Perawan Tua Meet Brondong Tajir

Perawan Tua Meet Brondong Tajir
Menemukanmu


Jangan lupa like agar author makin semangat berkarya.


Follow IG me @Thalindalena


SELAMAT MEMBACA


"By-" lirihnya,nafasnya tercekat ditenggorokan kemudian menghampiri Aldo yang sudah tak berdaya.


Bau anyir menyeruak saat ia sudah di dekat Aldo,seketika tangis Anita langsung pecah. diangkatnya wajah lebam Aldo dan penuh darah dengan kedua tangannya. Bibir manis yang selalu membuat candu suaminya itu bergetar,dikecupnya kedua mata itu yang masih terpejam.


"By,sadarlah ini aku" Anita memeluk Aldo erat.


"Euhhh" Aldo mulai kembali. Ia merasa mendengar suara Anita dan ia mencoba membuka kedua matanya perlahan. Tatapannya beradu tatapan sendu istrinya. Aldo tersenyum ia merasa berada dalam mimpi bertemu dengan istrinya.


"By,kamu sadar"Anita tersenyum dalam tangisnya lalu menciumi seluruh wajah Aldo tanpa memperdulikan wajah Aldo yang dipenuhi darah.


"Ssssssh" Aldo mendesis kesakitan. Kemudian Anita mendongak melihat kedua tangan Aldo yang terluka karena terikat dengan rantai.


"Sebentar"Anita melihat sekelilingnya mencari sesuatu yang bisa untuk memotong rantai tersebut. Dan beruntung ia melihat sebuah Tang disana kemudian ia mengambil Tang tersebut tak perlu waktu lama Anita bisa memotong rantai tersebut.


Bruk


Tubuh Aldo terjatuh kelantai saat rantai itu terlepas dari tangannya.


"By-" Tangis Anita pecah kemudian memeluk tubuh suaminya itu kedekapannya.


"Sa ya ng"Aldo terbata.


"Iya ini aku,aku menemukanmu" Aldo ikut menangis ia tak percaya masih diberi kesempatan hidup dan bisa bertemu dengan istrinya lagi. Aldo mengumpulkan sisa kekuatannya untuk membalas pelukan Anita. Mereka menumpahkan tangis bersama dan melepas segala rasa yang menggetarkan jiwanya.


Sedangkan Panji dan Tim masih menelusuri gudang tersebut.


"Coba disebelah sana,mungkin Aldo berada disana" Ucap Sanjaya menunjuk salah satu ruangan yang belum mereka telusuri.


"Iya Om dan penjaga juga sudah kita lumpuh kan semua,tinggal menunggu pihak berwajib datang kesini"Ucap Panji karena sebelumnya sudah menghubungi Polisi.


"Ayo kita bergegas".


Anita membantu Aldo untuk berdiri dan memapahnya dengan hati-hati.


Prok


Prok


Prok


Suara tepuk tangan mengejutkan mereka berdua.


"Bram apa yang kau lakukan?" Anita terkejut melihat Bram berada disana.


"Menurutmu?" Ucap Bram dengan santai. Bram yang sudah ditengah perjalanan ke kota mendapatkan panggilan dari anak buah nya jika mereka diserang,lalu dengan cepat ia memutar balik arah kembali kegudang lagi.


"Jangan bilang kau-" Anita tak sanggup melanjutkan ucapannya karena yang ia duga ternyata benar.


"Ternyata kau cukup pintar ya! Aku melakukan ini semua karena aku mencintaimu!!"


"Kau gila!!!!" Teriak Anita. " Aku mohon ikhlaskan Aku,aku sudah bahagia dengan suamiku" Suara Anita melemah dengan posisi masih memapah Aldo.


Aldo yang mendengarnya sangat lah geram ingin sekali ia memukul Bram itu,tapi kondisinya saat ini benar-benar lemah.


"Kau tau! Tindakanmu ini adalah Kriminal kau bisa dipenjara" Anita melihat Bram telah berubah. mungkin kah karena dirinya Bram menjadi nekat seperti itu?.


"Aku tidak peduli !! Yang terpenting aku bisa mendapatkan mu kembali,Walau aku harus melenyapkan nya" sarkas Bram dengan menodongkan senjata api kearah Aldo.


Bruk


Anita bersimpuh dikaki Bram,air matanya terus mengalir sedangkan Aldo berusaha untuk berdiri dan mengumpulkan kekuatannya.


"Aku mohon jika kau ingin melenyapkan nya,lenyapkan aku dulu"Lirih Anita memohon karena ini semua karena dirinya hingga Aldo di sekap dan di siska.


"Aku sangat mencintai suamiku,jika dia pergi maka aku akan ikut pergi" Bram menegang mendengar ucapan Anita.


"Apa tak ada cinta lagi untuk diriku walau hanya sedikit? Apakah namaku sudah tidak tersemat lagi di hatimu?" Bram masih menodongkan senjata api kearah Aldo.


"Maaf,aku mohon lupakan aku" Ucap Anita. Rahang Bram semakin mengeras lalu manarik pelatuk senjata apinya.


"Jika aku tak bisa mendapatkan mu maka dia juga tidak berhak" Ucap Bram bersiap untuk menembak Aldo. Anita melihatnya segera berlari mendekati Aldo dan memeluknya dari depan.


DOR


DOR


DOR


Suara tembakan terdengar memekakan telinga. Anita dan Aldo membuka kedua matanya. Tidak terjadi apa-apa? Karena mereka tak merasakan sakit ditubuhnya. Lalu suara tembakan itu?


Bram mengerang kesakitan saat tangan dan kedua kakinya ditembak.


"Tepat waktu" Ucap Panji menurunkan senjatanya. Panji dan Tim segera berlari saat mendengar suara teriakan dari salah satu ruangan di gudang tersebut.


Sanjaya melihat putranya mengenaskan pun menangis.


"Kalian tidak apa-apa?" Tanya sanjaya.


"Tidak pah,tapi mas Aldo" Mata Anita yang sudah terlihat bengkak itu berkaca-kaca memandang suaminya.


"Aku tidak apa-apa,hanya saja badanku terasa lemas" Ucap Aldo lemah lalu Sanjaya memapahnya.


"BODOHH" Panji menoyor kepala Anita kebelakang. Panji sangat begitu kesal dengan adiknya itu karena sangat nekat.


"Maaf" Anita menunduk karena memang ia bersalah tak mendengarkan ucapannya.


"Maaf? Dasar keras kepala!! apa jadinya jika kita tidak datang tepat waktu. Hah?"


"Sudah,ini bukan waktunya untuk berdebat" Lerai Sanjaya.


Saat mereka lengah Bram berusaha mencapai senjata api yang berada didekatnya tapi terlambat Rekan Panji segera mengetahuinya.


Argghhhhh


Bram berteriak kesakitan saat tangannya yang tertembak di injak dengan kuat.


"Cih,Lemah" Cibirnya. "Baru segitu aja sakit,masih untung kau tidak ku tembak mati" Kesal Rekan Panji.


Tak berselang lama polisi datang mengamankan Bram dan para anak buahnya untuk mempertanggung jawabkan kejahatannya.


Sedangkan Anita dan lainnya sudah menuju kota,dan membawa Aldo kerumah sakit.


πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—


Ditempat lain Bi Yam menangisi Siska yang baru ia ketahui jika di sekap Bram di ruang bawah tanah di rumah besar itu. Siska disekap karena ketahuan berbohong atas kandungannya dan juga ketahuan mengambil video Bram saat itu.


"Ya allah Non,maafin Bibi gak bisa jaga Non" Ucap Bi Yam menyesal.


"Gak apa-apa Bi" Siska tersenyum menengkan Bi Yam yang terus menyalahkan diri sendiri.


"Bibi gak nyangka jika Tuan Bram adalah seorang iblis"


"Iya Bi. Dan aku menyesal pernah mencintai Bram" Ucap Siska sendu dengan mengelus perutnya yang menonjol.


"Semua sudah terjadi,menyesal pun tak ada guna. Sekarang Non Siska harus punya semangat karena ada Den Bagus" Ucap Bi Yam mengelus perut Siska. Karena sudah mengetahui jenis kelamin anak yang di kandung Siska,Bi Yam memanggil dengan nama Den Bagus yang artinya Anak Yang Tampan.


Saat mereka sedang berbicang ada suara ketokan pintu dari luar kamar.


"Ada apa Jo?" Tanya Bi Yam saat membuka pintu.


"Ada polisi Bi. katanya mau geledah Rumah ini" Ucap Tarjo pria yang berseragam security itu.


"Menggeledah?"


"Iya Bi,ini katanya ada hubungannya dengan Tuan"


"Ya sudah persilahkan mereka masuk". dan di angguki Tarjo.


Setelah dipersilahkan masuk Para polisi itu menggeledah setiap sudut ruangan dengan disaksikan Siska dan Bi yam.


Ditemukan banyak bukti adanya Obat-obatan terlarang yang begitu banyak dan juga berbagai jenis senjata api ilegal. Dan untuk kasus lainnya masuh diusut oleh pihak berwajib. Sudah dipastikan Bram mendapatkan hukuman setimpal atas perbuatannya.


Siska mengelus perutnya,ia akan berusaha untuk menjadi ibu merangkap menjadi ayah yang baik kelak nanti.


Terimakasih sudah nunggu up dari othor readers.


Terus dukung author ya readers dengan cara like,komentar dan vote ya.