
Mohon maaf sebelumnya untuk akun reader 'Abd Wahid' kalau tidak suka dengan karya saya silahkan mending tinggalkan saja !
Kalau hanya kritik untuk novel saya walaupun pedes saya tetap menerima,tapi saya tidak terima jika dikatai 'Bego',satu kata terdengar ringan tapi begitu nyesek dihati.
Saya buat novel pake mikir dan bikin alur ceritanya juga meres otak !.
Dan Untuk para readers setiaku tetap dukung karya author ya. Saya ucapkan terimakasih yang sebanyak-banyak nya.πΉπΉπππ
β§β§β§β§β§β§β§
Seorang pria berparas tampan sedang berdiri balkon kamarnya. Ia mendongakkan wajahnya dan menatap keindahan bintang yang bertaburan di langit.
Kau bagaikan bintang yang bertaburan diatas langit,sangat indah tapi sayang sekali,aku begitu sulit untuk menggapai mu.
Seperti cintaku padamu,yang sulit untuk aku dapatkan kembali.
Dengan melihatmu bahagia itu sudah cukup bagiku,kini aku melepasmu dengan ikhlas untuk dirinya.
Semoga kebahagiaan selalu menyertaimu,Anita.
Setelah puas melepas kegundahan hatinya,ia kembali masuk kedalam kamar karena hari sudah semakin malam. Waktunya untuk mengistirahat diri,setelah seharian beraktifitas.
π·π·π·π·π·
Tepat jam 6 pagi Encus sudah memakai seragam putih abu-abu,ia terlihat tergesa-gesa.
"Pagi Oma,Opa,Mbak dan Mas" Sapa Encus dengan ceria
"Pagi juga Encus" Jawab mereka seperempak,yang tengah duduk di ruang makan.
"Encus enggak sarapan dulu ?" Tanya Anita,saat melihat Encus terlihat tergesa-gesa.
"Maaf Mbak,enggak sempet soalnya sudah jam 6 lewat" Ucap Encus,karena setiap harinya gadis itu naik kendaraan umum,apa lagi jarak rumah dan sekolahnya lumayan jauh jadi ia harus berangkat lebih pagi dari rumah.
"Sarapan dulu,nanti berangkat bareng Mas" Aldo menimpali.
"Tapi Mas-".
"Udah duduk Encus !" Titah Rosma. Dan mau tidak mau Encus pun mengalah.
"Kamu itu enggak usah sungkan sama kami" Ucap Anita dan di angguki semua orang yang ada disana.
Setelah selesai sarapan, Encus berangkat sekolah diantar oleh Aldo.
Encus masih mengasuh Baby Ken saat setelah pulang sekolah.
"Tidak perlu khawatir masalah Baby Ken,karena Oma bisa menjaganya saat kamu sekolah" Ucap Rosma kala itu.
"Iya,pendidikan itu penting untuk kamu. Aku dan Oma akan menjaga baby Ken,kamu tenang saja" Anita menimpali.
Encus sangat bersyukur karena bertemu orang-orang baik seperti keluarga Sanjaya,hati mereka seperti malaikat.
Walau begitu Encus tetap tahu diri,ia tetap melakukan tugasnya setelah pulang sekolah yaitu mengasuh Baby Ken dan juga ia membantu pekerjaan pelayan lain. Ia tidak ingin memanfaatkan keadaan.
Setelah menempuh perjalanan setengah jam akhirnya mobil yang ia tumpangi sampai di depan gerbang sekolahnya.
"Makasih ya Mas. Assallamuallaikum" Ucap Encus dan baru lah ia keluar dari mobil Aldo.
"Wa'allaikum salam,belajar yang rajin. Dan buat Mama dan papa bangga sama kamu" Aldo menasehati.
"Iya mas" Encus tersenyum,sedangkan Aldo segera melesatkan mobilnya menuju kantor.
"Sama majikan aku" jawab Encus.
"Tumben ?"Ucap Vanya melirik Encus dengan curiga.
"Jangan berpikiran macem-macem. Majikan aku sudah punya istri dan anak" jelas Encus,dengan nada sewot.
"Kirain he he he" ucap Vanya dengan senyum tengilnya sambil menggandeng Encus.
"Dasar Dodol !". Encus menonyor kepala Vanya kebelakang.
"Eh,sudah ngerjain tugas dari pak jojon belum ?" Tanya Vanya.
"Udah lah ! Kamu ?".
"Belum he he he,nyontek yak".
"Ck,kebiasaan ! Aku kasih contekan tapi nanti siang traktir aku di restoran di jalan Xxx" Ucap Encus.
"Beres pokonya mah" Jawab Vanya.
Setelah sampai kelas Encus segera mengeluarkan bukunya.
"Nih,buruan" Encus menyerahkan tugasnya.
"Emang kamu yang terbaik,muaahhhhh" vanya mencium pipi Encus.
"Cih,geli banget dah" kesal Encus sambil mengelap Pipinya dengan ujung hijabnya,membuat Vanya tertawa terbahak.
Setelah memberi Contekan kepada temannya,tak berselang lama kelas pun di mulai. Encus menyimak dengan teliti setiap penjelasan yang di sampaikan dari gurunya. Ia ingin berhasil dan mendapat nilai terbaik agar bisa membanggakan keluarga Sanjaya.
Tak terasa sudah jam 1 siang dan waktunya pulang sekolah.
"Yuk ! Langsung aja" Ucap Vanya menggandeng tangan Encus.
"Ayok" Jawab Encus dengan semangat 45 dan memasuki mobil Vanya.
Karena usia Vanya sudah 17 tahun sudah mempunyai SIM dan di perbolehkan oleh orang tuanya untuk membawa mobil sendiri. Vanya mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang hingga tak terasa ia sampai di restoran Xxx.
"Kamu mau pesen apa ? sebanyak apa pun boleh kok,aku yang bayar".
"Widih,Enak ya kalau punya temen tajir heehee" Vanya terkekeh mendengarnya.
"Eh,Encus. Emang beneran kamu belum pernah pacaran?" Tanya Vanya. Encus menggeleng sambil memilih menu makanan yang akan di pesan.
"Emang tipe kamu kayak apa sih ? padahal di sekolah cogan banyak yang naksir sama kamu " tanya Vanya penasaran.
"Aku suka tipe cowok yang matang,mapan,tampan dan kaya. Simpel kan" jawab Encus terkekeh.
"Matang,mapan,tampan dan kaya ? "Vanya bergumam,kemudian pandangan matanya tertuju pada seorang pria yang baru memasuki restoran tersebut.
"Kayak cowok itu ya?" Vanya menunjuk pria itu.
Mata Encus membulat saat melihat siapa yang di tunjuk oleh Vanya.
"Tuan Brewok !!"
Tuan Brewok gaesπ€£π€£π€£
Jangan lupa like,komentar dan hadiahnya yaπππΉ