
Sang supir yang berteriak, hingga mengagetkan sang Tuan dan berkata, "Cepat kejar dia.
Maka sang sopir pun keluar dari dalam mobil, dan mulai mengejarnya.
karena jalan gang yang berliku serta sempit. Membuat sang sopir kewalahan untuk menangkapnya.
Ditambah ia yang tidak memahami tempat tersebut, membuat sang sopir yang kini, di bantu juga oleh Tuan Andreas serta sang Asisten, untuk ikut mengejarnya.
Nona Laura, semakin kalang kabut dibuatnya. Dan mencoba terus mencari akal, untuk terus melarikan diri.
Ia tidak mau ditahan. Dan ia juga harus bisa melarikan diri dari mereka.
Dan kini, tiba saat ia terpojok. Dan didepan hanya ada anak sungai kecil dan mengalir deras. Maka ia dengan tampa pikir panjang lagi, langsung saja menceburkan dirinya kedalam sungai tersebut.
Hingga membuat Tuan Andreas beserta asistennya dan sang sopir mengeram kesal.
Mereka gagal lagi menangkap Nona Laura. Lalu Andreas memerintahkan sang asisten.
Agar segerah mengerahkan anak buahnya. Dan terus menelusuri, serta mencari Nona Laura hingga dapat.
Dengan segerah, sang asisten menelpon seseorang dan kini mereka pun, memutuskan untuk segerah melanjutkan, ke tujuan mereka yang akan hendak menemui kliennya.
Nona Laura yang berenang di arus yang deras. Ditambah keadaannya, yang saat ini sedang hamil. Membuatnya ia semakin kewalahan untuk mengimbangi arus air.
Tapi disaat ia yang merasa lelah, serta ia melihat keadaan yang mulai aman.
Ia mulai menepi serta mencoba berusaha untuk naik kedaratan. Dan ternyata sangat sulit, karena susah untuk mencapai pinggiran tersebut.
Hingga ada tangan seseorang yang mencoba menariknya kini.
Nona Laura sangat terkejut dan hampir kembali terjerembab ke sungai.
Tapi dengan sigap, seseorang tersebut menyelamatkan nya, hingga membantunya untuk naik kedaratan.
Nona Laura masih takut, kalau ini adalah orang suruhan dari Tuan Andreas.
Dan orang tersebut sepertinya tidak bisa berbicara, tapi kelihatan sangat tampan, walau ia terlihat seperti orang biasa.
Dan Nona Laura berpikir, ia sedang memberitahunya saat ini, untuk mencari tempat dan mengajaknya beristirahat untuk sementara waktu.
Dengan senang, Nona Laura menyetujuinya, karena ia juga telah merasa lelah, dengan perut sebesar ini. Dan ingin segerah berlindung, serta menghindari dari kejaran Tuan Andreas tadi.
Dan karena sedari tadi, ia yang terus mengalami kejar-kejaran, dan menyebabkannya sangat kelelahan dan ingin segerah beristirahat.
Serta seseorang tersebut, yang mulai menunjukan arah atau saat ini, ia mulai mengajaknya ke suatu tempat.
Dan ternyata tempat tersebut adalah sebuah gubuk kecil yang berada di dalam hutan, pinggiran kota ini.
Walau kecil, setelah dilihat. Tempat ini, tenyata lumayan bersih dan rapi, dengan peralatan yang apa adanya, tetapi sangat lengkap.
Lalu seseorang tersebut berkata kepada Nona Laura agar dengan segerah membersihkan dirinya terlebih dahulu. Hingga meminjamkannya sebuah baju.
Nona Laura merasa di perlakukan baik, ia dengan segerah mengambilnya dan kini, ia segerah membersihkan dirinya.
Dan setelah ia selesai. Ternyata ia pun di ajak seseorang tersebut untuk sarapan bersama.
Nona Laura merasa terharu dan segerah menghampiri hingga sarapan bersama, dan kini ia mulai menanyakan siapa namanya dan dimana keluarganya yang lain.
Seseorang tersebut mulai menulis di kertas, hingga menggunakan bahasa isyarat, kalau ia bernama Roy dan semua keluarganya telah meninggal saat terjadi bencana alam tanah longsor.
Dan kini ia hanya sendiri, hingga mendirikan gubuk ini.
Nona Laura tersenyum senang, hingga ia berterimakasih dengan bahasa isyaratnya.
Kini tiba saat mereka hendak tidur. Akan tetapi tempat tidurnya hanya ada satu.
Ia merasa tidak enak hingga berkata, biarkan ia yang tidur dilantai, tapi di tolak oleh Roy, yang mengatakan kalau ia yang lebih layak tidur dilantai. Karena saat ini, Nona Laura sedang mengandung, serta tidak baik dan nyaman, bila harus tidur dilantai.
Nona Laura tersadar, kalau masih ada orang baik di dunia ini. Dan ia memang berlaku jahat selama ini serta sangat serakah. Hingga menyebabkan nya menjadi luntang lantung seperti ini.
Tapi ia belum siap untuk masuk kedalam penjara. Dan ditambah, saat ini ia yang sedang mengandung.
Hingga Nona Laura memperhatikan pria didepan nya ini, yang sangat perhatian kepadanya.
Walau hidup dengan sederhana, tetapi ia terlihat sangat bahagia.
Tidak seperti dirinya, yang selalu terlibat masalah.
Dan kini, Nona Laura berjanji pada dirinya sendiri. Kalau sampai Tuhan berkenan memberinya kebahagiaan, ia akan berusaha berubah dari saat ini.
Serta kini, Nona Laura yang kelelahan dan melihat Roy yang sudah tertidur. Lalu ia pun mulai terlelap hingga pagi menjelang.
*
*
*
Pagi ini, seperti rencana Ayah Lusiana. Ia telah menghubungi Dokter Felix untuk mengajak Tuan Andreas bertemu dan makan di luar.
Dan kini, ia mulai membuat penyamaran pada putri nya. Agar tidak ketahuan, serta dapat melihat sang suami, dan dapat menenangkan hatinya yang gelisah selama beberapa hari ini.
Tiba kini disebuah restoran ternama, tapi terbuka di alam lepas, dengan pemandangan puncak, mengarah ke jalan tebing nan indah.
Tempat ini memang terlihat eksotis dari segi segalanya, dan banyak ditempati oleh pengusaha yang sedang berbisnis atau pun sekedar bersantai.
Karena selain dari segi pemandangan yang di dapat, semua pengunjungnya pun. Mereka juga menyediakan makanan yang menggugah selera, serta tempat ini, jauh dari para paparazi.
Karena tempat ini, sangat melarang mengganggu ketenangan para Customernya untuk menikmati serta mengganggu kenyamanan dan tempat ini hanya di khususkan untuk para petinggi saja.
Karena itulah, Ayah Lusiana memilih tempat tersebut. Dan selain menyenangkan hati sang putri. Mereka juga akan bisa menikmati masa cuti mereka ditempat tersebut.
Dan kini tiba mereka melihat, Tuan Andreas yang mulai datang serta kini ia mulai berbincang.
Tak ayal Dokter Felix mencoba memancingnya dengan bertanya soal sang istri.
Dengan tampa ditutupi, ia berkata sangat merindukannya dan ingin segerah menemukannnya serta memeluknya saat ini.
Hingga membuat Lusiana terharu dan mulai meneteskan air matanya. Hingga membuatnya tidak tahan lagi, dan ingin segerah pergi dari tempat tersebut.
Saat Lusiana yang hendak pergi. Tuan Andreas menoleh dan mencurigai pergerakan wanita tersebut, serta merasa seperti tidak asing. Dan ingin mengejarnya.
Tapi dengan segerah di tahan oleh Dokter Felix. Dan Lusiana pun kini dikejar oleh kedua orang Tuanya.
Mereka kini duduk di taman bawah, bercerita sambil menenangkan hati Lusiana.
Dan Tuan Andreas, yang merasa kejanggalan ini. Ia mulai gelisah, karena hatinya merasa ada sesuatu yang aneh dan mengganjal. Dan mulai berkata, "Kejarlah wanita itu.
Dokter Felix yang terus menghalanginya, semakin membuatnya curiga, dan kini ia mulai tidak tahan lagi untuk segerah menyusul serta mencarinya.
Benar saja. Saat Tuan Andreas hendak turun kebawah. Ia sekilas melihat wajah sang istri yang lama dicarinya itu, tepat berada di hadapannya.
Dan ia bersama dengan sepasang orang tua yang tidak di ketahui oleh Andreas. Serta saat ini, hendak keluar dari tempat tersebut.
Andreas dengan cepat mengejarnya, Tapi terus dihalangi oleh Dokter Felix.
Hingga ia kembali kehilangan dan segerah memukul wajah Dokter Felix, Buk....! Dokter Felix pun terpental kelantai yang dingin.