Perawan Tua Meet Brondong Tajir

Perawan Tua Meet Brondong Tajir
Merasa di intai


Aldo mendengus kesal saat mendengar ucapan Sanjaya tapi ia juga merasa malu.


Kemudian Aldo melanjutkan langkahnya menuju mobil yang sudah terparkir di depan rumah dan melesatkan kendaraannya menuju perusahaannya.


Setelah menempuh perjalanan tiga puluh menit Aldo sudah sampai di ruangan kerjaanya dan di sambut Amel dengan gaya berkacak pinggang seolah menantang ingin berkelahi.


"Sudah jam berapa,Bos?" Sindir Amel. "Bahkan aku harus meredam kekesalan para klien yang sudah lelah menunggu".


"Bukankah itu sudah tugas mu? " Ucap Aldo. Membuat Amel kesal bukan kepalang.


"Untung bos" gerutu Amel dalam hati.


Kemudian Aldo dan Amel menuju ruangan rapat dimana semu orang sudah menunggu. Aldo mengucapkan permintaan maafnya karena terlambat dan setelah itu rapat di mulai dan berakhir dengan lancar.


🌷🌷🌷🌷


Sementara itu Anita yang baru terbangun dari tidurnya sangat terkejut karena hari sudah siang.


"Huhh,kenapa dia tidak membangunkan ku sih" Gumam Anita,sambil melirik jam dinding sudah menunjukan 11 siang.


"Apa dia pergi ke kantor ?". Ucapnya.


Kemudian Anita berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah selesai mandi dan berpakaian,ia mendudukan diri di sofa karena ia melihat sepiring makanan yang di yakini jika Aldo sudah menyiapkan untuknya. Walaupun makanan itu sudah dingin Anita tetap memakannya karena perutnya sudah keroncongan minta diisi.


Setelah selesai memakan sarapannya,Anita berjalan keluar dari kamar.


Kehamilannya semakin membesar jadi memperlambat setiap pergerakannya,maka dari itu ia tidak boleh melakukan apa pun kecuali makan dan tidur.


"Mei,apa kamu melihat mama?" Tanya Anita,saat sampai didapur dan melihat Mei sedang memasak untuk makan siang.


"Nyonya keluar untuk arisan bersama teman-temannya Nona sedangkan Tuan besar pergi bermain golf" Jawab Mei dengan sopan. Anita mengangguk mendengarnya.


"Huh,pasti seharian ini aku akan sangat bosan" Gumam Anita.


"Mei,ayo temani aku jalan-jalan" Ucap Anita antisias.


"Em,maaf Nona. Tuan muda tidak mengijinkan Anda keluar rumah" Ucap Mei hati-hati.


"Ck,menyebalkan. Tidak perlu khawatir Mei. Aku akan meminta ijin kepada suamiku" Jawab Anita,seraya memainkan ponselnya yang ada di genggaman nya untuk menghubungi Aldo.


"Assallamuallaukum,By" Salam Anita,saat telponnya sudah diangkat oleh Aldo.


"Wa'allaikumusallam,Sayang. Ada apa?" Jawab Aldo.


"Em,aku cuma mau ijin mau jalan-jalan kel-"


"Tidak Boleh !" Potong Aldo cepat. Membuat Anita menggerutu kesal tapi Anita sudah memikirkan cara agat mendapatkan ijin dari suaminya.


"Ayolah,aku cuma jalan-jalan di taman aja gak jauh kok itu pun ditemenin sama Mei". bujuk Anita.


"Tidak boleh ya tidak Boleh" Ucap Aldo dengan nada tegas.


"Ya udah kalau gak boleh ! kalau begitu kamu gak boleh juga pegang-pegang aku,nanti malam kamu tidur diluar !" Ancam Anita,terdengar tegas tapi di dalam hatinya terkekeh geli.


"Hei,sayang ak-".


Tut


Anita mematikan sambungan telponnya. Anita tersenyum sinis dan ia yakin suaminya itu akan kelimpungan dan akan segera menghubunginya kembali.


Dan benar saja belum ada satu menit Aldo sudah menghubunginya,tapi Anita sengaja tidak mengangkatnya.


Ting


Ponsel Anita bergetar menandakan ada pesan masuk.


"Bersiaplah sebentar lagi aku akan sampai,kita akan jalan bersama".


Anita membaca pesan Aldo pun segera bersiap menuju kamarnya. Padahal cuma diajak jalan-jalan tapi ia sudah sangat bahagia.


Beberapa saat kemudian Aldo sudah sampai di rumah utama.


"By,ayo kita jalan sekarang" ajak Anita antusias,saat Aldo baru memasuki rumah.


"Hei,aku harus ganti baju dulu".


"Tidak perlu,Ayo" Anita menarik tangan Aldo,membuat Aldo pasrah dan mereka pun memasuki mobil.


Tak lupa Aldo memerintahkan bodyguard untuk mengikutinya dari belakang.


"Apa kamu bahagia?" Tanya Aldo,tangan kanannya memegang stir dan tangan kirinya memegang tangan Anita.


🌷🌷🌷🌷


Sementara ditempat lain Bram begitu kesal karena ia kalah start dengan Reza.


"Argggghhhhh,kenapa aku begitu bodoh !"


Beberapa saat yang lalu Bram mendatangi rumah Reza. Tapi saat sampai disana tetangga Reza mengatakan jika Reza dan keluarganya sudah pindah.


"Kira-kira kemana pindahnya ya,Bu?"


"Wah,maaf mas. Saya kurang tau,soalnya mas Reza anggota TNI jadi tempat tinggalnya suka pindah-pindah" Jawab tetangga Reza saat itu.


Bagaimana ini ? Anaknya di bawa Reza,tapi yang ditakutkan adalah jika orang-orang tersebut mengetahui keberadaan Anaknya saat ini.


"Semoga Reza bisa menjaga anakku" Batin Bram. Ia sedikit lega semoga anaknya selamat dari orang-orang itu.


Drtt Drtt


Ponsel Bram berdering menandakan adanya panggilan masuk.


Bram membuang nafasnya kasar sebelum mengangkat telpon tersebut.


"Halo" Jawab Bram.


"Bergerak sekarang !" Titah nya.


"Maaf,aku tidak bisa !" Jawab Bram tegas.


"Ha ha ha. Aku tahu keberadaan anak mu! Kerjakan perintahku atau nyawa anak mu akan melayang" .


Apa? Jadi dia sudah tahu keberadaan Ibra ? SIAL! " Umpat Bram.


"Oke,katakan apa yang harus aku kerjakan" Ucap Bram,sudah tidak mempunyai pilihan lain.


Bagaikan buah simalakama,dirinya serba salah.


"Yang harus kamu kerjakan adalah...". Selanjutnya orang tersebut menjelaskan secara rinci rencana yang sudah disusun sangat rapi.


"Baik,aku paham". Jawab Bram.


"Bagus,Aku tunggu kabar baiknya ha ha ha ha" .


Tut


Bram memutuskan panggilannya sepihak. Sejenak ia memejamkan matanya.


"Ya allah,aku sudah bertobat. Tapi kenapa cobaan mu sangat lah berat saat aku ingin menuju jalan lurusmu". Keluh Bram.


🌷🌷🌷🌷


Anita dan Aldo kini berada di salah satu butik khusus untuk pakaian bayi.


"Semua lucu-lucu,aku jadi bingung mau pilih yang mana?" Ucap Anita saat melihat pakaian bayi perempuan.


"Pilih yang netral aja sayang,lagian kita kan gak tahu anak kita laki-laki atau perempuan" Ucap Aldo.


"Oh iya ya" Anita menganggukan kepalanya.


"Ya udah kita pilih ini dan ini" Ucap Anita menujuk beberapa pakaian bayi berwarna netral dan menurutnya bisa dipakai bayi laki-laki ataupun perempuan.


Saat mereka asik berbelanja Anita merasa jika sedang di intai seseorang.


"By,aku merasa takut. karena sejak tadi kita seperti di intai" ucap Anita cemas,ia pun merapat ke badan Suaminya.


Aldo menatap sekelilingnya,memang ada beberapa pengunjung disana terutama para bodyguard Aldo.


"Tidak ada yang mencurigakan" Batin Aldo.


Kemudian Aldo mengambil ponselnya dan mengetik sesuatu disana lalu mengirimkan pesan tersebut ke salah satu bodyguardnya.


"Mungkin itu salah satu bodyguard yang sedang mengikuti kita" Ucap Aldo.


"Masa sih ? Tapi kok perasaanku gak enak sih?" Ucap Anita masih merasa sangat cemas.


"Udah gak usah khawatir,Yank" Ucap Aldo menenangkan.


"Kita pulang aja,aku takut" Ucap Anita menarik Aldo keluar dari toko tersebut.