Perawan Tua Meet Brondong Tajir

Perawan Tua Meet Brondong Tajir
Anita Dan Aldo


"Bolehkah?" Tanya Aldo serak.


Anita memejamkan mata lalu mengangguk kecil. Anita sudah memasrahkan dirinya jika suaminya meminta hak nya.


Aldo tersenyum kecil lalu ia mengecup bibir istrinya. Membuat Anita terkejut tubuh nya mendadak kaku tapi ia segera meyakinkan dirinya


Kau harus yakin.Dia adalah suamimu. batin Anita


Cup


Bibir mereka menempel beberapa detik lalu aldo melepas kecupannya itu,ia membuka mata melihat sang istri memejamkan mata. Anita membuka matanya wajahnya memerah saat Aldo menatapnya intens.


"Apakah aku yang pertama?" Tanya Aldo membelai bibir Anita dengan ibu jarinya. Karena melihat reaksi Anita terkejut dan wajahnya memerah malu.


Anita mengangguk malu sebagai jawabannya.


"Terimakasih" Ucap Aldo senang dan bahagia lalu membawa Anita kepelukannya.


Aldo melepaskan pelukannya lalu menarik tengkuk Anita dan menempelkan kembali bibir mereka.Aldo menyesap bibir istrinya atas bawah bergantian dan Anita membalasnya kaku. Aldo tersenyum disela ciumannya.


Aldo mengigit bibir bawah istrinya agar membuka mulutnya,dan benar saja mulut Anita terbuka tak menyia-nyiakan kesempatan aldo melesakkan lidahnya kedalam sana dan terjadilah tarik ulur lidah antara dua sejoli ini.


"Eummhh" ******* Anita tertahan Saat ciuman Aldo turun ke lehernya dan memberi kec*pan dan his**an meninggalkan jejak kepemilikannya. Dan tangan Aldo tak mau tinggal diam me**m*s sana sini membuat Anita semakin mengelepar.


Tubuh Anita seperti tersengat listrik saat merasakan sensasi yang pertama kali ini ia rasakan.Tubuhnya melemas dan akan luruh jika Aldo tak menopangnya. Entah dirinya juga tak munafik ia menginginkan lebih dari ini. Begitu pula dengan Aldo ciuman mereka masih berlanjut dengan lidah masih tarik ulur dan saling membelit.


Aldo mengangkat tubuh Anita menggendongnya seperti koala tanpa melepas ciumannya. Berjalan menuju ranjang dan merebahkan Anita secara perlahan.


Ciuman mereka terlepas dan mereka meraup udara sebanyak mungkin.


Kini posisi Aldo mengungkung tubuh sang istri dengan satu tangan menopang tubuhnya agar tak menindih istrinya. Dan satu tangannya lagi mengusap bibir Anita dengan ibu jarinya membersihkan salivanya yang masih tersisa disana.


Tatapan mata mereka berkabut gairah dan entah siapa yang memulai bibir mereka sudah menyatu kembali dan mereka sudah polos seperti bayi.


Lidah dan bibir Aldo mengeksplor seluruh tubuh istrinya dengan penuh damba,sungguh tubuh istrinya sangatlah sempurna. Dan membuat bibir Anita tak berhenti mendesah.


Dan sampailah di saat Aldo memposisikan dirinya inti sang istri. Anita menahan dada Aldo.


"Aku takut" Lirih Anita menatap Aldo yang sudah sangat bergairah dan tangannya masih menahan dada Aldo.


Ucapan Anita mengembalikan kesadaran Aldo dan teringat kata-kata dokter waktu itu.


"Ohh shittttt" Umpat Aldo memukul bantal disamping kepala Anita,membuat Anita takut sekaligus terkejut.


Apa yang terjadi?


Apa aku mengecewaknnya? batin anita


"Al__" mengguncang lengan Aldo yang masih mengungkung nya.


Tatapan Aldo tak bisa di artikan tapi yang ditangkap Anita saat ini Aldo sangat kecewa.


Tak menjawab ucapan Anita,Aldo meninggalkannya begitu saja dengan keadaan yang seperti 'itu'.


Aldo berjalan menuju ruang ganti untuk memakai pakaiannya. Setelah selesai ia keluar dari ruang ganti dan berjalan keluar.


"Al kamu mau kemana?" Tanya Anita yang saat ini posisinya sudah duduk dan menutup tubuhnya dengan selimut.


Aldo menghentikan langkahnya sejenak tanpa menjawab atau menoleh ke istrinya lalu ia melanjutkan langkahnya.


BRAKKK


Pintu ditutup dengan kencang oleh Aldo membuat Anita terkejut.


Anita manatap nanar pintu berwarna coklat itu.Air mata nya luruh seketika. Apa lagi ia merasa seperti wanita murahan yang habis dipakai ditinggal begitu saja.


Anita kembali memungut dressnya yang teronggok dilantai mengenaskan,sama seperti dirinya sama mengenaskannya. Lalu ia memakai dressnya itu kembali dan merebahkan tubuhnya. Tubuhnya bergetar dan terisak teringat perlakuan Aldo tadi.


Apa salahnya? Salahkah jika di merasakan takut karena ini hal pertama baginya!


Tapi kenapa reaksi Aldo sampai segitunya?


Ingatan Anita berputar kembali saat pertama kali Aldo mengajaknya menikah.


Apakah karena ibunya? Yang saat itu sakit keras dan memintanya menikah dan saat itu dengan mudahnya Aldo menawarkan dirinya untuk menikahi Anita.


Apakah karena aAldo menghindari perjodohannnya. Apa karena itu Aldo menikahhinya??


Entah lah pikiran Anita berkecamuk.Tubuh Anita semakin begetar dan isak tangisnya tak kunjung berhenti. Sungguh sangat sakit diperlakukan seperti ini dan rasanya lebih sakit ketika ia dihianati olehh mantan kekasihnya.


Anita meringkuk seperti bayi,air matanya terus menetes. Malam semakin dingin dan hanya terdengar suara detikan jam dinding yang menggema di kamar mewah itu.


Tanpa terasa Anita sudah tidur lelap dengan membawa luka di hatinya.


________________________________________________


๐Ÿฅบ๐Ÿฅบ๐Ÿฅบ


Rasanya tuh sama seperti 'ditinggal pas sayang sayange'


Oh para reader jangan hujat author ya ๐Ÿคญ๐Ÿคญ


Maafin author yang sholeha ini๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Jangan lupa like,vote dan komentarnya


terimakasih


love you all๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜