Perawan Tua Meet Brondong Tajir

Perawan Tua Meet Brondong Tajir
Menjaga hatimu untukku


Kailan dan Reyhan meminta bantuan Papa Ferdi untuk menemukan keberadaan Salwa,tapi hasilnya tetap sama Hacker Papa Ferdi tidak bisa melacak keberadaan gadis itu.


"Pa ! Hacker Papa kan tidak cuma satu ? Ayolah Pa batu kami." Ucap Reyhan dengan nada memohon.


"Iya Opa,bantu kami." Kailan pun sama.


Ferdi menggeleng pelan.


"Memang ada apa ? Dengan Salwa ?" Tanya Diana yang baru saja datang,dan mendudukan diri di samping suaminya.


"Begini ceritanya..." Selanjutnya Kailan menceritakan semua yang terjadi antara Salwa dan Kenzie.


"Huh." Diana membuang nafasnya kasar begitu juga Ferdi.


"Anak itu selalu saja tidak bisa mengontrol emosinya,sama seperti Papanya." Keluh Diana dan dibenarkan oleh Ferdi.


"Lalu kita harus bagaimana,Pa ?" Tanya Reyhan dengan penuh kecemasan.


"Ya tidak harus gimana-gimana,Untuk saat ini mungkin Salwa perlu menangkan hatinya dan juga anggap saja peristiwa ini menjadi pelajaran untuk Kenzie." Ucap Diana dengan bijak.


"Nah,mama mu benar." Ferdi setuju dengan ucapan istrinya.


"Tapi—"


"Rey,buang rasa mu itu dengan jauh ! Karena kamu ini masih kecil dan jalanmu masih panjang." Diana menasehati Putranya.


"Pah !" Reyhan meminta dukungan dari sang ayah.


"Mamamu benar,Nak" Ucap Ferdi,membuat Reyhan menghembuskan nafasnya dengan kasar.


"Opa dan Oma benar,Rey. Kau itu masih kecil jadi jangan cinta-cintaan dulu" Ucap Kailan menggoda Om nya.


"Cih ! Kau malah lebih kecil dariku" Ketus Reyhan.


"Beda setahun doang,wleekkkk" Kailan menjulurkan lidahnya,kemudian berlari menghindari Reyhan yang sudah mulai mengamuk.


"Ya ! Kesini kau !" Teriak Reyhan mengejar Kailan. Dan akhirnya aksi kejar-kejaran antara Om dan keponakan itu pun tak terelakan.


"Anak dan cucu kita sudah besar,Fer." Ucap Diana,menyandarkan kepalanya di pundak Ferdi.


"Amin."


Disisi lain,Ken tengah meratapi kesalahannya karena berawal dari situlah ia harus kehilangan cita-citanya yang sudah ia idamkan sejak kecil dan juga kehilangan seorang gadis yang di cintainya dan ia baru sadari jika yang ia rasakan selama ini adalah Cinta.


"Kamu dimana ?" Tanya Ken pada dirinya sendiri.


"Jika aku tahu ini adalah cinta,aku tidak akan membuatmu terluka. Maaf,karena telah menyakiti hatimu."


"Tapi aku mohon kembalilah,agar aku bisa memperbaiki semuanya."


"Aku mencintaimu sangat" Ucap Ken,di dalam keheningan kamarnya.


"Jangan menghukumku seperti ini."


"Sungguh aku menyesali semuanya,tapi tidak bisakah dirimu memberiku kesempatan kedua ? Aku berjanji akan menjagamu dan membuatmu bahagia."


"Jangan hanya berjanji jika kau tidak bisa menepatinya." Ucap Aldo,yang entah kapan masuk kedalam kamar putranya dan membuat Ken terkejut.


"Pa ?" Ucap Ken,menoleh kearah Aldo yang berdiri di dekat tempat tidur sambil membawa beberapa berkas ditangannya.


"Pelajari ini semua berkas ini dan ingat besok jangan telat untuk datang kekantor setelah pulang sekolah !" Ucap Aldo dengan nada tegas,sambil melemparkan beberapa berkas itu keatas tempat tidur,setelah itu Aldo keluar dari kamar putranya.


Ken tersenyum getir sambil memungut berkas-berkas yang berserakan keatas tempat tidur.


Kesalahannya memanglah Fatal,jadi wajar jika ayahnya murka kepadanya. Begitu pikir Ken.


"Huh" Ken membuang nafasnya kasar,kemudian ia mulai mempelajari berkas yang ada di tangannya.


"Mungkin ini yang harus aku jalani" Ucap Ken pada dirinya sendiri.


"Aku akan membuktikan jika aku bisa ! Dan aku akan membuat papa dan mama bangga."


"Salwa,dimana pun kamu berada semoga tuhan selalu menjagamu dan juga menjaga hatimu untukku." Ucap Ken tersenyum.


Nyesel kan ? Sukurin !