
Untuk saat ini, jangan dipikirkan terlebih dahulu, tapi pikirkan dahulu untuk merawat dan membuat bayi ini sehat serta selamat hingga lahir.
Dan kau yang seperti ini. Membuatku ingin melakukan itu sayang.
Tapi kau yang belum sehat, maka lebih baik, kau beristirahat saja, aku akan selalu menjagamu.
Hah...! Nona Diana mengambil napas berat dan hanya bisa menurut untuk saat ini.
Di tambah ancaman itu. Ia memang takut akan ketiadaan biaya soal Ayahnya.
Tapi bagaimana Tuan Diego ini bisa tau soal Ayahnya.
Dan Anak itu. Ia juga tau kalau dirinya juga pernah melahirkan.
Apakah mungkin ia akan mengancam ku dengan hal ini. Dan apa mau dari Tuan Diego ini.
Hanya saja, sepertinya aku juga menyukai ia yang saat ini, karena memang saat ia ia berlaku lebih lembut dan menuruti semua kemauan nya.
Dan...Aaahhhh....lebih baik tidak ku pikirkan untuk saat ini, dan menikmati dahulu serta melihat apa maunya dari Tuan Diego ini.
Dan juga aku memang lebih untung dan Aman bila berada saat ini bersamanya.
Ketimbang bersama Tuan Carlos dan diperintah harus terus melayani kliennya, yang selalu berubah-ubah.
Serta, ia juga akan mengancam ku saat itu soal peminjaman uang.
Ya ampun, "Sambil menepuk jidatnya.
Uang...astaga, aku lupa pasti saat ini Tuan Carlos sedang marah dan mencari ku. Dan Hp ku. Dimana Hp ku saat ini.
Bagaimana Aku mencari tau kondisi Ayah ku saat ini. Aku harus menanyakannya saat ini kepada Tuan Diego.
Lalu berdiri dan mulai mencari Tuan Diego, walau kondisinya saat ini belum begitu baik.
Saat Nona Diana sudah menemukannya. Dan Tuan Diego kini yang sedang berada diruang kerjanya.
Nona Diana menerobos dan mulai bertanya, dimana Hp ku ?
Tuan Diego yang fokus bekerja saat ini, ia langsung menoleh, setelah mendengar suara itu.
Lalu berkata, kalau hpnya saat ini telah dihancurkan.
Apaaaaa....!
Nona Diana sungguh terkejut mendengarnya. Ia tak percaya hp nya telah dihancurkan.
Dan bagaimana cara ia menghubungi pihak rumah sakit, serta menanyakan kondisi Ayahnya saat ini.
Dengan santai pula, ia berkata, "Sudah...! Untuk Ayah mu itu, tak perlu kau khawatirkan, karena sudah ku urus semuanya, dan asal kau menuruti semua perintah ku saat ini.
Maka kondisi Ayah mu aman saat ini. Tapi bila sedikit saja kau berontak dan melawan ku.
Maka, jangan harap kau akan bertemu kembali dengan Ayah mu itu.
Apa maksud mu Tuan ? Dengan bingung Nona Diana berkata.
Kau pasti mengerti sayang dan bersiaplah, karena sepertinya ku lihat saat ini, kondisi mu sudah lebih baik.
Maka aku mulai menginginkanmu. Dan nanti malam persiapkanlah dirimu, dengan senyum mesum nya, Tuan Diego berkata dan melanjut kan kembali kerjanya.
Nona Diana kesal saat ini, hingga ia ingin mencekiknya. Tapi ia masih didalam genggamannya dan tak bisa melawan.
Dan kini ia hanya bisa menahan kesal, serta keluar dan meninggalkan Tuan Diego yang masih sendiri, dan terus melanjutkan pekerjaannya.
Hingga malam menjelang. Tuan Diego benar-benar saat ini memasuki kamarnya dan meminta, seperti yang dia katakan siang tadi.
Maka dengan rayuan juga, Nona Diana pun mulai terbuai, hingga mereka kini mulai melakukan permainannya, yang kini ini seperti kata Tuan Diego. Ia akan melakukannya dengan lembut dan membuat Nona Diana merasa nyaman serta menikmatinya hingga mereka berdua terlelah, dan setelahnya mereka pun tertidur.
Pagi menjelang. Tiba-tiba telpon Tuan Diego berbunyi.
Seakan tau kalau mereka menikmati percintaan yang panjang sedari malam.
Istrinya yang berada di Negri sebelah pun mulai menghubungi. Dan berkata, kalau saat ini, ia sedang tidak sehat badan. Dan ingin segera bertemu dengannya.
Dengan terpaksa pula, ia bersiap dan berkata kepada Nona Diana. Kalau saat ini, ia sedang ada pekerjaan mendadak, dan harus meninggalkannya selama beberapa hari.
Serta memperingatkannya agar tidak berbuat ulah, atau keselamatan Ayahnya ada di tangannya.
Nona Diana hanya pasrah, serta memanggutkan kepalanya.
Dan kini ia melihat kepergian Tuan Diego, yang meninggalkannya sendiri di pulau tersebut.
Dalam tanda kurung, bukan arti sendiri yang benar-benar sendiri yah, tapi masih ada beberapa penjaga dan pelayan. Dan Up nya sambung ke sebelah yah. Serta jangan lupa tinggalkan jejaknya, dan banyaknya typo, diharap maklum, author nulisnya banyak nyambilnya😀 dan makasih dah baca🙏🤗.