Perempuan Tangguh

Perempuan Tangguh
BAB 6


"Maaf,, kita mau kemana tuan,,??" Tanya rama


"aku mau ketoilet" pinta kenan


"Baiklah kita berhenti di sebelah sana ada WC umum" kata irena menunjukan arah WC umum


"Saya cuman sebentar kalian tunggu saja di sini,," kata kenan membuka pintu dan langsung pergi ke toilet


Namun irena merasa ada sesuatu,, ia pun turun dari mobil dan berjaga di dekat toilet laki-laki,,


Tak lama ada seorang pria keluar dengan mengenakan hoodie abu


"Heh kau,, kau kira aku bodoh heh,," kata irena menahan lengan pria itu lalu membuka penutup kepalanya,, laki - laki itu hanya menatap aneh irena


"Ahh,, soryy,, aku salah orang,,," kata irena malu langsung melepaskan tangannya dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Tak lama seorang laki - laki keluar mengenakan jaket hitam, topi dan masker, kacamata hitam, kali ini irena sangat yakin itu kenan, karena jam rolex yang masih terpasang dan sepatu yang sama,,


Irena pun mengikutinya dari belakang,


Namun ketika laki - laki itu berjalan menghindari mobil mereka, irena langsung menyeret lengan laki - laki itu ke arah mobil mereka.


"Heyyyy,,," teriak laki - laki itu sambil menepis tangan irena


"Ahhhh,, aku bisa gilaaa," gerutu laki-laki itu tak percaya, lalu membuka masker dan topinya dan di buangnya dengan kesal,,


Benar saja itu kenan, dan kenan pun langsung masuk mobil begitupun irena,,


"baiklah,, ini malam minggu,, bagaimana kalau turunkan aku di club dan kalian pergi makan dan minum sepuasnya,," sambil menyodorkan sejumlah uang,,


Namun irena justru menyodorkan handpone dengan tertera contak BOS PERNANDO perlahan kenan pun menarik kembali tangannya dan memasukan uangnya kembali


"Ahhh aku bisa gila" gerutu kenan, kemudian irena memencet call "ahhh,," dengan terpaksa dan kesal kenan mengambil handpone irena dan berbicara dengan ayahnya


"Halo ayah,, ini malam minggu,, aku mau ijin pergi ke club menghibur diri,," pinta kenan,


"Baiklah,, tapii,, para bodyguard harus selalu ada di samping kamu,," jawab ayah nya


"ayah club ini bukan sembarangan," gerutu kenan tak setuju


"Kalau begitu tidak boleh" kata ayahnya lebih tidak setuju


"Ahh baiklahhh,, satu orang saja,,,"


"Baiklah,,," telpon pun di tutup


"Aku adalah member di club ini,, dan cuman boleh bawa 1 orang saja,," kata kenan kepada para bodyguardnya


"Mmm baiklah,, kalau begitu aku saja,," kata irena


"Ahhh lihatlah pakaian mu itu sangat formal, nanti mereka curiga,,," kata kenan merasa penampilan irena tak boleh masuk ke club


"Lihatlah mereka,, begitulah perempuan pergi ke club,," sambil menunjuk wanita - wanita berpakaian sexy,,


"okhh, begitu ya, aku juga bisa,," kata irena lalu membuka jaket dan menbuka dua kancing kemeja putih tangan pendeknya itu dan di tariknya ke tepi kanan


"Mmm, make up ya,," ia pun mengeluarkan bag kecil (berisi alat make up) dari tasnya,ia pun mulai merias wajahnya,, tak lupa lipstik merah yang menggoda,, setelah selesai ia melepaskan ikat rambutnya lalu merapihkannya,,


"Apa ini kurang sexy,," tanya irena sedikit menggoda, menggigit kecil bibirnya dan mengedipkan sebelah mata ke arah kenan


Kenan hanya diam membeku tak menyangka irena sangat cantik,,


Mereka berdua segera keluar menuju club itu,,


"Heh,kau cukup menjagaku,, jangan bicara denganku,, kita pura-pura tak kenal,, ok" pinta kenan berbisik


"yaa baiklah,," balas irena setuju saja


Suara musiknya sangat mengganggu irena, banyak orang-orang yang nampak berkelas di sana,,


ketika kenan masuk semua menyapanya,, apalagi para wanita sexy langsung menghampiri kenan, memeluk bahkan mencium pipinya


"Ihhh menjijikan,,"gerutu irena yang melihat itu,lalu dia memilih duduk di bar,


"Hey kenan,,di sebelah sini" teriak rendra mengangkat tangan, kenan yang melihatnya pun langsung menghampiri


"Ehhh bukannya itu bodyguard kamu,,?" Tanya aldi sambil menunjuk ke arah irena yang sedang duduk


"Iya benar, wahhh, cantiknyaaa,," kata rendi sambil berjalan ingin menghampirinya, namun dengan segera kenan menarik bajunya agar tidak menghiraukan irena,


"Ahhh sudahlah,, biarkan dia,, jangan mengganggunya,,"


"Gak boleh,,"tegas kenan


*****


"wahhh asyik sekali alunan DJ nya,,," kata rendra menikmati


"Yaaaa,,,gue seperti melayang-layang ke udara" kata aldi sembari mengepakkan kedua tangannya,ketika aldi berputar,


"Plak,,," tanpa sengaja tangan kanan aldi mengenai seorang lelaki kira-kira berumur 45/50 tahunan,, aldi pun dengan segera meminta maaf


"Maaf pak aku benar-benar tidak sengaja,," ucap aldi sembari memegang wajah pria tua itu untuk memastikan tidak ada luka,,


"Jangan sentuh,, menjijikan,," teriak pria tua itu membuat aldi kaget,


"Kurang ajar kau,,," teriak pak tua itu sambil menatap anak buahnya,


Pria bertubuh kekar pun langsung memukul pipi aldi sampai tepi bibirnya berdarah,


"Hey,, kau berani-beraninya kau melakukan itu pada teman ku,," teriak kenan penuh emosi


"Pipi di bayar pipi,,impaskan,," kata pak tua itu tersenyum manis,


"Apa,, lihat dia sampai berdarah,, lagi pula dia tak sengaja dan sudah minta maaf,,dasar ********,,," teriak kenan masih penuh emosi dan membuat pria tua itu marah


"Beraninya kau berteriak di depanku,," kata pria tua marah dan memberi kode kepada anak buahnya,,


salah satu anak buahnya pun menyerang kenan, namun kenan berhasil menghindar dan berlari ke arah pria tua itu, menarik kerah bajunya


Ketika kenan hendak menonjok wajah pria tua itu, tangannya di tarik dan di pegang oleh kedua anak buahnya,,


"Ada apa di sana,, kelihatannya ada keributan," kata irena berdiri dan bergegas menuju ke arah keributan itu, sungguh terkejut irena melihat kenan,,


"Kenan,,," teriak teman - temannya berusaha menolong, namun kedua orang itu sangat kuat,,


Pria tua yang sudah sangat marah itu, mengambil botol kosong dan bersiap-siap memberi awahan untuk memukul kepala kenan,,


Namun dengan segera irena menahan/memegang botol itu dengan tangan kirinya, dan memukul tangan yang memegang botol itu dengan tangan kanan irena, lalu terlepaslah dan tangan pria tua itu kesakitan,,


"Wanita sialan,," teriak pria tua itu sangat murka,


Dengan segera salah satu anak buahnya menyerang irena


Tangan kanan pria itu hendak memukul kepala, namun irena berhasil menahannya, lalu pria itu hendak memukul perutnya dengan segera irenapun menahannya juga,,,


Posisi kedua tangan irena menahan kedua tangan pria kekar itu,,


Namun irena sepertinya tidak cukup kuat menahan tangan kanan pria itu dengan tangan kirinya,


Karena perlahan- lahan tangan kekar itu mulai mendekatkan ingin menjambak rambut irena,,


"Kuat sekali dia,," gumam irena dalam hati


"kau mau mati ya,,?" tanya irna mengancam, pria itu tertawa lepas mendengar ancaman irena


"Awwww,,," teriak lelaki kekar itu seraya memegang perutnya,,


Ternyata ada yang melesatkan koin logam ke arah perut pria kekar itu,,


Irenanseketika melihat ke arah koin logam itu melesat,, terlihat seorang pria yang tengah bersantai duduk di bar menyaksikan mereka bertengkar sambil meneguk segelas wine lalu menatap irena dan hanya tersenyum kecil,,


Irena pun tak memperdulikannya dan langsung menendang pria kekar itu, sampai jatuh tersungkur,


dan pria itu langsung berdiri lagi menyerang irena,,irena langsung berbalik badan menghindar dan segera menghantam dada pria itu dengan sikunya


Karena sadar irena tak mungkin mengalahkan mereka sendiri,,,


Segera ia mengambil botol tadi yang di letaknya d lantai, lalu memecahkan bagian bawah botol itu


"Preee,,," suara botol pecah seketika menngheningkan para gadis berteriak dan para lelaki seolah menikmati pertaruang itu di buatnya terkejut,,


"Jangan bergerak,,," teriak irena menodongkan pecahan botol yang ada di tangannya, sontak pria kekar yang ingin menyerang pun berhenti,


"Lepaskan pria ituuu,,,," teriak irena lagi mendekati kenan yang sedang di sandra


"Lepaskan dia,,,"teriaknya lagi menodongkan ke arah pria yang menahan kenan,,


Pria itu pun terpaksa melepaskannya, lalu irena menarik kenan dan mengarahkan kenan untuk berdiri di belakangnya, merekapun mundur perlahan dengan posisi irena menodong nodongkan pecahan botol itu agar tidak ada yang mendekat.