
Disaat ini, Andreas sangat bahagia karena dapat kembali bersama sang istri.
Walau sang istri, belum bisa menerima sepenuhnya. Andreas akan terus bersabar.
Yang terpenting saat ini bagi Andreas adalah bisa terus bersama sang istri.
Merasakan di dekapan sang istri. Dapat membuatnya tidur dengan nyenyak kembali.
Selalu membawa pekerjaan nya ke Mansion. Agar bisa terus bersama sang istri dan terus mengawasinya dari dekat.
Melihatnya dari dekat seperti ini. Hatinya terus mengembangkan senyum bahagia.
Membayangkan, kalau saat ini mereka telah menjadi keluarga kecil.
Serta tak ada lagi yang menghalangi kisah percintaan mereka.
Dengan saat itu, bayi mereka yang telah lahir dan memanggilnya Daddy dan Mamy.
Andreas melamun sangat jauh saat ini. Hingga sang asisten datang dan menyadarkannya.
Maaf Tuan !
Ini laporan dari kantor pusat. Hari ini resmi pekerjaan proyek yang di tengah kota telah final'.
Dan satu Minggu kedepan, akan diadakan peresmiannya.
Maka dari itu. Tuan diharapkan hadir, di acara tersebut, untuk melakukan pemotongan pita saat itu Tuan.
Hem... !
Lihat ada jadwal apalagi selain undangan tersebut ?
Oh ...."Sepertinya tidak ada Tuan.
Baik ! Kalau begitu, Aku akan pergi mengajak istri ku, dan siapkan juga pengamanan nanti ditempat tersebut.
Aku tak mau sampai mengambil resiko, istri ku hilang kembali seperti saat itu.
Baik Tuan. Segerah akan dilaksanakan.
Setelahnya, Andreas mencari keberadaan sang istri. Yang saat ini sedang berada di kebun belakang, dan seperti biasa.
Ia saat ini sedang merangkai bunga.
Andreas mulai mendekat serta memeluk dari belakang, serta menyingkirkan rambutnya kesamping. Dan kini mulai menciumi lehernya yang putih mulus itu, hingga membuat Lusiana menjadi kegelian. Dan berkata :
Tuan...!
Tolong....kita sedang ditempat yang terbuka.
Aku tidak perduli, dan melirik semua pelayan, dengan memberi isyarat agar semua pergi meninggalkan mereka berdua.
Andreas lanjut menjalankan kembali aksinya dengan terus menciumi leher, hingga ke bahu dan tangan nya terus menjalar kemana-mana.
Sampai kini berhenti bukit kembar, serta dengan seruan napas menderu dan hasrat yang tinggi, sampai Andreas membalik posisi mereka. Dan lanjut mencium bibirnya hingga langsung menggendong dan segerah membawa sang istri kini menuju kedalam kamar mereka.
Lusiana ingin menolak, tapi hati tak mengizinkan. Dan kini mereka larut dalam permainan yang membuat mereka berdua lupa serta terbang ke awan.
Tak menghiraukan lagi, sudah berapa kali terdengar panggilan telpon tak terjawab.
Sampai menjelang siang. Barulah mereka menghentikannya. Dan Andreas segerah menelpon sang pelayan.
Agar sarapan siang mereka, diantarkan kedalam kamar saat ini.
Lusiana masih terlelah sehabis dari permainan tadi. Disini ia masih terlelap, di tambah ia yang sedang hamil besar saat ini.
Membuatnya semakin cepat lelah. Yang diketahui kini. Kalau bayi mereka kembar. Membuat Tuan Andreas semakin ingin terus menjaga, serta bersamanya.
Sambil menatap wajah sang istri dan memperbaiki selimutnya.
Andreas tersenyum lebar. Karena merasa mendapatkan kembali kebahagiaannya.
*
*
*
Entah apa, tapi ia semakin malas untuk beraktivitas. Yang pada hal saat ini, jadwal ia menjenguk sang Ayah di rumah sakit serta melanjutkan kesehariannya dengan bersenang-senang dan berbelanja.
Tapi kini ia hanya ingin selalu berbaring. Hingga ia kini mendapat telpon dari Tuan Diego yang mengatakan.
Kalau saat ini ia akan segerah datang dan menyiapkan segala sesuatu, yang bersangkutan dengan alat dalam permainan mereka.
Nona Diana mulai merinding. Kembali ia harus melewati siksaan dari Tuan Diego.
Akan kah ini akan berakhir. Sungguh ia lelah dan ingin menolaknya.
Tapi ia tidak kuasa. Karena mereka sudah menyepakati perjanjian.
Dan kini ia mulai bangkit, mengambil tali dan cambuk, serta menghidup kan lilin aroma terapi yang menyejukkan serta, penutup mata hingga alat setrum yang selalu dipakai untuk percintaan mereka.
Dan tak lama terdengarlah suara bel berbunyi. Nona Diana bergegas membuka pintu, serta menyambutnya dengan pakaian **** dan sedikit meminum minuman agar ia terasa pede saat berhadapan dengan Tuan Diego ini.
Tuan Diego masuk, langsung menutup pintu villa nya dan mencium ganas bibir itu hingga berdarah.
Kini ia menggendong Nona Diana hingga menuju ke dalam kamar yang disiapkan, serta saat ini sedang menaruhnya di atas ranjang tidurnya.
Tuan Diego mulai mengikat tangan dan kaki nona Diana. Serta menutup matanya.
Sampai ia mulai mengambil Cambuk dan mulai menyiksanya, dan terdengarlah teriakan kesakitan dari Nona Diana, yang membuat senyum mengembang dibibir Tuan Diego serta menaikan kembali hasratnya.
Melihat sobekan baju tipis itu dengan mengeluarkan darah segar. Akibat cambukan tadi.
Tuan Diego seperti orang kesurupan mulai menambah merobeknya serta menciumi seluruh tubuhnya dan mulai melakukan permainan percintaan mereka, dan kadang ia juga suka memakai alat setrum, untuk kembali meningkatkan hasratnya ini.
Hingga membuat Nona Diana terus menjerit dan kadang sampai pingsan.
Tapi Tuan Diego tidak melepaskannnya begitu saja. Ia terus melakukan keinginannya, hingga ia merasa puas, dan barulah ia melepaskannnya.
Kini Nona Diana yang pingsan. Tapi Tuan Diego tetap bermain sendiri. Menciumi serta menjilati darah segar yang keluar tersebut, hingga ia melakukan itu.
Dan dengan buasnya pula, ia terus melakukannya, dan menyadari kini.
Nona Diana yang belum juga tersadar. Sampai ia melihat darah di bagian intinya dan segerah mencabutnya.
Ia merasa ada sesuatu yang tidak baik, dan segerah menghentikan nya.
Tuan Diego kini, menepuk-nepuk pipi Nona Diana. Dan melihat ia tidak juga sadarkan diri.
Sampai ia memutuskan untuk segerah memanggil sang dokter, untuk segerah datang dan memeriksanya.
Ia lalu memakai bajunya. Serta memakaikan juga Nona Diana baju.
Tapi melihat Nona Diana yang masih juga belum tersadar. Membuatnya semakin panik dan kembali menelpon sang dokter, yang kini sudah berada didepan villanya.
Hingga Tuan Diego, dengan segerah membuka pintunya, dan trus menunjukan kondisi Nona Diana. Hingga menjelaskan semua yang terjadi diantara mereka.
Dokter langsung memeriksa, serta memberikan suntikan vitamin dan penghenti keluar darah.
Serta berkata kepada Tuan Diego, agar segerah membawa Nona Diana ke rumah sakit saat ini.
Yang agar bisa dengan segerah ditangani dengan lebih, karena kondisinya saat ini yang memang tidak memungkinkan, atau berakibat keguguran.
Tuan Diego syok mendengarnya. Sampai membuatnya terhuyung tak percaya.
Anak ! Benarkah yang ia dengar, dan bertanya kembali kepada sang dokter, hingga mengguncang tubuh sang Dokter untuk lebih meyakinkan.
Dan dijawab sang Dokter dengan berkata, "Benar Tuan, tapi lebih untuk memastikan, kita sebaiknya, segerah membawanya ke rumah sakit, untuk menerima penanganan yang lebih.
Baik, cepat telpon ambulan. Dengan senang dan bersemangat ia berkata dan mengulang kata.
Anak...."Aku akan mempunyai anak. Setelah pernikahan ku yang hampir 10 tahun. Akhirnya....
Aku akan mendapatkan anak. Dengan senang ia berucap dan menatap wajah Nona Diana kini, yang memang setiap mereka melakukan itu, tampa pengaman.