Perawan Tua Meet Brondong Tajir

Perawan Tua Meet Brondong Tajir
Orang ketiga


Jangan lupa like agar author makin semangat berkarya.


Follow IG me @Thalindalena


SELAMAT MEMBACA


"Cukup!!" Citra mendorong dada Doni saat merasa tangan Doni mulai tak bisa dikondisikan.


"Aku butuh waktu untuk memikirkannya" Ucap Citra lalu beranjak dari pelukan Doni. Biarlah dirinya egois,luka yang diberikan Doni begitu dalam dihatinya. Memaafkan memang mudah tapi untuk memulai hubungan lagi Citra masih butuh waktu untuk membuka hatinya lagi yang sudah terluka. Apa lagi Doni masih terjerat dengan kisah masa lalunya, yang membuat Citra semakin ragu terhadap Doni. Biarlah waktu yang menjawab.


"Kau tidak bisa egois Cit,mengertilah" ucap Doni menatap sendu Citra. Kesalahan satu malam menjerat dirinya hingga pada titik ini dan Citra lah korban yang paling tersakit. Tidak ada cinta di antara mereka,tapi ia bukanlah pria pengecut yang lari dari tanggung jawab.


"Maaf,di antara kita tidak ada cinta. Apa kamu yakin dengan keputusan mu??"Ucap Citra memandang sinis Doni.


"Tapi sudah ada dia diantara kita" Doni menatap perut Citra yang masih terlihat rata dengan penuh sesal.


"Jika karena hal ini kau tak perlu bertanggung jawab,aku bisa mengurusnya sendiri!! Kau bebas!!" Tekan Citra. "Aku tak ingin menjalin hubungan dengan orang yang masih terjerat dengan kisah masa lalunya dan pada akhirnya aku sendiri yang akan tersakiti disini" Ucapan Citra begitu menohok di hati Doni. Ya Doni masih terbayang masa lalunya cinta pertama nya yang begitu sulit ia lupakan.


"Jangan egois Citra!!" Ucapan Doni tak didengarkan Citra karena gadis itu sudah melenggang pergi.


"Argggggghhhhh" Doni menarik rambutnya frustasi. Kenapa jadi begini?.


Angel dan Tomi yang menguping pembicaraan mereka begitu Syok. Bahkan Angel sudah menangis dipelukan sang suami. Anak nya yang begitu ia banggakan dan begitu ia sayang merusak anak gadis orang.


Ya tuhan,apa ini karma untukku?. Batin Tomi. karena dulu ia pun melakukan hal yang sama menodai Angel yang sekarang jadi istrinya.


πŸ’—πŸ’—πŸ’—


Malam pun tiba disambut dengan gemerlap nya bintang-bintang yang bertebaran dilangit,sangat indah jika dipandang. Sama halnya dengan Aldo yang memandang keindahan wajah istrinya yang tertidur di sampingnya. Walau dirumah sakit tapi ranjang ia tempati cukup luas dan bisa muat untuk dua orang.


Awalnya Anita tertidur sambil duduk di kursi di samping ranjang pasien dan bertepatan dengan Aldo yang sudah siuman jadi Aldo memutuskan untuk mengangkat istrinya berbaring disampingnya,walau badannya masih terasa sakit ia masih mampu mengangkat tubuh istrinya yang seringan bulu. Sanjaya dan Rosma beserta Diana hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Aldo.


"Mama sama papa dan ibu pulang saja" ucap Aldo.


"Kau mengusir kami?"Ketus Sanjaya.


"Bukan begitu. pasti kalian lelah kan?" Aldo merasa kasian karena mereka pasti kurang istirahat apa lagi tidur dirumah sakit sangatlah tidak nyaman.


"Tidak apa-apa Nak. Kami disini saja" Jawab Diana. Tapi Aldo tetap berkeras untuk menyuruh mereka pulang,jadi mau tak mau mereka menuruti kemauan Aldo.


"Tidak perlu khawatir,aku sudah lebih baik"Ucap Aldo menenangkan.


"Baiklah,kami permisi. jika memerlukan sesuatu panggil perawat atau dokter ya" Ucap Sanjaya lalu diangguki Aldo patuh.


"Kenapa wajahmu pucat sekali?" Aldo mengusap pipi Anita yang terlihat pucat. "Aku merindukanmu,Sayang" Ucap Aldo lalu mengecup kening Anita begitu dalam menyalurkan segala kerinduannya.


"Tidurlah yang nyenyak" Aldo memberikan sebelah tangannya yang tidak di infus sebagai pengganti bantal. Karena bagian dadanya masih sakit akibat tulang rusuknya yang retak jadi ia tidak bisa memiringkan badannya untuk memeluk sang istri.


"Haissss,menyebalkan sekali,padahal aku sangat ingin memeluknya" Gerutu Aldo kesal dengan keadaanya.


"By?" Suara serak Anita memanggil Aldo.


"Sayang. Kamu terbangun. maaf mengganggu tidurmu"


"Tadi aku yang memindahkan kamu,sayang" Ucap Aldo menjawab kebingungan Anita, kemudian ia ikut mendudukan diri.


"Lain kali jangan begitu,By. Karena badan kamu masih sakit" Ucap Anita khawatir.


"Hei,aku sudah lebih baik bahkan membuatmu lelah pun aku sanggup" Ucap Aldo tersenyum dengan menaik turunkan alisnya.


"Lagi sakit aja mesum" Anita mencibir.


"Apa kamu tidak merindukan aku? hem?" Aldo semakin menggoda membuat wajah Anita memerah.


"Tidak,aku tidak merindukanmu bahkan aku sangat membencimu karena kau pergi tidak bilang padaku" Ucap Anita serius.


"Sayang,maaf kan aku. aku tidak akan mengulanginya lagi" Aldo merasa bersalah.


"Terlambat,karena sekarang aku lebih mencintai orang lain" Ucap Anita,membuat Aldo tertegun. Apakah istrinya menghianatinya?


"Apa maksudmu?? Apa artinya ada orang ketiga di hubungan kita?" Tanya Aldo dengan wajah yang sudah mengeras.


"YA" jawab Anita.


"Tidak ku sangka bahwa kamu seorang penghianat!!. Aku akan menyingkirkan orang itu dan akan mencabik-cabiknya" Emosi Aldo memuncak.


"Kamu tidak akan pernah bisa melukainya bahkan kamu tidak akan sanggup. dan kamu lah yang akan tersingkir" Ucap Anita santai tanpa memikirkan perasaan Aldo.


"Oh ya? kita lihat saja nanti. Pergi dari sini aku muak melihat mu" Usir Aldo begitu geram dengan Anita. ingin rasanya ia memukul wajah cantiknya itu. tapi ia berusaha menahan diri karena cintanya begitu besar untuk Anita.


"Tidak mau!!" Ucap Anita. "Aku ingin mengenalkannya pada kamu" Lanjut Anita.


"Gila!!!" Bentak Aldo membuat Anita memejamkan mata. Bagaimana mungkin Anita bisa berpikiran seperti itu?.


"Ayo lah. Kamu sungguh tak ingin mengenalnya?" Anita tersenyum manis tapi bagi Aldo senyuman itu seperti ejekan.


"Ayo lah bahkan dia sudah tidak sabar ingin berkenalan dengan mu" Ucap Anita menarik tangan Aldo lalu meletakkan diperut ratanya. Aldo mengerutkan kening bingung saat tangannya di bawa keperut rata itu.


"Kau mendengar?" Tanya Anita lalu Aldo menggeleng karena ia memang tak merasakan apa-apa dan ia masih tak mengerti.


"Dia berkata HALLO PAPA" Ucap Anita menirukan suara khas anak kecil. Anita terseyum geli saat melihat wajah suaminya yang biasa cool dan tampan kini terlihat bodoh.


Aldo tertegun mendegar ucapan sang istri,air matanya mengalir dengan sendirinya,ada perasaan hangat dan bahagia yang menjalar kehatinya.


"Sa sayang?" Anita mengangguk seraya tersenyum kemudian Aldo memeluk erat sang istri dan menciumi wajah Anita bertubi-tubi.


"Aku mencintaimu sangat sangat mencintai mu" Ucap Aldo masih mengeluarkan air mata.


"Aku lebih sangat mencintaimu my Hubby" Balas Anita kemudian mendongak menatap suaminya yang masih mengeluarkan Air mata. Anita mengalungkan kedua tangannya di leher Aldo lalu mengecup bibir Aldo lembut dan disambut Aldo dengan bahagia. kedua insan itu berpagut lembut dengan perasaan penuh cinta tanpa adanya nafsuh.


Terimakasih sudah nunggu up dari othor readers.


Terus dukung author ya readers dengan cara like,komentar dan vote ya.