
Jangan lupa like agar author makin semangat berkarya.
Follow IG me @Thalindalena
SELAMAT MEMBACA
Hari yang ditunggu-tunggu telah tiba dimana Diana akan ke Jogja bersama dengan pakde dan bude. Saat ini mereka sudah berada di Bandara Juanda,Anita dan Aldo berserta Sanjaya dan Rosma ikut mengantarkan Diana.
"Ingat nurut dan sama suami dan juga kedua mertua kamu ya Nak" Diana memberi pesan kepada anak gadisnya. Hah gadis? Iya lah kan belum dibobol sama babang AldoðŸ¤ðŸ¤.
Pesawat yang ditumpangi Diana beserta Pak de dan bude sudah terbang keudara. Sebelum berangkat Diana memberi wejangan kepada anak dan menantunya.
Saat ini mereka sudah berada di parkiran Bandara.
"Papa duluan ya Al Anita" ucap Sanjaya memasuki mobilnya diikuti sang istri.
"Iya pah" Jawab keduanya.
_________
"Ini mau kemana? Ini bukan arah pulang Al?" Tanya Anita saat jalan yang dilewatinya terlihat asing.
"Mau ke suatu tempat. Aku mau nunjukin sesuatu buat kamu. Sayang" Jawab Aldo.
"Kemana?" tanya Anita menoleh kesamping dimana suaminya sedang menyetir.
"Rahasia" Jawab Aldo terkekeh sedikit melirik istri cantiknya yang sedang cemberut.
"Itu bibir minta di kecup lagi?" Ucap Aldo menggoda istrinya.
"Ish.."
Setelah beberapa menit mereka sampai di sebuah perumahan Elite yang di huni oleh para pejabat dan juga para pengusaha. Anita berdecak kagum saat melihat rumah megah nan mewah di sana.
"Kita sampai" Ucap Aldo membuat Anita mengerutkan keningnya. Pasalnya Aldo berhenti didepan rumah mewah dengan pagar yang menjulang tinggi dan disana sudah ada 2 satpam yang berjaga.
"Ini dimana? Tanya Anita membuat Aldo terkekeh.
"Rumah kamu sayang! Kamu lupa?"
"Aku??" Tanya Anita menunjuk dirinya sendiri.
"Iya. Sudah jangan banyak tanya ayo turun dulu" Membuka pintu mobil dan tak lupa ia juga membuka kan pintu untuk istrinya. Mau tak mau Anita ikut turun walau di dalam benaknya ada berbagai pertanyaan.
Mereka disambut oleh dua satpam dan juga ada empat wanita yang diyakini Anita jika mereka Adalah Art disana.
"Perkenalkan ini adalah Nyonya kalian"Ucap Aldo memperkenalkan Anita. Dan semakin membuat Anita bingung.
"Baik Tuan dan selamat datang nyonya" Ucap mereka serempak.
"Ah jangan memanggilku Nyonya itu terlalu berlebihan panggil saja Anita. Heheee". Tapi diantara mereka tak ada yang menjawab bahkan mereka kini menunduk takut karena sang Tuan rumah sudah memberi tatapan tajam kepada mereka dan semua itu tak luput dari pandangan Anita. Menjengkelkan gerutu Anita masih didengar Aldo. Bagaimana tidak? Dirumah mertuanya saja ia diperlakukan seperti Ratu tidak boleh mengerjakan ini dan itu. Bukannya tidak bersyukur tapi menurut Anita itu terlalu berlebihan.
"Ayo masuk" Aldo menarik tangan istrinya.
Saat memasuki rumah,Anita dibuat melongo karena rumah itu sangatlah mewah dan desainnya sangat elegant. Rumah yang di dominasi warna gold itu benar-benar seperti rumah impiannya.
Mereka berkeliling sebentar mengitari rumah itu. dan fasilitas rumah itu benar-benar lengkap ada kolam renang,Alat untuk gym,salon kecantikan dan juga taman bermain dan banyak lagi.
"Itu untuk anak-anak kita nanti sayang" Ucap Aldo lalu memeluk istrinya dari belakang dan memberi kecupan di leher sang istri. Anita terharu mendengar ucapan Aldo,karena suaminya ini memikirkan hal sekecil ini walau pun usia pernikahan mereka baru seumur jagung. Membahas anak,Anita jadi teringat sesuatu tapi ia ingin membahasnya nanti.
"Terimakasih sayang"Ucap Anita.
"Kamu memanggilku apa? coba katakan sekali lagi" Ucap Aldo sangat bahagia karena baru kali ini Anita memanggilnya 'Sayang'.
"Tidak ada siaran ulang" Balas Anita. Membuat Aldo memasang wajah kesal.
Aldo melepaskan tangannya yang tadi melingkar di perut istrinya. Anita tau jika suaminya sedang merajuk.
"Ulu ulu ngambek suamiku ini" Anita membalikan badannya menghadap sang suami dan menangkup kedua sisi wajah suaminya.
"Terimakasih sayang. Terimakasih atas segala kasih sayang dan cintamu yang begitu tulus kepada ku. Terimakasih sudah hadir dalam hidupku dan juga sudah menyembuhkan luka hati ini. I LOVE YOU,My hubby" Ucap Anita menatap dalam suaminya.
Cup
Tanpa di duga Anita mengecup bibir suaminya itu. Aldo bahkan sangat terkejut dengan ungkapan cinta Anita dan kini ia semakin terkejut saat Anita menciumnya lebih dulu. Bagai dapat angin segar Aldo tak menyia-nyiakan kesempatan. Ditekan tengkung istrinya lalu menyesap bibir manis istrinya itu. Entah siapa yang memulai ciuman yang awalnya hanya sesapan kini berubah menjadi ******* dan tubuh keduanya sudah panas dan menginginkan sesuatu yang lebih. Bahkan mereka berciuman tak tak tau tempat.
Tini dan sumi yang sedang membersihkan taman itu sampai malu sendiri saat melihat kedua majikannya berciuman.
"Sum mataku Sum udah gak suci" Bisik Tini sambil menutup matanya tangan tapi masih menyisakan celah disana.
"Aduh Tin. Aku jadi pengen iki" Ucap Sumi sambil membayangkan pacarnya. Lalu tangan Sumi ditarik Tini sebelum majikannya tau keberadaan mereka.
Â
Dirasa Sang istri kehabisan nafas Aldo melepas pagutannya lalu menyatukan kening nya dengan Anita.
"Aku benar-benar sudah tak bisa menahannya lagi sayang" Ucap Aldo serak sambil memejamkan matanya.
"Maka lakukanlah sayang. Jangan menahannya nanti dirimu yang akan tersiksa" Jawab Anita,dengan lembut membelai wajah suaminya. Suara Anita terdengar sangat lembut apa lagi tangan yang tadi membelai wajahnya kini semakin turun kebawah.
Hap
Aldo menangkap tangan Anita saat akan menyentuh pedang pusakanya.
"Nakal ya sekarang" Ucap Aldo lalu mencium tangan itu.
"Jangan menahannya lagi. Aku istrimu lakukan seperti apa yang kamu inginkan" Ucap Anita lembut.
"I Love You,Hubby"
"I Love You more my wife" Dengan cepat Aldo menggendong Anita Ala bridal style menuju kamar mereka yang ada dilantai atas.
Maaf ya digantung ðŸ¤ðŸ¤
Yang udah tegang rileks ya😆
Gimana nih? Mau yang Hot atau yang anget" aja?
Terimakasih sudah nunggu up dari othor readers.
Terus dukung author ya readers dengan cara like,komentar dan vote ya.
Love you all💗💗.