
Sejak kehadiran Baby Ken,kediaman keluarga Sanjaya semakin ramai apa lagi para Opa dan Oma saling berebut untuk menggendong Baby Ken.
"Sanjaya sudah menggendong Baby Ken selama 10 menit,Ayo sekarang giliranku dan berikan Baby Ken kepadaku" seru Ferdi yang sedang berkunjung. Hot Opa itu sangat antusias sekali.
"Hih,kau itu !" Kesal Sanjaya tapi tetap memberikan Baby Ken ke tangan Ferdi.
"Uh Cucu Opa Ferdi,tampan sekali" Ucap Ferdi saat Baby Ken berada di gendongannya,sambil memperhatikan Baby Ken yang sedang menghisap Jempolnya.
"Tentu saja Tampan,sedangkan Bibitnya saja tampan begini" Jawab Sanjaya dengan sombong.
"Cih,sombong !" Umpat Ferdi,lalu kembali nimang-nimang Baby Ken.
"Ish kalian ini Selalu saja berebut baby Ken,lihatlah sepertinya dia mau nangis" Ucap Rosma,saat melihat Wajah baby Ken memerah tapi sedetik kemudian Baby Ken tersenyum menatap Opa Ferdi.
"Ih,bau apa ini? Seperti bau kotoran ayam?" Sanjaya menutup hidungnya.
"Iya,kamu kentut ya Fer" Tuduh Diana sambil menutup hidungnya.
"Eh enak saja,eh tapi kok bau nya. Astaga Baby Ken mengeluarkan amunisinya" Seru Ferdi, membuat semua orang tergelak. Sedangkan Baby Ken seperti tersenyum meledek Ferdi sambil sesekali menjulurkan lidahnya.
"Haiss,jangan meledek ku seperti itu Boy" Ucap Ferdi dengan memasang wajah pura-pura kesal dan membuat Baby Ken tersenyum puas.
"Baby Ken pintar,dia tahu jika wajahmu itu seperti Closet kamar mandi,ha ha ha ha" Sanjaya tergelak puas,membuat Ferdi melotot tajam.
"Sudah-sudah sini baby Ken nya biar aku ganti popoknya" Ucap Rosma lalu mengambil alih baby Ken dalam gendongannya kemudian membawanya menuju kamar Baby Ken.
"Nyonya biar saya saja" Ucap Encus, yang baru saja dari belakang membantu beres-beres pelayan lainnya.
"Baiklah" Ucap Rosma.
Setelah sampai di kamar baby Ken,Encus segera membersihkan Baby Ken dengan telaten dan semua itu tidak luput dari pengawasan Rosma.
"Encus,bolehlah saya bertanya?".
"Tentu saja boleh Nyonya" Jawab Encus tersenyum manis sambil memasang Popok Baby Ken.
"Kenapa kamu sangat pandai mengurus bayi? Padahal kamu kan masih berusia 17 Tahun" Tanya Rosma dengan hati-hati.
"Saya sudah biasa melakukannya Nyonya,Saya dikampung mempunyai tiga orang adik dan sayalah yang merawat mereka sejak bayi ,jadi saya terbiasa melakukan hal seperti ini" ucap Encus masih tersenyum manis tapi tatapan mata gadis itu menyiratkan kesedihan yang mendalam.
"Lalu orang tuamu?" Rosma semakin penasaran dengan gadis itu.
"Kami adalah orang susah jadi bapak sama ibu bekerja mencari nafkah untuk kami,jadi dengan terpaksa sayalah yang harus mengurus ketiga adik saya yang masih kecil waktu itu saat kedua orang tua saya mencari uang" Jawab Encus.
"Nah,Dede Ken sudah wangi" ucap Encus setelah selesai mengganti popok Bayi itu.
"Apakah ini yang membuatmu tidak melanjutkan sekolahmu" Tanya Rosma.
"Iya nyonya,saya hanya tamatan SMP setelah lulus sekolah saya merantau di kota untuk membantu perekonomian keluarga" Rosma sangat prihatin dengan kisah hidup Encus. Gadis itu mengingatkan akan masa mudanya dulu,yang serba hidup susah,harus bekerja keras dulu hanya untuk mengisi perut.
"Tentu saja mau nyonya,tapi itu tidak mungkin karena biaya sekolah itu sangat mahal" Jawab Encus dengan sendu.
"Bagaimana jika aku yang akan menanggung biayamu" Encus sangat terkejut dengan penuturan majikannya itu.
"Tidak perlu nyonya" Tolak Encus,karena tidak enak hati,keluarga Sanjaya sudah sangat baik kepadanya memberikan gaji yang cukup besar,tempat tidur enak,dan makanan yang lezat,itu sudah cukup untuk Encus walaupun ia harus mengubur impiannya.
"Masa depanmu sangat panjang Encus,pikirkanlah baik-baik dan aku yakin jika kau mempunyai impian,bukan?" ucap Rosma tersenyum.
"Terimakasih Nyonya" jawab Encus tersenyum lembut.
"Lihatlah karena keasikan mengobrol kita melupakan Baby Ken" Ucap Rosma saat melihat Baby Ken sudah tertidur pulas. Kemudian Rosma meninggalkan kamar cucunya.
Sedangkan Encus masih memikirkan ucapan Majikannya.
🌷🌷🌷🌷
Sedangkan Di kamar sebelah,Aldo selalu menahan Anita untuk keluar dari kamar.
"Ayolah By,Baby Ken pasti mencariku" Rengek Anita,berusaha melepaskan pelukan Aldo.
"Tidak ! Hari ini waktumu hanya untukku. Baby Ken sudah ada kedua Opa dan Omanya,ada Encus juga" Kilah Aldo semakin mempererat pelukananya.
"Ih,kau menyebalkan !"Gerutu Anita.
"Diam saja sayang. Ayo buka bajumu" Titah Aldo.
"Hei,kau mau apa !" pekik Anita saat Aldo menarik kaos yang ia kenakan.
"Mau jadi Baby Ken" Jawab Aldo tanpa Dosa dengan cepat Aldo menarik penutup gunung kembar istrinya.
"Kau sangat keterlaluan Aldo ! Itu jatah punya Ken tapi kenapa kau ambil?". Pekik Anita,saat Aldo sudah memasukan buah ceri kedalam mulutnya.
"Aku hanya memintanya sedikit ! Kau itu pelit sekali ! tenang saja nanti juga terisi lagi walaupun aku menghabiskannya" Ucap Aldo,kemudian melanjutkan aksinya.
"Ah,Jangan di gigit" Protes Anita.
"Abisnya aku gemas sekali karena punyamu semakin besar" Ucap Aldo serak. Dan detik selanjutnya Anita sangat manikmati apa yang dilakukan oleh Aldo.
Sudah di pastikan adegan selanjutnya Anita,menenangkan si ular sawah hingga menyemburkan bisanya yang sangat beracun itu.
Mohon maaf ya alurnya berantakan soalnya author lagi gak konsentrasi gara-gara migrain🙏
Buat bang Aldo tahan ya bang tahan🤣🤣🤣😜
Jangan lupa like,komentar,vote dan bunganya ya😘😘😘