Perawan Tua Meet Brondong Tajir

Perawan Tua Meet Brondong Tajir
Kabahagiaan


Kelahiran Baby Ken menjadi kebahagiaan tersendiri untuk keluarga Sanjaya dan juga Ferdian. Kedua kakek baru itu bahkan bersaing untuk membelikan banyak mainan untuk sang cucu,padahal Baby Ken belum mengerti apa-apa sudah di perlakukan seperti itu.


Sedangkan Aldo membagi kebahagiaanya dengan memberikan bonus kepada karyawannya dan juga memberi santunan untuk anak yatim piatu.


Satu bulan kemudian


Satu bulan sepuluh hari kini usia Baby Ken,bayi mungil itu sudah tidak terlalu gembul tapi masih sangat menggemaskan dan Baby Ken sudah mulai bisa berceloteh,membuat siapapun gemas melihatnya.


Apalagi wajah Baby Ken semakin hari semakin mirip dengan sang mama,membuat Aldo terkadang protes.


"Huh,ini tidak adil padahal aku yang bekerja keras,Baby Ken hanya mirip dengan ku saat lahir saja, lihat lah sekarang dia sangat mirip dengan mu, Sayang". Entah sudah berapa puluh kali Aldo mengeluh karena Baby Ken sudah tidak mirip dengannya.


"Sudahlah By,kamu itu ngerengek terus seperti anak kecil" Balas Anita, sambil menimang Baby Ken yang sudah terlihat mengantuk setelah menyusu. Saat ini mereka berada di kamar mereka.


"Berikan Baby Ken kepada Encus,Sayang. Aku juga butuh perhatian,lihatlah kamu 24 jam perhatian sama Baby Ken padalah ada Encus yang aku pekerjakan untuk mengurus bayi kita". Ucap Aldo sambil memberikan tatapan nelangsa.


"Pagi-pagi enggak usah ngajak ribut,By. Ini anak kamu sendiri masa iya kamu cemburu sih ?" Kesal Anita menanggapi ocehan Aldo.


"Iya,setidaknya kamu bisalah ngatur waktu kamu" Masih tidak mau mengalah.


Anita paham dengan perasaan Aldo,tapi mau bagaimana lagi Baby Ken lebih butuh perhatiannya,bukan? Apa lagi Baby Ken masih kecil kan.


Anita akhirnya mengalah dan menyerahkan Baby Ken ke tangan Encus setelah bayinya tertidur.


"Iya,maafin aku. Karena aku kurang memperhatikan kamu" Anita berkata lembut sambil memeluk lengan Aldo.


Aldo tersenyum kemudian membawa Anita kedalam pelukannya.


"Aku kangen banget sama kamu Yank,padahal kamu tuh selalu di dekatku tapi seolah kamu itu sulit untuk aku gapai" Ucap Aldo mendramatisir.


"Cih,lebay deh" Anita memukul punggung Aldo.


"Beneran Yank,apa lagi ini udah kangen banget sampai cenat-cenut" Aldo membawa tangan Anita menuju bagian bawah sana.


"Ih,mesum ! Sabar masih tiga minggu lagi" ucap Anita membuat Aldo semakin lesu.


"Huh lama sekali" Aldo mengurai pelukannya dan berjalan gontai menuju tempat tidur lalu merebahkan dirinya tengkurap diatas tempat tidur.


Anita paham apa yang dirasakan suaminya,apalagi Aldo adalah tipe laki-laki yang mempunyai hasrat yang tinggi dan harus berpuasa selama dua bulan,bisa dibayangkan bagaimana tersiksanya Aldo saat ini.


Apalagi setelah melahirkan,istrinya semakin montok dan bagian kesukaannya semakin membesar,membuatnya tidak tahan untuk menerkam sang istri.


"Papa,jangan ngambek dong" Anita ikut merebahkan dirinya diatas tempat tidur lalu memeluk suaminya dari samping.


Aldo kemudian membalikan badannya dan dengan cepat menindih tubuh Anita lalu menatap mata istrinya dengan dalam,begitu juga Anita menatap mata Aldo dengan dalam,terlihat jelas sekali jika di mata keduanya terdapat cinta yang begitu besar.


"Aku mencintaimu,Mama"


"Aku juga sangat mencintaimu,Papa" Balas Anita dengan lembut. Kemudian entah siapa yang memulai bibir mereka saling bertaut dan saling membelit lidah,ciuman itu begitu lembut dan tidak ada gairah,mereka berciuman menyalurkan rasa cinta,kasih sayang dan juga kebahagiaan.


Mempunyai keluarga yang bahagia dan harmonis tentu jadi impian banyak orang. Begitu pula dengan Aldo dan Anita,mereka merasakan bahagia tiada tara karena mereka sudah mempunyai keluarga kecil yang sudah lama mereka nantikan.


Keluarga bahagia dan harmonis mampu menjadi tempat ternyaman di dunia ini dan keluarga jadi lingkaran terkecil dalam kehidupan seseorang. Keluarga juga jadi tempat berbagi cinta kasih.


"Tetaplah disisiku dan menualah bersamaku hingga maut memisahkan kita. Terimakasih sayang karena kamu sudah memberikan seorang putra yang begitu tampan dan sudah mewujudkan impianku" Ucap Aldo dengan tulus, sambil mengusap pipi Anita dengan tangan kanannya sedangkan tangan kirinya menopang tubuhnya agar tidak terlalu menindih istrinya.


"Impian?" Aldo mengangguk sambil tersenyum.


"Impianku sederhana yaitu mempunyai keluarga kecil yang bahagia dan harmonis. Aku sangat bahagia bersamamu dan anak kita". Ucap Aldo sangat tulus,begitu besar cinta yang berikan untuk Anita,begitu pula Anita yang sangat mencintai suaminya.


"Aku juga berterimakasih karena kamu sudah sangat mencintaiku,menjadi ayah dan suami yang baik dan selalu mengerti aku. Aku sangat mencintaimu suami mesum ku" Balas Anita dengan sedikit menggoda suaminya. Aldo tidak marah dikatai 'mesum' oleh istrinya,justru Aldo malah tertawa terbahak karena yang dikatakan istrinya tepat sasaran.


"Ah,aku jadi tidak sabar untuk memakan mu" Ucap Aldo sambil mengerling nakal.


"Aku juga tidak sabar menanti hari itu karena aku juga sangat merindukan ular sawahmu yang besar itu" Ucap Anita dengan sensual,sambil memasukan tangannya kedalam celana Aldo dan menggenggam si ular sawah yang meronta-ronta ingin dikeluarkan.


"Ssssshhhhh" Aldo mendesis seperti ular saat tangan nakal itu bermain di bawah sana.


"Jangan salahkan aku jika aku berbuat lebih,Sayang".


"Diam dan nikmati,aku akan memuaskan mu dengan cara lain" kini Anita yang mengerling nakal dan membuka resleting celana Aldo lalu menurukan celana itu. Taraaa, menyembulah Ular sawah berukuran Jumbo,Panjang dan sangat besar yang membuat Anita selalu ketagihan dan keenakan.


Aldo pun bukan main girang saat sang istri menawarkan kepuasan dengan cara lain.


Yang udah punya suami pasti tau deh apa yang di lakukan Anita saat dalam masa Nifas.


Kalo Author mah masih polos jadi othor gak tauπŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆπŸ˜œπŸ˜œπŸ˜œ


Jangan lupa like,komentar,vote dan bunga 🌹🌹🌹 biar author semakin semangat nulisnya.


Mampir juga ke novel othor yang lain