
Hingga sesampainya di Mansion Tuan Carlos. Nona Laura sudah nampak sangat lemah, dan dibiarkan segerah beristirahat.
Kini Tuan Carlos kembali memasuki ke dalam kamar kerjanya.
Bersaing dengan Tuan Andreas, memang ia lakukan semenjak lama.
Bukan hanya persaingan pekerjaan saja yang di lakukan oleh mereka.
Tetapi mereka juga perna bersaing akan perasaan. Yang menyebabkan seseorang yang perna ada di hati Tuan Carlos meninggal, karena mengharap cinta dari Tuan Andreas.
Ia yang begitu menyukai wanita itu, tapi lebih memilih Tuan Andreas, hingga membuat wanita itu bunuh diri. Karena ia yang saat itu begitu menggilainya dan telah telah menjebak serta melecehkan nya.
Dengan harapan, bisa mendapatkan hatinya.Hingga sang wanita itu lebih memilih untuk bunuh diri.
Tuan Carlos yang patah hati, hingga membuatnya menjadi bersikap dingin seperti ini, dan tidak perna memberikan hatinya kepada wanita lain lagi.
Dan kini ia sedang memandang poto sang wanita tersebut yang ia simpan rapat di dalam kamar kerjanya hingga kini.
Tuan Carlos terus membelai poto tersebut, hingga ia terus membayangkan saat bersamanya dan menyesali semua perbuatannya.
Yang kini membuat lelaki yang terlihat kejam itu menangis dalam diam.
Maka dari itu. Ia berusaha membalas kan dendam wanitanya, dan selalu bersaing dengan Tuan Andreas hingga saat ini.
Akan tetapi. Tidak seperti membalikkan telapak tangan. Semua sangat susah untuk dilakukan.
Karena hingga saat ini. Ia selalu kalah bersaing dengan Tuan Andreas.
Dan kini. Ia yang merasa lelah akhirnya tertidur di Kamar kerjanya itu, sambil terus memeluk poto sang pujaan hati.
*
*
*
Berbeda kini yang dilakukan oleh Tuan Andreas. Ia selalu menghiasi kamar istrinya berbagai macam dekorasi dan terus berharap bila sang istri pulang dan melihat semua ini, yang menunjukkan akan ketulusan hatinya selama ini.
Hingga kini ia yang tertidur dengan memeluk pakaian sang istri, yang masih tersimpan rapi didalam lemarinya.
Hingga setiap malam, Tuan Andreas selalu mengeluarkan nya, untuk diambil dan dibawa menemaninya tidur.
Sampai pagi menjelang. Kini Nona Laura merasa tubuhnya sedang tidak baik-baik saja, dan menyebabkan ia panas tinggi.
Tuan Carlos, yang kini terbiasa dilayani oleh Nona Laura, mengeram marah hingga saat ini menuju kedalam kamarnya dan menyingkap selimutnya, serta menariknya untuk segerah bangun.
Tapi karena kondisinya yang sedang tidak baik-baik saja. Menyebabkan ia menggigil saat ini. Dan rasa panas ditubuh nya itu, kini dirasa oleh Tuan Carlos.
Tuan Carlos tertegun. Mengingat kejadian semalam. Dan penindasan itu, hingga ia yang pulang dalam keadaan lemah tampa di obati, dan menyebabkan nya seperti ini.
Ia memperhatikan Nona Laura yang sedang terduduk di tepi ranjang sambil menggigil, akibat ulah Tuan Carlos yang tadi mencoba menariknya paksa.
Hingga ia melihat dan memeriksa kondisinya yang sedang tidak baik-baik saja, serta memerintahkan sang asisten, agar segerah menelpon dokter, dan segera datang, untuk memeriksa dan mengobati Nona Laura saat ini.
Hingga ia kembali dan memerintahkan Nona Laura, untuk kembali beristirahat.
Tuan Carlos kini akhirnya memerintahkan pelayan untuk segerah melayani nona Laura nanti, dan juga menggantikan tugasnya nona Laura, untuk melayaninya saat ini.
Hingga kini ia sudah berada didalam kantornya dan sedikit membuatnya cemas, serta menelpon sang pelayan yang ditugaskan Tuan Carlos untuk melayani Nona Laura saat ini dan segera menanyakan keadaannya.
Sang pelayan berkata, panasnya mulai menurun, setelah diberikan obat. Tapi sepertinya kata Dokter, ia saat ini sedang hamil Tuan.
Tapi berpikir sejenak, sejak kapan ia hamil, mungkinkah itu benihnya.
Kalau benar ia akan bertanggung Jawab. Tapi sedetik kemudian sang pelayan menjawab dan mengagetkannya.
Yang mana Nona laura hamil memasuki minggu ke 25 atau bulan ke tiga, dan mengingat kebersamaan mereka yang baru memasuki bulan kedua.
Membuat Tuan Carlos berang serta sangat marah, hingga hendak menghukumnya kembali.
Dasar....! Wanita ja**ng.
Berani kau mempermainkan ku. Dan kini kau akan menanggung akibatnya, karena telah berani, menipu ku, hingga seperti ini.
Kini dengan tegas pula, sang pelayan di perintahkan oleh Tuan Carlos, agar tidak memberikannya lagi makan dan tidak lagi melayaninya, hingga memindahkannya. Agar ia tidak tinggal lagi di kamar itu, dan segerah di pindahkan didalam kamar gudang.
Dengan senang, saat ini pelayan pun segerah melaksanakan perintahnya.
Hingga dengan keadaan yang masih lemah. Kini Nona Laura semakin dibuat tersiksa oleh Tuan Carlos.
Ia menatap bingung dengan sikap berubah-ubah Tuan Carlos, hingga sang pelayan yang memakinya kini dengan berkata kasar, sambil menunjuk-nunjuk dirinya, dan berucap.
Kau pantas mendapatkan ini semua. Karena kau kini hamil dan sepertinya Tuan Carlos tau itu bukan benihnya. Hingga ia akan segerah membuang mu seperti sampah. Hahahaha...."Pelayan itu tertawa puas, mengejek Nona Laura saat ini.
Karena merasa pantas, dan berani sekali menggoda Tuan nya, yang mana pelayan tersebut juga memiliki rasa terhadap Tuannya semenjak lama.
Tapi ia tidak berani, karena tau akan sifat dari Tuannya itu.
Dan kini, Nona Laura yang syok, akan keteledorannya. Yang membuat. Tuan Carlos mengetahui kehamilannya sedari awal.
Maka semua rencananya mulai gagal, serta sia-sia. Dan membuatnya kembali menangis serta mengutuk Tuan Ricardo yang membuatnya menjadi seperti ini.
Kalau saja ia tidak menyerahkan dirinya kepada Tuan Ricardo saat itu.
Semua ini tidak mungkin terjadi. Tapi nasi sudah menjadi bubur. Dan menyesal pun percuma. Hingga ia mulai memukul-mukul perutnya yang mulai sedikit membuncit. Agar bisa melepaskan dari dirinya saat ini.
Tapi bukanya terlepas. Ia malah seperti melakukan hal yang sia-sia, dan kini mulai mengeluarkan segala umpatannya.
Kini tiba Lusiana yang hendak memeriksa kandungannya, di sebuah rumah sakit pinggiran kota dan ditemani oleh kedua orang Tuanya.
Selintas, di lampu merah mobil mereka berpapasan.
Andreas seakan bermimpi melihat ini. Tapi kembali ia kehilangan siluet itu. Yang membuat sang asisten berkata. Mungkin Tuan yang merasa rindu berlebih kepada Nyonyanya.
Maka menyebabkan ia mulai berhalusinasi. Yang kini telah melihat sang istri yang telah diperkirakan sudah meninggal itu.
Masih hidup serta ada disekitar mereka saat ini.
Andreas yang merasa itu nyata. Hatinya juga membenarkan. Tapi kenapa ia terlambat menyadari, hingga membuatnya menyesal dan tidak bisa mengejarnya.
Sampai membuatnya kini hilang kembali, serta membuat sang asisten berpikir, kalau ia hanya berhalusinasi.
Andreas akan membuktikan, kalau pemikirannya benar.
Dan ia memerintahkan kembali. Agar sang asisten menyewa kembali detektif handal dan mencari keberadaan sang istri di kota ini.
Sang asisten hanya bisa pasrah. Dan menuruti perintah sang Tuan, agar dapat memuaskannya, hingga menyadarkannya, kalau benar saat ini istrinya telah meninggal.
Dan kini mereka kembali ke tujuan awal, untuk segerah meninjau pekerjaan mereka, yang berada di pusat kota.